Kenaikan BI Rate Ancam Penjualan Mobil 2026, Konsumen Diprediksi Tunda Kredit
10 Jun, 2026
Skutik Retro Honda Berubah Jadi Lebih Mewah Berkat Varian Burgundy
09 Jun, 2026
SUV Listrik 7-Seater BYD Great Tang Meluncur, Jarak Tempuh 950 Km
09 Jun, 2026
Strategi Insting dan Insinyur Baru Kembalikan Taring Lewis Hamilton di F1 2026
09 Jun, 2026Berita Terbaru
- Berita
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Pertamina Naikkan Harga Pertamax Hari Ini Jadi Rp16.250, BBM Subsidi Aman Hingga Akhir Tahun
Kejutan datang dari Pertamina Patra Niaga di tengah bulan Juni. Setelah sempat bertahan cukup lama di angka Rp12 ribuan, harga BBM non-subsidi andalan, Pertamax, resmi melonjak signifikan. Kini, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengisi tangki kendaraan kesayangan dengan bahan bakar beroktan 92 tersebut.Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, berlaku mulai 10 Juni 2026.Harga Pertamax Green ikut terkerek naik menjadi Rp17.000 per liter.BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak naik hingga 31 Desember 2026.Pertamina menyebut penyesuaian ini mengikuti formula harga yang ditetapkan pemerintah dan evaluasi harga minyak dunia.Lonjakan Harga Setelah Koordinasi dengan Regulator Daftar harga terbaru BBM nonsubsidi Pertamax dan Pertamax Green. (Photo: Pertamina) Pertamina tidak mengambil keputusan ini secara sepihak. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi telah melalui proses evaluasi sesuai formula yang ditetapkan oleh pemerintah. Mekanisme ini memungkinkan perubahan dilakukan sewaktu-waktu mengikuti fluktuasi harga minyak mentah global dan nilai tukar.“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari implementasi tata kelola energi untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis dan kualitas layanan.Dengan adanya perubahan ini, selisih harga antara Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) kini terpaut cukup tipis. Pertamina memastikan ketersediaan stok kedua jenis BBM ini dalam kondisi aman di seluruh jaringan SPBU. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi harga terkini melalui kanal resmi atau aplikasi MyPertamina.Skema Harga BBM Terkini di SPBU PertaminaKenaikan ini otomatis mengubah lanskap harga BBM non-subsidi yang sebelumnya bertahan di bawah ambang psikologis. Namun, kabar baiknya, sektor BBM bersubsidi justru mendapat jaminan ketat dari pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan sinyal kuat bahwa tidak akan ada penyesuaian harga untuk bahan bakar yang banyak dikonsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah.“Saya mengulangi lagi bahwa urusan BBM subsidi, LPG subsidi, insya Allah doakan tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember,” tegas Bahlil kepada awak media di Jakarta. Pernyataan ini menjadi angin segar di tengah penyesuaian harga Pertamax yang cukup mengejutkan.Saat ini, Pertalite masih dijual dengan harga stabil di Rp10.000 per liter. Sementara itu, Biosolar untuk segmen kendaraan niaga dan transportasi juga tetap bertahan di harga Rp6.800 per liter. Kebijakan ini menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap daya beli masyarakat sembari tetap membebankan mekanisme pasar pada jenis BBM dengan nilai oktan lebih tinggi.Pergeseran konsumen dari Pertamax ke Pertalite sempat menjadi kekhawatiran tersendiri, namun Pertamina optimis segmen pengguna Pertamax akan tetap bertahan karena kebutuhan spesifikasi mesin kendaraan modern yang mensyaratkan rasio kompresi tinggi.Referensi: Pertamina Via: www.otodream.com
- Motor
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Honda Super Cub 110 2026 Munculkan Varian Pro, Andalkan Kaki-Kaki 14 Inci Siap Bertarung di Medan Berat
