Berita Terbaru

5 Mobil Bekas Rp50 Jutaan Jawab Kebutuhan Harian Tanpa Bikin Kantong Jebol

5 Mobil Bekas Rp50 Jutaan Jawab Kebutuhan Harian Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lonjakan harga mobil baru membuat pasar kendaraan bekas kian bergairah. Konsumen kini berpaling mencari unit yang menawarkan keseimbangan antara harga terjangkau, ketangguhan harian, dan biaya perawatan yang tidak mencekik. Dengan anggaran terbatas, deretan mobil lawas justru menunjukkan taji sebagai kuda pekerja yang sesungguhnya.Mesin legendaris tangguh: Kijang Kapsul dan Panther masih jadi raja keandalan.Irit bahan bakar dan perawatan: Soluna dan Karimun Kotak primadona kantong ramah.Kapasitas keluarga: Xenia generasi pertama menjawab kebutuhan tujuh penumpang.Kijang Kapsul, Legenda Keluarga yang Tak TergoyahkanToyota Kijang Kapsul bukan sekadar mobil, melainkan aset keluarga yang menyimpan reputasi mesin antiretak. Diproduksi di penghujung 1990-an hingga awal 2000-an, wujudnya masih mudah dijumpai menyusuri jalanan perkotaan hingga pelosok desa.Kabin yang lega menjadi nilai jual utama, namun yang membuatnya begitu dicintai adalah pilihan mesin bensin dan diesel yang dikenal bandel. Mampu melahap perjalanan jauh tanpa banyak drama, bukan kebetulan jika harga jualnya tetap stabil dan tidak terjun bebas seiring bertambahnya usia.Panther, Jagoan Diesel yang Makin Tua Makin JadiBagi pemburu efisiensi, Isuzu Panther adalah jawaban dari doa soal irit bahan bakar. Mesin diesel-nya menyimpan karakter yang sulit ditandingi, mampu menempuh ratusan ribu kilometer tanpa perlu sentuhan besar selain perawatan berkala.Konstruksi mesin yang sederhana menjadikan biaya servisnya ramah di kantong. Tidak perlu lagi bertanya mengapa Panther masih begitu diburu di pasar sekunder, karena logikanya sederhana: semakin tua, penghematannya justru semakin terasa.Soluna, Sedan Minimalis dengan Mesin AwetToyota Soluna kerap terlewat dari radar pembeli, padahal sedan ini menyimpan paket komplet bagi mereka yang berkantong terbatas. Mesin 1.500 cc miliknya adalah salah satu unit terandalkan yang minim keluhan sekaligus hemat bahan bakar.Bodi dan tampilannya memang sederhana, tidak banyak polesan. Namun kenyamanan untuk melaju dalam aktivitas harian serta perjalanan luar kota tetap bisa diandalkan. Soluna adalah bukti bahwa sedan tangguh tidak selalu harus mahal.Karimun Kotak, Si Mungil Lincah Rawat RendahSuzuki Karimun generasi pertama adalah definisi sempurna dari mobil kota. Dimensinya yang kompak membuatnya sangat mudah bermanuver di tengah kemacetan, sementara konsumsi bahan bakarnya berada di level yang sangat sulit dikeluhkan.Poin paling menarik justru terletak pada mesin tahan bantingnya. Dibanding banyak pesaing di kelasnya, biaya perawatan Karimun Kotak bisa dibilang rendah. Wajar jika hingga kini ia masih jadi favorit para pemburu mobil murah meriah.Xenia Generasi Pertama, Solusi 7 Penumpang Berbiaya RinganKetika kebutuhan mengangkut keluarga besar bertemu dengan dana terbatas, Daihatsu Xenia generasi pertama hadir sebagai kompromi yang masuk akal. Kabin yang cukup lapang untuk tujuh orang menjadi keunggulan yang sulit diabaikan.Biaya operasional rendah adalah alasan kuat lainnya. Ketersediaan suku cadang yang melimpah membuat perbaikan dan perawatan rutin tidak akan menjadi mimpi buruk. Xenia generasi awal tetap relevan sebagai mobil keluarga tanpa harus merogoh tabungan terlalu dalam.Referensi: VIVA Otomotif | viva.co.id

