SUV Listrik 7-Seater BYD Great Tang Meluncur, Jarak Tempuh 950 Km
09 Jun, 2026
Strategi Insting dan Insinyur Baru Kembalikan Taring Lewis Hamilton di F1 2026
09 Jun, 2026
Pertamina Naikkan Harga Pertamax Hari Ini Jadi Rp16.250, BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun
09 Jun, 2026
Honda Super Cub 110 2026 Munculkan Varian Pro, Andalkan Kaki-Kaki 14 Inci Siap Bertarung di Medan Berat
09 Jun, 2026Berita Terbaru
- Motor
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Modifikasi Motor Bukan Lagi Soal Balap, Tapi Cerminan Diri di Yamaha Classy Modifest 2026
Dunia modifikasi motor kini sepenuhnya berubah haluan. Kalau dulu ubahan identik dengan knalpot racing atau aksesori balap, sekarang motor justru menjadi kanvas untuk mencurahkan identitas personal. Tren ini terlihat jelas di gelaran Yamaha CLASSY Modifest 2026 yang berlangsung di Surabaya, di mana para peserta bebas menerjemahkan karakter mereka ke atas dua roda tanpa terpaku pakem kecepatan atau performa.Inspirasi modifikasi datang dari budaya punk, retro, anime Jepang, hingga gaya petualangan.Yamaha Grand Filano Hybrid dan Fazzio Hybrid mendominasi sebagai basis ekspresi gaya hidup.Modifikator kini mengutamakan kenyamanan dan fungsi harian, bukan sekadar estetika ekstrem.Karya bertema Sid Vicious dari Sex Pistols sukses meraih penghargaan tertinggi di kategori unggulan.Motor Sebagai Ruang Ekspresi, Bukan Sekadar TungganganMelihat deretan motor yang dipajang, kesan pertama yang muncul bukanlah aroma lintasan sirkuit. Justru atmosfernya terasa seperti pameran seni jalanan yang terkurasi rapi. Setiap bodi motor bercerita, mulai dari referensi musik bawah tanah, nostalgia era lampau, hingga kegemaran menonton serial animasi favorit. Ini adalah bukti bahwa modifikasi telah naik kelas menjadi medium komunikasi visual yang serius bagi pemiliknya.Chief Yamaha Area Terr. IV, Tintan Gunawan, mengamini fenomena tersebut. Ia menilai para peserta tidak sekadar memodifikasi, melainkan menginterpretasikan ulang motor sesuai DNA keseharian mereka. “Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid benar-benar diinterpretasikan ulang sesuai gaya hidup dan karakter masing-masing pemiliknya,” ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa skuter matic premium kini menjadi kanvas yang sangat cair untuk dikreasikan.Punk dan Keanggunan Bertemu dalam Sosok Grand FilanoPenghargaan tertinggi jatuh kepada Christian Bobby Chandra dari Malang lewat racikan tema “Punk” yang berani. Mengambil spirit dari mendiang Sid Vicious, bassist legendaris Sex Pistols, ia membalut Yamaha Grand Filano Hybrid dengan nuansa gelap yang agresif. Dominasi hitam pekat, efek karat yang terkesan “rusak namun terarah”, serta grafis manual bergaya tato menciptakan kontras yang unik.Yang membuat karyanya istimewa adalah kemampuannya menjaga karakter elegan skuter tersebut. Alih-alih terjebak kesan urakan, motor ini tetap memancarkan aura premium yang bersitegang secara harmonis dengan tema pemberontakan. “Grand Filano saya ingin tetap terlihat elegan, tapi punya sisi ekspresi yang kuat,” jelasnya. Perpaduan inilah yang tampaknya memikat para juri, membuktikan bahwa dua kutub berbeda bisa berkolaborasi dengan apik.Dari Nostalgia Retro hingga Invasi Budaya Pop JepangBeranjak dari kegelapan punk, sudut lain pameran justru diramaikan warna-warna pastel dan stiker karakter anime yang ceria. Pengaruh budaya pop Jepang begitu kentara, menandakan besarnya pengaruh serial animasi terhadap selera estetika generasi muda saat ini. Tak sedikit peserta yang menyulap motor menjadi tribut berjalan untuk karakter atau serial favorit mereka, lengkap dengan detail ilustrasi yang presisi.Sementara itu, aliran retro klasik juga tidak mau