Berita Terbaru - Halaman 4
- Mobil
- •
- 08 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Mitsubishi Triton Raider Jadi Jalan Kebangkitan Nama Legendaris Ralliart
Nama Ralliart punya tempat istimewa di hati penggemar otomotif. Label ini dulunya identik dengan mesin beringas dan dominasi lintasan reli dunia. Setelah lama meredup dan hanya muncul sebatas paket aksesori, Mitsubishi kini memberi sinyal serius untuk mengembalikan kejayaan divisi performa tersebut. Bedanya, strategi kebangkitannya justru dimulai dari ranah yang tak terduga: segmen pikap tangguh lewat Triton Raider.Mitsubishi menguji pasar kendaraan performa lewat model pikap khusus Triton Raider.Triton Raider belum menyandang emblem Ralliart karena belum ada peningkatan tenaga mesin.Fokus ubahan ada pada kaki-kaki, suspensi, dan aksesori siap libas medan off-road berat.Jika sukses, nama Ralliart berpotensi merambah ke SUV seperti Pajero dan Outlander.Langkah Hati-hati Mitsubishi untuk Uji PasarMitsubishi tidak mau sekadar bernostalgia. Pabrikan asal Jepang ini ingin memastikan pasar benar-benar siap menyambut kendaraan bergaya performa dan off-road ekstrem. Triton Raider hadir sebagai proyek percontohan, sebuah penjajakan untuk melihat seberapa besar animo konsumen terhadap model yang lebih garang dari varian standar.Menariknya, meski lahir dari basis Triton GSR, Raider sengaja belum dibekali lencana Ralliart. Alasannya cukup logis. Selama ini Ralliart identik dengan lonjakan performa signifikan, sementara jantung mekanis Triton Raider masih sama persis dengan versi standarnya, yaitu mesin diesel 2.4 liter bi-turbo bertenaga 204 daya kuda dan torsi 470 Nm. Ubahan besarnya lebih menyentuh kemampuan pengendalian dan daya tahan di medan kasar.Bukan Sekadar Kosmetik, Ini Racikan Suspensi dan Kaki-kakiMeski tanpa sentuhan mesin, bukan berarti Triton Raider cuma ganti baju. Ubahannya cukup esensial bagi penggemar jelajah alam bebas. Mitsubishi membekali pikap ini dengan peredam kejut dari Monroe yang lebih mumpuni meredam guncangan. Untuk menambah daya cengkeram, velg ROH 18 inci dibalut ban segala medan Bridgestone Dueler AT002.Tak ketinggalan, sejumlah aksesori khas pikap petualang turut tersemat. Ada sports bar khusus di bak belakang serta rock slider yang melindungi bodi samping saat melintasi jalur berbatu. Perubahan ini membuat karakter Triton Raider jauh lebih agresif dan fungsional dibanding Triton GSR standar.Warisan Panjang Ralliart di Dunia BalapKehati-hatian Mitsubishi memakai nama Ralliart bukan tanpa alasan. Nama ini punya sejarah yang sangat dalam di dunia otomotif global. Divisi tersebut berdiri pada 1984 dan sempat menjadi lengan balap resmi Mitsubishi. Prestasi mereka sangat mentereng, terutama di ajang World Rally Championship (WRC) dan Reli Dakar.Model-model ikonik seperti Lancer Evolution, Pajero Evolution, hingga Colt Ralliart lahir dari rahim divisi ini. Jadi, menyematkan logo Ralliart pada kendaraan produksi massal harus dibarengi dengan peningkatan teknis yang sepadan. Mitsubishi tampaknya tidak ingin menodai reputasi masa lalu dengan buru-buru merilis model yang belum matang secara performa.Potensi Ralliart Merambah Pajero dan OutlanderRencana besar ini tidak akan berhenti di Triton Raider. Apabila respons pasar sesuai harapan, Mitsubishi membuka peluang lebar untuk menyuntikkan DNA Ralliart ke model lain. Pajero generasi terbaru yang sedang disiapkan menjadi kandidat kuat berikutnya.Bahkan, tak menutup kemungkinan SUV populer seperti Outlander turut mendapat sentuhan serupa di masa depan. Langkah ini bisa menjadi strategi cerdas Mitsubishi untuk kembali meramaikan segmen kendaraan performa tanpa harus membangun mesin sport dari nol. Pasar pikap dan SUV yang tengah naik daun di berbagai negara menjadi lahan basah yang menjanjikan bagi kebangkitan Ralliart.Referensi: Mitsubishi | VIVA Otomotif
- Mobil
- •
- 08 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Sedan Flagship BYD Great Han Siapkan Daya Jelajah Lebih Dari 1.000 Km
