Berita Terbaru - Halaman 10

Depresiasi Mobil Listrik Sentuh 70 Persen, Calon Pembeli Wajib Cermati 5 Model Ini

Depresiasi Mobil Listrik Sentuh 70 Persen, Calon Pembeli Wajib Cermati 5 Model Ini

Mobil listrik kerap digadang sebagai kendaraan dengan biaya operasional lebih rendah. Namun satu aspek yang sering luput dari perhitungan adalah depresiasi atau penyusutan nilai jual yang ternyata jauh lebih dalam ketimbang mobil konvensional. Studi terbaru menunjukkan rata-rata mobil listrik kehilangan 59 persen nilainya hanya dalam lima tahun.Rata-rata depresiasi mobil listrik sentuh 59 persen dalam 5 tahun, lebih tinggi dari mobil bensin atau diesel.Audi e-tron GT dan Jaguar I-Pace alami penyusutan nilai paling parah, menembus lebih dari 70 persen.Tesla Model S dan Model X ikut terpukul oleh perang harga serta pergeseran selera pasar ke SUV yang lebih segar.Nissan Leaf generasi lawas menderita akibat kapasitas baterai dan kecepatan pengisian daya yang sudah tertinggal.Teknologi Baterai dan Perang Harga Mempercepat DepresiasiBeberapa faktor menjadi pemicu utama penurunan nilai mobil listrik bekas yang begitu drastis. Perkembangan teknologi baterai yang melesat cepat membuat model generasi awal terasa usang hanya dalam hitungan tahun. Model anyar hadir dengan jarak tempuh lebih jauh dan waktu pengisian daya lebih singkat, membuat versi lawas kurang diminati di pasar sekunder.Selain itu, strategi agresif sejumlah pabrikan yang memangkas harga jual mobil listrik baru turut mengoreksi harga di pasar mobil bekas. Ketika unit baru bisa dibeli lebih murah, nilai jual kembali unit bekas otomatis ikut tertekan. Perang harga antarprodusen semakin memperburuk situasi bagi pemilik mobil listrik yang hendak menjual kendaraannya.Audi e-tron GT dan Jaguar I-Pace, Premium yang Paling Terjun BebasAudi e-tron GT mencatatkan diri sebagai salah satu mobil listrik dengan penurunan nilai paling curam. Sedan listrik premium yang berbagi platform dengan Porsche Taycan ini dilaporkan mengalami depresiasi antara 60 hingga lebih dari 70 persen setelah pemakaian lima tahun. Harga barunya yang sangat tinggi tidak diimbangi oleh permintaan di pasar bekas, terutama karena konsumen di segmen ini cenderung lebih melirik model SUV atau crossover.Nasib serupa dialami Jaguar I-Pace. Sebagai mobil listrik massal pertama pabrikan asal Inggris tersebut, I-Pace menawarkan desain dan performa mengesankan. Namun depresiasinya disebut menembus lebih dari 70 persen dalam lima tahun. Perubahan strategi Jaguar menuju merek listrik murni serta ketidakpastian masa depan lini produknya menambah keengganan konsumen untuk membeli unit bekas model ini.Efek Perang Harga Tesla pada Model S dan Model XTesla Model S yang merupakan sedan flagship juga tidak luput dari penyusutan nilai tajam. Penurunan harga bekasnya dalam periode lima tahun bisa melampaui 60 persen. Salah satu penyebab utamanya adalah kebijakan Tesla sendiri yang beberapa kali menggunting harga mobil baru. Koreksi harga dari pabrikan ini langsung menekan banderol unit bekas Model S di pasaran.Tesla Model X selaku SUV listrik andalan juga bernasib mirip meski bergenre kendaraan yang lebih populer. Model X tercatat mengalami depresiasi sekitar 61 hingga 67 persen. Usia desain yang sudah cukup matang membuatnya harus bersaing dengan jajaran SUV listrik generasi baru yang membawa teknologi baterai lebih mutakhir serta daya jelajah lebih panjang.Nissan Leaf, Kerugian Nominal Lebih Kecil Tetapi Persentase Tetap TinggiBeralih ke segmen yang lebih terjangkau, Nissan Leaf tetap mencatatkan persentase depresiasi yang signifikan. Penurunan nilainya berada di kisaran 63 hingga 66 persen setelah lima tahun. Kelemahan pada kapasitas baterai generasi awal, jarak tempuh yang kalah jauh dibanding mobil listrik modern, serta kecepatan pengisian daya yang tidak lagi kompetitif menjadi penyebab utamanya.Meski secara persentase depresiasinya besar, dari sisi nominal kerugian Nissan Leaf masih lebih rendah ketimbang model-model premium. Harga jual barunya yang lebih terjangkau membuat selisih nilai absolutnya tidak sedalam Audi e-tron GT atau Tesla Model X. Bagi pembeli yang mencari mobil listrik bekas dengan bujet terbatas, Leaf memberikan gambaran bahwa penyusutan nilai tetap harus menjadi pertimbangan utama sebelum membeli.Referensi: VIVA Otomotif