Go-Kart GR Toyota Dijual Seharga Motor Bekas, Termurah di Jajaran Gazoo Racing

Go-Kart GR Toyota Dijual Seharga Motor Bekas, Termurah di Jajaran Gazoo Racing

Siapa sangka, label GR yang biasanya menempel di mobil-mobil ganas seperti Supra atau Yaris kini bakal tersemat di kendaraan yang harganya cuma setara motor bebek bekas. Toyota melalui divisi Gazoo Racing sedang menyiapkan produk paling terjangkau yang pernah ada di lini performa tinggi mereka: sebuah go-kart.Banderol cuma Rp35 jutaan, setara harga motor matic bekas paket lengkapProduksi massal pakai teknologi pabrikan mobil demi efisiensi biayaMisi utama menarik minat generasi muda terhadap dunia balap sejak diniDijual lewat dealer resmi GR dan sirkuit karting di Jepang mulai musim gugur 2026Bukan Mobil Sport, Melainkan Go-Kart dengan Identitas GRSelama ini, mendengar nama Gazoo Racing langsung mengarahkan imajinasi kita ke mesin turbo bertenaga besar dan pengendalian setajam silet. Kali ini, pabrikan asal Jepang itu justru memilih jalur berbeda dengan menghadirkan go-kart yang dirancang khusus untuk melibas lintasan balap.Dengan harga yang dikabarkan berada di kisaran 300 ribu yen, atau sekitar Rp35 jutaan hingga Rp40 jutaan, kendaraan ini otomatis menjadi gerbang masuk paling murah untuk merasakan sensasi produk berlabel GR. Angka tersebut bahkan lebih terjangkau dibandingkan motor matic bekas yang masih cukup populer di pasaran.Teknologi Manufaktur Massal Demi Harga TerjangkauSalah satu alasan mengapa go-kart ini bisa dijual dengan harga kompetitif terletak pada pendekatan produksinya. Toyota akan membangun fasilitas perakitan khusus di Prefektur Aichi dan menerapkan teknologi manufaktur yang biasa digunakan untuk mobil massal.Dengan target produksi mencapai 1.000 hingga 2.000 unit per tahun, penggunaan material yang lebih ekonomis serta efisiensi jalur perakitan menjadi kunci utama menekan biaya. Langkah ini memungkinkan konsumen umum, terutama anak muda, untuk memiliki kendaraan balap resmi tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.Misi Besar Toyota di Balik Go-Kart Rp35 JutaanPeluncuran produk ini ternyata bukan sekadar strategi bisnis semata. Toyota melihat adanya penurunan signifikan jumlah pemegang lisensi karting di Jepang dalam beberapa dekade terakhir. Padahal, karting selama ini dikenal sebagai batu loncatan utama bagi para pembalap profesional sebelum naik ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.Dengan menghadirkan go-kart berlabel GR yang mudah diakses, Toyota berharap dapat kembali menyalakan minat generasi muda terhadap dunia otomotif dan motorsport. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak bibit pembalap masa depan tanpa harus terbentur biaya entry-level yang mahal.Dari gambar yang beredar, tampilan go-kart ini terlihat modern dan fungsional. Mengusung satu kursi dengan setir bergaya balap, panel bodinya menutupi sebagian besar rangka sehingga tampilannya lebih rapi dan siap tempur di sirkuit.Potensi Rilis di Negara Lain Termasuk IndonesiaSaat ini, penjualan go-kart GR tersebut difokuskan untuk pasar Jepang melalui jaringan dealer resmi GR serta sejumlah lintasan karting di sana. Kendati demikian, bukan tidak mungkin kendaraan ini bakal diekspor ke negara lain jika permintaan dari konsumen global cukup positif.Kehadirannya di Tanah Air tentu masih menjadi tanda tanya besar. Namun melihat potensi pasar otomotif nasional dan minat terhadap kegiatan track day yang kian tumbuh, produk mungil ini bisa menjadi alternatif menarik bagi komunitas balap pemula yang menginginkan kendaraan resmi dari pabrikan besar.Referensi: Toyota | VIVA.co.id

