Kabar Otomotif - Portal berita otomotif terlengkap menyajikan kabar terbaru mobil dan motor di Indonesia.
Kode Honda Vario 160 Muncul di Dokumen Registrasi, Sinyal Kuat Versi 2026 Segera Meluncur
10 Jun, 2026
Konsumen Makin Cerdas Hitung Biaya Kepemilikan, Diskon Mobil Kehilangan Taring
10 Jun, 2026
Motor Listrik MBG Bisa Kamu Cicil Mulai Rp478 Ribuan Sebulan
10 Jun, 2026
Kenaikan BI Rate Ancam Penjualan Mobil 2026, Konsumen Diprediksi Tunda Kredit
10 Jun, 2026Berita Terbaru
- Motor
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Skutik Retro Honda Berubah Jadi Lebih Mewah Berkat Varian Burgundy
Pasar skutik retro selalu punya magnetnya sendiri. Bukan sekadar urusan pergi dari titik A ke B, tapi bagaimana caranya tampil dengan gaya yang merepresentasikan selera pribadi. Honda tampaknya paham betul soal ini dan meresponsnya langsung lewat penyegaran Stylo 160 untuk model tahun 2026. Bukan ubahan mesin atau sasis yang jadi tumpuan, melainkan kekuatan baru dari palet warna dan paket kosmetik yang membuatnya naik kasta.Varian Puncak Baru: Kehadiran ABS Special Burgundy jadi jawaban buat yang mencari skutik retro dengan aura lebih mewah.Bandrol Mulai Rp56 Jutaan: Harga Honda Stylo 160 2026 untuk pasar Indonesia dibanderol mulai 29,4 juta Rupiah hingga 33,9 juta Rupiah.Tujuh Warna Baru: Penyegaran signifikan di sektor cat bodi dan detail trim untuk ketiga varian yang tersedia.Jeroan Tetap Andal: Mesin 160cc eSP+ 4 katup berpendingin cairan masih jadi andalan tanpa perubahan teknis.Naik Level, Bukan Sekadar Ganti Baju BiasaPenyegaran warna baru pada Honda Stylo 160 2026 memberikan pilihan lebih variatif bagi pengguna. (Photo: Honda)Ketika mendengar istilah penyegaran, biasanya kita hanya membayangkan stiker dan warna baru yang sederhana. Kali ini di Honda Stylo 160 2026, perubahan yang dihadirkan terasa lebih serius. Honda ingin mempertegas identitasnya sebagai pemain di segmen premium bergaya retro. Untuk pertama kalinya, varian tertinggi ABS Special Burgundy membawa pesona yang biasanya hanya ditemui di motor-motor edisi spesial bergaya klasik Eropa.Material dan pemilihan warna di motor ini terasa matang. Anda tidak hanya mendapatkan cat Burgundy yang dalam, tapi juga aksen pendukung yang membuatnya terlihat padu. Ini adalah upaya cerdik untuk menyasar pembeli yang sudah bosan dengan warna retro generik dan mendambakan sesuatu yang lebih eksklusif tanpa perlu repot modifikasi dari nol. Tampilannya kini lebih mirip kendaraan koleksi ketimbang sekadar kendaraan operasional harian.Varian Burgundy Spesial, Menu Baru di Puncak TahtaTujuh pilihan warna baru hadir di ketiga varian Honda Stylo 160 2026. (Photo: Honda)Bintang utama dari pembaruan ini tentu saja varian ABS Special Burgundy. Begitu melihatnya, aura kelas atas langsung terpancar. Ini bukan sembarang skutik, karena Honda membekalinya dengan detail yang biasanya absen di kelas 160cc. Anda akan disambut jok berdesain two-tone yang mengombinasikan warna coklat hangat. Ini langsung berpadu dengan pijakan kaki berwarna coklat tua yang memperkuat kesan elegan.Detail manis lainnya hadir lewat emblem 'Stylo' bernuansa tembaga serta handle belakang yang senada. Untuk mempertegas kesan premium, Honda menyematkan aksen Garnish Side Body dan Headlight Cap berwarna Black Chrome. Di atas kertas, perpaduan Burgundy dan sentuhan gelap ini bukan cuma mewah, melainkan juga sedikit misterius dan mahal. Jika Anda tipe orang yang tidak ingin motornya pasaran, varian ini jelas