Topik Artikel

Motor listrik

Nasib Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis Rp49 Jutaan Terkuak

Nasib Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis Rp49 Jutaan Terkuak

Program pengadaan motor listrik untuk mendukung operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi sorotan publik. Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya buka suara mengenai keberlanjutan pemanfaatan unit kendaraan yang sempat tersandung masalah hukum tersebut.Badan Gizi Nasional berkomitmen memaksimalkan aset negara yang telah dibeli pada tahun 2025.Motor listrik Emmo JVX GT sempat diadakan dengan harga Rp49,95 juta per unit.Pemerintah meninjau ulang seluruh pengadaan untuk memastikan manfaat nyata bagi masyarakat.Kejaksaan Agung sebelumnya mendalami dugaan markup harga pada pengadaan 21.801 unit motor.Komitmen Memaksimalkan Aset NegaraWakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, menegaskan bahwa prinsip utama yang dipegang saat ini adalah mengoptimalkan setiap barang yang sudah dibeli menggunakan dana APBN. Hal ini mencakup berbagai perangkat pendukung operasional, termasuk motor listrik yang sebelumnya direncanakan untuk kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.Langkah ini diambil guna memastikan bahwa anggaran triliunan rupiah yang telah terserap tidak terbuang sia-sia. Pihak BGN menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk menuntaskan status aset-aset tersebut agar dapat segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya di lapangan.Detail Unit dan Status PengadaanMotor listrik yang menjadi pusat perhatian adalah model Emmo JVX GT. Berdasarkan data katalog Inaproc, unit tersebut tercatat memiliki harga Rp49,95 juta per unit, nilai yang sudah mencakup PPN 12 persen. Total pengadaan mencakup 21.801 unit dengan nilai kontrak mencapai lebih dari Rp1 triliun.Proses hukum terkait dugaan markup harga dalam pengadaan ini masih berjalan di Kejaksaan Agung. Fokus utama penyidikan mencakup penyusunan pengadaan barang dan jasa yang dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Meski demikian, pihak BGN tetap berupaya mencari solusi terbaik agar operasional program tetap berjalan dengan memaksimalkan unit yang ada.Referensi: Emmo | Otodream

Investasi Rp15 Triliun Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi di Kendal

Investasi Rp15 Triliun Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi di Kendal

Kabar besar datang dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang resmi menjadi lokasi pembangunan ekosistem industri kendaraan listrik (EV) dengan nilai investasi mencapai Rp15 triliun. Proyek masif ini melibatkan investor asal China dan diproyeksikan menjadi pusat pengembangan rantai pasok kendaraan listrik yang lengkap bagi kebutuhan konsumen.Investasi sebesar Rp15 triliun untuk membangun ekosistem EV terintegrasi.Fasilitas mencakup produksi baterai, ban, hingga suku cadang kendaraan listrik.Menargetkan penyerapan 10.000 tenaga kerja lokal dengan transfer teknologi.Fokus pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50 persen.Pusat Baru Industri Kendaraan ListrikIlustrasi motor listrik (Photo: Istimewa)Pengembangan kawasan industri di Kendal ini tidak hanya sekadar membangun pabrik perakitan, melainkan menciptakan ekosistem yang menyeluruh. Mulai dari baterai hingga komponen utama untuk motor listrik dan kendaraan komersial akan diproduksi di lokasi yang sama. Langkah ini diharapkan mampu menekan biaya logistik dan mempercepat ketersediaan suku cadang bagi pengguna kendaraan listrik di masa depan.Keterlibatan investor melalui PT New Generation Mobility dan PT China State Construction Engineering Corporation menjadi bukti bahwa sektor kendaraan listrik nasional kini semakin dilirik pemain global. Dengan integrasi yang kuat antara sistem elektrikal, industri baterai, dan perakitan, diharapkan harga jual produk akhir nantinya bisa lebih kompetitif dan ramah di kantong masyarakat.Manfaat Bagi Tenaga Kerja dan Ekosistem LokalPabrik kendaraan listrik (Photo: Istimewa)Salah satu poin utama dari proyek ini adalah prioritas rekrutmen tenaga kerja lokal. Proyek ini diproyeksikan menyerap hingga 10.000 tenaga kerja yang akan mendapatkan pelatihan langsung untuk mendukung proses transfer teknologi. Hal ini menjadi angin segar bagi pekerja urban dan tenaga terampil yang ingin terlibat langsung dalam transformasi industri menuju transportasi ramah lingkungan.Selain itu, penggunaan sumber daya lokal yang ditargetkan mencapai TKDN di atas 50 persen akan mendorong pertumbuhan industri pendukung di sekitar kawasan. Bagi calon pembeli, ini berarti jaminan ketersediaan suku cadang yang lebih terjamin dan layanan purna jual yang lebih mudah diakses dibandingkan produk impor yang sepenuhnya bergantung pada rantai pasok luar negeri.Mengapa Kendal Menjadi Pilihan UtamaPemilihan lokasi di Jawa Tengah didasarkan pada posisi strategis di Pulau Jawa serta iklim investasi yang kondusif. Kemudahan perizinan dan dukungan pemerintah daerah menjadi daya tarik kuat bagi investor untuk menanamkan modal dalam jangka panjang. Stabilitas sosial dan infrastruktur di Kawasan Ekonomi Kendal dinilai sangat mendukung operasional pabrik skala besar yang membutuhkan mobilitas tinggi.Referensi: PT Kawasan Industri Seafer | Otodream

