Berita 21 Jun, 2026

Penjualan BYD Anjlok di Mei 2026 Sinyal Mobil Rakitan Subang Siap

Bagikan:
Penjualan BYD Anjlok di Mei 2026 Sinyal Mobil Rakitan Subang Siap

Distribusi mobil BYD mengalami penurunan drastis pada Mei 2026 dengan catatan penjualan wholesales hanya mencapai 895 unit. Angka ini merosot tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang mampu menyentuh 4.625 unit.

  • Penurunan distribusi dipicu menipisnya stok unit impor CBU.
  • BYD sedang melakukan transisi rantai pasok menuju produksi lokal.
  • Pabrik di Subang Smartpolitan diproyeksikan segera beroperasi penuh.
  • Model Atto 1 dan M6 menjadi kandidat kuat kendaraan rakitan lokal.

Analisis Penurunan Distribusi BYD

BYD Atto 3 di pameran otomotif
BYD Atto 3 di IIMS 2026. (Photo: Istimewa)

Penurunan angka tersebut bukan berarti minat pasar terhadap mobil listrik BYD memudar. Kondisi ini lebih merupakan dampak dari strategi perusahaan yang sedang membenahi sistem pasokan. Stok kendaraan impor yang selama ini menjadi andalan mulai habis terserap oleh konsumen.

Sepanjang tahun 2025, BYD tercatat sebagai merek dengan volume impor tertinggi. Dengan total distribusi yang sudah hampir menyamai jumlah unit impor, wajar jika pasokan unit CBU mengalami tekanan sebelum pabrik lokal beroperasi.

Transisi Menuju Produksi Lokal di Subang

Pabrik BYD di Subang Smartpolitan Jawa Barat
Pabrik BYD di Subang Smartpolitan, Jawa Barat (Photo: Istimewa)

Fasilitas produksi di Subang Smartpolitan kini berada pada tahap akhir persiapan. Langkah ini menjadi babak baru bagi eksistensi BYD dalam menghadirkan mobil listrik yang lebih kompetitif. Produksi lokal diharapkan dapat menstabilkan distribusi unit ke seluruh jaringan dealer.

Secara teknis, pergeseran dari unit CBU ke rakitan lokal memerlukan penyesuaian rantai pasok yang cukup kompleks. Proses ini menjadi kunci agar ketersediaan unit kembali normal dan dapat memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat.

Model yang Berpotensi Diproduksi Lokal

Model seperti Atto 1 dan M6 EV menjadi kandidat utama untuk diproduksi di pabrik Subang. Atto 1 saat ini menjadi kontributor utama karena harganya yang terjangkau untuk segmen perkotaan. Sementara M6 EV tetap menjadi pilihan favorit bagi keluarga yang membutuhkan ruang kabin luas.

Sebagai perbandingan, model-model ini bersaing ketat dengan berbagai kendaraan listrik dari pabrikan lain yang sudah lebih dulu memiliki basis produksi atau perakitan di dalam negeri. Kehadiran unit rakitan lokal tentu akan memberikan keuntungan lebih dalam aspek ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual bagi pemiliknya.

Referensi: BYD | www.otodream.com