Pasar Domestik Lesu, Motor Buatan RI Justru Banjir Pesanan Ekspor

Pasar Domestik Lesu, Motor Buatan RI Justru Banjir Pesanan Ekspor

Penjualan sepeda motor di pasar domestik memang mencatat penurunan pada Mei 2026, namun ada cerita berbeda di gerbang ekspor. Di saat distribusi dalam negeri melandai, pengiriman motor utuh buatan Indonesia ke luar negeri justru menunjukkan tren yang menguat.Penjualan motor domestik turun dari 520 ribu unit ke 479.388 unit sepanjang Mei 2026.Ekspor motor utuh (CBU) naik signifikan, mencapai 54.759 unit pada bulan yang sama.Ekspor komponen motor melejit ke angka tertinggi tahun ini, tepatnya 16,57 juta unit.AISI mencatat total penjualan domestik Januari-Mei 2026 sudah menyentuh 2,61 juta unit.Ekspor Motor Utuh Laju Kencang Saat Domestik KoreksiData yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengonfirmasi bahwa sepanjang Mei 2026, ekspor sepeda motor utuh atau Completely Built Up (CBU) menyentuh angka 54.759 unit. Pencapaian ini melampaui realisasi pengiriman pada April yang hanya berada di level 52.411 unit. Fakta ini membuktikan bahwa motor produksi Indonesia masih punya daya tarik kompetitif di berbagai negara tujuan ekspor, meski dinamika pasar domestik sedang bergerak fluktuatif.Sementara itu, distribusi dari pabrik ke diler dalam negeri mengalami penyusutan menjadi 479.388 unit, turun dari capaian bulan sebelumnya yang mampu menembus lebih dari 520 ribu unit. Koreksi ini sekaligus mengakhiri momentum positif pasca bulan Maret yang sempat terjun ke 448.974 unit dan sempat pulih di April.Pengapalan Komponen Ikut Cetak Rekor TertinggiTidak hanya motor utuh yang mencatatkan performa positif, pengiriman komponen sepeda motor ke luar negeri juga ikut mencatatkan hasil terbaik sepanjang tahun berjalan. AISI mencatat volume ekspor komponen pada Mei 2026 menembus 16,57 juta unit. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Januari dan mengindikasikan bahwa aktivitas rantai pasok pabrikan di Tanah Air tetap bergulir kencang berkat permintaan global yang kuat.Di segmen ekspor CKD, meski terjadi sedikit penurunan dari 723.220 unit di April menjadi 697.614 unit, volume puluhan ribu motor dalam bentuk terurai ini masih mencerminkan tingginya aktivitas assembling di negara-negara mitra. Total ekspor CKD selama Januari hingga Mei 2026 sudah menembus lebih dari 3,2 juta unit.Dinamika Jual Beli dan Daya BeliMelihat pola penjualan sepanjang semester pertama, pasar domestik masih bergerak dinamis. Sempat melonjak tajam di Februari dengan 587.354 unit, pasar kemudian terkoreksi dalam di Maret sebelum kembali naik dan turun di bulan-bulan berikutnya. Fluktuasi ini menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat dan faktor musiman masih memegang peranan krusial dalam memengaruhi angka penjualan nasional.Ekspor yang terus bertumbuh menjadi bantalan yang solid. Saat konsumsi lokal melambat, pabrikan otomotif nasional masih bisa menopang kapasitas produksinya dengan mengandalkan permintaan dari pasar internasional yang terus mengalir.Referensi: AISI | VIVA Otomotif