kalah. Siluet motor-motor lawas dihidupkan kembali melalui palet warna earth tone serta pemilihan aksesori yang membangkitkan memori era 70-an. Ada pula konsep adventure yang lebih fungsional, di mana penambahan part tidak hanya untuk gaya tetapi memang memperkuat ketangguhan untuk mobilitas harian. Semua pendekatan ini memiliki benang merah yang sama: modifikasi tidak lagi melumpuhkan fungsi dasar kendaraan, melainkan justru memperkayanya.Ketika Modifikasi Akhirnya Menjadi Bagian dari Gaya Hidup MatangPergeseran ini menunjukkan bahwa kultur modifikasi lokal semakin dewasa. Jika dekade lalu obsesi terbesar adalah mendongkrak tenaga atau menjiplak tampilan motor MotoGP, kini referensi sudah meluber ke mana-mana. Musik, hobi personal, perjalanan, hingga subkultur spesifik menjadi bahan bakar kreativitas yang lebih bercerita dan personal.Implikasinya cukup menarik bagi ekosistem otomotif. Motor tidak lagi dipandang sebagai objek mekanis yang harus dipacu kencang, melainkan sebagai perpanjangan identitas yang menemani aktivitas harian. Kenyamanan dan keamanan kini duduk di prioritas utama, sementara estetika berfungsi sebagai penanda siapa si empunya di balik helm.Referensi: Yamaha | VIVA Otomotif
- Berita
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Motor Listrik Lipat Ini Bikin Konsumen Lupakan Biaya BBM Tanpa Garasi Luas
Kendaraan roda dua bertenaga setrum bukan lagi sekadar gimik futuristik. Skuter listrik kini menjelma menjadi solusi transportasi harian yang menambal titik butuh mobilitas komuter urban. Tanpa suara bising dan asap knalpot, kendaraan ini membawa sejumlah karakteristik yang belum tentu dimiliki motor bensin pada umumnya.Biaya operasional harian lebih rendah dibanding kendaraan konvensional berbahan bakar bensin.Desain lipat memungkinkan unit disimpan dalam ruang sempit tanpa perlu garasi khusus.Suara mesin yang senyap efektif menekan polusi suara di permukiman padat.Sistem konektivitas pintar memudahkan pemantauan lokasi dan status baterai secara real-time.Biaya Operasional Rendah yang Membongkar Kebiasaan LamaPergeseran dari pom bensin menuju stop kontak membawa konsekuensi pengeluaran yang berbeda drastis. Pengguna cukup mengandalkan listrik rumah untuk mengisi daya baterai, sehingga ongkos harian terpangkas signifikan. Dalam simulasi penggunaan rutin, biaya pengisian daya jauh lebih ringan dibandingkan isi bensin pekanan.Selain setrum yang murah, arsitektur mesin listrik yang sederhana juga menjanjikan perawatan yang minim. Tanpa oli, busi, atau sistem pembakaran yang kompleks, servis berkala menjadi lebih praktis. Hitung-hitungan ini sering kali menjadi pemicu utama konsumen berpaling dari motor bermesin bakar ke model bertenaga baterai.Keunggulan yang Jarang Disadari KonsumenSelain hitungan rupiah, ada nilai tambah fungsional yang belum banyak diadopsi pemilik kendaraan biasa. Salah satunya adalah desain lipat yang membuat skuter bisa dibawa masuk ke lift apartemen atau diletakkan di bawah meja kerja. Tidak perlu menyediakan garasi atau mencari area parkir yang luas jika tempat tinggal tergolong minimalis.Alat ini juga tidak menghasilkan emisi gas buang saat digunakan. Angka polusi udara di perkotaan yang padat bisa sedikit terkurangi jika migrasi dari motor bensin ke skuter listrik terus berjalan. Di sisi lain, motor listrik beroperasi tanpa dentuman knalpot, sehingga menciptakan suasana jalanan yang lebih tenang dan meminimalkan polusi suara di lingkungan permukiman.Teknologi Pintar dan Masa Depan Mobilitas Warga KotaPabrikan tidak hanya mengejar efisiensi energi, tapi juga menyuntikkan sistem pintar agar pengalaman berkendara makin adaptif. Beberapa model terbaru, termasuk dari merek seperti Navee, sudah dibekali aplikasi