Kejagung Bongkar Dugaan Markup Harga Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis

Kejagung Bongkar Dugaan Markup Harga Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis

Kejaksaan Agung mengungkapkan temuan serius terkait pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis. Vendor yang ditunjuk diduga melakukan manipulasi data harga serta spesifikasi unit yang tidak sesuai dengan kebutuhan Badan Gizi Nasional.PT Yasa Artha Trimanunggal diduga melakukan penggelembungan harga motor listrik hingga mencapai Rp47 jutaan per unit.Pihak vendor dilaporkan tidak memiliki jaringan diler maupun bengkel resmi yang aktif untuk mendukung operasional kendaraan.Sebagian besar unit motor listrik hingga saat ini masih tertahan di gudang penyimpanan kawasan Sentul, Bogor.Pembayaran penuh telah dilakukan oleh Badan Gizi Nasional berdasarkan berita acara serah terima yang diduga telah dimanipulasi.Dugaan Manipulasi Spesifikasi dan HargaEmmo JVX GT (Photo: Emmo)Penyidikan yang dilakukan oleh Jampidsus Kejagung menyoroti peran PT Yasa Artha Trimanunggal dalam proyek pengadaan ini. Komisaris perusahaan tersebut, Andri Mulyono, diduga melakukan akuisisi terhadap entitas lain demi memenuhi persyaratan administratif pengadaan. Tindakan ini disinyalir sebagai langkah untuk memuluskan proses agar nilai pengadaan mendekati pagu anggaran yang telah ditetapkan.Syarief Sulaeman dari pihak Kejagung menyatakan bahwa harga per unit yang diajukan berada di kisaran Rp47 juta. Angka tersebut dinilai tidak mencerminkan nilai barang yang sebenarnya. Selain masalah harga, kejanggalan utama terletak pada ketiadaan infrastruktur pendukung seperti diler dan bengkel yang seharusnya menjadi syarat mutlak bagi penyedia kendaraan listrik.Status Terkini Unit Motor ListrikEmmo JVH Max (Photo: Emmo)Meskipun pihak vendor telah menerima pembayaran 100 persen, realita di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Laporan yang masuk ke Badan Gizi Nasional menyebutkan bahwa perakitan sudah selesai, namun hasil investigasi menunjukkan bahwa unit yang tersedia tidak memenuhi standar yang disyaratkan. Akibatnya, distribusi ke masyarakat menjadi terhambat.Hingga saat ini, mayoritas unit motor listrik tersebut masih tersimpan di gudang. Kejagung terus mendalami kasus ini untuk memastikan transparansi dalam penggunaan anggaran negara pada sektor pengadaan kendaraan listrik. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pihak terkait untuk lebih selektif dalam verifikasi vendor penyedia alat transportasi dalam program pemerintah.Referensi: Emmo | Otodream