Yadea Siapkan Dana Bantuan Rp10 Juta untuk Pembeli Motor Listrik di PRJ 2026

Yadea Siapkan Dana Bantuan Rp10 Juta untuk Pembeli Motor Listrik di PRJ 2026

Momentum pameran otomotif selalu jadi ladang subur berburu penawaran menarik. Tahun ini, Yadea kembali hadir di Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 dengan membawa program yang bisa meringankan beban awal saat memutuskan beralih ke kendaraan listrik. Program bernama Green Emobility Fund (GEF) ini menawarkan dukungan dana yang cukup signifikan, membuat label harga motor listrik mereka terasa lebih bersahabat.Yadea hadirkan program Green Emobility Fund (GEF) selama PRJ 2026, 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran.Dukungan dana hingga Rp10 juta untuk pembelian motor listrik dan sampai Rp500 ribu untuk sepeda listrik.Syarat mudah: cukup kunjungi booth Yadea, tunjukkan SIM C yang masih berlaku, dan lakukan transaksi pembelian.Promo berlaku untuk seluruh lini, termasuk Osta, GS70, RS20, Ova, Velax U, Velax E, GT20, hingga kendaraan roda tiga komersial.Berapa Besar Bantuan yang Bisa DikantongiProgram GEF kali ini hadir dengan nominal yang lebih besar dibandingkan edisi sebelumnya. Untuk pembelian motor listrik, konsumen bisa mendapatkan dukungan dana hingga mencapai Rp10 juta. Sementara bagi yang tertarik dengan sepeda listrik, ada bantuan sampai Rp500 ribu. Angka ini jelas menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi komuter harian yang sedang menghitung ulang biaya kepemilikan kendaraan bermesin bensin.Yang lebih menggoda, potongan ini tidak dibatasi hanya untuk model tertentu yang kurang laku di pasaran. Seluruh lini kendaraan listrik Yadea yang dijual bisa ditebus dengan program ini. Artinya, baik skutik harian seperti Osta dan Velax, motor sporty seperti GT20, atau bahkan kendaraan roda tiga untuk kebutuhan niaga, semuanya bisa dibawa pulang dengan harga yang lebih ramah di kantong.Syarat Dapat Dana Bantuan, Cukup Bawa SIM CBeberapa program subsidi atau insentif dari pabrikan kerap diiringi syarat administrasi yang rumit dan berjenjang. Yadea justru mengambil jalur yang lebih sederhana di PRJ 2026. Pengunjung pameran hanya perlu datang langsung ke booth Yadea dan menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) C yang masih berlaku sebelum menyelesaikan transaksi pembelian.Proses ini jelas mempercepat langkah calon pembeli yang sudah mantap. Tidak ada mekanisme klaim susulan, formulir daring berbelit, atau antrean verifikasi berkas tambahan. Anda datang, tunjukkan SIM, pilih unit, dan program langsung aktif memotong harga pembelian. Strategi ini cukup cerdas untuk menangkap minat spontan pengunjung pameran yang ingin merasakan sendiri sensasi berkendara tanpa emisi.Dari Osta sampai GT20, Semua Model Dapat DiskonLini produk Yadea di Indonesia sebenarnya cukup beragam, menjangkau kebutuhan mobilitas harian hingga komersial ringan. Dengan program GEF, model seperti Osta dan Velax yang kerap menjadi pilihan komuter bisa didapatkan dengan harga yang lebih kompetitif. Begitu pula dengan GS70 dan RS20 yang menawarkan desain sedikit lebih agresif untuk pengguna muda.Bagi yang mencari sensasi berkendara berbeda, GT20 juga masuk dalam daftar model yang mendapatkan dukungan dana. Bahkan kebutuhan logistik skala kecil bisa terakomodasi lewat kendaraan listrik roda tiga Yadea yang juga tercakup dalam program ini. Kelengkapan jangkauan model ini menunjukkan keseriusan Yadea untuk mendorong adopsi listrik di berbagai segmen pengguna.Upaya Yadea Dorong Adopsi Motor ListrikVP & GM Sales and Marketing Yadea Indonesia, Andy Luo, menyebut program ini sebagai bagian dari langkah perusahaan mempercepat penggunaan kendaraan listrik. Fokus utamanya adalah menyasar masyarakat yang masih menimbang biaya awal sebagai hambatan utama untuk beralih dari motor bensin ke listrik.Di luar program dana bantuan, Yadea juga menyediakan sesi test ride bagi pengunjung PRJ 2026. Kesempatan mencoba langsung sebelum membeli ini cukup penting, mengingat pengalaman berkendara motor listrik bisa terasa berbeda dengan motor konvensional. Mulai dari sensasi torsi instan, tingkat kebisingan yang minim, hingga pengendalian tanpa kopling dan gigi.Harga dan VarianYadea tidak menyebutkan harga pasti unit setelah potongan program GEF. Namun, dengan dukungan hingga Rp10 juta, beberapa model entry-level mereka berpotensi masuk ke rentang harga yang sangat bersaing dengan motor bensin sekalipun. Sebagai gambaran, model seperti Osta dan Velax yang sebelumnya dibanderol di kisaran belasan juta rupiah, bisa saja menyentuh angka belasan juta bagian bawah setelah potongan penuh.Selain diskon, booth Yadea di PRJ 2026 juga menyiapkan merchandise dan penawaran khusus lain bagi pengunjung yang datang. Strategi bundling ini semakin mempermanis paket pembelian, meskipun rincian pastinya baru bisa diketahui langsung di lokasi pameran yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran.Referensi: Yadea | VIVA.co.id