Mitos soal motor keluarga tangguh kembali dihidupkan Honda lewat penyegaran Super Cub 110 untuk tahun 2026. Pabrikan berlogo sayap mengepak ini tak hanya menawarkan pilihan warna baru, tetapi juga mempertajam pembedaan antara varian standar dan varian Pro yang dirancang untuk bekerja.Honda Super Cub 110 2026 meluncur di Jepang, tersedia dalam dua varian: Standar dan Pro.Keduanya menggunakan mesin 109 cc 4-tak menghasilkan tenaga 8 hp dan torsi 8,8 Nm.Varian Pro dikhususkan untuk pekerja, hadir dengan ukuran ban 14 inci dan bobot lebih berat.Harga Super Cub 110 standar mulai Rp35 jutaan, sedangkan varian Pro sekitar Rp40 jutaan.Dua Varian untuk Dua Kebutuhan yang BerbedaHonda Super Cub 110 dan Super Cub 110 Pro 2026 dipajang berdampingan. (Photo: Honda)Jika memandang sekilas, siluet Honda Super Cub 110 2026 tidak berubah. Garis bodinya tetap mempertahankan lekuk klasik yang telah menjadi ikon mobilitas sejak dekade lalu. Namun, perhatian lebih perlu diberikan pada detail. Untuk model tahun ini, Honda menyediakan empat pilihan warna segar bagi varian standar: Glint Wave Blue Metallic, Virgin Beige, Classical White, dan Tasmania Green Metallic.Sementara itu, Super Cub 110 Pro memilih tampil dengan satu identitas tunggal, yaitu Seychelles Night Blue. Pembedaan warna ini menjadi sinyal jelas bahwa varian Pro bukanlah motor gaya-gayaan, melainkan alat kerja yang fokus pada fungsi. Honda secara sadar mengunci pilihan warna varian Pro karena target konsumennya adalah sektor komersial, seperti kurir pengirim paket atau loper koran di perkotaan Jepang.Ketika Ukuran Roda Menentukan SpesialisasiEmpat pilihan warna baru untuk Honda Super Cub 110 2026. (Photo: Honda)Perbedaan paling krusial antara kedua varian terletak pada sektor kaki-kaki. Super Cub 110 standar mengadopsi filosofi motor bebek pada umumnya, memakai velg 17 inci dengan ban depan 70/90-17 dan belakang 80/90-17. Komposisi ini memberikan keseimbangan ideal untuk manuver harian yang lincah.Berbanding terbalik, varian Pro mendapat perlakuan khusus dengan pemasangan velg 14 inci di depan dan belakangnya, dibalut ban depan 70/100-14 serta belakang 80/100-14. Secara teori, diameter roda yang lebih kecil dengan profil ban yang lebih tebal meningkatkan stabilitas saat motor dimuati barang bawaan. Ini menjelaskan mengapa bobot Pro mencapai 111 kg, lebih berat 10 kg dari varian standar yang hanya 101 kg. Tambahan massa itu sebagian besar tersalur untuk memperkuat struktur rangka belakang demi daya dukung ekstra.Jantung Mekanis yang Teruji WaktuDetail emblem Super Cub pada bodi Honda Super Cub 110 2026. (Photo: Honda)Baik varian standar maupun Pro, keduanya tidak main-main soal sumber penggerak. Honda menanamkan mesin 109 cc, satu silinder, 4-tak, OHC 2 katup, berpendingin udara yang telah diperbarui sejak 2022 untuk lolos regulasi emisi terbaru. Output yang dihasilkan cukup untuk pekerjaan sehari-hari, 8 hp pada 7.500 rpm dengan puncak torsi 8,8 Nm di 5.500 rpm. Tenaga ini disalurkan melalui transmisi 4-percepatan model rotary, khas motor bebek yang tak memerlukan tuas kopling.Kapasitas tangki bensinnya 4,1 liter. Jika ditarik mundur ke filosofi dasar Super Cub, Honda tidak pernah berniat menjadikannya motor dengan akselerasi brutal. Irit bahan bakar dan tahan banting adalah harga mati yang dijaga. Sistem pengereman pun mengikuti pakem fungsional: cakram hidrolik di depan dengan ABS, dan tromol di belakang. Cukup untuk meredam kecepatan motor ringan ini tanpa membuat biaya perawatan melambung.Potensi Rilis di IndonesiaMesin 109 cc OHC 2 katup berpendingin udara milik Honda Super Cub 110 2026. (Photo: Honda)Bicara soal harga, di negara asalnya, Jepang, Honda membanderol Super Cub 110 standar seharga 352.000 yen atau setara Rp35 jutaan. Untuk varian Pro, banderolnya 396.000 yen yang jika dikonversi berada di kisaran Rp40 jutaan. Angka ini cukup kompetitif di kelas motor bebek injeksi di Indonesia, bahkan bersaing langsung dengan motor-motor niaga yang kini banyak dimodifikasi sendiri oleh pengusaha kecil.Sayangnya, PT Astra Honda Motor (AHM) sejauh ini belum memberikan sinyal untuk membawa Super Cub 110 ke Indonesia. Padahal, pasar dalam negeri punya celah untuk varian Pro, melihat banyaknya pelaku UMKM yang membutuhkan motor niaga siap pakai dengan basis harga terjangkau. Kehadiran Super Cub 110 Pro dengan roda 14 inci dan daya angkut ekstra bisa menjadi solusi di luar skutik niaga yang sudah ada.Referensi: Honda | greatbiker.comRoda 14 inci khusus pada Honda Super Cub 110 Pro 2026 untuk kestabilan membawa muatan. (Photo: Honda)