Honda Giorno 2026 Tawarkan Skutik Mungil Bergaya, Bagasi 20 Liter, dan Harga Rp22 Jutaan

Honda Giorno 2026 Tawarkan Skutik Mungil Bergaya, Bagasi 20 Liter, dan Harga Rp22 Jutaan

Kalau Anda sedang mencari skuter matic ringan yang tampilannya tidak pasaran dan mudah diajak bermanuver di jalanan perkotaan yang padat, Honda sebenarnya punya satu model yang cukup unik di Jepang. Namanya Honda Giorno, dan untuk tahun 2026 ini ia kembali hadir bukan sebagai motor yang mengejar performa tinggi, melainkan sebagai skutik fashionable yang memprioritaskan kelucuan desain dan kepraktisan harian.Mengusung mesin 50cc eSP 4-tak berpendingin cairan dengan fitur Idling Stop untuk efisiensi bahan bakar di tengah kemacetan.Desain retro modern yang segar dengan lima pilihan warna, plus versi spesial Kumamon yang lebih eksklusif.Bagasi luas 20 liter di bawah jok dan kompartemen depan berpintu lengkap dengan soket pengisian daya gawai.Bandrol harga mulai Rp22 jutaan, menjadikannya opsi menarik di segmen skutik mungil bergaya.Tampilan depan Honda Giorno 2026 mengusung bahasa desain retro yang lembut dan tidak agresif. (Photo: Honda)Skutik Mungil yang Menjawab Kebutuhan Gaya dan FungsiDilihat sekilas, sulit untuk tidak menyukai tarikan garis bodi Honda Giorno 2026. Motor ini tidak mencoba terlihat garang atau sporty, justru tampil kalem dengan lekukan yang membulat dan proporsi yang kompak. Dimensinya terbilang mungil, dengan panjang 1.650 mm, lebar 670 mm, dan tinggi 1.035 mm. Dengan jarak sumbu roda 1.180 mm serta bobot hanya 81 kg, Giorno jelas dirancang untuk mereka yang ingin menikmati kemudahan bermanuver tanpa perlu berjibaku dengan bobot berlebih saat parkir atau putar balik di gang sempit.Tinggi jok 720 mm juga cukup bersahabat untuk beragam postur tubuh pengendara. Tidak heran jika skutik ini kerap dipilih oleh mahasiswi, pekerja urban, atau siapa saja yang menjadikan penampilan sebagai salah satu pertimbangan utama, tapi tetap tidak mau kehilangan sisi fungsional.Panel samping bodi Giorno dibuat sederhana dengan lekukan halus khas skuter Eropa. (Photo: Honda)Mesin 50cc dengan Teknologi Idling StopUntuk dapur pacunya, Honda membekali Giorno dengan mesin eSP berkapasitas 49 cc, satu silinder 4-tak OHC berpendingin cairan. Mesin mungil ini sanggup memuntahkan tenaga puncak 4,5 dk pada 8.000 rpm dan torsi maksimum 4,1 Nm di 6.000 rpm. Tenaga ini disalurkan lewat transmisi otomatis V-belt CVT yang khas matic Honda, memberikan pengalaman berkendara tanpa repot menarik tuas kopling.Satu fitur yang patut diacungi jempol di kelas 50cc adalah sistem Idling Stop. Fitur ini akan mematikan mesin secara otomatis saat motor berhenti beberapa detik, misalnya