Topik Artikel

Mobil listrik

Bocoran SUV Baru Suzuki di GIIAS 2026 dan Tren Mobil Listrik Murah

Bocoran SUV Baru Suzuki di GIIAS 2026 dan Tren Mobil Listrik Murah

Pasar otomotif nasional kembali memanas dengan munculnya berbagai kabar mengenai produk baru yang siap mengaspal. Konsumen kini semakin dimanjakan dengan pilihan kendaraan yang lebih beragam serta potensi harga yang kian bersahabat di berbagai segmen.Suzuki bersiap meluncurkan model SUV terbaru pada ajang GIIAS 2026.Geely EX2 hadir dengan harga mulai Rp200 jutaan sebagai opsi mobil listrik terjangkau.Ekosistem kendaraan listrik yang berkembang menjadi sinyal penurunan harga jual unit di masa depan.Kejutan SUV Baru Suzuki di GIIAS 2026Suzuki dikabarkan tengah menyiapkan amunisi baru untuk meramaikan ajang pameran otomotif berskala internasional, GIIAS 2026. Kehadiran model SUV anyar ini memicu rasa penasaran yang besar karena segmen tersebut masih menjadi favorit utama bagi pengguna keluarga maupun komuter harian.Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperkuat posisi di tengah gempuran merek Jepang serta pabrikan China yang semakin agresif. Jika melihat tren saat ini, SUV baru tersebut kemungkinan besar akan dibekali fitur yang relevan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan yang membutuhkan efisiensi dan kenyamanan ekstra.Geely EX2 Tawarkan Opsi Listrik TerjangkauDi sisi lain, Geely EX2 mencuri perhatian karena dipasarkan dengan harga di kisaran Rp200 jutaan. Angka ini menjadikannya salah satu pilihan menarik bagi mereka yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.Tidak hanya soal banderol harga, pengalaman penggunaan harian juga menjadi nilai tambah yang mengejutkan bagi para pemiliknya. Kombinasi antara fitur modern dan efisiensi biaya kepemilikan menjadi daya tarik utama yang membuat persaingan di kelas mobil listrik entry level semakin ketat.Proyeksi Harga Kendaraan Listrik ke DepanHarapan masyarakat untuk memiliki mobil listrik dengan harga lebih terjangkau tampaknya mulai menunjukkan titik terang. Sejumlah sinyal positif muncul dari perkembangan biaya produksi serta ekosistem komponen utama yang semakin matang.Jika tren ini terus berlanjut, harga kendaraan ramah lingkungan berpotensi menjadi lebih kompetitif dalam beberapa tahun mendatang. Kondisi tersebut tentu akan mempercepat adopsi teknologi hijau sekaligus memberikan fleksibilitas lebih bagi calon pembeli dalam menentukan pilihan kendaraan pertama mereka.Referensi: Suzuki | VIVA

