Kabar Otomotif - Portal berita otomotif terlengkap menyajikan kabar terbaru mobil dan motor di Indonesia.
BBM B50 Siap Edar Juli 2026 Dengan Kualitas Pembakaran Lebih Optimal
20 Jun, 2026
Rahasia Ban Mobil Menguras Energi Saat Melaju Kencang di Jalan Raya
20 Jun, 2026
Populasi Mobil Listrik BYD di Indonesia Tembus 91 Ribu Unit Lebih
20 Jun, 2026
Suzuki XL7 Baru Siap Meluncur Bawa Desain Lebih Tegas Dan Modern
20 Jun, 2026Berita Terbaru
- Mobil
- •
- 20 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Daftar Mobil Listrik Bekas Rp200 Jutaan Pilihan Hemat Tanpa Antre SPBU
Kenaikan harga bahan bakar membuat banyak pemilik kendaraan mulai melirik alternatif mobilitas yang lebih efisien. Kini, pasar kendaraan listrik bekas menjadi opsi menarik karena harga jualnya sudah jauh lebih terjangkau dibandingkan saat pertama kali meluncur di pasar.Wuling Air ev bekas tersedia di rentang harga Rp120 juta hingga Rp200 jutaan.Nissan Leaf bekas kini berada di kisaran Rp220 juta hingga Rp300 jutaan.DFSK Gelora E menjadi opsi kendaraan niaga listrik dengan biaya operasional rendah.Pemeriksaan kesehatan baterai menjadi poin krusial sebelum memutuskan pembelian unit bekas.Pilihan Mobil Listrik Bekas yang Layak DilirikWuling Air ev menjadi salah satu pilihan populer di pasar mobil listrik bekas. (Photo: Wuling, Nissan, DFSK)Saat ini, sejumlah model mobil listrik sudah tersedia dengan harga lebih ramah kantong. Salah satu yang paling populer adalah Wuling Air ev. Mobil listrik mungil ini sangat ideal untuk mobilitas perkotaan berkat dimensi kompak dan biaya operasional yang efisien. Di pasar kendaraan bekas, unit keluaran tahun 2022 hingga 2024 dibanderol mulai dari Rp120 juta hingga Rp200 jutaan.Jika membutuhkan ruang kabin yang lebih luas, Nissan Leaf bisa menjadi alternatif. Hatchback asal Jepang ini dulunya dipasarkan dengan harga di atas Rp600 juta. Saat ini, unit tahun 2021 hingga 2023 sudah banyak ditawarkan di rentang harga Rp220 juta sampai Rp300 jutaan. Selain itu, terdapat pula DFSK Gelora E yang menawarkan fungsionalitas tinggi bagi pengguna yang memerlukan kendaraan multifungsi.Hal Penting Sebelum Membeli Mobil Listrik BekasDFSK Gelora E menawarkan fleksibilitas untuk kebutuhan niaga ringan. (Photo: Wuling, Nissan, DFSK)Membeli mobil listrik bekas memerlukan ketelitian ekstra dibandingkan mobil konvensional. Faktor paling utama yang harus diperhatikan adalah kondisi baterai. Komponen ini merupakan bagian termahal dan sangat memengaruhi performa serta jarak tempuh kendaraan di masa depan.Selain itu, pastikan untuk memeriksa riwayat servis rutin, status garansi baterai, serta kondisi sistem pengisian daya. Melakukan inspeksi di bengkel resmi merupakan langkah preventif yang sangat disarankan untuk memastikan seluruh komponen kelistrikan dalam kondisi prima sebelum transaksi diselesaikan.Referensi: Wuling, Nissan, DFSK | Otodream
- EV
- •
- 20 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Telat Bayar Pajak Kendaraan Sehari dan Setahun Apakah Dendanya Sama
