Otomotif
- Mobil
- •
- 23 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Bocoran SUV Baru Suzuki di GIIAS 2026 dan Tren Mobil Listrik Murah
Pasar otomotif nasional kembali memanas dengan munculnya berbagai kabar mengenai produk baru yang siap mengaspal. Konsumen kini semakin dimanjakan dengan pilihan kendaraan yang lebih beragam serta potensi harga yang kian bersahabat di berbagai segmen.Suzuki bersiap meluncurkan model SUV terbaru pada ajang GIIAS 2026.Geely EX2 hadir dengan harga mulai Rp200 jutaan sebagai opsi mobil listrik terjangkau.Ekosistem kendaraan listrik yang berkembang menjadi sinyal penurunan harga jual unit di masa depan.Kejutan SUV Baru Suzuki di GIIAS 2026Suzuki dikabarkan tengah menyiapkan amunisi baru untuk meramaikan ajang pameran otomotif berskala internasional, GIIAS 2026. Kehadiran model SUV anyar ini memicu rasa penasaran yang besar karena segmen tersebut masih menjadi favorit utama bagi pengguna keluarga maupun komuter harian.Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperkuat posisi di tengah gempuran merek Jepang serta pabrikan China yang semakin agresif. Jika melihat tren saat ini, SUV baru tersebut kemungkinan besar akan dibekali fitur yang relevan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan yang membutuhkan efisiensi dan kenyamanan ekstra.Geely EX2 Tawarkan Opsi Listrik TerjangkauDi sisi lain, Geely EX2 mencuri perhatian karena dipasarkan dengan harga di kisaran Rp200 jutaan. Angka ini menjadikannya salah satu pilihan menarik bagi mereka yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.Tidak hanya soal banderol harga, pengalaman penggunaan harian juga menjadi nilai tambah yang mengejutkan bagi para pemiliknya. Kombinasi antara fitur modern dan efisiensi biaya kepemilikan menjadi daya tarik utama yang membuat persaingan di kelas mobil listrik entry level semakin ketat.Proyeksi Harga Kendaraan Listrik ke DepanHarapan masyarakat untuk memiliki mobil listrik dengan harga lebih terjangkau tampaknya mulai menunjukkan titik terang. Sejumlah sinyal positif muncul dari perkembangan biaya produksi serta ekosistem komponen utama yang semakin matang.Jika tren ini terus berlanjut, harga kendaraan ramah lingkungan berpotensi menjadi lebih kompetitif dalam beberapa tahun mendatang. Kondisi tersebut tentu akan mempercepat adopsi teknologi hijau sekaligus memberikan fleksibilitas lebih bagi calon pembeli dalam menentukan pilihan kendaraan pertama mereka.Referensi: Suzuki | VIVA
- Berita
- •
- 23 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
DFSK Pilih Fokus Investasi Pabrik Daripada Agresif Rilis Model Baru
Banyak yang bertanya mengapa DFSK terkesan lebih lambat dalam merilis model kendaraan baru dibandingkan kompetitor asal China lainnya. Di balik layar, perusahaan ini ternyata menyimpan komitmen investasi besar yang berfokus pada penguatan fondasi manufaktur serta pengembangan teknologi jangka panjang.Fokus utama pada pengembangan teknologi dan fasilitas produksi modern.Pabrik di Cikande, Banten, menjadi basis ekspor kendaraan setir kanan ke lebih dari 10 negara.Transformasi menuju era kendaraan energi baru menjadi prioritas strategis perusahaan.Setiap peluncuran model baru memerlukan persiapan matang terkait peralatan dan pelatihan SDM.Strategi Matang di Balik LayarChief Operating Officer PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, menjelaskan bahwa pendekatan mereka memang berbeda dari merek lain. DFSK tidak ingin terburu-buru meluncurkan produk hanya demi angka penjualan, melainkan memastikan kesiapan teknologi dan fasilitas produksi terlebih dahulu.Investasi yang dilakukan mencakup peremajaan peralatan, pembuatan cetakan komponen, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini dilakukan agar setiap kendaraan yang keluar dari lini produksi memenuhi standar kualitas global yang ketat.Pabrik Cikande sebagai Tulang PunggungPabrik DFSK di Cikande, Banten, memegang peranan krusial dalam peta bisnis global mereka. Fasilitas ini tidak hanya menyuplai kebutuhan lokal, tetapi juga berfungsi sebagai hub ekspor utama untuk kendaraan setir kanan ke berbagai wilayah di Asia Tenggara, Asia Selatan, hingga Afrika Utara.Langkah ini membuktikan bahwa perusahaan tetap menempatkan Indonesia sebagai pasar strategis. Dengan mengandalkan otomatisasi dan pemeriksaan kualitas digital, mereka berupaya menjaga konsistensi produk di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.Menjawab Tantangan Masa DepanSaat ini, fokus perusahaan mulai bergeser ke arah kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle. Strategi ini menuntut investasi berkelanjutan pada riset dan pengembangan agar mampu bersaing dengan produsen lain yang juga gencar merambah segmen elektrifikasi.Bagi konsumen, komitmen ini menjanjikan ketersediaan produk yang lebih andal dan dukungan purna jual yang terukur. DFSK tampaknya lebih memilih membangun pondasi bisnis yang kokoh sebagai langkah awal sebelum memperluas portofolio kendaraan di masa depan.Referensi: DFSK | VIVA