Teknologi Chery Super Hybrid Pangkas Biaya Harian Jadi Rp13 Ribuan

Teknologi Chery Super Hybrid Pangkas Biaya Harian Jadi Rp13 Ribuan

Chery baru saja memperkenalkan teknologi Chery Super Hybrid (CSH) yang dirancang untuk memberikan efisiensi energi lebih baik bagi para pengguna kendaraan. Teknologi ini hadir sebagai solusi bagi pemilik mobil yang ingin menekan biaya transportasi harian tanpa harus mengorbankan kenyamanan berkendara jarak jauh.Biaya energi harian untuk jarak 40 kilometer hanya sekitar Rp13.073 hingga Rp13.878.Tersedia dalam dua konsep yaitu Weekday EV Weekend Hybrid dan Save Everyday.Model Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer.Potensi penghematan biaya operasional bulanan hingga ratusan ribu Rupiah.Pilihan Teknologi Sesuai KebutuhanTiggo Cross CSH Hybrid di GIIAS 2025 (Photo: Chery)Teknologi CSH diaplikasikan pada empat model sekaligus, yakni Tiggo C5 CSH, Tiggo Cross CSH, Tiggo 8 CSH, dan Tiggo 9 CSH. Chery membagi pendekatan elektrifikasi ini menjadi dua konsep utama yang bisa disesuaikan dengan gaya hidup pemiliknya.Model Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH mengusung konsep Weekday EV, Weekend Hybrid. Kendaraan ini memungkinkan pengguna untuk memanfaatkannya layaknya mobil listrik murni saat beraktivitas di dalam kota, sementara mesin hybrid akan mengambil alih saat melakukan perjalanan jauh di akhir pekan.Di sisi lain, model Tiggo Cross CSH dan Tiggo C5 CSH hadir dengan konsep Save Everyday. Fokus utama pada model ini adalah memberikan efisiensi bahan bakar yang optimal melalui sistem Hybrid Electric Vehicle (HEV) guna mendukung mobilitas harian yang padat.Analisis Biaya Penggunaan HarianChery Tiggo 9 PHEV (Photo: Chery)Bagi Anda yang sedang menghitung anggaran bulanan, Chery memberikan simulasi menarik. Dengan asumsi tarif listrik rumah tangga Rp1.700 per kWh dan harga BBM Pertamax Rp16.250 per liter, biaya energi harian untuk menempuh jarak 40 kilometer bisa ditekan secara signifikan.Sebagai perbandingan, biaya operasional bulanan untuk menempuh jarak 1.200 kilometer pada Tiggo 9 CSH hanya memerlukan biaya sekitar Rp392.199. Angka ini jauh lebih kompetitif jika dibandingkan dengan mobil bermesin bensin konvensional yang rata-rata membutuhkan biaya operasional mencapai Rp1,39 juta dalam periode yang sama.Untuk model HEV seperti Tiggo Cross CSH, efisiensi bahan bakarnya mencapai 20 km per liter. Penggunaan bulanan sejauh 1.200 kilometer diperkirakan menelan biaya bahan bakar sekitar Rp975.000. Sementara itu, Tiggo C5 CSH menawarkan efisiensi lebih tinggi dengan konsumsi BBM 20,4 km per liter, sehingga mampu memberikan penghematan hingga Rp441 ribu per bulan dibanding mobil bensin di kelasnya.Referensi: Chery | Otodream

Neta V-II Tetap Terjual Satu Unit Di Tengah Tantangan Restrukturisasi Bisnis

Neta V-II Tetap Terjual Satu Unit Di Tengah Tantangan Restrukturisasi Bisnis

Di tengah berbagai kabar mengenai krisis yang melanda perusahaan induknya di China, Neta V-II ternyata masih berhasil mencatatkan penjualan. Meski hanya terjual satu unit pada Mei 2026, capaian tersebut menunjukkan bahwa masih ada konsumen yang percaya pada produk mobil listrik tersebut.Penjualan Neta V-II tercatat satu unit pada Mei 2026.Perusahaan induk Hozon Auto tengah menjalani proses restrukturisasi global.Neta Indonesia memastikan layanan purna jual dan garansi tetap berjalan normal.Persaingan segmen mobil listrik nasional semakin ketat dengan kehadiran pemain baru.Dinamika Penjualan Di Tengah RestrukturisasiNeta V-II dan Neta X untuk taksi (Photo: Istimewa)Penjualan satu unit memang terlihat sangat kecil jika dibandingkan para pesaingnya di segmen kendaraan listrik. Namun angka tersebut menjadi menarik karena terjadi ketika Neta sedang menghadapi tantangan berat, mulai dari restrukturisasi global, penyesuaian operasional di berbagai negara, hingga berkurangnya jaringan dealer.Neta masuk ke pasar pada 2023 dengan menawarkan mobil listrik yang menyasar segmen harga Rp200 juta hingga Rp300 juta. Strategi tersebut sebenarnya mirip dengan sejumlah merek lain yang sukses menarik perhatian konsumen. Namun perjalanan Neta ternyata tidak semulus kompetitornya. Kondisi finansial perusahaan induk, Hozon Auto, ikut mempengaruhi kinerja bisnis mereka di berbagai wilayah.Meski demikian, Neta Indonesia berulang kali menegaskan bahwa mereka belum berencana meninggalkan pasar. Perusahaan menyebut proses restrukturisasi yang berlangsung di tingkat global merupakan langkah untuk memperkuat fondasi bisnis dalam jangka panjang.Posisi Pasar Dan Tantangan KompetitorDi Indonesia, Neta V-II menjadi salah satu model utama yang dipasarkan selain Neta X. Menurut laporan Gaikindo, Neta X varian Elite dengan jarak tempuh 500 km laku 12 unit secara wholesales pada April 2026. Namun pada bulan lalu, model tersebut tidak mencatatkan penjualan sama sekali.Mobil listrik ini dirakit secara lokal dan sempat menjadi andalan perusahaan untuk menjangkau konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan harga relatif terjangkau. Dengan profil tersebut, model ini sebenarnya ditargetkan untuk penggunaan harian di jalur perkotaan yang padat.Tantangan yang dihadapi Neta tidak hanya berasal dari sisi internal perusahaan. Persaingan pasar mobil listrik nasional juga semakin ketat. Kehadiran merek-merek baru, ditambah dominasi pemain yang lebih mapan seperti Wuling dan BYD, membuat ruang gerak Neta semakin sempit. Jika dibandingkan dengan model dari Wuling atau BYD, Neta kini harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan kepercayaan calon pembeli.Komitmen Layanan Purna JualKetua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengakui bahwa keberlangsungan bisnis Neta sepenuhnya bergantung pada keputusan perusahaan. Meski demikian, ia menilai kehadiran Neta tetap memberikan dampak positif bagi industri otomotif nasional, terutama dari sisi transfer teknologi dan pengalaman perakitan kendaraan listrik.Selain memastikan bisnis tetap berjalan, Neta Indonesia juga menegaskan bahwa layanan purna jual masih tersedia. Perusahaan bekerja sama dengan sejumlah mitra servis dan menyatakan stok suku cadang tetap aman bagi konsumen. Kebijakan garansi kendaraan juga disebut tidak mengalami perubahan meski perusahaan tengah menjalani masa restrukturisasi.Referensi: Neta | Otodream

