Berita Terbaru - Halaman 10

DFSK Tebar Diskon Hingga 85 Juta Rupiah di Jakarta Fair 2026

DFSK Tebar Diskon Hingga 85 Juta Rupiah di Jakarta Fair 2026

Jakarta Fair 2026 menjadi panggung bagi PT Sokonindo Automobile untuk memamerkan jajaran kendaraan unggulan sekaligus memberikan sinyal kehadiran teknologi baru. Bagi konsumen yang sedang mencari mobil listrik atau kendaraan niaga, pameran ini menawarkan momentum menarik dengan adanya program potongan harga yang signifikan.Diskon besar hingga 85 juta Rupiah untuk unit tertentu.Program subsidi trade-in melalui kampanye DFSK Dukung Bisnis Anda.Seres E1 kini ditawarkan dengan insentif potongan harga 51 juta Rupiah.Gelora E Blind Van mendapatkan penyesuaian harga menjadi 270 juta Rupiah.Pilihan Kendaraan dan Teknologi BaruBooth DFSK di Jakarta Fair 2026. (Photo: DFSK)DFSK menghadirkan berbagai opsi mobilitas di Hall A Nomor 18 JIExpo Kemayoran mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026. Koleksi yang dipamerkan mencakup mobil listrik kompak Seres E1 hingga kendaraan niaga andalan seperti Super Cab dan Gelora E Blind Van. Tidak ketinggalan, Camper Van Delima x Explora turut hadir sebagai representasi gaya hidup petualang.Selain lini produk yang sudah ada, perusahaan memberikan bocoran mengenai pengembangan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Langkah ini menegaskan kesiapan pabrikan dalam menyongsong era elektrifikasi yang lebih variatif, menggabungkan efisiensi mesin bensin dengan keunggulan motor listrik untuk penggunaan jarak jauh yang lebih fleksibel.Detail Harga dan Program PromoJajaran kendaraan niaga listrik DFSK. (Photo: DFSK)Bagi calon pembeli, program promosi yang ditawarkan cukup agresif. Melalui kampanye DFSK Dukung Bisnis Anda, terdapat subsidi trade-in yang meringankan biaya kepemilikan. Berikut adalah rincian penyesuaian harga dan insentif yang tersedia:Seres E1: Harga mulai 168 juta Rupiah dengan insentif hingga 51 juta Rupiah.Gelora E Blind Van: Penyesuaian harga dari 350 juta Rupiah menjadi 270 juta Rupiah, dengan total insentif mencapai 80 juta Rupiah.Gelora E Mini Bus: Penyesuaian harga dari 399 juta Rupiah menjadi 314 juta Rupiah, dengan total insentif mencapai 85 juta Rupiah.Super Cab: Harga mulai 158,5 juta Rupiah lengkap dengan fasilitas perawatan gratis selama tiga tahun atau 120.000 kilometer.Perlu dicatat bahwa program insentif ini berlaku terbatas untuk 4.000 unit pertama. Pilihan kendaraan niaga listrik seperti Gelora E sangat cocok bagi pelaku usaha yang ingin menekan biaya operasional harian, terutama dengan dukungan jarak tempuh hingga 300 kilometer berdasarkan standar NEDC.Sebagai perbandingan, di segmen mobil listrik kompak, Seres E1 bersaing dengan pemain lain seperti Wuling Air EV. Keunggulan utama yang ditawarkan DFSK terletak pada paket purna jual, seperti gratis perawatan selama tiga tahun untuk Seres E1 dan hingga lima tahun untuk varian Gelora E, yang memberikan ketenangan pikiran bagi pemilik kendaraan dalam jangka panjang.Referensi: DFSK | https://www.otodream.com/mobil/27298-dfsk-tebar-diskon-hingga-rp85-juta-di-jakarta-fair-2026DFSK di Jakarta Fair. (Photo: DFSK)