- Sport
- •
- 23 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Perbedaan Karakter Gokart Dan Mobil Balap Yang Perlu Dipahami Pemula
Banyak pembalap muda yang memulai karier dari gokart merasa tertantang saat harus beralih ke mobil balap sesungguhnya. Meskipun keduanya mengandalkan kecepatan dan ketajaman membaca lintasan, pengalaman di balik kemudi mobil balap ternyata menuntut adaptasi yang jauh lebih kompleks dibandingkan saat memacu gokart.Intensitas persaingan di lintasan mobil balap lebih agresif.Teknik melakukan standing start membutuhkan pendalaman khusus.Pentingnya membangun setup kendaraan yang sesuai gaya mengemudi.Pengalaman gokart menjadi fondasi dasar dalam membaca situasi balap.Adaptasi Karakteristik Balap MobilPeralihan dari gokart ke mobil balap bukan sekadar memindahkan keahlian dari satu kendaraan ke kendaraan lain. Pengalaman pembalap muda Davino Satria saat berlaga di Mandalika Festival of Speed menggunakan Honda Brio membuktikan bahwa ada tantangan nyata dalam penyesuaian diri. Salah satu perbedaan paling mencolok adalah tingkat agresivitas antar pembalap saat memperebutkan posisi di lintasan.Di dunia gokart, ruang gerak mungkin terasa lebih terbatas dengan dimensi kendaraan yang kecil. Namun, saat berada di dalam kabin mobil balap, pembalap harus lebih sigap dalam mengambil keputusan krusial. Konsentrasi tinggi wajib terjaga sepanjang balapan karena setiap celah kecil sering kali dimanfaatkan oleh pesaing untuk melakukan manuver menyalip.Tantangan Teknis Standing StartSalah satu aspek teknis yang sering menjadi kendala bagi pembalap transisi adalah teknik melakukan standing start. Karakteristik kopling dan penyaluran tenaga pada mobil balap memiliki respons yang sangat berbeda jika disandingkan dengan gokart. Hal ini memerlukan latihan berulang agar pembalap bisa melesat dengan optimal sejak lampu start padam.Bagi mereka yang sedang mendalami dunia balap, memahami karakteristik kendaraan adalah kunci utama. Selain itu, melakukan evaluasi rutin terhadap setelan mobil agar selaras dengan gaya mengemudi menjadi langkah wajib bagi setiap tim balap. Proses ini membantu pembalap untuk lebih percaya diri saat menghadapi tantangan di lintasan yang penuh dengan persaingan ketat.Referensi: Honda | https://www.viva.co.id/otomotif/1906732-beda-karakter-mobil-balap-dan-gokart
- Mobil
- •
- 23 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Mazda MX-5 Tampil Segar dengan Warna Hijau Zinc Green Metallic
Mazda resmi memperluas palet warna ikoniknya dengan menghadirkan pilihan cat baru bernama Zinc Green Metallic. Roadster legendaris Mazda MX-5 menjadi model perdana yang mengadopsi warna ini, menandai pergeseran nuansa setelah dominasi warna merah yang selama ini menjadi identitas utama pabrikan asal Jepang tersebut.Mazda memperkenalkan warna Zinc Green Metallic pada model MX-5 generasi keempat.Warna ini terinspirasi dari lapisan dasar zinc chromate yang fungsional.Efek metalik kebiruan memberikan tampilan berbeda tergantung kondisi cahaya.Pilihan warna hijau ini menjadi upaya Mazda membangun identitas visual baru.Filosofi di Balik Warna Zinc Green MetallicSelama ini, publik otomotif sangat mengenal Mazda melalui warna Soul Red Crystal yang dinilai sukses menonjolkan detail desain bodi mobil. Kini, Mazda mencoba menghadirkan karakter yang berbeda lewat Zinc Green Metallic. Warna ini dikembangkan bukan sekadar untuk estetika, melainkan memiliki latar belakang filosofis yang unik.Inspirasi warna ini diambil dari zinc chromate primer, sebuah material dasar yang digunakan dalam industri untuk meningkatkan daya tahan logam. Mazda menerjemahkan unsur fungsional tersebut ke dalam cat eksterior modern. Hasilnya adalah warna yang memadukan kesan tangguh sekaligus elegan pada profil roadster.Karakter Warna yang AdaptifSalah satu keunggulan Zinc Green Metallic terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan. Saat berada di kondisi cahaya redup, warna ini memancarkan kesan yang solid dan kokoh. Namun, ketika terkena sinar matahari langsung, efek metalik pada permukaannya akan lebih menonjol.Mazda menambahkan serpihan metalik bernuansa kebiruan untuk menciptakan tampilan yang lebih sejuk dan mewah. Kombinasi ini memungkinkan mobil menampilkan ekspresi visual yang berubah-ubah tergantung pada waktu dan sudut pandang pengamat. Langkah ini menegaskan bahwa Mazda tetap menempatkan elemen warna sebagai pilar utama dalam identitas produk mereka.Rekam Jejak Mazda dengan Warna HijauMeskipun saat ini warna merah mendominasi citra merek, penggunaan warna hijau bukanlah hal baru bagi Mazda. Sepanjang sejarah produksinya, pabrikan ini tercatat telah menghadirkan sekitar 80 variasi warna hijau pada berbagai lini model. Kehadiran Zinc Green Metallic pada Mazda MX-5 generasi keempat ini menjadi penyegaran yang signifikan bagi penggemar roadster yang menginginkan tampilan lebih eksklusif dan berbeda dari pilihan warna standar yang tersedia di pasaran.Referensi: Mazda | VIVA