BMW M Concept New Class Pamerkan Calon Sedan Listrik 1.000 HP

BMW M Concept New Class Pamerkan Calon Sedan Listrik 1.000 HP

BMW resmi memperkenalkan BMW M Concept New Class sebagai visi masa depan lini performa tinggi mereka di era elektrifikasi. Mobil konsep ini menjadi gambaran nyata bagaimana DNA balap BMW M akan bertransformasi menjadi kendaraan full listrik dengan performa yang jauh melampaui standar mobil konvensional.Mengusung empat motor listrik dengan estimasi tenaga menembus 1.000 hp.Menjadi basis pengembangan untuk generasi terbaru BMW M3 listrik.Desain aerodinamis dengan material berkelanjutan dan lampu khas M Yellow.Kabin minimalis dengan fokus pada pengalaman berkendara performa tinggi.Desain Agresif dan Aerodinamika Masa DepanBMW M Concept New Class. (Photo: BMW)Secara visual, mobil ini tampil sangat agresif dengan proporsi bodi yang menonjolkan karakter sport. Garis bahu yang berotot dipadukan dengan fender lebar memberikan kesan kokoh sekaligus atletis khas mobil berperforma tinggi. BMW juga menyematkan elemen aerodinamika fungsional seperti M Aero Mirrors dan kap mesin berbentuk V yang dilengkapi ventilasi udara untuk pendinginan sistem penggerak listrik.Identitas visual baru diperkenalkan melalui lampu M Yellow yang terinspirasi dari mobil balap GT dan prototipe BMW M Hybrid V8. Bagian belakangnya terlihat sangat teknis berkat penggunaan diffuser besar dengan desain melayang serta spoiler ducktail yang berfungsi meningkatkan downforce saat melaju di kecepatan tinggi.Kabin Minimalis Berorientasi PengemudiBMW M Concept New Class. (Photo: BMW)Interior mobil ini mengusung pendekatan yang berorientasi penuh pada pengalaman pengemudi. Terdapat empat jok bucket yang dirancang khusus untuk memberikan dukungan maksimal saat bermanuver. Penggunaan material kulit Merino dua warna dengan sabuk pengaman lima titik semakin mempertegas suasana kokpit mobil balap yang murni.BMW juga mengintegrasikan material berkelanjutan seperti serat alami pada berbagai komponen interior dan eksterior. Aksen warna merah pada tuas pemindah gigi dan tampilan layar digital memberikan kontras yang kuat, menciptakan suasana sporty yang modern tanpa mengorbankan fungsionalitas bagi penggunanya.Potensi Performa dan Masa Depan BMW M3BMW M Concept New Class. (Photo: BMW)Meskipun spesifikasi teknis mendetail belum dirilis sepenuhnya, mobil ini dirancang untuk menjadi pondasi bagi BMW M3 listrik di masa depan. Penggunaan empat motor listrik yang menghasilkan lebih dari 1.000 hp menempatkan model ini sebagai salah satu sedan performa paling bertenaga yang pernah dikembangkan oleh pabrikan asal Munich tersebut.Penggunaan velg center lock serta warna Monza Red metallic yang dikembangkan khusus semakin menegaskan bahwa mobil ini diciptakan untuk mereka yang mendambakan performa murni di balik teknologi elektrifikasi. Bagi konsumen yang terbiasa dengan karakter handling BMW M, transisi ke sistem penggerak listrik ini diharapkan tetap mempertahankan presisi kendali yang menjadi ciri khas utama brand tersebut.Referensi: BMW | Otodream