- Motor
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Modifikasi Motor Bukan Lagi Soal Balap, Tapi Cerminan Diri di Yamaha Classy Modifest 2026
Dunia modifikasi motor kini sepenuhnya berubah haluan. Kalau dulu ubahan identik dengan knalpot racing atau aksesori balap, sekarang motor justru menjadi kanvas untuk mencurahkan identitas personal. Tren ini terlihat jelas di gelaran Yamaha CLASSY Modifest 2026 yang berlangsung di Surabaya, di mana para peserta bebas menerjemahkan karakter mereka ke atas dua roda tanpa terpaku pakem kecepatan atau performa.Inspirasi modifikasi datang dari budaya punk, retro, anime Jepang, hingga gaya petualangan.Yamaha Grand Filano Hybrid dan Fazzio Hybrid mendominasi sebagai basis ekspresi gaya hidup.Modifikator kini mengutamakan kenyamanan dan fungsi harian, bukan sekadar estetika ekstrem.Karya bertema Sid Vicious dari Sex Pistols sukses meraih penghargaan tertinggi di kategori unggulan.Motor Sebagai Ruang Ekspresi, Bukan Sekadar TungganganMelihat deretan motor yang dipajang, kesan pertama yang muncul bukanlah aroma lintasan sirkuit. Justru atmosfernya terasa seperti pameran seni jalanan yang terkurasi rapi. Setiap bodi motor bercerita, mulai dari referensi musik bawah tanah, nostalgia era lampau, hingga kegemaran menonton serial animasi favorit. Ini adalah bukti bahwa modifikasi telah naik kelas menjadi medium komunikasi visual yang serius bagi pemiliknya.Chief Yamaha Area Terr. IV, Tintan Gunawan, mengamini fenomena tersebut. Ia menilai para peserta tidak sekadar memodifikasi, melainkan menginterpretasikan ulang motor sesuai DNA keseharian mereka. “Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid benar-benar diinterpretasikan ulang sesuai gaya hidup dan karakter masing-masing pemiliknya,” ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa skuter matic premium kini menjadi kanvas yang sangat cair untuk dikreasikan.Punk dan Keanggunan Bertemu dalam Sosok Grand FilanoPenghargaan tertinggi jatuh kepada Christian Bobby Chandra dari Malang lewat racikan tema “Punk” yang berani. Mengambil spirit dari mendiang Sid Vicious, bassist legendaris Sex Pistols, ia membalut Yamaha Grand Filano Hybrid dengan nuansa gelap yang agresif. Dominasi hitam pekat, efek karat yang terkesan “rusak namun terarah”, serta grafis manual bergaya tato menciptakan kontras yang unik.Yang membuat karyanya istimewa adalah kemampuannya menjaga karakter elegan skuter tersebut. Alih-alih terjebak kesan urakan, motor ini tetap memancarkan aura premium yang bersitegang secara harmonis dengan tema pemberontakan. “Grand Filano saya ingin tetap terlihat elegan, tapi punya sisi ekspresi yang kuat,” jelasnya. Perpaduan inilah yang tampaknya memikat para juri, membuktikan bahwa dua kutub berbeda bisa berkolaborasi dengan apik.Dari Nostalgia Retro hingga Invasi Budaya Pop JepangBeranjak dari kegelapan punk, sudut lain pameran justru diramaikan warna-warna pastel dan stiker karakter anime yang ceria. Pengaruh budaya pop Jepang begitu kentara, menandakan besarnya pengaruh serial animasi terhadap selera estetika generasi muda saat ini. Tak sedikit peserta yang menyulap motor menjadi tribut berjalan untuk karakter atau serial favorit mereka, lengkap dengan detail ilustrasi yang presisi.Sementara itu, aliran retro klasik juga tidak mau kalah. Siluet motor-motor lawas dihidupkan kembali melalui palet warna earth tone serta pemilihan aksesori yang membangkitkan memori era 70-an. Ada pula konsep adventure yang lebih fungsional, di mana