telepon pintar yang bisa memonitor daya baterai, melihat riwayat jarak tempuh, hingga mengunci kendaraan dari jarak jauh. Fungsi pelacakan lokasi secara real-time menjadi nilai keamanan tambahan bagi pemilik."Kami melihat semakin banyak masyarakat yang mencari solusi mobilitas yang praktis untuk aktivitas sehari-hari," kata Direktur Operasional PT Denka Pratama Indonesia, Suriyanto, merujuk pada tren mobilitas personal yang kini bergeser. Pergeseran ini dipicu oleh kebutuhan akan opsi transportasi yang efisien tanpa harus terjebak kemacetan panjang atau kehabisan tempat parkir.Referensi: Berbagai sumber | Viva
- Mobil
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Metode Liter per 100 Kilometer Bongkar Salah Kaprah Soal Mobil Irit BBM
Saat melihat brosur kendaraan, perhatian calon pembeli kerap langsung tertuju pada angka konsumsi bahan bakar. Semakin besar angka kilometer per liter (km/l), mobil tersebut langsung dicap sebagai kendaraan paling hemat dan ekonomis.Angka konsumsi BBM 20 km/l belum tentu memberi penghematan dua kali lipat dibanding mobil 10 km/l.Perhitungan liter per 100 kilometer dinilai lebih realistis menggambarkan biaya operasional harian.Bobot kendaraan, aerodinamika, dan gaya berkendara memengaruhi efisiensi lebih dari sekadar klaim brosur.Beralih dari mobil boros ke sedikit lebih irit seringkali menghasilkan selisih penghematan yang lebih signifikan.Ketika Angka 20 km/l Tidak Seistimewa yang DibayangkanMetode perhitungan liter per 100 kilometer dinilai lebih mudah menggambarkan biaya riil pengisian BBM. (Photo: Istimewa)Kenyataannya, obsesi pada satuan km/l tidak selalu mencerminkan besaran penghematan yang sebenarnya mengisi dompet Anda. Para pengamat otomotif menyarankan konsumen untuk berhenti sekadar membandingkan jarak tempuh dan mulai menghitung total liter bahan bakar yang benar-benar dibakar oleh mesin.Metode pengukuran yang mulai banyak diadopsi adalah menghitung konsumsi dalam satuan liter per 100 kilometer. Alih-alih bertanya seberapa jauh mobil melaju dengan satu liter bensin, pendekatan ini langsung menjawab berapa banyak uang yang keluar dari kantong untuk menempuh jarak 100 kilometer.Ilusi Penghematan pada Mobil dengan Klaim Super IritIlustrasinya cukup sederhana. Sebuah mobil dengan efisiensi 10 km/l membutuhkan 10 liter bensin untuk mencapai 100 kilometer. Sementara itu, mobil dengan klaim sangat irit di angka 20 km/l hanya membutuhkan 5 liter bensin untuk jarak yang sama.Sekilas, mobil kedua memang terlihat dua kali lipat lebih efisien. Namun jika ditelisik lebih dalam, selisih riil penghematannya hanya 5 liter per 100 kilometer. Angka ini mungkin mengejutkan bagi banyak orang yang mengira penghematannya mencapai puluhan liter.Kejutan Finansial saat Beralih dari Mobil BorosFakta yang lebih mengejutkan justru muncul saat kita membandingkannya dengan mobil konvensional yang boros. Sebuah kendaraan dengan konsumsi 5 km/l memerlukan sekitar 20 liter bensin untuk jarak 100 kilometer.Dengan logika ini, peningkatan dari mobil 5 km/l ke mobil 10 km/l justru menghasilkan penghematan yang lebih masif, yaitu sekitar 10 liter per 100 kilometer. Efisiensi penghematannya justru dua kali lebih besar ketimbang Anda beralih dari mobil 10 km/l ke mobil ultra-irit 20 km/l.Inilah mengapa pakar menilai metrik liter per 100 kilometer memberikan potret biaya operasional yang lebih jujur. Selisih konsumsi terasa lebih linear dan mudah dikonversi ke nilai rupiah tanpa perlu perhitungan rumit.Aerodinamika dan Bobot, Musuh Diam-Diam Konsumsi BBMDi luar permainan angka di atas kertas, ada variabel lain yang kerap luput dari perhatian. Bobot kendaraan yang gemuk, desain bodi yang tidak aerodinamis, serta ukuran ban yang lebar dan