- Mobil
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Mobil Hybrid Rp300 Jutaan Ini Jadi Pilihan Favorit Keluarga Muda
Tren kendaraan elektrifikasi kini kian diminati oleh masyarakat yang mencari efisiensi bahan bakar tanpa harus dipusingkan dengan urusan pengisian daya. Pilihan mobil hybrid dengan harga yang lebih terjangkau, yakni mulai dari Rp300 jutaan, menjadi primadona baru bagi konsumen yang menginginkan kemudahan mobilitas harian.Toyota Veloz Hybrid memimpin pasar dengan angka penjualan mencapai 2.378 unit.Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid menyusul ketat di posisi kedua.Suzuki XL7 Hybrid dan Fronx Hybrid sukses menarik perhatian segmen SUV kompak.Teknologi hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara.Dominasi MPV Hybrid di PasarData penjualan wholesales terbaru menunjukkan bahwa model MPV masih memegang kendali utama dalam preferensi konsumen. Toyota Veloz Hybrid berhasil mencatatkan angka distribusi sebanyak 2.378 unit sepanjang Mei 2026. Angka ini mengungguli saudaranya, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, yang mencatatkan 2.312 unit.Pencapaian ini membuktikan bahwa kendaraan berkapasitas tujuh penumpang dengan teknologi ramah lingkungan sangat relevan bagi kebutuhan keluarga. Dengan harga mulai dari Rp303 juta, Veloz Hybrid memberikan nilai tambah bagi mereka yang mencari efisiensi tanpa mengorbankan daya angkut penumpang.Pilihan Menarik di Segmen SUVSelain MPV, segmen SUV kompak juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Suzuki XL7 Hybrid mencatatkan angka penjualan 618 unit, sementara pendatang baru Suzuki Fronx Hybrid berhasil menorehkan 458 unit. Antusiasme ini menunjukkan bahwa konsumen mulai melirik teknologi hybrid untuk penggunaan di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.Bagi konsumen yang mempertimbangkan aspek kepraktisan, mobil hybrid memang menawarkan solusi yang efisien. Anda tidak perlu khawatir mencari stasiun pengisian daya listrik di tengah perjalanan. Cukup gunakan bahan bakar seperti biasa, namun dengan konsumsi yang jauh lebih hemat berkat bantuan motor listrik.Persaingan Merek LainHonda juga turut meramaikan pasar melalui HR-V Hybrid yang mencatatkan 318 unit. Sementara itu, pabrikan asal China seperti Chery melalui model Tiggo Cross CSH mulai unjuk gigi dengan angka 219 unit. Wuling pun masih konsisten dengan Almaz Hybrid yang terjual sebanyak 80 unit pada periode yang sama.Jika Anda sedang mencari kendaraan pertama atau ingin beralih ke teknologi hybrid, pastikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan ruang kabin dan profil penggunaan harian. Mengingat ketersediaan suku cadang dan jaringan purna jual yang luas dari merek Jepang, model seperti Veloz atau XL7 sering menjadi pilihan utama bagi pembeli pertama yang mengutamakan ketenangan pikiran dalam jangka panjang.Referensi: Toyota | VIVA
- Motor
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Harga Mobil Listrik Berpotensi Turun Berkat Peningkatan Komponen Lokal Nasional
Bagi banyak calon pembeli, harga kendaraan listrik sering kali menjadi hambatan terbesar untuk beralih dari mesin konvensional. Namun, harapan baru muncul seiring langkah pemerintah memperkuat ekosistem industri nasional yang berpotensi menekan biaya produksi secara signifikan.Peningkatan penggunaan komponen lokal guna menekan biaya impor.Keterlibatan industri kecil dan menengah dalam rantai pasok komponen.Efisiensi produksi melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri.Tren penjualan mobil listrik yang melonjak hingga 95,9 persen.Strategi Penguatan Rantai Pasok LokalPemerintah melalui Kementerian Perindustrian kini tengah gencar mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) ke dalam rantai pasok kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Langkah ini bertujuan memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar ketergantungan terhadap suku cadang impor dapat dikurangi.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ini harus memberikan manfaat luas bagi industri manufaktur nasional. Dengan memproduksi lebih banyak komponen di dalam negeri, biaya logistik dan pajak impor yang selama ini membebani harga jual dapat ditekan lebih efisien.Peluang Industri Kecil dalam Ekosistem EVSaat ini, pemerintah aktif mempertemukan agen pemegang merek dengan para pelaku IKM komponen. Peluang yang dibuka mencakup pasokan komponen pendukung seperti jok kendaraan, komponen plastik, hingga peralatan cetak atau mold and dies. Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan skala ekonomi yang lebih baik bagi produsen kendaraan.Meskipun upaya ini menjadi sinyal positif, penurunan harga jual kendaraan di pasar tidak akan terjadi secara instan. Produsen tetap harus mempertimbangkan fluktuasi harga bahan baku baterai, nilai tukar mata uang, serta skala produksi masing-masing pabrikan sebelum menentukan harga akhir untuk konsumen.Tren Pertumbuhan Pasar Kendaraan ListrikMinat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan menunjukkan pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal pertama 2026 tercatat mencapai 33.150 unit. Angka ini mencerminkan lonjakan sebesar 95,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh semakin masifnya infrastruktur pendukung, termasuk penyediaan stasiun pengisian daya. Hingga April 2026, PT PLN telah mengoperasikan sekitar 4.769 unit SPKLU yang tersebar di lebih dari 3.000 titik. Dengan semakin matangnya ekosistem dan rantai pasok lokal, pilihan kendaraan listrik yang terjangkau bagi masyarakat luas kini semakin terbuka lebar.Referensi: Wuling Motors | Viva Otomotif
- Mobil
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Geely EX2 Tawarkan Fitur Modern Dengan Harga Mulai Rp239 Jutaan
Mobil listrik kini semakin mudah ditemui di jalanan perkotaan. Banyak calon pembeli mulai melirik segmen ini karena efisiensi biaya operasional serta kemudahan fitur yang ditawarkan untuk penggunaan harian.Varian Pro dipasarkan dengan harga Rp239,9 juta.Varian Max dibanderol dengan harga Rp269,9 juta.Dilengkapi fitur Parking Comfort dan kamera 540 derajat.Biaya perawatan berkala diklaim hanya Rp1,4 juta per tahun.Jaminan garansi baterai dan motor penggerak hingga delapan tahun.Pengalaman Pengguna dan Fitur UnggulanGeely EX2 hadir sebagai solusi bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik dengan harga terjangkau namun tetap fungsional. Pengguna merasakan manfaat nyata dari fitur seperti Parking Comfort yang menjaga suhu kabin tetap sejuk saat kendaraan terparkir. Fitur ini sangat relevan untuk kondisi cuaca panas di area perkotaan.Kemudahan akses melalui remote mobile app juga menjadi nilai tambah. Pemilik dapat menyalakan pendingin udara dari jarak jauh sebelum masuk ke dalam kabin. Selain itu, kehadiran kamera 540 derajat memberikan visibilitas lebih luas bagi pengemudi, terutama saat harus bermanuver di area parkir yang sempit atau jalanan padat.Efisiensi Biaya dan Dukungan PurnajualDari sisi ekonomi, pemilik Geely EX2 mendapatkan keuntungan dari efisiensi energi yang signifikan dibandingkan mobil bermesin bensin. Biaya perawatan berkala hingga 100 ribu kilometer tercatat berada di angka Rp7,1 juta untuk jangka waktu lima tahun. Ini berarti rata rata pengeluaran untuk servis hanya sekitar Rp120 ribuan per bulan.Untuk memberikan ketenangan pikiran bagi pemilik, pabrikan menyertakan paket purnajual yang cukup lengkap. Selain garansi kendaraan selama lima tahun atau 150 ribu kilometer, terdapat garansi khusus untuk baterai, motor penggerak, dan motor controller hingga delapan tahun atau 150 ribu kilometer. Setiap pembelian juga sudah termasuk wall charger dan portable charger.Komparasi dan Analisis PenggunaanDengan dimensi yang compact, Geely EX2 sangat optimal digunakan sebagai kendaraan komuter di jalur aspal perkotaan. Ukurannya memudahkan pengemudi untuk melakukan mobilitas di tengah kemacetan. Di pasar, model ini bersaing dengan berbagai mobil listrik entry level lainnya yang juga mengandalkan harga kompetitif dan kemudahan fitur sebagai daya tarik utama.Referensi: Geely | VIVA
- Mobil
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Jetour T2 Dominasi Penjualan SUV Bensin China Sepanjang Awal 2026
Pasar SUV menengah di Tanah Air kedatangan pemain yang sukses mencuri perhatian. Jetour T2 berhasil mengukuhkan posisinya sebagai model bermesin bensin asal China terlaris sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.Distribusi wholesale Jetour T2 mencapai 1.018 unit dalam lima bulan.Menyumbang 83 persen dari total penjualan merek Jetour.Harga jual resmi dipatok Rp 588 juta on the road Jakarta.Dukungan garansi mesin enam tahun tanpa batasan kilometer.Performa Penjualan dan Respon PasarJetour T2 Obsidian Ultra (Photo: Jetour)Data distribusi menunjukkan tren positif bagi Jetour. Sepanjang lima bulan pertama tahun 2026, PT Jetour Sales Indonesia berhasil mencatatkan angka wholesale sebanyak 1.233 unit. Dari jumlah tersebut, Jetour T2 mendominasi pasar dengan kontribusi signifikan sebesar 1.018 unit.Momentum ini terus berlanjut hingga Mei 2026, di mana tercatat distribusi wholesale sebanyak 222 unit dan penjualan retail mencapai 223 unit. Angka ini membuktikan bahwa SUV dengan gaya boxy tersebut tidak hanya diserap jaringan dealer, tetapi juga mendapatkan kepercayaan tinggi dari konsumen langsung.Karakter SUV Travel PlusJetour di IIMS 2026. (Photo: Jetour)Keberhasilan model ini dinilai karena pergeseran kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan multifungsi. Jetour T2 hadir dengan konsep Travel+, yang memposisikan kendaraan sebagai mitra perjalanan untuk berbagai skenario penggunaan, mulai dari mobilitas harian