jawara baru yang patut diperhitungkan.Beda Pilihan Warna dan Harga di Tiga VarianVarian CBS kini hadir dengan detail suspensi dan stiker yang menyegarkan. (Photo: Honda)Honda Stylo 160 2026 tetap dipertahankan dalam tiga varian yang membedakan perangkat pengereman dan paket estetikanya. Untuk pasar Indonesia, Honda membanderol varian dasarnya dengan harga yang cukup bersaing. Varian CBS dibanderol 29,4 juta Rupiah atau sekitar 56.000 Baht. Di sini pilihan warnanya didominasi Glam White terbaru, bersama Glam Black dan Glam Beige. Kesan premium pada varian ini ditunjang oleh pemakaian stiker Stylo baru serta suspensi depan dan pegangan belakang berwarna perak.Naik ke varian ABS, harga melonjak ke 32,4 juta Rupiah atau sekitar 62.000 Baht. Di level ini, suspensi depan dan handle belakang dicat hitam, memberi nuansa lebih sporty sekaligus elegan. Warna baru Royal Blue dan Royal Brown melengkapi Royal Green yang sudah ada sebelumnya. Lalu di puncak, ada varian ABS Special Burgundy yang menyentuh 33,9 juta Rupiah atau sekitar 65.000 Baht. Semua pilihan ini memudahkan Anda menyesuaikan motor dengan karakter dan budget, dari yang basic chic hingga yang full premium.Jeroan 160cc eSP+ Teruji Tanpa UbahanPilihan warna Royal Blue membuat Stylo 160 ABS terlihat semakin kontras. (Photo: Honda)Buat yang penasaran apakah ada peningkatan performa, jawabannya tidak. Tapi itu bukan kabar buruk, karena basis mesinnya sendiri sudah sangat mumpuni di kelasnya. Jantung mekanis Honda Stylo 160 masih mengandalkan teknologi eSP+ berkapasitas 160cc, 4 katup, dengan pendingin cairan. Tenaga puncak yang bisa dikeluarkan ada di angka 11,3 kW pada 8.500 rpm dan torsi 13,8 Nm di 7.000 rpm.Karakter mesin seperti ini dikenal responsif untuk akselerasi awal yang sering dibutuhkan di stop and go perkotaan. Getarannya halus dan sudah teruji irit, cocok untuk komuter harian yang kadang suka menyalip di kemacetan. Anda tidak perlu khawatir soal durabilitas karena platform ini sudah matang dan terbukti minim masalah. Honda lebih memilih mempertahankan formula mesin yang sudah tepat daripada merusaknya dengan ubahan yang belum tentu lebih baik.Fitur Lengkap dan Perbedaan CBS versus ABSSentuhan Burgundy dan coklat di area kokpit menciptakan aura klasik mewah. (Photo: Honda)Satu hal yang membuat Stylo nyaman digunakan sehari-hari adalah perangkat fitur yang mengakomodasi kebutuhan modern. Semua tipe sudah dibekali pencahayaan LED, panel meter digital informatif, Honda Smart Key System yang bebas repot, serta soket pengisi daya di konsol tengah. Anda juga bisa menikmati bagasi seluas 16,5 liter, cukup lega untuk menyimpan helm half face dan jas hujan. Tangki bensin 5,5 liter juga cukup untuk berhari-hari tanpa perlu sering mampir SPBU.Perbedaan fundamental antara tipe CBS dan ABS patut jadi pertimbangan serius. Varian ABS sudah menggunakan rem cakram di roda depan dan belakang, lengkap dengan sistem pengereman anti-lock. Sementara varian CBS masih mempertahankan tromol di roda belakang. Selain itu, perbedaan juga merambah ke detail kosmetik. Varian ABS menawarkan jok, grip, dan pijakan kaki coklat, serta pelek Burnt Titanium yang lebih eksklusif. Varian CBS tampil lebih gelap, memberikan kesan yang lebih muda dan tangguh.Mengingat harga keduanya tidak terpaut terlalu ekstrem di varian menengah, melompat ke varian ABS adalah keputusan yang masuk akal, terutama jika Anda memprioritaskan keselamatan. Sensasi pengereman yang lebih stabil dan paket warna yang lebih kaya membuat selisih biaya terasa sepadan. Honda mengemas paket retrofit modern ini tanpa kehilangan jiwa retro yang memikat.Referensi: Honda | greatbiker.comAksen eksklusif Black Chrome dan emblem tembaga jadi pembeda utama varian spesial. (Photo: Honda)Dukungan fitur modern seperti panel meter digital dan Smart Key tidak berubah. (Photo: Honda)
