Berita Terbaru - Halaman 11

Chery Tiggo 8 CSH Pimpin Pasar PHEV Mei 2026 Saat BYD M6 DM Hadir

Chery Tiggo 8 CSH Pimpin Pasar PHEV Mei 2026 Saat BYD M6 DM Hadir

Pasar kendaraan plug-in hybrid (PHEV) menunjukkan dinamika menarik sepanjang Mei 2026. Meskipun angka distribusi dari pabrik ke diler mengalami sedikit koreksi dibandingkan bulan sebelumnya, minat konsumen terhadap teknologi ramah lingkungan ini tetap menunjukkan tren positif secara tahunan.Chery Tiggo 8 CSH memimpin pasar dengan distribusi 234 unit.Chery Tiggo 9 CSH menyusul di posisi kedua sebanyak 77 unit.Wuling Eksion PHEV mengamankan posisi ketiga dengan 65 unit.BYD M6 DM resmi hadir sebagai opsi PHEV termurah mulai Rp298 juta.Dominasi Chery di Segmen PHEVBYD M6 DM Classic (Photo: Istimewa)Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat total wholesales PHEV mencapai 512 unit pada Mei 2026, turun dari 569 unit pada April 2026. Namun, jika melihat akumulasi Januari hingga Mei 2026, total distribusi menembus 2.601 unit, mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 416,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Chery Tiggo 8 CSH berhasil menjadi idola baru dengan mencatatkan angka 234 unit. Keunggulan model ini terletak pada konfigurasi tujuh penumpang yang dipadukan dengan kenyamanan kabin serta teknologi pendukung yang mumpuni untuk kebutuhan keluarga modern.Persaingan Ketat di Lima BesarTest drive Wuling Darion PHEV Jakarta-Bali (Photo: Istimewa)Posisi kedua dihuni oleh Chery Tiggo 9 CSH dengan 77 unit, yang menawarkan kemewahan lebih tinggi bagi penggunanya. Wuling Eksion PHEV menyusul di peringkat ketiga dengan 65 unit, diikuti oleh Jaecoo J8 SHS sebanyak 50 unit. Sementara itu, Wuling Darion PHEV menutup posisi lima besar dengan 41 unit, sebuah model yang menarik perhatian berkat penggunaan pintu geser pertama di kelasnya.Sebagai catatan, penggunaan pintu geser pada Wuling Darion PHEV memberikan keunggulan aksesibilitas yang praktis, terutama di area parkir yang sempit. Meski demikian, preferensi konsumen terhadap model ini tetap bergantung pada kebutuhan ruang dan fungsionalitas yang ditawarkan dibandingkan kompetitor di kelas SUV berukuran serupa.Kehadiran BYD M6 DM Sebagai Penantang BaruPasar PHEV kini kedatangan pemain baru yang cukup agresif, yakni BYD M6 DM. Kehadirannya menjadi sorotan karena diposisikan sebagai mobil PHEV dengan harga jual paling terjangkau, yakni mulai dari Rp298 juta. Angka ini diprediksi akan mengubah peta persaingan segmen PHEV dalam beberapa bulan ke depan.Model ini akan berhadapan langsung dengan pemain mapan seperti Wuling Darion PHEV atau bahkan varian hybrid lainnya. Dengan harga di bawah Rp300 juta, BYD M6 DM menawarkan nilai ekonomis yang tinggi bagi konsumen yang ingin beralih ke teknologi dual mode tanpa harus mengeluarkan biaya investasi awal yang terlalu besar.Referensi: BYD | Otodream

Motor Listrik Omoway Tawarkan Pengalaman Berkendara Layaknya Laptop Pintar

Motor Listrik Omoway Tawarkan Pengalaman Berkendara Layaknya Laptop Pintar

Inovasi Halo System pada Motor Listrik OmowayPersaingan pasar kendaraan roda dua beralih ke ranah digital. Omoway, pabrikan motor listrik asal China, memperkenalkan teknologi bernama Halo System yang diklaim membawa standar baru dalam konektivitas kendaraan. Fokus utamanya bukan sekadar performa, melainkan integrasi perangkat lunak yang cerdas.Menggunakan teknologi Halo System hasil riset 11 tahun.Sistem operasi mendukung pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA).Konsep kendaraan menyerupai perangkat digital modern seperti laptop atau ponsel pintar.Investasi pengembangan mencapai 157 miliar Rupiah per model.Pengalaman Berkendara Berbasis Perangkat LunakYulong Chen, Manager Omoway Indonesia, menjelaskan bahwa motor listrik mereka dirancang sebagai perangkat pintar yang dinamis. Berbeda dengan kendaraan konvensional yang fiturnya cenderung statis setelah dibeli, motor ini memungkinkan pemilik mendapatkan peningkatan fitur secara berkala melalui pembaruan sistem tanpa perlu mengunjungi bengkel.Saat kendaraan dinyalakan, pengguna akan merasakan proses loading sistem operasi yang serupa dengan perangkat komputer. Pendekatan ini memungkinkan pabrikan untuk terus mengembangkan fungsi kendaraan sepanjang masa pakainya. Inovasi ini menjadi pembeda signifikan di tengah banyaknya pilihan motor listrik yang hanya mengedepankan desain atau jarak tempuh.Investasi dan Komitmen KualitasKomitmen Omoway terlihat dari besarnya dana riset yang dikucurkan, mencapai 10 juta dollar AS atau sekitar 157 miliar Rupiah untuk setiap model yang dikembangkan. Dana tersebut mencakup seluruh ekosistem kendaraan, mulai dari desain sistem elektronik hingga komponen pencahayaan yang memerlukan standar ketahanan tinggi terhadap panas dan air.Dengan profil teknologi yang diusung, motor listrik ini lebih optimal digunakan oleh konsumen urban yang melek teknologi dan menginginkan pembaruan fitur secara berkelanjutan. Jika dibandingkan dengan pemain motor listrik konvensional yang ada di pasar saat ini, Omoway menempatkan diri sebagai penyedia ekosistem digital, bukan sekadar alat transportasi.Referensi: Omoway | VIVA