di perkotaan hingga eksplorasi jarak jauh.Selain T2, pertumbuhan merek ini juga ditopang oleh model lain seperti Jetour Dashing yang menyasar segmen sporty dan Jetour X70 Plus yang fokus pada kenyamanan keluarga. Strategi ini memperkuat posisi Jetour di tengah ketatnya persaingan SUV menengah yang sudah diisi oleh berbagai pemain mapan.Harga dan Layanan Purna JualSaat ini, Jetour T2 dipasarkan dengan harga Rp 588 juta on the road Jakarta. Tersedia lima pilihan warna menarik yakni Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Grey, serta Electroplated Green. Perlu dicatat bahwa untuk dua pilihan warna terakhir, terdapat penyesuaian harga tambahan sebesar Rp 10 juta.Menambah nilai kompetitif, pabrikan memberikan garansi kendaraan dan mesin selama enam tahun tanpa batasan kilometer. Konsumen juga mendapatkan keuntungan berupa gratis perawatan berkala, mencakup biaya jasa dan suku cadang selama tiga tahun atau hingga 40.000 kilometer.Referensi: Jetour | Otodream
- Motor
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Jumlah Kendaraan Bermotor di Indonesia Tembus 172 Juta Unit
Kepadatan lalu lintas yang semakin intens di berbagai wilayah bukan sekadar persepsi, melainkan cerminan dari lonjakan populasi kendaraan yang masif. Data terbaru menunjukkan angka yang cukup fantastis terkait sebaran moda transportasi di jalan raya.Total kendaraan bermotor di Indonesia mencapai 172.938.093 unit per 2025.Jawa Barat memegang rekor sebagai provinsi dengan jumlah kendaraan terbanyak.Tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor nasional mencapai 5,16 persen setiap tahun.Mobil penumpang mencatat laju pertumbuhan tertinggi sebesar 6,66 persen per tahun.Peta Sebaran Kendaraan Bermotor NasionalKepadatan lalu lintas di kawasan TB Simatupang (Photo: Istimewa)Berdasarkan laporan yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS), total populasi kendaraan bermotor di seluruh provinsi telah menyentuh angka 172.938.093 unit. Angka ini mencakup keseluruhan kategori mulai dari mobil penumpang, bus, kendaraan angkutan barang atau truk, hingga sepeda motor yang mendominasi jalanan.Menariknya, meskipun Jakarta sering menjadi sorotan utama terkait kemacetan, provinsi tersebut bukanlah pemilik jumlah kendaraan terbanyak. Jakarta tercatat memiliki 12.279.058 unit kendaraan. Posisi puncak justru ditempati oleh Jawa Barat dengan total 28.057.560 unit, disusul oleh Jawa Timur dengan 26.699.475 unit, dan Jawa Tengah dengan 22.320.623 unit.Laju Pertumbuhan dan Tren TransportasiPeningkatan volume kendaraan ini tidak terjadi secara instan. Laporan Statistik Transportasi Darat mencatat tren kenaikan rata-rata sebesar 5,16 persen per tahun dalam kurun waktu 2020 hingga 2024. Fenomena ini merata di seluruh jenis kendaraan tanpa terkecuali.Mobil penumpang menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 6,66 persen per tahun. Sementara itu, kategori bus, mobil barang, dan sepeda motor masing-masing mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 5,96 persen, 5,42 persen, dan 4,93 persen per tahun. Komposisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan moda transportasi pribadi maupun logistik terus meningkat seiring dengan mobilitas penduduk yang semakin tinggi.Referensi: BPS | Otodream
- Mobil
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
iCar V23 Tawarkan Efisiensi Biaya Operasional Hingga Rp12 Jutaan Per Tahun
Tingginya harga bahan bakar minyak memicu pergeseran tren mobilitas masyarakat menuju kendaraan yang lebih efisien. iCar V23 hadir sebagai solusi SUV listrik dengan desain boxy klasik yang menawarkan penghematan biaya operasional signifikan dibandingkan mobil konvensional.Biaya pengisian daya sekitar Rp153.000 per bulan.Potensi penghematan energi mencapai Rp12,8 juta per tahun.Tersedia dalam tiga varian: Tipe X RWD, Tipe Y RWD, dan Tipe Z iWD.Dilengkapi garansi baterai hingga delapan tahun atau 160.000 kilometer.Desain Ikonik dan Performa SUViCar V23 (Photo: Istimewa)Berbeda dengan mayoritas mobil listrik yang mengusung estetika futuristis, iCar V23 menonjolkan karakter SUV klasik yang tangguh. Kendaraan ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas personalisasi bagi pemiliknya, sehingga tampil lebih menonjol di jalan raya.Kemampuan teknisnya pun cukup impresif untuk ukuran SUV kompak. Dengan ground clearance tinggi serta approach angle 43 derajat dan departure angle 41 derajat, mobil ini mampu melintasi medan menantang serta genangan air hingga kedalaman 600 mm.Analisis Penggunaan dan KomparasiiCar V23 (Photo: Istimewa)Dengan profil desain yang mengotak dan ground clearance tinggi, iCar V23 sangat optimal digunakan di berbagai kondisi jalan, baik aspal perkotaan maupun jalur yang sedikit menantang. Dibandingkan dengan SUV listrik lain di kelasnya, iCar V23 memberikan nilai lebih melalui fleksibilitas modifikasi dan biaya energi yang sangat kompetitif bagi penggunaan harian.Ringkasan SpesifikasiiCar V23 (Photo: Istimewa)Varian: Tipe X RWD, Tipe Y RWD, Tipe Z iWDFitur Unggulan: ADAS (Tipe Y), Dual Motor & Intelligent AWD (Tipe Z)Jarak Tempuh: Hingga 430 km (Standar NEDC)Garansi Baterai: 8 tahun atau 160.000 kmReferensi: iCar | Otodream