- EV
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
SUV Listrik 7-Seater BYD Great Tang Meluncur, Jarak Tempuh 950 Km
BYD mengonfirmasi peluncuran SUV listrik premium terbarunya, Great Tang, pada 17 Juni 2026. Kendaraan ini langsung mencuri perhatian berkat konfigurasi kabin 7-penumpang, performa tinggi, serta klaim jarak tempuh fantastis hingga 950 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh.Harga prebooking BYD Great Tang mulai Rp560 jutaan hingga Rp720 jutaan untuk pasar China.Varian RWD jarak jauh diklaim mampu menempuh 950 km berkat baterai 130,15 kWh.Akselerasi 0-100 km/jam hanya 3,9 detik pada varian AWD berpenggerak dua motor listrik.Dimensi bodi besar dengan panjang 5.263 mm dan jarak sumbu roda 3.130 mm.Dibekali sistem ADAS God's Eye 5.0 dengan sensor lidar di bagian atap.Tingginya animo konsumen terhadap model ini sudah terlihat sejak tahap pemesanan dibuka. Dalam kurun waktu sekitar dua pekan sejak 24 April 2026, BYD mencatat lebih dari 100.000 pesanan untuk Great Tang, menandakan besarnya kepercayaan pasar terhadap SUV listrik bertenaga besar ini.Dimensi Great Tang menjadi salah satu nilai jual utama. Dengan panjang mencapai 5.263 mm, lebar 1.999 mm, tinggi 1.790 mm, dan jarak sumbu roda 3.130 mm, SUV ini bukan hanya yang terbesar di keluarga Tang, tetapi juga menjadi salah satu kendaraan penumpang listrik paling lapang yang ditawarkan BYD saat ini. Desain eksteriornya mengusung bahasa visual mutakhir dengan lampu depan dan belakang yang terhubung menyambung dari sisi ke sisi, sementara emblem BYD yang dapat menyala memperkuat karakter futuristiknya.Pada fascia depan, lampu utama disusun secara vertikal dan terintegrasi mulus dengan bodi. Salah satu elemen teknologi paling kentara adalah kehadiran sensor lidar di atap, yang menjadi fondasi bagi sistem bantuan pengemudi canggih generasi terbaru bernama God's Eye 5.0. Sistem ini memungkinkan kendaraan membaca lingkungan sekitar secara real-time untuk memberikan fitur bantuan berkendara yang lebih presisi, baik di jalur perkotaan maupun tol.Kabin 2+2+3 dan Fitur Penunjang Kenyamanan Bagian belakang BYD Great Tang menampilkan desain lampu LED menyambung yang modern. (Photo: BYD) Masuk ke area interior, Great Tang mengusung tata letak tujuh kursi dengan format 2+2+3. Konfigurasi ini memberikan akses mudah ke baris ketiga sekaligus menawarkan kenyamanan setara MPV premium untuk penumpang baris kedua. Material kabin mengombinasikan trim bermotif kayu, panel instrumen digital, head-up display, dan layar sentuh berukuran besar yang menjadi pusat kendali berbagai fungsi kendaraan.Fasilitas kabin meliputi pengisi daya nirkabel di konsol tengah, sejumlah tombol fisik untuk pengoperasian cepat, serta layar hiburan terpisah bagi penumpang baris belakang. Satu fitur yang cukup unik dan fungsional adalah kulkas bawaan di kabin, memberikan nilai tambah signifikan untuk perjalanan jarak jauh bersama keluarga.Performa Tinggi dengan Teknologi Suspensi PintarSoal performa, Great Tang hadir dalam tiga pilihan sistem penggerak. Varian penggerak roda belakang (RWD) standar mengandalkan baterai 