bergesekan keras dengan aspal, semuanya berkontribusi signifikan terhadap borosnya konsumsi bahan bakar di dunia nyata.Belum lagi faktor eksternal seperti kemacetan parah dan gaya mengemudi agresif yang kerap menghentak pedal gas. Perhitungan liter per 100 kilometer dipandang lebih mudah mengakomodasi fluktuasi biaya operasional riil yang Anda hadapi setiap hari di jalan raya.Konsumen kini perlu lebih kritis menimbang efisiensi. Mobil dengan klaim jarak tempuh paling tinggi di atas kertas bukan jaminan Anda akan senang saat melihat struk pembelian BBM bulanan.Referensi: Slashgear | VIVA Otomotif
- Motor
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Motor Balap Honda CBR1000RR-R Tinggalkan Kesan Garang Demi Karakter Imut Sanrio
Tampilan sangar dan penuh sponsor biasanya jadi ciri khas sebuah motor balap yang berlaga di sirkuit. Tapi, persepsi itu seolah ditepis oleh Honda lewat gebrakan terbarunya di ajang Suzuka 8 Hours 2026. Pabrikan asal Jepang ini justru mendandani superbike andalannya, CBR1000RR-R Fireblade, dengan balutan karakter lucu yang memunculkan kontras tak terduga antara performa tinggi dan budaya kawaii.Kolaborasi tak terduga antara tim balap Honda Ryokuyokai Kumamoto Racing dengan Sanrio menghadirkan livery spesial Hello Kitty dan Kuromi.Motor Honda CBR1000RR-R Fireblade nomor 43 akan tampil mencolok dengan dominasi warna ungu di lintasan Suzuka.Smile Rider Project digagas untuk memadukan atmosfer motorsport serius dengan kesan imut yang menghibur penonton.Pembalap Kazuhiro Kojima dan Yosuke Ide siap menggeber motor berperforma tinggi berbalut nuansa imut khas Jepang.Bukan Livery Balap Biasa, Ada Sentuhan Dunia KawaiiMotor bernomor start 43 ini adalah wujud nyata dari program Smile Rider Project yang digagas oleh tim balap internal karyawan Honda, Honda Ryokuyokai Kumamoto Racing. Alih-alih memilih grafis racing line atau desain abstrak agresif, tim ini menggandeng Sanrio, perusahaan di balik karakter legendaris seperti Hello Kitty. Hasilnya, fairing CBR1000RR-R Fireblade berubah menjadi kanvas yang dihiasi karakter Kuromi dengan kombinasi warna ungu yang cukup dominan.Performa Tinggi Tak Dikorbankan Demi Tampilan GemasDi balik segala aksesori visual yang menggemaskan itu, Honda tak bermain-main dengan mekanikal. Jantung pacu tetap mengandalkan spesifikasi motor balap Honda CBR1000RR-R yang dirancang untuk mengarung balapan ketahanan selama delapan jam. Artinya, meskipun motor ini mengusung karakter Sanrio yang identik dengan boneka dan aksesori anak-anak, di lintasan ia tetap mesin buas yang siap mencatatkan putaran waktu kompetitif. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kesan “imut” dan performa balap sesungguhnya bisa berjalan beriringan tanpa mengorbankan identitas superbike.Merchandise dan Dukungan Langsung di Sirkuit SuzukaTak hanya berhenti di modifikasi tampilan motor, proyek ini juga merambah ke area komersial dan interaksi penggemar. Honda dan Sanrio menyiapkan tiket khusus bertajuk Smile Rider Support Seats untuk para penonton yang ingin menyaksikan dari dekat aksi motor lucu nan ganas ini. Tiket terbatas tersebut dibanderol dengan bonus merchandise eksklusif, menampilkan karakter Kuromi, Hello Kitty, dan Pompompurin yang didesain khusus bertema balap. Ini jadi strategi segar untuk mendekatkan generasi muda dan keluarga ke balutan kerasnya balap ketahanan.Untuk daftar pembalap, tim akan diperkuat oleh Kazuhiro Kojima dan Yosuke Ide. Satu slot pembalap tambahan masih menunggu konfirmasi dan pengumuman lebih lanjut dari kubu Honda Ryokuyokai Kumamoto Racing.Potensi Rilis di IndonesiaMeski membuat heboh jagat otomotif global, kolaborasi antara Honda dan Sanrio ini agaknya tertutup untuk pasar massal. Pasalnya, motor