- Motor
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Penjualan Sepeda Motor Mei 2026 Terkoreksi Hampir 8 Persen
Pasar otomotif roda dua nasional mencatatkan penurunan distribusi pada Mei 2026. Angka penjualan yang sempat menunjukkan tren positif pada bulan sebelumnya kini harus mengalami koreksi yang cukup signifikan.Distribusi sepeda motor sepanjang Mei 2026 tercatat sebanyak 479.388 unit.Terjadi penurunan sebesar 7,9 persen dibandingkan capaian April 2026.Secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, total penjualan mencapai 2.614.451 unit.Proyeksi penjualan Juni 2026 diprediksi meningkat akibat kenaikan harga BBM non-subsidi.Dinamika Pasar Roda Dua NasionalIlustrasi riding motor. (Photo: YIMM)Berdasarkan data yang dihimpun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), volume distribusi motor pada Mei 2026 sebesar 479.388 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 7,9 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada April 2026 yang mencapai 520.972 unit. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terdapat pula penurunan sebesar 5,14 persen.Meskipun terjadi perlambatan pada Mei, performa kumulatif sepanjang tahun berjalan masih berada di jalur positif. Total penjualan selama Januari hingga Mei 2026 mencapai 2.614.451 unit. Capaian ini tercatat lebih tinggi 19.148 unit atau naik 0,74 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.Fluktuasi Penjualan Sepanjang 2026Pergerakan pasar sepeda motor tahun ini tergolong sangat dinamis. Setelah mencatatkan angka 577.763 unit pada Januari dan meningkat menjadi 587.354 unit pada Februari, pasar sempat terkoreksi ke angka 448.974 unit pada Maret akibat banyaknya hari libur. Namun, kondisi sempat membaik pada April dengan kenaikan sekitar 16 persen.Strategi penyegaran produk yang terus dilakukan oleh para produsen menjadi kunci utama dalam menjaga permintaan konsumen di tengah tantangan ekonomi. AISI sendiri mematok target penjualan nasional tahun ini di kisaran 6,4 hingga 6,7 juta unit, dengan harapan dapat menyamai pencapaian tahun lalu sebesar 6.412.769 unit.Prediksi Kenaikan Penjualan Juni 2026Terdapat proyeksi bahwa penjualan sepeda motor akan kembali meningkat pada Juni 2026. Faktor pemicunya adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax. Pergeseran perilaku konsumen diprediksi akan terjadi, di mana pengguna mobil mulai beralih menggunakan sepeda motor untuk menekan biaya operasional harian yang lebih efisien.Referensi: AISI | Otodream
- Mobil
- •
- 21 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Pabrik BYD Subang Resmi Beroperasi Rakit Mobil Listrik Tahap Awal
Kabar gembira bagi konsumen yang menantikan produk rakitan lokal, fasilitas perakitan BYD di Subang, Jawa Barat, kini telah resmi menjalankan lini produksinya. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi komitmen perusahaan dalam menghadirkan kendaraan listrik yang lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.Fasilitas pabrik Subang telah memulai proses perakitan unit secara lokal.BYD M6 menjadi model pertama yang masuk dalam jalur perakitan.Produksi tahap awal diprioritaskan untuk kebutuhan unit display dan test drive di seluruh diler.Kapasitas produksi pabrik dirancang mencapai 150.000 unit per tahun.Fokus Produksi Awal dan Kesiapan DilerFasilitas perakitan BYD di Subang kini telah memulai proses operasional tahap awal. (Photo: Istimewa)Pihak BYD menegaskan bahwa saat ini fokus utama perakitan di pabrik Subang adalah memastikan ketersediaan unit di seluruh jaringan diler. Langkah strategis ini dilakukan agar calon konsumen dapat melihat langsung dan mencoba unit kendaraan sebelum melakukan pemesanan secara massal.Hampir 100 showroom yang tersebar di berbagai wilayah menjadi prioritas pengiriman unit tahap awal. Dengan adanya fasilitas perakitan domestik, ketersediaan unit untuk kebutuhan test drive dan pameran diharapkan bisa terpenuhi dengan lebih cepat dan efisien bagi para calon pembeli.Kapasitas dan Masa Depan Mobil Listrik LokalMemiliki pabrik dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun, atau sekitar 10.000 hingga 12.000 unit setiap bulannya, memberikan optimisme baru bagi BYD. Keberadaan fasilitas ini sangat krusial untuk menekan ketergantungan pada unit impor yang sempat membuat angka distribusi melambat pada awal tahun 2026.Meskipun saat ini hasil produksi belum dilaporkan secara resmi ke Gaikindo karena masih dalam tahap penyelesaian administrasi, pihak perusahaan menjamin bahwa lini perakitan sudah sangat siap. Ke depannya, setelah proses administratif selesai, produksi massal akan segera digenjot untuk memenuhi antrean pesanan dari konsumen yang sudah melakukan pemesanan.Referensi: BYD | Otodream