penambahan part tidak hanya untuk gaya tetapi memang memperkuat ketangguhan untuk mobilitas harian. Semua pendekatan ini memiliki benang merah yang sama: modifikasi tidak lagi melumpuhkan fungsi dasar kendaraan, melainkan justru memperkayanya.Ketika Modifikasi Akhirnya Menjadi Bagian dari Gaya Hidup MatangPergeseran ini menunjukkan bahwa kultur modifikasi lokal semakin dewasa. Jika dekade lalu obsesi terbesar adalah mendongkrak tenaga atau menjiplak tampilan motor MotoGP, kini referensi sudah meluber ke mana-mana. Musik, hobi personal, perjalanan, hingga subkultur spesifik menjadi bahan bakar kreativitas yang lebih bercerita dan personal.Implikasinya cukup menarik bagi ekosistem otomotif. Motor tidak lagi dipandang sebagai objek mekanis yang harus dipacu kencang, melainkan sebagai perpanjangan identitas yang menemani aktivitas harian. Kenyamanan dan keamanan kini duduk di prioritas utama, sementara estetika berfungsi sebagai penanda siapa si empunya di balik helm.Referensi: Yamaha | VIVA Otomotif
- Berita
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Motor Listrik Lipat Ini Bikin Konsumen Lupakan Biaya BBM Tanpa Garasi Luas
Kendaraan roda dua bertenaga setrum bukan lagi sekadar gimik futuristik. Skuter listrik kini menjelma menjadi solusi transportasi harian yang menambal titik butuh mobilitas komuter urban. Tanpa suara bising dan asap knalpot, kendaraan ini membawa sejumlah karakteristik yang belum tentu dimiliki motor bensin pada umumnya.Biaya operasional harian lebih rendah dibanding kendaraan konvensional berbahan bakar bensin.Desain lipat memungkinkan unit disimpan dalam ruang sempit tanpa perlu garasi khusus.Suara mesin yang senyap efektif menekan polusi suara di permukiman padat.Sistem konektivitas pintar memudahkan pemantauan lokasi dan status baterai secara real-time.Biaya Operasional Rendah yang Membongkar Kebiasaan LamaPergeseran dari pom bensin menuju stop kontak membawa konsekuensi pengeluaran yang berbeda drastis. Pengguna cukup mengandalkan listrik rumah untuk mengisi daya baterai, sehingga ongkos harian terpangkas signifikan. Dalam simulasi penggunaan rutin, biaya pengisian daya jauh lebih ringan dibandingkan isi bensin pekanan.Selain setrum yang murah, arsitektur mesin listrik yang sederhana juga menjanjikan perawatan yang minim. Tanpa oli, busi, atau sistem pembakaran yang kompleks, servis berkala menjadi lebih praktis. Hitung-hitungan ini sering kali menjadi pemicu utama konsumen berpaling dari motor bermesin bakar ke model bertenaga baterai.Keunggulan yang Jarang Disadari KonsumenSelain hitungan rupiah, ada nilai tambah fungsional yang belum banyak diadopsi pemilik kendaraan biasa. Salah satunya adalah desain lipat yang membuat skuter bisa dibawa masuk ke lift apartemen atau diletakkan di bawah meja kerja. Tidak perlu menyediakan garasi atau mencari area parkir yang luas jika tempat tinggal tergolong minimalis.Alat ini juga tidak menghasilkan emisi gas buang saat digunakan. Angka polusi udara di perkotaan yang padat bisa sedikit terkurangi jika migrasi dari motor bensin ke skuter listrik terus berjalan. Di sisi lain, motor listrik beroperasi tanpa dentuman knalpot, sehingga menciptakan suasana jalanan yang lebih tenang dan meminimalkan polusi suara di lingkungan permukiman.Teknologi Pintar dan Masa Depan Mobilitas Warga KotaPabrikan tidak hanya mengejar efisiensi energi, tapi juga menyuntikkan sistem pintar agar pengalaman berkendara makin adaptif. Beberapa model terbaru, termasuk dari merek seperti Navee, sudah dibekali aplikasi telepon pintar yang bisa memonitor daya baterai, melihat riwayat jarak tempuh, hingga mengunci kendaraan dari jarak jauh. Fungsi pelacakan lokasi secara real-time menjadi nilai keamanan tambahan bagi pemilik."Kami melihat semakin banyak masyarakat yang mencari solusi mobilitas yang praktis untuk aktivitas sehari-hari," kata Direktur Operasional PT Denka Pratama Indonesia, Suriyanto, merujuk pada tren mobilitas personal yang kini bergeser. Pergeseran ini dipicu oleh kebutuhan akan opsi transportasi yang efisien tanpa harus terjebak kemacetan panjang atau kehabisan tempat parkir.Referensi: Berbagai sumber | Viva