Impor Mobil CBU Turun Tajam 46 Persen Jadi Sinyal Perubahan Pasar

Impor Mobil CBU Turun Tajam 46 Persen Jadi Sinyal Perubahan Pasar

Data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menunjukkan penurunan drastis pada jumlah impor mobil utuh atau completely built up (CBU) sepanjang Mei 2026. Angka impor tercatat merosot hingga 46,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya.Total impor mobil CBU Mei 2026 tercatat sebanyak 4.548 unit.Angka ini turun tajam dari capaian April 2026 yang menyentuh 8.493 unit.Toyota masih memimpin pangsa pasar impor dengan kontribusi 50,6 persen.Merek pendatang baru seperti VinFast dan GWM mulai menunjukkan eksistensi di pasar.Analisis Penurunan Volume Impor NasionalPenurunan volume impor pada Mei 2026 menjadi catatan volume terendah kedua sepanjang tahun berjalan setelah Januari. Jika ditarik garis lurus sejak awal tahun hingga Mei 2026, akumulasi total impor kendaraan nasional telah mencapai 29.928 unit. Tren ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada unit impor tetap ada, khususnya untuk mengisi kekosongan model premium dan teknologi elektrifikasi yang belum diproduksi secara lokal.Perubahan angka impor ini dipengaruhi oleh dinamika pasokan dari pabrikan besar. Toyota sebagai pemain dominan mencatatkan impor sebanyak 1.948 unit pada Mei, turun signifikan dibandingkan bulan April yang mencapai 4.206 unit. Fluktuasi ini memberikan dampak langsung terhadap total angka impor nasional secara keseluruhan.Dominasi Merek dan Pendatang BaruPeta persaingan kendaraan impor saat ini masih dikuasai oleh pemain lama, namun mulai diramaikan oleh merek baru. Toyota tetap memegang posisi pertama dengan total 15.135 unit selama lima bulan pertama 2026. Suzuki menyusul di posisi kedua dengan 3.520 unit, diikuti Mitsubishi Motors sebanyak 2.617 unit.Sektor kendaraan listrik dan merek asal China kini menjadi perhatian utama. VinFast berhasil mengimpor 1.360 unit, disusul oleh Mazda dengan 1.351 unit, serta Great Wall Motor (GWM) sebanyak 1.271 unit. Kehadiran berbagai merek ini mencerminkan diversifikasi pilihan bagi konsumen yang mencari teknologi kendaraan terbaru.Daftar Impor Segmen PremiumSegmen kendaraan premium tetap konsisten mengisi daftar impor nasional sepanjang tahun 2026. Lexus tercatat mengimpor 392 unit, sementara Mercedes-Benz Commercial Vehicle mencatatkan 180 unit. Merek mewah lainnya seperti BMW, MINI, dan Audi juga masih mendatangkan unit untuk memenuhi permintaan pasar yang spesifik.Referensi: Gaikindo | https://www.viva.co.id/otomotif/1906316-impor-mobil-ke-indonesia-turun-46-persen

