EV 19 Jun, 2026

Baterai Bekas Mobil Listrik Dijual Ilegal Untuk Kendaraan Roda Dua

Bagikan:
Baterai Bekas Mobil Listrik Dijual Ilegal Untuk Kendaraan Roda Dua

Industri kendaraan listrik di China tengah menghadapi masalah serius terkait peredaran komponen vital di pasar gelap. Investigasi terbaru mengungkap praktik penyalahgunaan baterai bekas mobil listrik yang dialihkan ke bengkel tidak bersertifikat untuk dirakit ulang menjadi sumber daya kendaraan roda dua.

  • Baterai bekas mobil listrik dimodifikasi ilegal untuk sepeda listrik
  • Sistem perlindungan kelistrikan sering kali dinonaktifkan demi performa
  • Pemerintah China merilis sistem pelacakan digital untuk setiap baterai
  • Sekitar 80 persen kebakaran sepeda listrik terkait modifikasi baterai bekas
  • Harga baterai baru yang makin terjangkau menekan pasar gelap

Risiko Tinggi Dibalik Modifikasi Ilegal

Baterai bekas dari mobil listrik yang seharusnya masuk ke jalur daur ulang resmi, justru diubah menjadi paket bertegangan 60 volt hingga 72 volt. Angka ini jauh melampaui standar 48 volt yang ditetapkan untuk kendaraan listrik ringan. Modifikasi ini sering kali mengorbankan fitur keselamatan vital seperti perlindungan terhadap arus berlebih, pengisian daya berlebih, hingga pencegahan korsleting.

Praktik ini dilakukan demi menekan biaya produksi dan meningkatkan performa baterai agar lebih bertenaga. Namun, langkah tersebut membawa dampak fatal. Otoritas setempat mencatat bahwa 33 persen kasus kebakaran sepeda listrik berkaitan langsung dengan sistem kelistrikan yang dimodifikasi secara tidak standar, dengan 80 persen di antaranya bersumber dari paket baterai bekas mobil listrik.

Langkah Tegas Pemerintah dan Industri

Menanggapi maraknya peredaran ilegal ini, otoritas di China telah menerapkan kebijakan ketat sejak 1 April 2026. Setiap baterai kini wajib memiliki identitas digital unik sejak diproduksi hingga didaur ulang. Sistem pelacakan nasional ini dirancang untuk memantau pergerakan baterai secara transparan dan memastikan tidak ada unit yang bocor ke pasar ilegal.

Selain pengawasan ketat, penurunan harga baterai baru juga menjadi faktor pendukung. Produksi massal teknologi lithium iron phosphate (LFP) oleh produsen besar seperti CATL dan BYD membuat harga sel baterai semakin murah. Hal ini secara alami menekan margin keuntungan pelaku usaha ilegal yang merakit baterai dari sel bekas.

Kompromi teknis yang terjadi dalam perakitan ilegal ini menunjukkan bahwa penggunaan kembali modul baterai otomotif untuk kendaraan ringan sangat berisiko tinggi. Karena tidak dirancang untuk sistem manajemen baterai (BMS) yang sederhana pada sepeda listrik, penggunaan sel bekas ini sering kali gagal menjaga stabilitas suhu dan tegangan saat digunakan secara intensif di jalan raya.

Referensi: China Central Television | https://www.viva.co.id/otomotif/1906308-ketahuan-baterai-bekas-mobil-listrik-dijual-lagi-ke-pasar-gelap-dipakai-untuk-kendaraan-murah