Pertanyaan soal komitmen BYD di segmen sedan premium akhirnya menemui titik terang. Di tengah gempuran SUV dan MPV yang makin padat, pabrikan asal China ini justru menyiapkan kejutan berupa sedan flagship berukuran besar yang siap mengisi posisi tertinggi di keluarga Dynasty Series.Model untuk sementara disebut Great Han, namun tulisan di bodi belakang mengindikasikan nama Han 9.Ditawarkan dalam versi listrik murni berdaya jelajah lebih dari 1.000 km serta opsi Plug-in Hybrid (PHEV).Mengusung desain eksterior elegan khas sedan kelas atas serta kabin yang mengutamakan kenyamanan penumpang.Dibekali sistem bantuan pengemudi berbasis LiDAR untuk mengimbangi fitur keamanan mobil premium.Desain Panjang yang Menonjolkan Kesan MewahFoto resmi yang beredar memperlihatkan siluet bodi yang berbeda jauh dari sedan BYD yang sudah kita kenal saat ini. Garis atapnya mengalir lembut ke bagian belakang, menciptakan proporsi yang mengingatkan pada sedan-sedan Eropa kelas atas. Bukan sekadar urusan estetika, proporsi panjang ini juga memberi isyarat soal ruang kaki lega yang akan dinikmati penumpang baris kedua.Bagian depan mengadopsi bahasa desain terbaru yang sebelumnya sudah diperkenalkan di Han L. Aksen horizontal menyatukan kedua lampu utama, memberikan kesan lebar dan rendah yang membuat mobil terlihat lebih agresif. Di belakang, lampu memanjang satu garis kini menjadi elemen yang konsisten untuk menegaskan identitas kendaraan listrik modern.Kabin Premium dengan Sentuhan Teknologi SUV FlagshipMasuk ke dalam, BYD tidak setengah hati mendandani interior Great Han. Konsep tata letaknya dikabarkan banyak menyerap dari SUV flagship mereka, yang artinya fokus utama bukan sekadar pada pengemudi, melainkan kenyamanan seluruh penumpang. Ini adalah pendekatan yang masuk akal untuk sedan yang diposisikan sebagai kendaraan pribadi sekaligus mobilitas bisnis.Meski detail fitur kabin belum dibuka sepenuhnya, kehadiran teknologi LiDAR di paket bantuan pengemudi menjadi sinyal kuat bahwa Great Han akan bermain di level yang serius. Di pasar China, teknologi ini sudah menjadi pembeda antara mobil premium biasa dengan yang benar-benar modern.Lebih Dari 1.000 Km dan Pilihan HybridBagi yang masih menyimpan kecemasan soal jarak tempuh mobil listrik, strategi BYD di model ini patut disimak. Untuk varian listrik murni, pabrikan menyiapkan versi berdaya jelajah lebih dari 800 kilometer. Namun yang lebih ambisius, ada varian yang diklaim mampu menempuh lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar pengujian lokal. Angka ini dimungkinkan berkat baterai generasi terbaru yang juga mendukung pengisian daya ultra cepat.Tidak berhenti di situ, BYD juga akan menghadirkan versi Plug-in Hybrid (PHEV). Langkah ini memberi ruang bagi konsumen yang rute hariannya menuntut fleksibilitas tanpa harus bergantung penuh pada infrastruktur pengecasan. Dua opsi ini menempatkan Great Han sebagai sedan yang mencoba menjawab dua kebutuhan sekaligus.Potensi Rilis di Pasar GlobalKehadiran Great Han menandakan BYD belum mau menyerahkan segmen sedan premium begitu saja, meski angin pasar lebih kencang berhembus ke arah SUV. Dengan spesifikasi yang dibawa, model ini berpotensi menjadi penantang serius di kelasnya, terutama jika banderol harga nantinya masih mempertahankan reputasi agresif BYD selama ini. Untuk pasar China, peluncuran resmi tampaknya tinggal menunggu waktu. Soal apakah sedan ini akan merambah pasar lain, jawabannya kemungkinan besar ada di strategi ekspor mereka berikutnya.Referensi: BYD | VIVA Otomotif
- Berita
- •
- 08 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Lepas Rombak Citra Mobil Listrik Lewat Kolaborasi Tak Terduga Bersama JFW