di lampu merah, lalu menghidupkannya kembali begitu tuas gas diputar. Untuk pemakaian harian di perkotaan yang didominasi kondisi stop and go, fitur ini lumayan berkontribusi menekan konsumsi bahan bakar dari tangki berkapasitas 4,5 liter.Laci depan berpintu dilengkapi soket charger, memudahkan pengisian daya ponsel saat berkendara. (Photo: Honda)Kepraktisan Tanpa Mengorbankan GayaDari sisi penyimpanan, Giorno cukup pandai menyembunyikan kapasitasnya. Di balik tampilannya yang mungil, tersedia ruang bagasi di bawah jok yang sanggup menelan barang bawaan hingga 20 liter. Ini cukup lega untuk menyimpan helm half-face, jas hujan, dan beberapa barang kecil lainnya sekaligus.Tidak cuma itu, di bagian depan terdapat laci penyimpanan berpintu yang di dalamnya sudah disematkan soket pengisian daya. Jadi, pengendara bisa mengisi baterai ponsel langsung dari motor tanpa perlu repot memasang aksesori tambahan. Detail kecil seperti ini yang membuat Giorno terasa dipikirkan matang-matang untuk keseharian penggunanya.Mesin eSP 4-tak 49cc berpendingin air dengan teknologi Idling Stop untuk efisiensi bahan bakar. (Photo: Honda)Varian Kumamon yang Lebih UnikUntuk model tahun 2026, tersedia lima pilihan warna standar: Virgin Beige, Pearl Deep Mud Gray, Matte Armored Green Metallic, Puko Blue, dan Summer Pink. Pilihan warnanya dibuat kalem dan cenderung soft, memperkuat karakter motor ini sebagai fashion statement di jalan.Namun buat yang ingin tampil lebih berbeda, ada versi spesial Kumamon Version. Varian ini hadir dalam balutan Graphite Black dengan grafis serta aksen dekorasi khusus yang terinspirasi dari maskot beruang hitam asal Kumamoto, Jepang. Selain lebih eksklusif secara visual, edisi ini juga memberi sedikit sentuhan personal bagi penggemar kultur pop Jepang.Edisi Kumamon Version tampil lebih eksklusif dengan grafis khusus dan aksen dekorasi berbeda. (Photo: Honda)Potensi Masuk ke Indonesia Masih Jadi Tanda TanyaDi pasar Jepang, Honda Giorno 2026 dijual dengan harga 209.000 yen untuk varian standar dan 217.800 yen untuk Kumamon Version. Jika dikonversikan ke Rupiah, angkanya berkisar di Rp22 jutaan dan Rp22,9 jutaan, bergantung kurs yang berlaku.Sampai saat ini, belum ada sinyal resmi dari PT Astra Honda Motor untuk membawa Giorno ke Tanah Air. Pasar skutik 50cc di Indonesia sendiri tidak sebesar di Jepang, mengingat konsumen di sini cenderung lebih memilih mesin 110cc ke atas untuk mobilitas harian. Namun jika Honda melihat ada celah di segmen skutik retro entry-level, bukan tidak mungkin suatu saat Giorno bisa mampir memperkaya pilihan konsumen yang mendambakan motor ringan, unik, dan mudah dikustomisasi.Referensi: Honda | Great Biker