- Mobil
- •
- 21 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Suzuki Siapkan SUV Baru di GIIAS 2026 Dengan Desain Lebih Tegas
Suzuki mulai memberikan sinyal kuat mengenai kehadiran model kendaraan baru yang akan menyapa publik dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026. Pabrikan asal Jepang ini membagikan siluet misterius yang memicu rasa penasaran calon konsumen mengenai model apa yang akan mereka perkenalkan.Suzuki memberikan teaser siluet mobil baru dengan pesan The SUV Redefined.Kendaraan tersebut direncanakan meluncur pada pembukaan GIIAS 2026 tanggal 29 Juli 2026.Desain depan tampil lebih tegas dengan dukungan teknologi pencahayaan LED.Kehadiran model ini diharapkan memperkuat lini SUV Suzuki di pasar otomotif.Mengintip Siluet SUV Anyar SuzukiMelalui kampanye bertajuk The Next Bold Chapter, Suzuki menampilkan cuplikan tampilan depan sebuah kendaraan yang kental dengan aura SUV. Lampu utama yang menyala dalam siluet tersebut menunjukkan kesan modern dan agresif, sebuah langkah yang selaras dengan pesan The SUV Redefined yang mereka usung.Meskipun detail spesifikasi seperti dimensi maupun dapur pacu belum diungkap, penggunaan kata bold menjadi indikasi kuat bahwa model ini akan memiliki karakter visual yang lebih menonjol dibandingkan lini SUV yang sudah ada saat ini. Penggemar otomotif dapat melihat langsung wujud kendaraan tersebut di booth Suzuki yang berlokasi di Hall 8 ICE BSD City.Strategi Suzuki di Panggung GIIAS 2026Pameran GIIAS 2026 yang berlangsung dari 29 Juli hingga 9 Agustus 2026 sering kali menjadi momen krusial bagi pabrikan untuk memperkenalkan teknologi terbaru. Suzuki sendiri memiliki rekam jejak yang konsisten dalam memanfaatkan ajang ini sebagai tempat peluncuran perdana produk unggulan bagi konsumen.Bagi calon pembeli yang sedang mencari mobil keluarga tangguh, kehadiran model baru ini bisa menjadi opsi menarik untuk dipantau. Sebagai perbandingan, di segmen SUV yang sangat kompetitif, Suzuki harus mampu menawarkan kombinasi antara biaya kepemilikan yang efisien dan fitur keselamatan yang mumpuni agar dapat bersaing dengan pemain dominan lainnya di kelas yang sama.Hingga saat ini, belum ada bocoran mengenai estimasi harga maupun tanggal ketersediaan unit di jaringan dealer resmi. Publik masih menantikan apakah mobil ini akan hadir dengan mesin konvensional yang irit bahan bakar atau justru mengusung teknologi elektrifikasi yang kini semakin banyak diminati oleh masyarakat urban.Referensi: Suzuki | https://www.viva.co.id/otomotif/1906498-bocoran-mobil-suv-baru-suzuki-yang-akan-meluncur-di-giias-2026
- Berita
- •
- 21 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Penjualan BYD Anjlok di Mei 2026 Sinyal Mobil Rakitan Subang Siap
Distribusi mobil BYD mengalami penurunan drastis pada Mei 2026 dengan catatan penjualan wholesales hanya mencapai 895 unit. Angka ini merosot tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang mampu menyentuh 4.625 unit.Penurunan distribusi dipicu menipisnya stok unit impor CBU.BYD sedang melakukan transisi rantai pasok menuju produksi lokal.Pabrik di Subang Smartpolitan diproyeksikan segera beroperasi penuh.Model Atto 1 dan M6 menjadi kandidat kuat kendaraan rakitan lokal.Analisis Penurunan Distribusi BYDBYD Atto 3 di IIMS 2026. (Photo: Istimewa)Penurunan angka tersebut bukan berarti minat pasar terhadap mobil listrik BYD memudar. Kondisi ini lebih merupakan dampak dari strategi perusahaan yang sedang membenahi sistem pasokan. Stok kendaraan impor yang selama ini menjadi andalan mulai habis terserap oleh konsumen.Sepanjang tahun 2025, BYD tercatat sebagai merek dengan volume impor tertinggi. Dengan total distribusi yang sudah hampir menyamai jumlah unit impor, wajar jika pasokan unit CBU mengalami tekanan sebelum pabrik lokal beroperasi.Transisi Menuju Produksi Lokal di SubangPabrik BYD di Subang Smartpolitan, Jawa Barat (Photo: Istimewa)Fasilitas produksi di Subang Smartpolitan kini berada pada tahap akhir persiapan. Langkah ini menjadi babak baru bagi eksistensi BYD dalam menghadirkan mobil listrik yang lebih kompetitif. Produksi lokal diharapkan dapat menstabilkan distribusi unit ke seluruh jaringan dealer.Secara teknis, pergeseran dari unit CBU ke rakitan lokal memerlukan penyesuaian rantai pasok yang cukup kompleks. Proses ini menjadi kunci agar ketersediaan unit kembali normal dan dapat memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat.Model yang Berpotensi Diproduksi LokalModel seperti Atto 1 dan M6 EV menjadi kandidat utama untuk diproduksi di pabrik Subang. Atto 1 saat ini menjadi kontributor utama karena harganya yang terjangkau untuk segmen perkotaan. Sementara M6 EV tetap menjadi pilihan favorit bagi keluarga yang membutuhkan ruang kabin luas.Sebagai perbandingan, model-model ini bersaing ketat dengan berbagai kendaraan listrik dari pabrikan lain yang sudah lebih dulu memiliki basis produksi atau perakitan di dalam negeri. Kehadiran unit rakitan lokal tentu akan memberikan keuntungan lebih dalam aspek ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual bagi pemiliknya.Referensi: BYD | www.otodream.com