Wuling Aira EV Meluncur Bikin Harga Bekas Air ev Makin Murah

Wuling Aira EV Meluncur Bikin Harga Bekas Air ev Makin Murah

Kabar kehadiran Wuling Aira EV yang dijadwalkan tampil di GIIAS 2026 membawa angin segar bagi calon pembeli mobil listrik. Namun, bagi pemilik Wuling Air ev, kehadiran model baru ini memicu pertanyaan mengenai nilai jual kembali kendaraan mereka di pasar mobil bekas.Harga Wuling Air ev bekas kini berada di rentang Rp100 juta hingga Rp155 juta.Wuling Aira EV hadir dengan desain empat pintu yang lebih fungsional untuk keluarga.Pemesanan Aira EV sudah dibuka melalui jalur open indent dengan booking fee Rp5 juta.Penurunan distribusi Air ev sepanjang 2026 menjadi sinyal pergeseran minat konsumen.Dinamika Harga Air ev di Pasar SekunderWuling Aira EV di Central Park (Photo: Wuling)Saat ini, Wuling Air ev menjadi salah satu pilihan kendaraan listrik paling terjangkau bagi konsumen yang ingin bermigrasi dari mesin konvensional. Data dari platform jual beli menunjukkan unit produksi 2022 hingga 2023 kini bisa didapatkan mulai Rp100 juta sampai Rp120 jutaan. Sementara untuk unit yang lebih muda keluaran 2024 dan 2025, harganya masih bertahan di angka Rp130 juta hingga Rp155 juta.Koreksi harga ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan semakin dekatnya waktu peluncuran Aira EV. Secara psikologis, kehadiran model dengan teknologi lebih baru dan desain lebih segar kerap membuat harga model pendahulu mengalami penyesuaian di pasar barang bekas.Wuling Aira EV di Central ParkPosisi Baru Aira EV dalam Lini ProdukMobil listrik, Wuling Air ev (Photo: Wuling)Aira EV diposisikan untuk mengisi celah antara Air ev yang kompak dengan BinguoEV yang lebih besar. Keunggulan utama yang ditawarkan adalah dimensi bodi lebih lapang dengan konfigurasi empat pintu, menjadikannya opsi lebih fungsional bagi keluarga muda yang membutuhkan ruang ekstra dibandingkan model dua pintu sebelumnya.Secara teknis, mobil ini menargetkan pengguna urban yang menginginkan kenyamanan lebih tanpa mengorbankan efisiensi sebuah kendaraan listrik. Dengan profil tersebut, Aira EV sangat cocok digunakan sebagai mobil komuter harian di jalur perkotaan yang padat, di mana kemudahan parkir dan manuver menjadi prioritas utama.Mobil listrik, Wuling Air evEstimasi Harga dan Kesiapan UnitHingga saat ini, pihak pabrikan belum merilis banderol resmi untuk pasar domestik. Namun, jaringan penjualan sudah membuka keran pemesanan melalui skema open indent. Calon pembeli yang berminat cukup menyiapkan biaya booking sebesar Rp5 juta untuk mengamankan antrean unit.Peluncuran resmi yang bertepatan dengan ajang GIIAS 2026 akan menjadi penentu apakah harga yang ditawarkan mampu merusak pasar atau justru melengkapi varian yang ada. Bagi Anda yang mengincar mobil listrik ekonomis, kondisi pasar saat ini merupakan momen tepat untuk memantau pergerakan harga, baik untuk unit baru maupun unit bekas berkualitas.Referensi: Wuling | Otodream