105,79 kWh dan motor listrik bertenaga 300 kW. Bagi konsumen yang mengutamakan jarak tempuh, varian RWD jarak jauh membawa baterai 130,15 kWh dan tenaga 370 kW. Berdasarkan standar pengujian China Light-Duty Vehicle Test Cycle (CLTC), varian inilah yang mampu mencatatkan jarak tempuh 950 kilometer. Sementara itu, varian tertinggi AWD menggunakan dua motor listrik dengan tenaga gabungan 585 kW dan akselerasi 0-100 km/jam diklaim selesai dalam 3,9 detik.Untuk menunjang kenyamanan berkendara, BYD menyematkan suspensi udara pintar DiSus-A yang dipadukan dengan pegas udara dua ruang. Sistem ini mampu memindai kondisi permukaan jalan dan secara otomatis menyesuaikan ketinggian serta karakter redaman suspensi. Dukungan teknologi BYD Flash Charging juga hadir untuk mempersingkat waktu pengisian daya baterai.Potensi Rilis di IndonesiaBYD memang masih memfokuskan Great Tang untuk pasar domestik China. Namun, melihat agresivitas ekspansi BYD di kawasan Asia Tenggara, kehadiran SUV listrik 7-penumpang berperforma tinggi ini menjadi sangat relevan untuk diantisipasi. Rentang harga prebooking di China berada di kisaran 250.000 yuan hingga 320.000 yuan, atau setara Rp560 jutaan hingga Rp720 jutaan.Dimensi bongsor, konfigurasi kabin lega, dan jarak tempuh hingga 950 km menjadikan Great Tang produk yang sulit diabaikan di segmen SUV listrik premium 7-penumpang. Kehadirannya berpotensi menawarkan alternatif baru yang menarik di tengah segmen yang selama ini masih sepi pemain di Indonesia.Referensi: BYD | CarNewsChina Via: www.otodream.com
- Sport
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Strategi Insting dan Insinyur Baru Kembalikan Taring Lewis Hamilton di F1 2026
Lewis Hamilton mulai menunjukkan sinyal kebangkitan yang sulit diabaikan di gelaran Formula 1 (F1) 2026. Sempat meredup di musim debutnya bersama Ferrari, pembalap veteran asal Inggris itu kini menjelma kembali menjadi ancaman serius bagi para rival di barisan depan berkat empat faktor kunci.Adaptasi bersama Ferrari akhirnya tuntas usai semusim penuh berjuang memahami DNA mobil.Regulasi baru F1 2026 melahirkan mobil yang ternyata sangat cocok dengan gaya membalapnya.Hamilton memutuskan untuk kembali mengandalkan insting ketimbang data simulator.Insinyur balap baru, Carlo Santi, sukses membangun chemistry solid bak "Bono Italia".Adaptasi Usai dan Mobil yang Lebih JinakLewis Hamilton di F1 2026. (Photo: Formula 1)Penampilan impresif Hamilton langsung terlihat jelas pada akhir pekan F1 Monako. Ia berhasil mencatatkan waktu tercepat pada sesi latihan Jumat, bahkan mengungguli rekan setimnya, Charles Leclerc, yang selama ini dikenal sebagai spesialis sirkuit jalan raya. Hasil itu akhirnya ditutup dengan podium runner-up di akhir balapan.Sejak awal musim, pembalap berusia 41 tahun itu telah mengoleksi sejumlah hasil positif. Raihan finis keempat di Australia, podium ketiga di China, dua kali finis keenam, serta posisi kedua di GP Kanada menjadi bukti bahwa performanya kini jauh lebih kompetitif. Salah satu penyebab utamanya adalah proses adaptasi yang akhirnya berjalan tuntas.Pada musim 2025, Hamilton menghadapi tantangan berat setelah lebih dari satu dekade membela Mercedes. Ia harus menyesuaikan diri dengan karakter mobil yang berbeda secara fundamental, mencakup sistem pengereman, respons kemudi, hingga karakteristik unit tenaga Ferrari. Kini, setelah satu musim penuh bekerja bersama para insinyur, ia jauh lebih memahami DNA mobil dan mampu memberikan masukan