Wuling Boyong Mobil Bertema Spider Man ke Jakarta Fair 2026

Wuling Boyong Mobil Bertema Spider Man ke Jakarta Fair 2026

Wuling Motors kembali hadir di Jakarta Fair 2026 dengan membawa kejutan bagi pengunjung keluarga. Pabrikan ini memamerkan jajaran mobil elektrifikasi dan konvensional dengan sentuhan tematik karakter populer seperti Marvel dan Disney yang cocok untuk menemani liburan sekolah.Wuling memamerkan lima model kendaraan di Hall A2 Booth A11.Tersedia promo bunga 0 persen hingga satu tahun untuk model Darion dan Eksion.Terdapat hadiah lucky dip mulai dari saldo Rp500 ribu hingga iPhone 17 Pro Max.Garansi seumur hidup untuk komponen utama kendaraan listrik dan hybrid.Daya Tarik Mobil Bertema Karakter PopulerPameran tahun ini terasa berbeda karena Wuling menghadirkan konsep tematik yang dirancang khusus untuk memikat hati keluarga. Tiga dari lima unit yang dipajang mendapatkan ubahan visual hasil kolaborasi dengan Disney dan Marvel.Mitra EV hadir dengan desain School Bus, sementara Darion tampil mengusung tema Disney Frozen. Paling mencuri perhatian adalah Eksion yang dibalut livery bertema Marvel Spider Man. Penampilan unik ini tentu menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang datang membawa anak-anak ke area pameran.Program Penjualan dan Promo MenarikBagi calon pembeli yang sedang mencari kendaraan baru, Wuling menyiapkan sejumlah penawaran menggiurkan selama pameran berlangsung. Konsumen bisa memanfaatkan bunga 0 persen untuk model Darion dan Eksion dengan tenor hingga satu tahun.Pabrikan juga memberikan nilai tambah berupa gratis asuransi untuk Darion EV selama dua tahun serta perangkat pengisian daya gratis. Tidak ketinggalan, program perawatan berkala tanpa biaya serta garansi seumur hidup untuk komponen utama kendaraan ramah lingkungan menjadi jaminan ketenangan bagi pemiliknya.Pengalaman Interaktif di Booth WulingSelain melihat unit kendaraan, pengunjung dapat berpartisipasi dalam aktivitas interaktif 9 Second Challenge. Program ini diadakan dalam rangka menyambut perayaan ulang tahun ke-9 Wuling di tanah air.Peserta yang beruntung bisa membawa pulang merchandise eksklusif. Transaksi pembelian selama acara juga memberikan kesempatan memenangkan hadiah lucky dip mulai dari saldo e-wallet Rp500 ribu, perangkat elektronik seperti Smart TV, hingga gadget terbaru iPhone 17 Pro Max.Referensi: Wuling | Otodream

BYD M6 DM Mulai Dikirim Juni 2026 Jadi Mobil PHEV Termurah

BYD M6 DM Mulai Dikirim Juni 2026 Jadi Mobil PHEV Termurah

Menanti kehadiran mobil plug-in hybrid dengan harga terjangkau kini menemui titik terang. BYD memastikan pengiriman unit M6 DM kepada konsumen akan dimulai pada Juni 2026. Kehadiran model ini digadang-gadang mampu mengubah peta persaingan pasar kendaraan ramah lingkungan, mengingat posisinya sebagai opsi PHEV paling ekonomis saat ini.Pengiriman perdana BYD M6 DM dimulai Juni 2026.Harga mulai Rp298 juta menjadikannya PHEV termurah.BYD siapkan distribusi ke 90 showroom di seluruh jaringan.Potensi lonjakan penjualan PHEV diprediksi terjadi pertengahan tahun.Strategi Distribusi dan Kesiapan UnitBYD M6 DM Classic (Photo: Istimewa)Langkah BYD untuk segera mendistribusikan M6 DM ke tangan konsumen didukung oleh kesiapan fasilitas produksi yang mumpuni. Pihak manajemen mengungkapkan fokus utama saat ini adalah memastikan setiap jaringan diler memiliki setidaknya 3 unit sebagai stok display maupun unit test drive. Langkah ini dilakukan agar konsumen bisa merasakan langsung performa kendaraan sebelum memutuskan pembelian.Sebagai mobil keluarga yang membawa teknologi PHEV, M6 DM memang menawarkan fleksibilitas penggunaan harian yang praktis. Dengan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, pengguna bisa mendapatkan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik dibandingkan mobil konvensional. Hal ini menjadi jawaban bagi mereka yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus khawatir mengenai keterbatasan infrastruktur pengisian daya.Perbandingan di Pasar PHEVChery Tiggo 8 CSH (Photo: Istimewa)Sebelum kehadiran M6 DM, segmen PHEV didominasi oleh model premium dengan harga jual yang relatif tinggi. Berdasarkan data wholesales Gaikindo periode Januari hingga Mei 2026, Chery Tiggo 8 CSH mencatatkan angka distribusi tertinggi mencapai 1.190 unit. Pesaing lainnya seperti Wuling Eksion PHEV yang dibanderol mulai Rp449 juta, sebelumnya memegang gelar sebagai opsi termurah di kelasnya.Keberadaan M6 DM dengan harga Rp298 juta tentu memberikan tekanan kompetitif yang signifikan bagi model lain di segmen yang sama. Konsumen kini memiliki alternatif yang lebih terjangkau namun tetap mengusung teknologi modern. Bagi keluarga muda atau pembeli mobil pertama, efisiensi operasional dan biaya perawatan menjadi pertimbangan utama yang kini bisa dijawab oleh BYD melalui produk terbarunya.Analisis Penggunaan HarianSecara teknis, penggunaan kendaraan PHEV seperti M6 DM sangat cocok untuk mobilitas perkotaan yang padat. Pengemudi dapat memanfaatkan mode listrik penuh untuk perjalanan jarak pendek, sementara mesin bensin akan mengambil alih saat melakukan perjalanan jauh atau ketika daya baterai menipis. Kompromi teknis yang ditawarkan adalah bobot kendaraan yang sedikit lebih berat karena membawa dua sistem penggerak, namun hal ini terbayar dengan efisiensi konsumsi BBM yang lebih optimal di tengah kenaikan harga bahan bakar non subsidi.Referensi: BYD | www.otodream.com