Harga Mobil Listrik Berpotensi Turun Berkat Peningkatan Komponen Lokal Nasional

Harga Mobil Listrik Berpotensi Turun Berkat Peningkatan Komponen Lokal Nasional

Bagi banyak calon pembeli, harga kendaraan listrik sering kali menjadi hambatan terbesar untuk beralih dari mesin konvensional. Namun, harapan baru muncul seiring langkah pemerintah memperkuat ekosistem industri nasional yang berpotensi menekan biaya produksi secara signifikan.Peningkatan penggunaan komponen lokal guna menekan biaya impor.Keterlibatan industri kecil dan menengah dalam rantai pasok komponen.Efisiensi produksi melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri.Tren penjualan mobil listrik yang melonjak hingga 95,9 persen.Strategi Penguatan Rantai Pasok LokalPemerintah melalui Kementerian Perindustrian kini tengah gencar mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) ke dalam rantai pasok kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Langkah ini bertujuan memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar ketergantungan terhadap suku cadang impor dapat dikurangi.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ini harus memberikan manfaat luas bagi industri manufaktur nasional. Dengan memproduksi lebih banyak komponen di dalam negeri, biaya logistik dan pajak impor yang selama ini membebani harga jual dapat ditekan lebih efisien.Peluang Industri Kecil dalam Ekosistem EVSaat ini, pemerintah aktif mempertemukan agen pemegang merek dengan para pelaku IKM komponen. Peluang yang dibuka mencakup pasokan komponen pendukung seperti jok kendaraan, komponen plastik, hingga peralatan cetak atau mold and dies. Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan skala ekonomi yang lebih baik bagi produsen kendaraan.Meskipun upaya ini menjadi sinyal positif, penurunan harga jual kendaraan di pasar tidak akan terjadi secara instan. Produsen tetap harus mempertimbangkan fluktuasi harga bahan baku baterai, nilai tukar mata uang, serta skala produksi masing-masing pabrikan sebelum menentukan harga akhir untuk konsumen.Tren Pertumbuhan Pasar Kendaraan ListrikMinat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan menunjukkan pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal pertama 2026 tercatat mencapai 33.150 unit. Angka ini mencerminkan lonjakan sebesar 95,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh semakin masifnya infrastruktur pendukung, termasuk penyediaan stasiun pengisian daya. Hingga April 2026, PT PLN telah mengoperasikan sekitar 4.769 unit SPKLU yang tersebar di lebih dari 3.000 titik. Dengan semakin matangnya ekosistem dan rantai pasok lokal, pilihan kendaraan listrik yang terjangkau bagi masyarakat luas kini semakin terbuka lebar.Referensi: Wuling Motors | Viva Otomotif

Geely EX2 Tawarkan Fitur Modern Dengan Harga Mulai Rp239 Jutaan

Geely EX2 Tawarkan Fitur Modern Dengan Harga Mulai Rp239 Jutaan

Mobil listrik kini semakin mudah ditemui di jalanan perkotaan. Banyak calon pembeli mulai melirik segmen ini karena efisiensi biaya operasional serta kemudahan fitur yang ditawarkan untuk penggunaan harian.Varian Pro dipasarkan dengan harga Rp239,9 juta.Varian Max dibanderol dengan harga Rp269,9 juta.Dilengkapi fitur Parking Comfort dan kamera 540 derajat.Biaya perawatan berkala diklaim hanya Rp1,4 juta per tahun.Jaminan garansi baterai dan motor penggerak hingga delapan tahun.Pengalaman Pengguna dan Fitur UnggulanGeely EX2 hadir sebagai solusi bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik dengan harga terjangkau namun tetap fungsional. Pengguna merasakan manfaat nyata dari fitur seperti Parking Comfort yang menjaga suhu kabin tetap sejuk saat kendaraan terparkir. Fitur ini sangat relevan untuk kondisi cuaca panas di area perkotaan.Kemudahan akses melalui remote mobile app juga menjadi nilai tambah. Pemilik dapat menyalakan pendingin udara dari jarak jauh sebelum masuk ke dalam kabin. Selain itu, kehadiran kamera 540 derajat memberikan visibilitas lebih luas bagi pengemudi, terutama saat harus bermanuver di area parkir yang sempit atau jalanan padat.Efisiensi Biaya dan Dukungan PurnajualDari sisi ekonomi, pemilik Geely EX2 mendapatkan keuntungan dari efisiensi energi yang signifikan dibandingkan mobil bermesin bensin. Biaya perawatan berkala hingga 100 ribu kilometer tercatat berada di angka Rp7,1 juta untuk jangka waktu lima tahun. Ini berarti rata rata pengeluaran untuk servis hanya sekitar Rp120 ribuan per bulan.Untuk memberikan ketenangan pikiran bagi pemilik, pabrikan menyertakan paket purnajual yang cukup lengkap. Selain garansi kendaraan selama lima tahun atau 150 ribu kilometer, terdapat garansi khusus untuk baterai, motor penggerak, dan motor controller hingga delapan tahun atau 150 ribu kilometer. Setiap pembelian juga sudah termasuk wall charger dan portable charger.Komparasi dan Analisis PenggunaanDengan dimensi yang compact, Geely EX2 sangat optimal digunakan sebagai kendaraan komuter di jalur aspal perkotaan. Ukurannya memudahkan pengemudi untuk melakukan mobilitas di tengah kemacetan. Di pasar, model ini bersaing dengan berbagai mobil listrik entry level lainnya yang juga mengandalkan harga kompetitif dan kemudahan fitur sebagai daya tarik utama.Referensi: Geely | VIVA