Regulasi Pengiriman Mobil Listrik Antar Pulau Didesak Segera Diubah

Regulasi Pengiriman Mobil Listrik Antar Pulau Didesak Segera Diubah

Pertumbuhan populasi mobil listrik di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini menghadapi tantangan logistik yang cukup krusial. Masalah utama muncul pada proses pengiriman kendaraan melalui jalur laut yang dinilai masih terkendala aturan lama.Pemerintah Provinsi NTB mendesak evaluasi regulasi pengangkutan kendaraan listrik via kapal penyeberangan.Aturan lama tahun 2024 dinilai tidak lagi relevan dengan pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan listrik saat ini.Jumlah SPKLU di NTB melonjak hingga 51 unit dengan peningkatan konsumsi listrik mencapai delapan kali lipat.Ketidakjelasan aturan menghambat mobilitas kendaraan listrik antar pulau, termasuk unit operasional dinas pemerintah.Hambatan Regulasi di Jalur PenyeberanganBMW produksi 2 juta mobil listrik secara global (Photo: InsideEVs)Kepala Dinas ESDM NTB, Syamsudin, mengungkapkan bahwa pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan serta pihak terkait lainnya. Fokus utama pembahasan adalah menyelaraskan aturan di lapangan agar tidak menghambat distribusi kendaraan listrik antar pulau.Selama ini, petugas di lapangan masih merujuk pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan tahun 2024 mengenai penanganan pengangkutan kendaraan elektrik. Regulasi tersebut dianggap sudah tertinggal mengingat inovasi dan standar keamanan baterai kendaraan saat ini telah berkembang jauh lebih cepat.Dampak pada Mobilitas dan OperasionalZero SPKLU Signature (Photo: InsideEVs)Kendala ini bukan sekadar masalah bagi konsumen umum, tetapi juga menyulitkan operasional pemerintah daerah. Sejumlah kendaraan dinas di lingkungan Pemprov NTB kini sudah beralih menggunakan teknologi elektrifikasi. Tanpa adanya pembaruan aturan, mobilitas kendaraan dinas menuju Pulau Sumbawa melalui jalur laut menjadi sangat terbatas.Pihak pemerintah daerah berharap adanya revisi yang tetap mengedepankan aspek keselamatan pelayaran namun tidak membatasi pergerakan kendaraan listrik. Hal ini dianggap krusial agar adopsi kendaraan ramah lingkungan di wilayah kepulauan tetap berjalan optimal.Lonjakan Ekosistem Kendaraan Listrik di NTBDi tengah tantangan logistik tersebut, adopsi kendaraan listrik di NTB justru menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. PT PLN (Persero) mencatat lonjakan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang kini mencapai 51 unit pada tahun 2026.Pemanfaatan SPKLU oleh lebih dari 500 pemilik kendaraan listrik tercatat meningkat tajam. Konsumsi listrik untuk pengisian daya melonjak hingga delapan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap transisi energi di sektor transportasi.Referensi: Pemerintah Provinsi NTB | Otodream