Baterai Bekas Mobil Listrik Dijual Ilegal Untuk Kendaraan Roda Dua

Baterai Bekas Mobil Listrik Dijual Ilegal Untuk Kendaraan Roda Dua

Industri kendaraan listrik di China tengah menghadapi masalah serius terkait peredaran komponen vital di pasar gelap. Investigasi terbaru mengungkap praktik penyalahgunaan baterai bekas mobil listrik yang dialihkan ke bengkel tidak bersertifikat untuk dirakit ulang menjadi sumber daya kendaraan roda dua.Baterai bekas mobil listrik dimodifikasi ilegal untuk sepeda listrikSistem perlindungan kelistrikan sering kali dinonaktifkan demi performaPemerintah China merilis sistem pelacakan digital untuk setiap bateraiSekitar 80 persen kebakaran sepeda listrik terkait modifikasi baterai bekasHarga baterai baru yang makin terjangkau menekan pasar gelapRisiko Tinggi Dibalik Modifikasi IlegalBaterai bekas dari mobil listrik yang seharusnya masuk ke jalur daur ulang resmi, justru diubah menjadi paket bertegangan 60 volt hingga 72 volt. Angka ini jauh melampaui standar 48 volt yang ditetapkan untuk kendaraan listrik ringan. Modifikasi ini sering kali mengorbankan fitur keselamatan vital seperti perlindungan terhadap arus berlebih, pengisian daya berlebih, hingga pencegahan korsleting.Praktik ini dilakukan demi menekan biaya produksi dan meningkatkan performa baterai agar lebih bertenaga. Namun, langkah tersebut membawa dampak fatal. Otoritas setempat mencatat bahwa 33 persen kasus kebakaran sepeda listrik berkaitan langsung dengan sistem kelistrikan yang dimodifikasi secara tidak standar, dengan 80 persen di antaranya bersumber dari paket baterai bekas mobil listrik.Langkah Tegas Pemerintah dan IndustriMenanggapi maraknya peredaran ilegal ini, otoritas di China telah menerapkan kebijakan ketat sejak 1 April 2026. Setiap baterai kini wajib memiliki identitas digital unik sejak diproduksi hingga didaur ulang. Sistem pelacakan nasional ini dirancang untuk memantau pergerakan baterai secara transparan dan memastikan tidak ada unit yang bocor ke pasar ilegal.Selain pengawasan ketat, penurunan harga baterai baru juga menjadi faktor pendukung. Produksi massal teknologi lithium iron phosphate (LFP) oleh produsen besar seperti CATL dan BYD membuat harga sel baterai semakin murah. Hal ini secara alami menekan margin keuntungan pelaku usaha ilegal yang merakit baterai dari sel bekas.Kompromi teknis yang terjadi dalam perakitan ilegal ini menunjukkan bahwa penggunaan kembali modul baterai otomotif untuk kendaraan ringan sangat berisiko tinggi. Karena tidak dirancang untuk sistem manajemen baterai (BMS) yang sederhana pada sepeda listrik, penggunaan sel bekas ini sering kali gagal menjaga stabilitas suhu dan tegangan saat digunakan secara intensif di jalan raya.Referensi: China Central Television | https://www.viva.co.id/otomotif/1906308-ketahuan-baterai-bekas-mobil-listrik-dijual-lagi-ke-pasar-gelap-dipakai-untuk-kendaraan-murah