iCar V23 Tawarkan Efisiensi Biaya Operasional Hingga Rp12 Jutaan Per Tahun

iCar V23 Tawarkan Efisiensi Biaya Operasional Hingga Rp12 Jutaan Per Tahun

Tingginya harga bahan bakar minyak memicu pergeseran tren mobilitas masyarakat menuju kendaraan yang lebih efisien. iCar V23 hadir sebagai solusi SUV listrik dengan desain boxy klasik yang menawarkan penghematan biaya operasional signifikan dibandingkan mobil konvensional.Biaya pengisian daya sekitar Rp153.000 per bulan.Potensi penghematan energi mencapai Rp12,8 juta per tahun.Tersedia dalam tiga varian: Tipe X RWD, Tipe Y RWD, dan Tipe Z iWD.Dilengkapi garansi baterai hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer.Desain Ikonik dan Performa SUViCar V23 (Photo: Istimewa)Berbeda dengan mayoritas mobil listrik yang mengusung estetika futuristis, iCar V23 menonjolkan karakter SUV klasik yang tangguh. Kendaraan ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas personalisasi bagi pemiliknya, sehingga tampil lebih menonjol di jalan raya.Kemampuan teknisnya pun cukup impresif untuk ukuran SUV kompak. Dengan ground clearance tinggi serta approach angle 43 derajat dan departure angle 41 derajat, mobil ini mampu melintasi medan menantang serta genangan air hingga kedalaman 600 mm.Analisis Penggunaan dan KomparasiiCar V23 (Photo: Istimewa)Dengan profil desain yang mengotak dan ground clearance tinggi, iCar V23 sangat optimal digunakan di berbagai kondisi jalan, baik aspal perkotaan maupun jalur yang sedikit menantang. Dibandingkan dengan SUV listrik lain di kelasnya, iCar V23 memberikan nilai lebih melalui fleksibilitas modifikasi dan biaya energi yang sangat kompetitif bagi penggunaan harian.Ringkasan SpesifikasiiCar V23 (Photo: Istimewa)Varian: Tipe X RWD, Tipe Y RWD, Tipe Z iWDFitur Unggulan: ADAS (Tipe Y), Dual Motor & Intelligent AWD (Tipe Z)Jarak Tempuh: Hingga 430 km (Standar NEDC)Garansi Baterai: 8 tahun atau 160.000 kmReferensi: iCar | Otodream

Pabrik BYD Subang Resmi Beroperasi Rakit Mobil Listrik Tahap Awal

Pabrik BYD Subang Resmi Beroperasi Rakit Mobil Listrik Tahap Awal

Kabar gembira bagi konsumen yang menantikan produk rakitan lokal, fasilitas perakitan BYD di Subang, Jawa Barat, kini telah resmi menjalankan lini produksinya. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi komitmen perusahaan dalam menghadirkan kendaraan listrik yang lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.Fasilitas pabrik Subang telah memulai proses perakitan unit secara lokal.BYD M6 menjadi model pertama yang masuk dalam jalur perakitan.Produksi tahap awal diprioritaskan untuk kebutuhan unit display dan test drive di seluruh diler.Kapasitas produksi pabrik dirancang mencapai 150.000 unit per tahun.Fokus Produksi Awal dan Kesiapan DilerFasilitas perakitan BYD di Subang kini telah memulai proses operasional tahap awal. (Photo: Istimewa)Pihak BYD menegaskan bahwa saat ini fokus utama perakitan di pabrik Subang adalah memastikan ketersediaan unit di seluruh jaringan diler. Langkah strategis ini dilakukan agar calon konsumen dapat melihat langsung dan mencoba unit kendaraan sebelum melakukan pemesanan secara massal.Hampir 100 showroom yang tersebar di berbagai wilayah menjadi prioritas pengiriman unit tahap awal. Dengan adanya fasilitas perakitan domestik, ketersediaan unit untuk kebutuhan test drive dan pameran diharapkan bisa terpenuhi dengan lebih cepat dan efisien bagi para calon pembeli.Kapasitas dan Masa Depan Mobil Listrik LokalMemiliki pabrik dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun, atau sekitar 10.000 hingga 12.000 unit setiap bulannya, memberikan optimisme baru bagi BYD. Keberadaan fasilitas ini sangat krusial untuk menekan ketergantungan pada unit impor yang sempat membuat angka distribusi melambat pada awal tahun 2026.Meskipun saat ini hasil produksi belum dilaporkan secara resmi ke Gaikindo karena masih dalam tahap penyelesaian administrasi, pihak perusahaan menjamin bahwa lini perakitan sudah sangat siap. Ke depannya, setelah proses administratif selesai, produksi massal akan segera digenjot untuk memenuhi antrean pesanan dari konsumen yang sudah melakukan pemesanan.Referensi: BYD | Otodream