Pabrikan kendaraan elektrifikasi, Lepas, mengambil langkah di luar kebiasaan dengan meresmikan kerja sama strategis bersama Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan strategi untuk membentuk ulang persepsi publik terhadap mobil listrik agar lebih dekat dengan gaya hidup modern dan generasi urban.Lepas jalin kolaborasi dengan Jakarta Fashion Week 2027 demi mendekatkan diri ke segmen lifestyle.Brand ingin mengubah citra mobil listrik dari sekadar alat transportasi menjadi representasi diri.Memperkenalkan DNA desain "leopard aesthetic" lewat dua model andalan, L8 PHEV dan E4 EV.Pendekatan emosional dinilai krusial di tengah persaingan pasar EV yang semakin ketat.Mengapa Brand Otomotif Mulai Masuk ke Dunia Fashion?Kolaborasi ini dibuka lewat acara Designers' Soirée yang mempertemukan para pelaku industri fashion, desainer, dan brand otomotif. Lepas melihat adanya benang merah antara dunia otomotif dan fashion, terutama dalam hal desain, karakter, serta cara seseorang mengekspresikan identitasnya.President Director Chery Group, Zeng Shuo, menegaskan bahwa mobilitas saat ini sudah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup. Pihaknya tidak hanya ingin menjual kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga menghadirkan pendekatan baru terhadap pengalaman berkendara yang relevan dengan identitas pengguna modern.Membedah DNA Desain "Leopard Aesthetic"Dalam kerja sama ini, Lepas secara resmi memperkenalkan filosofi desain yang mereka sebut sebagai leopard aesthetic. Konsep ini diterapkan pada dua model andalan yang menyasar karakter konsumen berbeda. Fokus utamanya adalah menciptakan kendaraan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki fungsi dan nilai guna tinggi.Pendekatan "design with purpose" ini menjadi titik temu antara visi Lepas dan Jakarta Fashion Week. Keduanya sepakat bahwa desain yang baik harus lahir dari tujuan yang jelas, bukan sekadar estetika kosong.Lepas L8 PHEV, Representasi Kesan Elegan dan MatangModel pertama adalah Lepas L8 PHEV. Mobil ini hadir dengan karakter yang lebih elegan dan fokus pada kenyamanan. Kendaraan ini ditujukan untuk pengguna yang menginginkan impresi matang serta kenyamanan maksimal saat digunakan dalam berbagai aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.Kehadiran L8 PHEV menegaskan bahwa mobil ramah lingkungan bisa tampil berkelas tanpa kehilangan sisi fungsional sebagai kendaraan keluarga premium.Lepas E4 EV, Wadah Ekspresi Generasi Muda yang SportySementara itu, Lepas E4 EV tampil dengan postur lebih sporty dan ekspresif. Model ini secara spesifik menyasar konsumen muda dengan gaya hidup aktif yang menjadikan kendaraan sebagai cerminan kepribadian mereka. Desainnya yang dinamis diharapkan mampu menggaet segmen urban yang tidak ragu menonjolkan karakter melalui kendaraan sehari-hari.Dengan dua model ini, Lepas mencoba mengkover spektrum pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan identitas sebagai kendaraan modern yang terhubung dengan aspirasi pemiliknya.Membangun Pasar Bukan Hanya dari Spesifikasi TeknisLangkah ini menjadi penanda bahwa persaingan mobil listrik tidak lagi melulu berkutat pada spesifikasi teknis atau klaim jarak tempuh. Di tengah gempuran pabrikan baru, membangun koneksi emosional melalui lifestyle menjadi celah yang coba dimanfaatkan oleh Lepas. Jakarta Fashion Week 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 mendatang diyakini menjadi panggung yang tepat untuk memperkuat awareness tersebut.Dengan bermain di persimpangan antara otomotif, desain, dan mode, Lepas berupaya membuktikan bahwa citra mobil listrik yang kaku bisa dirombak menjadi lebih segar dan kekinian.Referensi: Lepas | VIVA
- Mobil
- •
- 08 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Belajar Mobil Manual Ternyata Lebih Cepat dari Perkiraan Pemula