dengan livery spesial ini murni proyek balap untuk Suzuka 8 Hours, bukan model produksi massal yang dijual bebas. Melihat antusiasme penggemar, bukan tidak mungkin jika Honda Jepang kelak merilis apparel atau miniatur kolaborasi terbatas, namun untuk unit motor fisik dengan spesifikasi dan corak serupa, konsumen Tanah Air tampaknya hanya bisa mengaguminya lewat layar kaca. Model regular CBR1000RR-R Fireblade sendiri masih bisa berstatus indent di jaringan diler Honda di Indonesia, tanpa embel-embel stiker Sanrio tentunya.Referensi: Honda | VIVA
- Montir
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Kebiasaan Memanaskan Mesin Justru Tak Berlaku untuk Mobil Listrik
Banyak pemilik mobil yang baru beralih ke kendaraan listrik murni masih terbawa kebiasaan lama, salah satunya memanaskan kendaraan di pagi hari. Faktanya, ritual idle selama beberapa menit itu justru tidak diperlukan oleh mobil listrik.Motor listrik tidak butuh pemanasan seperti mesin bensin, tetapi ada kondisi khusus yang membuat fitur pengaturan suhu tetap bermanfaat.Suhu ekstrem bisa mengurangi efisiensi baterai lithium-ion, menurunkan jarak tempuh, dan memperlambat pengisian daya.Istilah tepatnya bukan memanaskan, melainkan pre-conditioning untuk mengoptimalkan suhu kabin dan baterai sebelum perjalanan.Fitur ini bekerja paling efisien saat mobil masih tersambung ke pengisi daya di rumah, sehingga tidak menguras daya baterai saat mulai berkendara.Mengapa Mesin Bensin Butuh Dipanaskan?Pada mobil konvensional, memanaskan mesin dilakukan untuk memastikan oli bersirkulasi sempurna dan suhu kerja mesin tercapai. Proses ini dianggap penting agar komponen internal tidak bekerja dalam kondisi pelumasan yang belum optimal. Tanpa pemanasan singkat, sebagian pengguna khawatir terjadi keausan dini pada silinder atau ring piston.Namun, mobil listrik tidak memiliki mesin pembakaran internal. Motor listrik dan komponen penggeraknya bisa bekerja langsung tanpa perlu menunggu suhu tertentu. Sistem sudah dirancang untuk memberikan torsi instan dan performa optimal sejak detik pertama mobil dinyalakan, tanpa masa tunggu sama sekali.Pre-Conditioning Bukan Sekadar MemanaskanMeski tidak perlu dipanaskan, mobil listrik tetap memiliki titik sensitif, yaitu baterai lithium-ion. Pada suhu yang terlalu dingin atau panas, efisiensi baterai bisa menurun drastis. Di sinilah konsep pre-conditioning berperan, bukan untuk memanaskan mesin, melainkan membawa suhu baterai dan kabin ke kondisi paling ideal sebelum mobil digunakan.Fitur ini biasanya diaktifkan lewat aplikasi ponsel atau pengaturan jadwal pada sistem infotainment mobil. Merek seperti Tesla, Hyundai, hingga BMW sudah menyediakan pre-conditioning di berbagai model mereka. Saat mobil masih tertancap di charger rumah, seluruh energi untuk mendinginkan atau menghangatkan kabin diambil langsung dari listrik rumah, bukan dari daya baterai kendaraan.Kapan Waktu Ideal Mengaktifkan Fitur IniWaktu yang paling tepat adalah saat mobil masih terhubung ke pengisi daya. Jika pengguna mengaktifkan penyejuk udara atau pemanas setelah kabel dilepas, konsumsi daya langsung membebani baterai dan mengurangi jarak tempuh. Produsen kendaraan listrik asal Amerika bahkan sudah mengintegrasikan fitur ini dengan navigasi, sehingga baterai akan dipersiapkan secara otomatis saat pengguna merencanakan perjalanan panjang.Pada suhu sangat dingin, pre-conditioning juga membantu mempercepat laju pengisian daya di stasiun pengisian cepat. Tanpa proses ini, baterai yang terlalu rendah suhunya akan menolak arus listrik tinggi demi menjaga keamanan sel. Jadi, fitur ini tidak hanya soal kenyamanan kabin, tetapi juga menjaga efisiensi energi secara menyeluruh.Referensi: Electrek | VIVA