Yamaha Mio 2026 Dikabarkan Reset Total, Bukan Sekadar Model Baru

Yamaha Mio 2026 Dikabarkan Reset Total, Bukan Sekadar Model Baru

Pabrikan berlogo garpu tala sedang ramai diperbincangkan. Kali ini bukan soal motor sport atau moge, melainkan rencana menghidupkan kembali salah satu nama legendarisnya di kelas skutik. All New Yamaha Mio 2026 diprediksi akan menyapa pasar Asia Tenggara dengan pendekatan yang sama sekali berbeda.All New Yamaha Mio diprediksi membawa ubahan total pada desain dan mesin untuk pasar entry-level.Bocoran menyebutkan skutik ini akan mengadopsi mesin 125cc Blue Core yang lebih responsif dan irit.Fitur Y-Connect yang biasa hadir di motor premium dikabarkan turut melengkapi varian tertingginya.Render digital All New Yamaha Mio 2026 yang menampilkan garis bodi lebih tajam dan modern. (Photo: GreatBiker)Identitas Desain Berubah Drastis dari Kesan Skutik KalemBerdasarkan informasi yang beredar, Yamaha tidak sekadar melakukan penyegaran minor pada Mio terbaru. Skutik entry-level ini dirumorkan akan menjalani perombakan visual secara total. Jika rumor ini akurat, kita akan mengucapkan selamat tinggal pada garis bodi bulat yang dulu identik dengan kesan kalem dan ramah.Konsep desain anyar Mio digosipkan mengarah ke tampilan yang lebih tajam, tegas, dan modern. Ubahan ini bertujuan mendobrak citra lama Mio yang lekat dengan kesan sepeda motor utilitarian sederhana. Dengan tarikan garis yang lebih sporty, Mio baru diharapkan bisa berevolusi menjadi skutik fashion entry-level yang lebih menarik bagi pengendara muda.Siluet samping All New Yamaha Mio 2026 menunjukkan postur ramping namun tegas. (Photo: GreatBiker)Kemungkinan Ditenagai Mesin Blue Core 125cc AnyarPergeseran tidak hanya terjadi di sektor estetika. Jantung mekanis Mio 2026 juga diproyeksikan mendapat peningkatan signifikan. Spekulasi yang berkembang menyebutkan model ini akan dibekali mesin Blue Core 125cc versi terbaru. Fokus pengembangannya tidak lain adalah memadukan efisiensi bahan bakar maksimal dengan sensasi berkendara yang lebih lincah di perkotaan.Bila klaim ini terwujud, Mio akan menawarkan kapasitas mesin yang pas untuk komuter harian. Perpaduan antara konsumsi bensin irit khas teknologi Blue Core dan torsi yang cukup untuk bermanuver di jalan padat bisa menjadi nilai jual utama. Bagi pengguna pemula atau siapa pun yang mencari kendaraan harian fungsional, spek ini jelas mengundang perhatian.Bagian mesin dan knalpot All New Yamaha Mio 2026 yang diprediksi mengusung Blue Core 125cc. (Photo: GreatBiker)Tingkat Gengsi Bertambah Berkat Fitur Y-ConnectKejutan lain yang cukup menarik perhatian adalah bocoran paket fitur canggih untuk varian puncaknya. Yamaha dirumorkan akan membenamkan sistem konektivitas Y-Connect pada All New Mio. Teknologi ini memungkinkan pengendara menghubungkan ponsel pintar dengan motor untuk mengakses beragam informasi, mulai dari notifikasi panggilan, pesan, data konsumsi bahan bakar, hingga rekomendasi perawatan berkala.Penyisipan Y-Connect di kelas entry-level adalah langkah berani. Selama ini, fitur semacam itu hanya menjadi andalan di jajaran motor Yamaha yang lebih mahal. Jika klaim ini benar, Mio 2026 akan menciptakan standar baru yang membuat batas antara skutik murah dan premium semakin tipis. Ini jelas strategi jitu untuk memenangkan hati generasi yang serba terhubung.Desain lampu depan All New Yamaha Mio 2026 dibuat lebih sipit dan agresif. (Photo: GreatBiker)Potensi Rilis di Indonesia dan Peta PersainganMeski gambar yang beredar saat ini masih berupa render dan bukan versi produksi massal, spekulasi soal kehadiran All New Yamaha Mio di Tanah Air sudah menghangat. Indonesia adalah salah satu pasar terbesar skutik di Asia Tenggara, dan nama Mio memiliki sejarah panjang serta basis penggemar yang solid. Menghidupkan kembali moniker ini dengan formula yang lebih segar adalah langkah logis untuk mengisi celah antara skutik entry-level dasar dan model yang lebih premium.Perlu dicatat, semua detail di atas, mulai dari spek mesin, rupa final, hingga fitur, masih sebatas prediksi. Pihak Yamaha hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi apa pun. Kita masih harus menunggu konfirmasi lebih lanjut untuk memastikan apakah sang legenda benar-benar akan bangkit atau sekadar rumor pasar belaka.Referensi: Yamaha | GreatBiker