tepat untuk pengembangan.Regulasi Baru Justru Jadi KeuntunganLewis Hamilton di F1 2026. (Photo: Formula 1)Faktor signifikan berikutnya adalah perubahan regulasi yang melahirkan mobil generasi anyar. Mobil F1 2026 memiliki porsi tenaga listrik yang lebih besar, bobot yang lebih ringan, serta konsep aerodinamika yang berbeda. Karakteristik teknis ini ternyata sangat sesuai dengan gaya membalap Hamilton.Pengalaman panjangnya membuat ia mampu mengelola energi secara efektif dan memanfaatkan berbagai perangkat teknis di mobil modern. Alih-alih menjadi batu sandungan, revolusi teknis ini justru mengembalikan rasa percaya diri yang sempat memudar.Tinggalkan Simulator, Kembali Percaya InstingPerubahan besar juga datang dari sisi pendekatan personal. Jika musim lalu ia terlalu banyak mengikuti rekomendasi berbasis data dan simulasi, kini ia memilih kembali ke jalur insting. Hamilton blak-blakan menyebut sesi simulator justru kerap memberikan hasil yang tidak diharapkan."Sebelum GP Miami, saya berada di simulator mengerjakan pengaturan untuk balapan di Florida. Ternyata itu sama sekali tidak berhasil," ungkapnya. Keputusan berani untuk lebih mendengarkan instingnya di Kanada langsung membuahkan hasil manis. Ke depannya, ia mengaku hanya akan jarang berada di simulator untuk persiapan GP karena metode lamanya terbukti jauh lebih baik.Peran Krusial "Bono Italia" di Garage FerrariLingkungan garasi yang lebih solid turut menjadi fondasi kebangkitan. Pada 2025, hubungan kerja Hamilton dengan insinyur balap Riccardo Adami dinilai tidak berjalan ideal, sehingga chemistry di lintasan terasa kurang menyatu. Situasi berubah drastis ketika Ferrari menunjuk Carlo Santi sebagai insinyur balapnya pada awal musim ini.Santi, seorang insinyur berusia 52 tahun dengan pengalaman panjang di Ferrari, pernah bekerja bersama Kimi Raikkonen dan memimpin tim teknis pendukung dari Maranello. Kerja sama keduanya langsung menunjukkan hasil positif. Hamilton bahkan menyamakan hubungan barunya ini seperti saat dirinya bekerja bersama Pete Bonnington di Mercedes, menyebut Santi sebagai "Bono Italia" yang ia temukan."Carlos adalah salah satu karyawan yang lebih senior; dia membawa banyak pengalaman. Dia sangat tenang, Anda bisa mendengarnya dalam komunikasi radio. Kami sependapat," puji Hamilton. Dengan dukungan teknis yang jauh lebih solid dari tahun 2025, ia kini memiliki lingkungan yang dibutuhkan untuk berkontribusi maksimal.Referensi: Formula 1 | Otodream
- Berita
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Pertamina Naikkan Harga Pertamax Hari Ini Jadi Rp16.250, BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun
Kejutan datang dari Pertamina Patra Niaga di tengah bulan Juni. Setelah sempat bertahan cukup lama di angka Rp12 ribuan, harga BBM non-subsidi andalan, Pertamax, resmi melonjak signifikan. Kini, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengisi tangki kendaraan kesayangan dengan bahan bakar beroktan 92 tersebut.Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, berlaku mulai 10 Juni 2026.Harga Pertamax Green ikut terkerek naik menjadi Rp17.000 per liter.BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak naik hingga 31 Desember 2026.Pertamina menyebut penyesuaian ini mengikuti formula harga yang ditetapkan pemerintah dan evaluasi harga minyak dunia.Lonjakan Harga Setelah Koordinasi dengan Regulator Daftar harga terbaru BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green. (Photo: Pertamina) Pertamina tidak mengambil keputusan ini secara sepihak. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi telah melalui proses evaluasi sesuai formula yang ditetapkan oleh pemerintah. Mekanisme ini memungkinkan perubahan dilakukan sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi harga minyak mentah global dan nilai tukar.“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari implementasi tata kelola energi untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis dan kualitas layanan.Dengan adanya perubahan ini, selisih harga antara Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) kini terpaut cukup tipis. Pertamina memastikan ketersediaan stok kedua jenis BBM ini dalam kondisi aman di seluruh jaringan SPBU. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi harga terkini melalui kanal resmi atau aplikasi MyPertamina.Skema Harga BBM Terkini di SPBU PertaminaKenaikan ini otomatis mengubah lanskap harga BBM non-subsidi yang sebelumnya bertahan di bawah ambang psikologis. Namun, kabar baiknya, sektor BBM bersubsidi justru mendapat jaminan ketat dari pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal kuat bahwa tidak akan ada penyesuaian harga untuk bahan bakar yang banyak dikonsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah.“Saya mengulangi lagi bahwa urusan BBM subsidi, LPG subsidi, insya Allah doakan tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember,” tegas Bahlil kepada awak media di Jakarta. Pernyataan ini menjadi angin segar di tengah penyesuaian harga Pertamax yang cukup mengejutkan.Saat ini, Pertalite masih dijual dengan harga stabil di Rp10.000 per liter. Sementara itu, Biosolar untuk segmen kendaraan niaga dan transportasi juga tetap bertahan di harga Rp6.800 per liter. Kebijakan ini menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap daya beli masyarakat sembari tetap membebankan mekanisme pasar pada jenis BBM dengan nilai oktan lebih tinggi.Pergeseran konsumen dari Pertamax ke Pertalite sempat menjadi kekhawatiran tersendiri, namun Pertamina optimis segmen pengguna Pertamax akan tetap bertahan karena kebutuhan spesifikasi mesin kendaraan modern yang mensyaratkan rasio kompresi tinggi.Referensi: Pertamina Via: www.otodream.com
- Motor
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Honda Super Cub 110 2026 Munculkan Varian Pro, Andalkan Kaki-Kaki 14 Inci Siap Bertarung di Medan Berat
Mitos soal motor keluarga tangguh kembali dihidupkan Honda lewat penyegaran Super Cub 110 untuk tahun 2026. Pabrikan berlogo sayap mengepak ini tak hanya menawarkan pilihan warna baru, tetapi juga mempertajam pembedaan antara varian standar dan varian Pro yang dirancang untuk bekerja.Honda Super Cub 110 2026 meluncur di Jepang, tersedia dalam dua varian: Standar dan Pro.Keduanya menggunakan mesin 109 cc 4-tak menghasilkan tenaga 8 hp dan torsi 8,8 Nm.Varian Pro dikhususkan untuk pekerja, hadir dengan ukuran ban 14 inci dan bobot lebih berat.Harga Super Cub 110 standar mulai Rp35 jutaan, sedangkan varian Pro sekitar Rp40 jutaan.Dua Varian untuk Dua Kebutuhan yang BerbedaHonda Super Cub 110 dan Super Cub 110 Pro 2026 dipajang berdampingan. (Photo: Honda)Jika memandang sekilas, siluet Honda Super Cub 110 2026 tidak berubah. Garis bodinya tetap mempertahankan lekuk klasik yang telah menjadi ikon mobilitas sejak dekade lalu. Namun, perhatian lebih perlu diberikan pada detail. Untuk model tahun ini, Honda menyediakan empat pilihan warna segar bagi varian standar: Glint