Kawasaki Brusky 125 Goda Pasar Skutik Ekonomis dengan Modal Desain Garang

Kawasaki Brusky 125 Goda Pasar Skutik Ekonomis dengan Modal Desain Garang

Kawasaki memberi sinyal kuat bakal meramaikan segmen skutik entry level. Pabrikan berlogo garpu tala ini melepas gambar teaser misterius menjelang hajatan Jakarta Fair 2026, dan siluetnya langsung memicu spekulasi: ini bukan sportbike penuh fairing, melainkan sekuter otomatis komuter harian yang selama ini absen dari strategi mereka.Model yang dimaksud diyakini sebagai Kawasaki Brusky 125, skutik 125cc yang sudah lebih dulu beredar di beberapa negara Asia Tenggara.Harga yang diharapkan ada di kisaran Rp19 jutaan agar bisa bersaing langsung dengan Honda Vario dan Yamaha Gear.Spesifikasi mesin di kisaran 9,5 dk dengan torsi 10 Nm, berorientasi pada efisiensi dan ketangguhan di kemacetan kota.Bekal lampu Full LED dan pengisian daya USB di panel instrumen jadi nilai lebih untuk komuter modern.Teaser Siluet Tajam, Bukan Big Bike Tapi Skutik LincahSiluet tajam pada teaser resmi Kawasaki menegaskan bahwa model barunya adalah skutik, bukan big bike. (Photo: Kawasaki)Lewat akun media sosial mereka di Indonesia, Kawasaki mengumbar gambar gelap sebuah kendaraan dengan tagline "NEW MODEL UNVEILING". Jika biasanya poster gelap "Tim Ijo" identik dengan kemunculan naked bike atau motor sport fairing, kali ini lain. Lekukan bodi yang terekam jelas menunjukkan postur khas sekuter kompak dengan dek datar yang lapang.Ciri yang paling mencuri perhatian adalah grafis DRL di bagian depan. Garis pencahayaan LED itu dibuat meruncing tajam, berbeda dari kesan membulat ala skutik keluarga. Bahasa desain ini ingin menegaskan bahwa meski masuk kelas ekonomis, Kawasaki tidak ingin Brusky terlihat murahan atau kehilangan DNA agresif yang membuat Ninja dan Z Series disegani.Perkenalkan Brusky 125, Jawaban Berani untuk Komuter UrbanPoster peluncuran di Jakarta Fair jadi penanda masuknya Kawasaki ke segmen skutik harian secara serius. (Photo: Kawasaki)Di beberapa forum otomotif regional, nama Kawasaki Brusky 125 menjadi kandidat terkuat pengisi teaser tersebut. Skutik ini bukan benar-benar barang baru, namun selama ini peredarannya terbatas. Kehadirannya di Jakarta Fair 2026 bisa menjadi titik balik Kawasaki yang selama ini terlihat “jual mahal” untuk bermain di kolam skutik bebek yang volume penjualannya luar biasa besar.Secara tampilan, Brusky 125 mengaplikasi pendekatan desain layering. Panel depan terlihat berotot dan penuh sudut tajam. Suspensi belakangnya sudah mengandalkan model monoshock yang berkontribusi pada tampilan buritan lebih sporty. Ini bukan sekuter murah yang polos tanpa karakter; Kawasaki menyuntikkan cukup banyak guratan tajam agar kendaraan ini tidak terlihat canggung diparkir di sebelah motor sport.Dapur Pacu 125cc dan Pengaturan Sasis Ramah KomuterDesain depan Brusky 125 menerapkan garis tajam khas Kawasaki agar terlihat lebih mahal dari kelasnya. (Photo: Kawasaki)Modal utama Brusky bukanlah mesin tempel bertabur teknologi tinggi, melainkan penggerak yang ringkas, bandel, dan irit. Jantung mekanisnya menawarkan mesin 124.8cc, satu silinder, berpendingin udara yang sudah dilengkapi sistem injeksi.Dari versi yang beredar saat ini, tenaga puncaknya bertengger di angka 9,5 dk pada putaran 7.500 rpm, disertai torsi 10 Nm di 6.000 rpm. Penyaluran daya