Penjualan BYD Anjlok di Mei 2026 Sinyal Mobil Rakitan Subang Siap

Penjualan BYD Anjlok di Mei 2026 Sinyal Mobil Rakitan Subang Siap

Distribusi mobil BYD mengalami penurunan drastis pada Mei 2026 dengan catatan penjualan wholesales hanya mencapai 895 unit. Angka ini merosot tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang mampu menyentuh 4.625 unit.Penurunan distribusi dipicu menipisnya stok unit impor CBU.BYD sedang melakukan transisi rantai pasok menuju produksi lokal.Pabrik di Subang Smartpolitan diproyeksikan segera beroperasi penuh.Model Atto 1 dan M6 menjadi kandidat kuat kendaraan rakitan lokal.Analisis Penurunan Distribusi BYDBYD Atto 3 di IIMS 2026. (Photo: Istimewa)Penurunan angka tersebut bukan berarti minat pasar terhadap mobil listrik BYD memudar. Kondisi ini lebih merupakan dampak dari strategi perusahaan yang sedang membenahi sistem pasokan. Stok kendaraan impor yang selama ini menjadi andalan mulai habis terserap oleh konsumen.Sepanjang tahun 2025, BYD tercatat sebagai merek dengan volume impor tertinggi. Dengan total distribusi yang sudah hampir menyamai jumlah unit impor, wajar jika pasokan unit CBU mengalami tekanan sebelum pabrik lokal beroperasi.Transisi Menuju Produksi Lokal di SubangPabrik BYD di Subang Smartpolitan, Jawa Barat (Photo: Istimewa)Fasilitas produksi di Subang Smartpolitan kini berada pada tahap akhir persiapan. Langkah ini menjadi babak baru bagi eksistensi BYD dalam menghadirkan mobil listrik yang lebih kompetitif. Produksi lokal diharapkan dapat menstabilkan distribusi unit ke seluruh jaringan dealer.Secara teknis, pergeseran dari unit CBU ke rakitan lokal memerlukan penyesuaian rantai pasok yang cukup kompleks. Proses ini menjadi kunci agar ketersediaan unit kembali normal dan dapat memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat.Model yang Berpotensi Diproduksi LokalModel seperti Atto 1 dan M6 EV menjadi kandidat utama untuk diproduksi di pabrik Subang. Atto 1 saat ini menjadi kontributor utama karena harganya yang terjangkau untuk segmen perkotaan. Sementara M6 EV tetap menjadi pilihan favorit bagi keluarga yang membutuhkan ruang kabin luas.Sebagai perbandingan, model-model ini bersaing ketat dengan berbagai kendaraan listrik dari pabrikan lain yang sudah lebih dulu memiliki basis produksi atau perakitan di dalam negeri. Kehadiran unit rakitan lokal tentu akan memberikan keuntungan lebih dalam aspek ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual bagi pemiliknya.Referensi: BYD | www.otodream.com