Keterlambatan membayar pajak kendaraan tahunan sering kali memicu kekhawatiran bagi pemilik kendaraan terkait besaran sanksi yang harus ditanggung. Banyak pemilik bertanya apakah keterlambatan singkat selama sehari memiliki konsekuensi finansial yang setara dengan menunggak hingga satu tahun penuh.Denda PKB dihitung sebesar 25 persen per tahun dari nilai pajak kendaraan.Keterlambatan satu bulan tetap dihitung sebagai satu bulan penuh.Denda SWDKLLJ untuk mobil sebesar Rp100 ribu per tahun keterlambatan.STNK yang tidak diregistrasi ulang selama dua tahun berisiko dihapus datanya.Perhitungan Denda Pajak KendaraanSecara teknis, sanksi keterlambatan pajak terdiri dari dua komponen utama yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Perhitungan denda PKB dilakukan secara proporsional berdasarkan durasi keterlambatan dengan tarif 25 persen per tahun. Artinya, telat membayar pajak selama satu hari tidak langsung dikenakan denda satu tahun penuh. Namun, sistem administrasi biasanya membulatkan keterlambatan yang belum mencapai satu bulan sebagai keterlambatan satu bulan penuh.Simulasi Denda KeterlambatanSebagai contoh, jika sebuah mobil memiliki nilai PKB Rp2.000.000 per tahun, denda PKB untuk keterlambatan satu bulan adalah sekitar Rp41.667. Jika ditambah denda SWDKLLJ Rp100.000, maka total denda yang dibayarkan mencapai Rp141.667. Kondisi ini akan berbeda drastis jika keterlambatan mencapai satu tahun. Pemilik harus membayar denda PKB sebesar Rp500.000 ditambah SWDKLLJ Rp100.000, sehingga total denda menjadi Rp600.000.Risiko dan Sanksi AdministratifSelain penambahan beban biaya, menunggak pajak dapat menimbulkan masalah administratif yang lebih serius. Kendaraan dengan STNK mati kini lebih mudah terdeteksi oleh sistem tilang elektronik atau ETLE. Selain itu, terdapat regulasi mengenai penghapusan data registrasi bagi kendaraan yang STNK-nya tidak diperpanjang selama dua tahun setelah masa berlaku habis. Meskipun beberapa daerah sering mengadakan program pemutihan pajak untuk menghapus denda, membayar tepat waktu tetap menjadi langkah terbaik untuk menjaga legalitas kendaraan.Referensi: Daihatsu | VIVA
- Sport
- •
- 20 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Update Kondisi Alex Marquez Usai Cedera Horor di MotoGP Catalunya
Alex Marquez kini berada dalam fase pemulihan yang signifikan setelah mengalami kecelakaan berat pada ajang MotoGP Catalunya. Pembalap Gresini Racing tersebut terus menunjukkan perkembangan positif pasca cedera tulang selangka dan patah tulang belakang yang memaksanya menepi dari lintasan selama beberapa seri terakhir.Alex Marquez mengalami patah tulang selangka dan cedera ruas tulang belakang C7 akibat insiden di Sirkuit Montmelo.Proses rehabilitasi kini melibatkan terapi oksigen hiperbarik untuk mempercepat regenerasi jaringan tubuh.Marc Marquez mengonfirmasi bahwa kondisi adiknya sudah jauh lebih baik dan kini mulai kembali melakukan persiapan fisik ringan.Belum ada jadwal pasti mengenai waktu kembalinya Alex ke arena balap karena tim medis masih melakukan pengawasan ketat.Perjalanan Pemulihan Cedera SeriusKondisi terkini Alex Marquez pasca insiden di MotoGP Catalunya. (Photo: Otodream)Insiden di Catalunya terjadi saat Alex sedang tampil kompetitif di barisan depan. Kecelakaan dipicu oleh masalah teknis pada motor Pedro Acosta yang mendadak berhenti di lintasan lurus, sehingga tabrakan berkecepatan tinggi tidak terelakkan. Dampaknya, Alex harus menjalani operasi tulang selangka kanan dan mendapatkan perawatan intensif untuk cedera tulang belakang.Cedera pada ruas C7 menjadi tantangan terbesar dalam masa penyembuhannya. Kondisi ini menuntut kesabaran ekstra dan kepatuhan terhadap prosedur medis agar tidak terjadi komplikasi jangka panjang. Sejauh ini, ia telah absen di Grand Prix Italia dan Hungaria, dengan partisipasi di Grand Prix Republik Ceko yang masih