semacam ini sengaja dirancang untuk ritme lalu lintas yang seringkali hanya bergerak di kecepatan rendah hingga menengah. Transmisi otomatis CVT juga menjadi jaminan kemudahan operasional di tengah stop and go.Motor ini menggunakan velg ring 14 inci yang menjadi standar aman untuk melewati gundukan polisi tidur maupun permukaan aspal yang kurang bersahabat. Di sektor pengereman, skutik ini tetap memakai kombinasi logis: cakram di depan untuk daya gigit pakem dan tromol di belakang yang minim perawatan.Fitur Penunjang Harian, Dipenuhi Tanpa LebaySuspensi belakang monoshock turut memberikan kesan sporty dan modern pada buritan skutik. (Photo: Kawasaki)Sebagai kendaraan yang diproyeksikan menemani aktivitas dari Senin sampai Sabtu, Brusky 125 berusaha memenuhi daftar kebutuhan esensial pengendara masa kini. Pencahayaan sudah mengandalkan teknologi Full LED, memastikan visibilitas malam hari cukup terang dan minim konsumsi daya aki.Di balik setang, pengendara disambut panel instrumen semi digital yang informatif. Tak ketinggalan, stop kontak USB sudah terintegrasi di area dasbor. Dengan kapasitas tangki bensin 5,1 liter, motor ini jelas diposisikan sebagai alat tempur harian yang hanya butuh mampir ke pom bensin beberapa kali dalam sepekan.Geliat Baru di Segmen Skutik 125cc yang KompetitifPanel semi digital dan USB charger tersedia untuk memenuhi aktivitas harian pengendara modern. (Photo: Kawasaki)Kalau benar Brusky 125 yang meluncur, Kawasaki tidak sedang mencari lawan di kelas premium. Arena yang akan mereka masuki adalah kancah pertarungan sesama skutik 125cc yang sudah dihuni raksasa seperti Honda Vario dan Yamaha Gear. Dua nama itu sudah mendarah daging sebagai pilihan utama masyarakat yang mencari motor kedua atau kendaraan pertama yang praktis.Strategi Kawasaki jelas bukan menantang dari sisi kecepatan atau rekayasa mesin terdahsyat. Value proposition mereka ada di tampilan yang berbeda. Di segmen yang isinya didominasi desain komunal, membawa pulang produk bermerek Kawasaki dengan visual tajam ala motor custom bisa jadi sensasi tersendiri, terutama untuk pembeli muda yang bosan dengan opsi mainstream.Dengan harga yang diestimasi menyentuh angka 20 jutaan Rupiah Indonesia (sekitar 40.000 Baht di Thailand) atau jika dikonversi setara Rp19 jutaan, Kawasaki berpotensi membuka pintu bagi konsumen yang sebelumnya menganggap merek ini terlalu eksklusif dan mahal untuk sekadar dipakai kulakan sayur.Potensi Rilis dan Masa Depan Skutik di Tanah AirBan 14 inci dan proporsi bodi ringkas jadi kunci kelincahan Brusky 125 di kemacetan. (Photo: Kawasaki)Walau panggung perdananya jelas ada di Jakarta Fair 2026, belum ada konfirmasi apakah Brusky 125 akan langsung mendarat di dealer-dealer atau sekadar dipamerkan sebagai studi potensi pasar. Namun, langkah Kawasaki ini sudah menunjukkan sinyal serius bahwa mereka ingin kue lebih besar dari segmen roda dua praktis.Kehadirannya di Indonesia bisa menjadi preseden menarik, terutama jika ternyata spesifikasi dan harganya tetap mempertahankan daya saing tinggi seperti versi yang beredar lewat kanal info motor di Thailand. Bila sukses, bukan tidak mustahil strategi ini akan menular ke pasar skutik Asia Tenggara lainnya, termasuk yang selama ini menunggu aksi berani dari pabrikan yang lebih identik dengan arena sirkuit.Referensi: Kawasaki | Greatbiker