Suzuki UHR150 dan UFR150 Siap Tantang Dominasi Honda PCX dan Yamaha NMAX

Suzuki UHR150 dan UFR150 Siap Tantang Dominasi Honda PCX dan Yamaha NMAX

Sinyal kebangkitan Suzuki di segmen skutik premium 150cc mulai terlihat jelas. Dua kode model baru, UHR150 dan UFR150, mencuat ke permukaan setelah data pengujian di Indonesia bocor ke publik. Langkah ini diyakini sebagai manuver serius pabrikan asal Hamamatsu untuk merebut kembali pasar yang selama ini dikuasai Honda PCX dan Yamaha NMAX.Suzuki UHR150 digadang sebagai skutik premium dengan fokus kenyamanan dan fitur lengkapSuzuki UFR150 tampil lebih sporty, dilengkapi konektivitas smartphone dan mesin bertenaga 11 kWKeduanya dikembangkan di atas platform Haojue, membuka peluang harga lebih kompetitifTarget utama menggoyang dominasi Honda PCX dan Yamaha NMAX di kelas 150ccSuzuki mulai menguji skutik 150cc barunya dengan kode UHR150 dan UFR150. (Photo: Haojue)Kode UHR150 untuk Kenyamanan Premium dan Fitur Keselamatan LengkapModel dengan kode UHR150 diproyeksikan menjadi varian yang mengedepankan kenyamanan berkendara harian. Basis mesinnya menggunakan jantung pacu 150cc berpendingin cairan, dipadukan dengan transmisi otomatis CVT khas skutik modern. Sektor pengereman sudah mengadopsi ABS dua kanal, sebuah fitur yang kini menjadi standar wajib di kelas premium.Kepraktisan menjadi nilai jual utama UHR150. Suzuki membekalinya dengan sistem kunci keyless, panel instrumen digital, dan pencahayaan full LED dengan Daytime Running Light. Fitur start-stop otomatis turut disematkan untuk mengefisiensi konsumsi bahan bakar, sementara bagasi luas di bawah jok serta tangki bensin berkapasitas 8 liter membuatnya sangat siap untuk mobilitas jarak jauh.Tampilan sporty UFR150 yang dikembangkan bersama Haojue. (Photo: Haojue)UFR150 dengan Sentuhan Sporty, Tenaga 11 kW, dan Konektivitas ModernBerbeda dari saudaranya, kode UFR150 mengambil jalur desain yang lebih agresif dan atletis. Garis bodinya lebih tajam dengan postur yang siap mengundang adrenalin. Mesinnya digadang mampu menyemburkan tenaga sekitar 11 kW dengan torsi 13 Nm, cukup responsif untuk stop-and-go di perkotaan sekaligus diajak touring akhir pekan.Paket fiturnya tidak kalah menarik. Selain ABS, keyless, dan lampu full LED, UFR150 pada beberapa versi dikabarkan mendukung konektivitas smartphone. Ini menjadi nilai tambah untuk menarik pengguna muda yang menginginkan integrasi digital di kendaraannya. Layar digitalnya menjadi pusat informasi yang menampilkan data berkendara secara modern.UHR150 sebagai skutik premium yang mengutamakan kenyamanan dan fitur keselamatan. (Photo: Haojue)Strategi Baru Suzuki Hadapi Dominasi Honda PCX dan Yamaha NMAXKeputusan Suzuki untuk menggandeng Haojue sebagai basis pengembangan bukanlah langkah tanpa perhitungan. Pabrikan asal China itu sudah memiliki platform 150cc yang relatif matang secara teknis. Aliansi ini bisa memangkas waktu riset dan biaya produksi, sehingga Suzuki dapat menghadirkan skutik dengan spesifikasi tinggi tanpa harus mematok harga setinggi kompetitor Jepang.Di tengah ekspektasi konsumen yang semakin kritis terhadap rasio harga dan fitur, strategi ini terasa logis. Honda PCX dan Yamaha NMAX sudah terlalu lama menjadi pilihan default. Kehadiran UHR150 dan UFR150 setidaknya bisa memecah kebuntuan pilihan dan memaksa rival lamanya untuk tidak berpuas diri.Detail desain UFR150 yang lebih tajam dengan konektivitas smartphone. (Photo: Haojue)Potensi Rilis di Indonesia Sebagai Pasar PertamaBelum ada konfirmasi resmi dari Suzuki terkait tanggal peluncuran kedua model ini. Namun, fakta bahwa pengujian sudah berjalan dengan kode registrasi aktif menjadi petunjuk kuat bahwa proyek ini bukan sekadar rumor koridor. Indonesia sangat mungkin menjadi negara pertama yang menyaksikan debut UHR150 dan UFR150, mengingat posisinya sebagai salah satu pasar skutik terbesar di dunia.Referensi: Suzuki | Great Biker