menunggu evaluasi tim dokter.Untuk mempercepat proses penyembuhan, tim medis menerapkan berbagai metode rehabilitasi modern. Salah satunya adalah penggunaan terapi oksigen hiperbarik. Metode ini dipilih untuk memaksimalkan pasokan oksigen ke jaringan yang cedera sehingga proses regenerasi tulang dan otot dapat berjalan lebih optimal.Sinyal Positif dari Sang KakakAlex Marquez mulai kembali melakukan persiapan fisik secara bertahap. (Photo: Otodream)Marc Marquez memberikan kabar terbaru mengenai progres adiknya. Menurut sang juara dunia, fase awal pemulihan yang sangat berat kini telah terlewati. Alex disebut sudah menunjukkan semangat tinggi dan mulai kembali melakukan aktivitas fisik ringan untuk menjaga kebugaran tubuhnya.Kondisi mental Alex juga dikabarkan telah kembali stabil. Senyum yang kini kembali terpancar menjadi indikator kuat bahwa proses pemulihan berjalan sesuai rencana. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh bagian cedera benar-benar pulih total sebelum ia kembali menggeber motor balap di lintasan kompetitif.Referensi: Gresini Racing | OtodreamAlex Marquez di rumah sakit usai kecelakaan horor di MotoGP Catalunya 2026. (Photo: Otodream)
- Berita
- •
- 20 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Honda Brio Manual Mulai Langka di Pabrik Sinyal Perubahan Strategi Utama
Bagi Anda yang sedang mengincar Honda Brio dengan transmisi manual, ada baiknya memperhatikan dinamika produksi terbaru di tahun 2026. Data industri menunjukkan adanya pergeseran strategi yang cukup signifikan pada lini mobil terlaris Honda ini.Produksi varian Brio Satya S dan E manual tercatat nol unit sepanjang Januari hingga Mei 2026.Distribusi unit ke dealer saat ini mengandalkan sisa stok produksi akhir 2025.Varian bertransmisi CVT menunjukkan performa produksi dan penjualan yang jauh lebih dominan.Data wholesales menunjukkan konsumsi pasar terhadap transmisi otomatis terus meningkat tajam.Pergeseran Fokus Produksi ke Transmisi OtomatisData terbaru dari Gaikindo mengungkapkan fenomena menarik pada lini produksi Honda Brio. Selama lima bulan pertama tahun 2026, varian transmisi manual baik tipe Satya S maupun E tidak mendapatkan jatah produksi baru. Meskipun demikian, angka distribusi atau wholesales tetap berjalan, yang menandakan pabrikan sedang melakukan pembersihan inventori stok lama.Kondisi serupa terjadi pada varian Brio RS. Meskipun unit masih tersedia di dealer, data produksi domestik tidak mencatat adanya pembuatan unit baru sepanjang periode awal tahun. Hal ini memperkuat dugaan bahwa perusahaan sedang bersiap melakukan transisi model atau penyegaran produk dalam waktu dekat.Analisis Penggunaan bagi Calon PembeliBagi konsumen yang terbiasa menggunakan transmisi manual, fenomena ini tentu menjadi catatan penting sebelum memutuskan pembelian. Jika Anda memang memprioritaskan transmisi manual, ketersediaan unit di dealer mungkin akan semakin terbatas seiring habisnya stok produksi tahun sebelumnya. Sebaliknya, bagi Anda yang mencari kendaraan harian untuk menembus kemacetan, varian CVT tetap menjadi pilihan utama yang didukung oleh volume produksi stabil dan ketersediaan unit yang lebih pasti.Perbandingan Posisi Produk di PasarJika dibandingkan dengan kompetitor di segmen LCGC maupun city car, Honda Brio memang memiliki posisi unik dengan dominasi transmisi CVT yang dirasa lebih nyaman untuk penggunaan urban. Sementara model lain di kelasnya masih mempertahankan varian manual sebagai opsi entry level, Honda terlihat mulai memprioritaskan efisiensi lini produksi dengan lebih banyak mengalokasikan sumber daya pada tipe CVT yang memiliki permintaan pasar lebih tinggi.Referensi: Honda | https://www.viva.co.id/otomotif/1906323-honda-brio-manual-menghilang-dari-jalur-produksi