- Mobil
- •
- 21 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Viral Mobil Disemuti Setelah Isi Bioetanol E85 Ini Penjelasan Pakar
Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan fenomena tidak biasa, yakni gerombolan semut yang mengerumuni area tutup tangki bahan bakar sebuah mobil. Kejadian ini dikaitkan dengan penggunaan bahan bakar bioetanol dengan kadar 85 persen atau E85.Bioetanol merupakan bahan bakar nabati dari fermentasi biomassa.Semut mengerumuni tangki bukan karena kandungan gula dalam bahan bakar.Uap kimia etanol sering disalahartikan oleh serangga sebagai feromon alami.Pembersihan tumpahan bahan bakar sangat krusial untuk mencegah serangga.Pengembangan bioetanol di Tanah Air menargetkan kadar 10 persen pada 2028.Mengapa Semut Tertarik pada Tutup TangkiIlustrasi etanol. (Photo: Freepik)Banyak spekulasi muncul bahwa rasa manis dari bahan baku tebu pada bioetanol menjadi daya tarik utama bagi serangga. Namun, para ahli entomologi dan pakar otomotif membantah anggapan tersebut. Proses fermentasi dan destilasi dalam pembuatan etanol dipastikan telah menghilangkan kandungan gula dan sukrosa secara menyeluruh.Etanol murni sebenarnya memiliki aroma kimia yang tajam dengan sedikit kesan buah. Aroma inilah yang secara tidak sengaja meniru sinyal feromon alami serangga. Akibatnya, organ sensorik semut salah mengartikan uap kimia tersebut sebagai sumber makanan atau lingkungan bersarang, sehingga mereka berkumpul di sekitar lubang pengisian bahan bakar.Risiko dan Langkah PencegahanMeskipun bukan disebabkan oleh kontaminasi gula, keberadaan semut tetap menjadi masalah yang mengganggu. Jika serangga masuk ke dalam tangki, mereka berisiko menyumbat pompa bensin dan pada akhirnya mengganggu kinerja mesin kendaraan secara keseluruhan.Untuk meminimalisir risiko ini, pemilik kendaraan disarankan untuk selalu membersihkan sisa tumpahan bahan bakar di sekitar lubang pengisian saat proses pengisian berlangsung. Selain itu, memarkir kendaraan di tempat teduh atau menggunakan penutup dapat membantu mengurangi penumpukan panas di dalam tangki, yang secara efektif menekan penguapan aroma kimia tersebut.Referensi: Otodream | https://www.otodream.com/mobil/27412-viral-tangki-bbm-disemutin-usai-tenggak-bioetanol-e85
- Mobil
- •
- 21 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Ribuan Unit Mobil BYD dan Wuling Menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok
Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok kini tengah menghadapi tantangan logistik serius akibat penumpukan kontainer yang mencapai angka hampir 10 ribu unit. Fenomena ini mencakup berbagai jenis barang impor, termasuk unit kendaraan dari merek otomotif ternama seperti BYD dan Wuling yang menjadi sorotan utama otoritas kepabeanan.Penumpukan kontainer mencapai hampir 10 ribu unit di Pelabuhan Tanjung Priok.Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengonfirmasi bahwa kendala terjadi bukan karena proses administrasi.Importir otomotif dinilai memanfaatkan area pelabuhan sebagai gudang penyimpanan sementara karena faktor efisiensi biaya.Pemerintah berencana mendorong pemindahan barang ke fasilitas lini dua di luar pelabuhan untuk mengurai kepadatan.Penyebab Utama Penumpukan KontainerBYD Seagull di pelabuhan Indonesia (Photo: Istimewa)Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menjelaskan bahwa penumpukan tersebut tidak disebabkan oleh hambatan birokrasi. Sebagian besar kontainer yang tertahan sebenarnya telah mengantongi Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB), namun pemilik barang tidak segera mengambilnya dari area pelabuhan.Beberapa perusahaan importir, termasuk dari sektor otomotif, diketahui membiarkan barang mereka menetap di pelabuhan selama lebih dari dua minggu. Praktik ini dilakukan karena biaya sewa penyimpanan di kawasan pelabuhan dianggap jauh lebih murah dibandingkan harus menyewa gudang logistik di luar area pelabuhan.Langkah Tegas Pemerintah Mengurai KepadatanKondisi ini secara langsung memengaruhi efisiensi dwelling time atau durasi rata-rata barang berada di pelabuhan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak Bea dan Cukai kini mengambil langkah preventif dengan mendorong importir untuk segera memindahkan barang yang sudah mendapatkan izin keluar.Pemanfaatan fasilitas lini dua atau area penyimpanan di luar pelabuhan menjadi opsi utama yang akan diterapkan. Strategi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan di Tanjung Priok sehingga arus logistik nasional dapat kembali berjalan dengan optimal tanpa terhambat oleh penumpukan barang yang tidak perlu.Referensi: BYD | Otodream