Detail Hello Kitty Terselip di Sekujur Honda Super Cub, Kolektor Pasti Melirik

Detail Hello Kitty Terselip di Sekujur Honda Super Cub, Kolektor Pasti Melirik

Bayangkan Honda Super Cub, legenda roda dua yang ikonik dengan garis desain bersahaja, tiba-tiba mendapat sentuhan jenaka namun elegan dari Hello Kitty. Kolaborasi ini menghasilkan dua model spesial, Super Cub 50 Hello Kitty dan Super Cub 110 Hello Kitty, yang digarap bukan sekadar tempelan stiker, melainkan orkestrasi detail tersembunyi yang justru memperkuat pesona klasiknya.Dua varian mesin hadir: 50cc dan 110cc, sama-sama mengusung tema kolaborasi 50 tahun Hello Kitty.Detail eksklusif tersebar rapi, mulai dari emblem depan berpita, grafis leg shield, hingga tipografi unik pada panel instrumen.Banderol di Jepang dibanderol mulai sekitar Rp35 jutaan untuk versi 50cc dan menembus Rp41 jutaan untuk versi 110cc.Statusnya sebagai edisi spesial membuat stok terbatas dan langsung diburu penggemar motor sekaligus kolektor karakter Sanrio.Kolaborasi Honda Super Cub x Hello Kitty hadir dengan detail tersembunyi yang tidak mencolok. (Photo: Honda-Sanrio)Kolaborasi yang Merayakan Garis Desain, Bukan Sekadar WarnaHonda dan Sanrio menciptakan seremoni perayaan 50 tahun Hello Kitty lewat pendekatan yang subtil. Alih-alih mengubah Super Cub menjadi kanvas penuh warna mencolok, mereka justru menyembunyikan identitas karakter ikonik itu di sejumlah titik. Hasilnya, motor ini masih memancarkan aura klasik Super Cub yang familier, namun menyimpan kejutan hanya bagi yang jeli memperhatikan.Dari kejauhan, lekukan bodi khas Super Cub tetap dominan. Namun begitu mendekat, karakter Hello Kitty mulai bermunculan. Di bagian depan, logo Honda mendapat teman berupa pita kecil yang sangat identik dengan si kucing putih. Sementara itu, pada leg shield terselip tipografi "HELLO KITTY" yang terintegrasi secara halus, tidak berteriak namun langsung dikenali. Filosofinya jelas: kolaborasi ini dirancang untuk diapresiasi oleh pemiliknya secara personal.Aksen pita Hello Kitty tersemat apik pada emblem depan Honda Super Cub. (Photo: Honda-Sanrio)Panel Instrumen dengan Sentuhan Tipografi yang BerbedaKejutan yang paling tidak terduga justru berada di balik setang. Panel instrumen Super Cub edisi spesial ini mendapatkan perlakuan khusus pada jenis hurufnya. Font yang digunakan pada speedometer memiliki lekukan yang lebih bulat dan bersahabat, kontras dengan tampilan standar yang lebih kaku. Nuansa playful ini sontak mengubah suasana berkendara