- Mobil
- •
- 20 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
DFSK Tebar Diskon Hingga 85 Juta Rupiah di Jakarta Fair 2026
Jakarta Fair 2026 menjadi panggung bagi PT Sokonindo Automobile untuk memamerkan jajaran kendaraan unggulan sekaligus memberikan sinyal kehadiran teknologi baru. Bagi konsumen yang sedang mencari mobil listrik atau kendaraan niaga, pameran ini menawarkan momentum menarik dengan adanya program potongan harga yang signifikan.Diskon besar hingga 85 juta Rupiah untuk unit tertentu.Program subsidi trade-in melalui kampanye DFSK Dukung Bisnis Anda.Seres E1 kini ditawarkan dengan insentif potongan harga 51 juta Rupiah.Gelora E Blind Van mendapatkan penyesuaian harga menjadi 270 juta Rupiah.Pilihan Kendaraan dan Teknologi BaruBooth DFSK di Jakarta Fair 2026. (Photo: DFSK)DFSK menghadirkan berbagai opsi mobilitas di Hall A Nomor 18 JIExpo Kemayoran mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026. Koleksi yang dipamerkan mencakup mobil listrik kompak Seres E1 hingga kendaraan niaga andalan seperti Super Cab dan Gelora E Blind Van. Tidak ketinggalan, Camper Van Delima x Explora turut hadir sebagai representasi gaya hidup petualang.Selain lini produk yang sudah ada, perusahaan memberikan bocoran mengenai pengembangan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Langkah ini menegaskan kesiapan pabrikan dalam menyongsong era elektrifikasi yang lebih variatif, menggabungkan efisiensi mesin bensin dengan keunggulan motor listrik untuk penggunaan jarak jauh yang lebih fleksibel.Detail Harga dan Program PromoJajaran kendaraan niaga listrik DFSK. (Photo: DFSK)Bagi calon pembeli, program promosi yang ditawarkan cukup agresif. Melalui kampanye DFSK Dukung Bisnis Anda, terdapat subsidi trade-in yang meringankan biaya kepemilikan. Berikut adalah rincian penyesuaian harga dan insentif yang tersedia:Seres E1: Harga mulai 168 juta Rupiah dengan insentif hingga 51 juta Rupiah.Gelora E Blind Van: Penyesuaian harga dari 350 juta Rupiah menjadi 270 juta Rupiah, dengan total insentif mencapai 80 juta Rupiah.Gelora E Mini Bus: Penyesuaian harga dari 399 juta Rupiah menjadi 314 juta Rupiah, dengan total insentif mencapai 85 juta Rupiah.Super Cab: Harga mulai 158,5 juta Rupiah lengkap dengan fasilitas perawatan gratis selama tiga tahun atau 120.000 kilometer.Perlu dicatat bahwa program insentif ini berlaku terbatas untuk 4.000 unit pertama. Pilihan kendaraan niaga listrik seperti Gelora E sangat cocok bagi pelaku usaha yang ingin menekan biaya operasional harian, terutama dengan dukungan jarak tempuh hingga 300 kilometer berdasarkan standar NEDC.Sebagai perbandingan, di segmen mobil listrik kompak, Seres E1 bersaing dengan pemain lain seperti Wuling Air EV. Keunggulan utama yang ditawarkan DFSK terletak pada paket purna jual, seperti gratis perawatan selama tiga tahun untuk Seres E1 dan hingga lima tahun untuk varian Gelora E, yang memberikan ketenangan pikiran bagi pemilik kendaraan dalam jangka panjang.Referensi: DFSK | https://www.otodream.com/mobil/27298-dfsk-tebar-diskon-hingga-rp85-juta-di-jakarta-fair-2026DFSK di Jakarta Fair. (Photo: DFSK)