Wave Blue Metallic, Virgin Beige, Classical White, dan Tasmania Green Metallic.Sementara itu, Super Cub 110 Pro memilih tampil dengan satu identitas tunggal, yaitu Seychelles Night Blue. Pembedaan warna ini menjadi sinyal jelas bahwa varian Pro bukanlah motor gaya-gayaan, melainkan alat kerja yang fokus pada fungsi. Honda secara sadar mengunci pilihan warna varian Pro karena target konsumennya adalah sektor komersial, seperti kurir pengirim paket atau loper koran di perkotaan Jepang.Ketika Ukuran Roda Menentukan SpesialisasiEmpat pilihan warna baru untuk Honda Super Cub 110 2026. (Photo: Honda)Perbedaan paling krusial antara kedua varian terletak pada sektor kaki-kaki. Super Cub 110 standar mengadopsi filosofi motor bebek pada umumnya, memakai velg 17 inci dengan ban depan 70/90-17 dan belakang 80/90-17. Komposisi ini memberikan keseimbangan ideal untuk manuver harian yang lincah.Berbanding terbalik, varian Pro mendapat perlakuan khusus dengan pemasangan velg 14 inci di depan dan belakangnya, dibalut ban depan 70/100-14 serta belakang 80/100-14. Secara teori, diameter roda yang lebih kecil dengan profil ban yang lebih tebal meningkatkan stabilitas saat motor dimuati barang bawaan. Ini menjelaskan mengapa bobot Pro mencapai 111 kg, lebih berat 10 kg dari varian standar yang hanya 101 kg. Tambahan massa itu sebagian besar tersalur untuk memperkuat struktur rangka belakang demi daya dukung ekstra.Jantung Mekanis yang Teruji WaktuDetail emblem Super Cub pada bodi Honda Super Cub 110 2026. (Photo: Honda)Baik varian standar maupun Pro, keduanya tidak main-main soal sumber penggerak. Honda menanamkan mesin 109 cc, satu silinder, 4-tak, OHC 2 katup, berpendingin udara yang telah diperbarui sejak 2022 untuk lolos regulasi emisi terbaru. Output yang dihasilkan cukup untuk pekerjaan sehari-hari, 8 hp pada 7.500 rpm dengan puncak torsi 8,8 Nm di 5.500 rpm. Tenaga ini disalurkan melalui transmisi 4-percepatan model rotary, khas motor bebek yang tak memerlukan tuas kopling.Kapasitas tangki bensinnya 4,1 liter. Jika ditarik mundur ke filosofi dasar Super Cub, Honda tidak pernah berniat menjadikannya motor dengan akselerasi brutal. Irit bahan bakar dan tahan banting adalah harga mati yang dijaga. Sistem pengereman pun mengikuti pakem fungsional: cakram hidrolik di depan dengan ABS, dan tromol di belakang. Cukup untuk meredam kecepatan motor ringan ini tanpa membuat biaya perawatan melambung.Potensi Rilis di IndonesiaMesin 109 cc OHC 2 katup berpendingin udara milik Honda Super Cub 110 2026. (Photo: Honda)Bicara soal harga, di negara asalnya, Jepang, Honda membanderol Super Cub 110 standar seharga 352.000 yen atau setara Rp35 jutaan. Untuk varian Pro, banderolnya 396.000 yen yang jika dikonversi berada di kisaran Rp40 jutaan. Angka ini cukup kompetitif di kelas motor bebek injeksi di Indonesia, bahkan bersaing langsung dengan motor-motor niaga yang kini banyak dimodifikasi sendiri oleh pengusaha kecil.Sayangnya, PT Astra Honda Motor (AHM) sejauh ini belum memberikan sinyal untuk membawa Super Cub 110 ke Indonesia. Padahal, pasar dalam negeri punya celah untuk varian Pro, melihat banyaknya pelaku UMKM yang membutuhkan motor niaga siap pakai dengan basis harga terjangkau. Kehadiran Super Cub 110 Pro dengan roda 14 inci dan daya angkut ekstra bisa menjadi solusi di luar skutik niaga yang sudah ada.Referensi: Honda | greatbiker.comRoda 14 inci khusus pada Honda Super Cub 110 Pro 2026 untuk kestabilan membawa muatan. (Photo: Honda)