Regulasi Pengiriman Mobil Listrik Antar Pulau Didesak Segera Diubah

Regulasi Pengiriman Mobil Listrik Antar Pulau Didesak Segera Diubah

Pertumbuhan populasi mobil listrik di Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini menghadapi tantangan logistik yang cukup krusial. Masalah utama muncul pada proses pengiriman kendaraan melalui jalur laut yang dinilai masih terkendala aturan lama.Pemerintah Provinsi NTB mendesak evaluasi regulasi pengangkutan kendaraan listrik via kapal penyeberangan.Aturan lama tahun 2024 dinilai tidak lagi relevan dengan pesatnya perkembangan ekosistem kendaraan listrik saat ini.Jumlah SPKLU di NTB melonjak hingga 51 unit dengan peningkatan konsumsi listrik mencapai delapan kali lipat.Ketidakjelasan aturan menghambat mobilitas kendaraan listrik antar pulau, termasuk unit operasional dinas pemerintah.Hambatan Regulasi di Jalur PenyeberanganBMW produksi 2 juta mobil listrik secara global (Photo: InsideEVs)Kepala Dinas ESDM NTB, Syamsudin, mengungkapkan bahwa pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan serta pihak terkait lainnya. Fokus utama pembahasan adalah menyelaraskan aturan di lapangan agar tidak menghambat distribusi kendaraan listrik antar pulau.Selama ini, petugas di lapangan masih merujuk pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan tahun 2024 mengenai penanganan pengangkutan kendaraan elektrik. Regulasi tersebut dianggap sudah tertinggal mengingat inovasi dan standar keamanan baterai kendaraan saat ini telah berkembang jauh lebih cepat.Dampak pada Mobilitas dan OperasionalZero SPKLU Signature (Photo: InsideEVs)Kendala ini bukan sekadar masalah bagi konsumen umum, tetapi juga menyulitkan operasional pemerintah daerah. Sejumlah kendaraan dinas di lingkungan Pemprov NTB kini sudah beralih menggunakan teknologi elektrifikasi. Tanpa adanya pembaruan aturan, mobilitas kendaraan dinas menuju Pulau Sumbawa melalui jalur laut menjadi sangat terbatas.Pihak pemerintah daerah berharap adanya revisi yang tetap mengedepankan aspek keselamatan pelayaran namun tidak membatasi pergerakan kendaraan listrik. Hal ini dianggap krusial agar adopsi kendaraan ramah lingkungan di wilayah kepulauan tetap berjalan optimal.Lonjakan Ekosistem Kendaraan Listrik di NTBDi tengah tantangan logistik tersebut, adopsi kendaraan listrik di NTB justru menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. PT PLN (Persero) mencatat lonjakan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang kini mencapai 51 unit pada tahun 2026.Pemanfaatan SPKLU oleh lebih dari 500 pemilik kendaraan listrik tercatat meningkat tajam. Konsumsi listrik untuk pengisian daya melonjak hingga delapan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap transisi energi di sektor transportasi.Referensi: Pemerintah Provinsi NTB | Otodream

Alasan Jeep Wrangler 4xe Tidak Boleh Diparkir Dalam Garasi Tertutup

Alasan Jeep Wrangler 4xe Tidak Boleh Diparkir Dalam Garasi Tertutup

Memiliki kendaraan canggih seperti Jeep Wrangler 4xe menuntut pemiliknya lebih teliti soal perawatan dan prosedur penyimpanan. Belakangan muncul imbauan bahwa mobil berteknologi *plug-in hybrid* ini tidak disarankan untuk diparkir di dalam garasi tertutup. Mengapa hal ini menjadi perhatian serius bagi pemiliknya?Risiko teknis pada sistem baterai kendaraan listrik.Pentingnya sirkulasi udara di area parkir.Keamanan pemilik dari potensi gangguan sistem kelistrikan.Faktor Keamanan Pengisian DayaBagi Anda yang menggunakan kendaraan listrik atau *hybrid*, memahami karakteristik sistem pengisian daya adalah keharusan. Jeep Wrangler 4xe yang mengandalkan baterai berkapasitas besar memiliki protokol keamanan khusus. Penyimpanan di ruang terbuka atau area dengan sirkulasi udara yang baik sangat disarankan untuk meminimalisir risiko yang tidak diinginkan.Jika kendaraan diparkir dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi memadai, potensi akumulasi panas atau gangguan teknis pada sistem baterai menjadi lebih sulit dideteksi sejak dini. Hal ini bukan berarti kendaraan tersebut cacat produksi, melainkan sebuah tindakan preventif demi kenyamanan jangka panjang pemiliknya.Komparasi dengan Kendaraan Hybrid LainJika dibandingkan dengan SUV *hybrid* konvensional lain yang beredar, prosedur penyimpanan Jeep Wrangler 4xe memang lebih spesifik. Sebagian besar produsen mobil listrik kini memang mulai mengedukasi konsumen mengenai pentingnya menempatkan *charging station* di lokasi dengan ventilasi yang baik agar suhu baterai tetap terjaga optimal saat proses pengisian.Referensi: Jeep | VIVA