- Mobil
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Metode Liter per 100 Kilometer Bongkar Salah Kaprah Soal Mobil Irit BBM
Saat melihat brosur kendaraan, perhatian calon pembeli kerap langsung tertuju pada angka konsumsi bahan bakar. Semakin besar angka kilometer per liter (km/l), mobil tersebut langsung dicap sebagai kendaraan paling hemat dan ekonomis.Angka konsumsi BBM 20 km/l belum tentu memberi penghematan dua kali lipat dibanding mobil 10 km/l.Perhitungan liter per 100 kilometer dinilai lebih realistis menggambarkan biaya operasional harian.Bobot kendaraan, aerodinamika, dan gaya berkendara memengaruhi efisiensi lebih dari sekadar klaim brosur.Beralih dari mobil boros ke sedikit lebih irit seringkali menghasilkan selisih penghematan yang lebih signifikan.Ketika Angka 20 km/l Tidak Seistimewa yang DibayangkanMetode perhitungan liter per 100 kilometer dinilai lebih mudah menggambarkan biaya riil pengisian BBM. (Photo: Istimewa)Kenyataannya, obsesi pada satuan km/l tidak selalu mencerminkan besaran penghematan yang sebenarnya mengisi dompet Anda. Para pengamat otomotif menyarankan konsumen untuk berhenti sekadar membandingkan jarak tempuh dan mulai menghitung total liter bahan bakar yang benar-benar dibakar oleh mesin.Metode pengukuran yang mulai banyak diadopsi adalah menghitung konsumsi dalam satuan liter per 100 kilometer. Alih-alih bertanya seberapa jauh mobil melaju dengan satu liter bensin, pendekatan ini langsung menjawab berapa banyak uang yang keluar dari kantong untuk menempuh jarak 100 kilometer.Ilusi Penghematan pada Mobil dengan Klaim Super IritIlustrasinya cukup sederhana. Sebuah mobil dengan efisiensi 10 km/l membutuhkan 10 liter bensin untuk mencapai 100 kilometer. Sementara itu, mobil dengan klaim sangat irit di angka 20 km/l hanya membutuhkan 5 liter bensin untuk jarak yang sama.Sekilas, mobil kedua memang terlihat dua kali lipat lebih efisien. Namun jika ditelisik lebih dalam, selisih riil penghematannya hanya 5 liter per 100 kilometer. Angka ini mungkin mengejutkan bagi banyak orang yang mengira penghematannya mencapai puluhan liter.Kejutan Finansial saat Beralih dari Mobil BorosFakta yang lebih mengejutkan justru muncul saat kita membandingkannya dengan mobil konvensional yang boros. Sebuah kendaraan dengan konsumsi 5 km/l memerlukan sekitar 20 liter bensin untuk jarak 100 kilometer.Dengan logika ini, peningkatan dari mobil 5 km/l ke mobil 10 km/l justru menghasilkan penghematan yang lebih masif, yaitu sekitar 10 liter per 100 kilometer. Efisiensi penghematannya justru dua kali lebih besar ketimbang Anda beralih dari mobil 10 km/l ke mobil ultra-irit 20 km/l.Inilah mengapa pakar menilai metrik liter per 100 kilometer memberikan potret biaya operasional yang lebih jujur. Selisih konsumsi terasa lebih linear dan mudah dikonversi ke nilai rupiah tanpa perlu perhitungan rumit.Aerodinamika dan Bobot, Musuh Diam-Diam Konsumsi BBMDi luar permainan angka di atas kertas, ada variabel lain yang kerap luput dari perhatian. Bobot kendaraan yang gemuk, desain bodi yang tidak aerodinamis, serta ukuran ban yang lebar dan bergesekan keras dengan aspal, semuanya berkontribusi signifikan terhadap borosnya konsumsi bahan bakar di dunia nyata.Belum lagi faktor eksternal seperti kemacetan parah dan gaya mengemudi agresif yang kerap menghentak pedal gas. Perhitungan liter per 100 kilometer dipandang lebih mudah mengakomodasi fluktuasi biaya operasional riil yang Anda hadapi setiap hari di jalan raya.Konsumen kini perlu lebih kritis menimbang efisiensi. Mobil dengan klaim jarak tempuh paling tinggi di atas kertas bukan jaminan Anda akan senang saat melihat struk pembelian BBM bulanan.Referensi: Slashgear | VIVA Otomotif