menjadi lebih ringan tanpa kehilangan fungsi informasi penting bagi pengendara.Menariknya, terdapat perbedaan kecil antara versi 50cc dan 110cc. Model 110cc dibekali panel LCD yang tidak dimiliki saudaranya yang berkapasitas mesin lebih kecil. Perbedaan ini penting dicermati, terutama bagi calon pembeli yang menginginkan fitur lebih modern. Meski demikian, semangat Hello Kitty tetap terasa kuat pada kedua varian, khususnya saat panel instrumen menyala dan menampilkan karakter huruf khas yang hangat.Tipografi unik pada panel instrumen memberi kesan lebih playful dibandingkan model standar. (Photo: Honda-Sanrio)Bukan Sekadar Motor Harian, Melainkan Aset KoleksiPendekatan desain yang tersamar ini justru memperluas daya tarik Super Cub x Hello Kitty. Motor ini tidak eksklusif untuk satu demografi tertentu. Penggemar fanatik Hello Kitty akan memburunya sebagai benda koleksi langka. Pecinta Super Cub akan melihatnya sebagai varian spesial yang memperkaya sejarah model legendaris ini. Bahkan, pengendara harian yang menginginkan tunggangan andal dengan cerita unik pun akan meliriknya.Di pasar Jepang, label harganya mencerminkan status eksklusivitas tersebut. Honda Super Cub 50 Hello Kitty dipatok 330.000 Yen (sekitar Rp35 jutaan), sedangkan Super Cub 110 Hello Kitty berada di angka 385.000 Yen (sekitar Rp41 jutaan). Angka ini menempatkannya di atas varian standar, menjadikannya buruan yang nilainya lebih terletak pada kisah kolaborasi dan detail pengerjaan.Meski bertema Hello Kitty, siluet klasik Honda Super Cub tetap dipertahankan sepenuhnya. (Photo: Honda-Sanrio)Ketersediaan Unit dan Potensi Masuk ke IndonesiaSebagai rilisan edisi terbatas, ketersediaannya sangat bergantung pada stok yang ada di jaringan dealer Jepang. Bukan tidak mungkin unit yang tersisa sudah sangat langka mengingat karakter kolaborasi yang biasanya diproduksi dalam jumlah tertentu. Calon pembeli dari luar Jepang harus bersiap dengan proses pemesanan khusus dan kemungkinan harga yang lebih tinggi akibat biaya impor.Lantas, bagaimana peluang motor mungil ini mendarat di Indonesia? Melihat antusiasme pasar Tanah Air terhadap motor bergaya retro dan edisi spesial, potensi masuknya selalu terbuka, meskipun biasanya melalui jalur importir umum. Super Cub sendiri sudah punya basis penggemar fanatik di Indonesia. Kehadiran versi Hello Kitty dengan segala detail samar dan cerita di baliknya tentu akan menjadi magnet kuat bagi kolektor lokal yang mendambakan unit unik dan tidak pasaran.Referensi: Honda | Great Biker