Mitsubishi Lancer Bangkit Kembali Menggunakan Basis Platform Nissan Sentra

Mitsubishi Lancer Bangkit Kembali Menggunakan Basis Platform Nissan Sentra

Nama besar Mitsubishi Lancer kembali mencuat di industri otomotif global. Setelah absen selama hampir satu dekade dari pasar Amerika Serikat, sedan legendaris ini diprediksi akan segera kembali dengan pendekatan baru melalui aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.Mitsubishi Lancer berpotensi kembali diproduksi menggunakan platform Nissan Sentra.Strategi ini diambil untuk efisiensi biaya pengembangan model baru.Berpotensi menjadi model termurah Mitsubishi dengan harga mulai dari Rp399 juta.Mesin 2.0 liter naturally aspirated dengan transmisi CVT menjadi opsi utama.Strategi Badge Engineering MitsubishiMitsubishi Lancer. (Photo: Mitsubishi)Langkah Mitsubishi untuk menghidupkan kembali Lancer tidak dilakukan dengan membangun platform dari nol. Pabrikan asal Jepang ini memilih memanfaatkan teknologi milik mitra aliansinya, Nissan. Strategi badge engineering ini sebenarnya sudah diterapkan di berbagai wilayah, seperti penggunaan basis Renault pada model Colt dan ASX di Eropa.Penggunaan basis Nissan Sentra dianggap sebagai langkah paling logis. Sedan kompak ini memiliki dimensi serta posisi pasar yang sangat relevan dengan kebutuhan Mitsubishi saat ini. Dengan panjang 4.655 mm dan jarak sumbu roda 2.705 mm, Sentra menawarkan ruang kabin yang kompetitif di segmen sedan kompak.Potensi Harga dan Posisi PasarJika proyek ini terealisasi, Lancer baru diproyeksikan mengisi kekosongan segmen entry-level setelah produksi Mirage dihentikan. Berdasarkan harga jual Nissan Sentra saat ini yang berada di angka Rp399 juta (22.600 dolar AS), model kembarannya dari Mitsubishi berpotensi menjadi opsi yang lebih terjangkau dibandingkan jajaran SUV mereka saat ini.Secara teknis, kendaraan ini kemungkinan besar akan mengusung mesin empat silinder 2.0 liter naturally aspirated dengan tenaga 149 hp. Sistem penggerak roda depan yang dikawinkan dengan transmisi CVT Xtronic menjadi standar yang digunakan, memberikan kenyamanan berkendara harian yang efisien.Tantangan Nama Besar LancerMeskipun secara bisnis langkah ini dianggap masuk akal, tantangan emosional dari para penggemar tetap menjadi sorotan. Nama Lancer sangat identik dengan sejarah reli dunia dan performa tinggi melalui varian Evolution. Banyak pihak yang khawatir bahwa penggunaan nama ikonik pada sedan standar akan mengaburkan nilai historis yang telah dibangun selama puluhan tahun.Namun, bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan harian dengan nilai fungsionalitas tinggi, kehadiran sedan baru ini bisa menjadi angin segar. Mitsubishi saat ini memang lebih fokus pada lini SUV dan crossover, sehingga kembalinya sedan kompak dapat memberikan diversifikasi produk yang lebih luas.Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai jadwal peluncuran atau kepastian produksi massal dari pihak pabrikan. Publik masih menanti apakah Mitsubishi akan benar-benar merealisasikan rencana ini di masa depan.Referensi: Mitsubishi | Otodream

Kejagung Bongkar Dugaan Markup Harga Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis

Kejagung Bongkar Dugaan Markup Harga Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis

Kejaksaan Agung mengungkapkan temuan serius terkait pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis. Vendor yang ditunjuk diduga melakukan manipulasi data harga serta spesifikasi unit yang tidak sesuai dengan kebutuhan Badan Gizi Nasional.PT Yasa Artha Trimanunggal diduga melakukan penggelembungan harga motor listrik hingga mencapai Rp47 jutaan per unit.Pihak vendor dilaporkan tidak memiliki jaringan diler maupun bengkel resmi yang aktif untuk mendukung operasional kendaraan.Sebagian besar unit motor listrik hingga saat ini masih tertahan di gudang penyimpanan kawasan Sentul, Bogor.Pembayaran penuh telah dilakukan oleh Badan Gizi Nasional berdasarkan berita acara serah terima yang diduga telah dimanipulasi.Dugaan Manipulasi Spesifikasi dan HargaEmmo JVX GT (Photo: Emmo)Penyidikan yang dilakukan oleh Jampidsus Kejagung menyoroti peran PT Yasa Artha Trimanunggal dalam proyek pengadaan ini. Komisaris perusahaan tersebut, Andri Mulyono, diduga melakukan akuisisi terhadap entitas lain demi memenuhi persyaratan administratif pengadaan. Tindakan ini disinyalir sebagai langkah untuk memuluskan proses agar nilai pengadaan mendekati pagu anggaran yang telah ditetapkan.Syarief Sulaeman dari pihak Kejagung menyatakan bahwa harga per unit yang diajukan berada di kisaran Rp47 juta. Angka tersebut dinilai tidak mencerminkan nilai barang yang sebenarnya. Selain masalah harga, kejanggalan utama terletak pada ketiadaan infrastruktur pendukung seperti diler dan bengkel yang seharusnya menjadi syarat mutlak bagi penyedia kendaraan listrik.Status Terkini Unit Motor ListrikEmmo JVH Max (Photo: Emmo)Meskipun pihak vendor telah menerima pembayaran 100 persen, realita di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Laporan yang masuk ke Badan Gizi Nasional menyebutkan bahwa perakitan sudah selesai, namun hasil investigasi menunjukkan bahwa unit yang tersedia tidak memenuhi standar yang disyaratkan. Akibatnya, distribusi ke masyarakat menjadi terhambat.Hingga saat ini, mayoritas unit motor listrik tersebut masih tersimpan di gudang. Kejagung terus mendalami kasus ini untuk memastikan transparansi dalam penggunaan anggaran negara pada sektor pengadaan kendaraan listrik. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pihak terkait untuk lebih selektif dalam verifikasi vendor penyedia alat transportasi dalam program pemerintah.Referensi: Emmo | Otodream