Banyak calon pengemudi mundur teratur begitu mendengar kata mobil manual. Bayangan mesin mogok di tengah jalan, mobil mundur saat tanjakan, atau salah gigi memang cukup membuat gentar. Padahal, kalau mau jujur, mengemudikan transmisi manual itu keahlian yang bisa dikuasai lebih cepat dari yang Anda kira.Penelitian dan instruktur mengemudi menyebut rata-rata pemula butuh 20 sampai 30 jam latihan untuk menguasai kopling dan perpindahan gigi.Untuk sekadar memahami fungsi dasar dan bisa menggerakkan mobil, banyak orang bahkan hanya perlu waktu beberapa jam.Tantangan terbesar bukan di gigi, melainkan koordinasi antara kaki kiri di pedal kopling dan kaki kanan di gas.Kenapa Mobil Manual Terlihat Lebih Sulit?Mobil matik memang memanjakan. Tinggal gas dan rem, mobil melaju. Di transmisi manual, otak dan dua kaki Anda harus bekerja simultan. Ini yang bikin banyak pemula panik di awal latihan. Bukan karena teknisnya rumit, tapi karena tubuh belum terbiasa melakukan dua hal sekaligus.Proses melepas kopling sambil menekan gas secara halus adalah kunci utama. Saat kopling dilepas terlalu cepat tanpa gas yang cukup, mesin langsung mati. Begitu pula jika gas diinjak terlalu dalam saat kopling masih setengah, bunyi mesin meraung dan mobil tersentak.Peran Tachometer: Teman yang Sering TerlupakanDi mobil manual, ada satu panel yang jarang dilirik pemula: tachometer alias pengukur putaran mesin. Alat ini jadi patokan visual kapan harus pindah gigi. Tanpa indikator ini, pemula sering terlambat memindahkan tuas, entah itu terlalu rendah atau terlalu tinggi, yang berujung pada tarikan mesin tidak optimal.Pada mobil matik, semua proses ini dikalkulasi otomatis oleh transmisi. Maka wajar jika pemula butuh adaptasi. Beberapa instruktur mengemudi bahkan menyebut bahwa koordinasi mata, kaki, dan tangan inilah yang menjadi "PR" terbesar di sesi latihan pertama.Bukan Soal Bakat, Tapi Jam Terbang LatihanInstruktur berpengalaman kerap mengatakan tidak ada orang yang benar-benar tidak bisa mengemudikan mobil manual. Yang ada hanyalah orang yang kurang latihan. Sebagian orang mengaku bisa memahami konsep dasar kopling dan gigi dalam waktu kurang dari satu jam. Namun untuk bisa melaju mulus di jalan raya tanpa berpikir keras, rata-rata waktu yang dihabiskan adalah 20 hingga 30 jam latihan.Setelah fase itu, perpindahan gigi dan pengaturan kopling akan terasa alami. Anda tidak lagi menunduk melihat tuas atau panik saat berhenti di lampu merah. Kaki dan tangan bergerak otomatis mengikuti ritme mesin dan kondisi lalu lintas.Modal Berguna di Tengah Dominasi Mobil MatikMemang harus diakui, tren mobil matik kini lebih dominan di jalanan. Namun keterampilan menyetir mobil manual masih sangat relevan. Banyak kendaraan niaga, mobil bekas tangguh, atau low MPV yang masih menawarkan varian transmisi manual. Begitu juga di segmen mobil sport yang menuntut keterlibatan pengemudi lebih penuh.Banyak pengemudi berpengalaman menilai, kemampuan mengoperasikan kopling ini membuat pemahaman terhadap karakter mesin jadi lebih dalam. Anda tidak sekadar menjadi penumpang yang memegang kemudi, tapi benar-benar menyatu dengan cara kerja kendaraan.Jadi, daripada menunda karena takut, lebih baik segera duduk di balik kemudi. Semakin sering berlatih, semakin pendek waktu yang Anda butuhkan untuk mahir.Referensi: VIVA Otomotif
- Motor
- •
- 08 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Honda NS150LA Bawa Pengingat Prestise Retro Tanpa Lupa Teknologi Masa Kini
Buat penggemar skutik yang bosan dengan desain tajam dan agresif, kehadiran Honda NS150LA 2026 menjadi semacam oase. Motor ini mencoba merangkum pesona skutik retro Eropa ke dalam paket modern yang akrab di dompet. Garis-garis bodi membulat dan krom di beberapa titik berhasil menciptakan karakter klasik, tapi begitu melihat panel instrumen TFT warna dan antarmana konektivitasnya, Anda sadar ini bukan sekadar motor bergaya lawas.Desain retro premium dibalut lampu depan bulat penuh krom dan garis bodi membulat.Mesin 150cc eSP+ 4 katup berpendingin cairan, tenaga 11,4 kW dan torsi 14,4 Nm.Panel instrumen full digital TFT warna dengan navigasi dan konektivitas T-Box.Sistem pengereman ABS dual channel, fitur keyless, dan kamera dasbor terintegrasi di varian tertinggi.Harga di China sekitar Rp33 jutaan, memosisikan diri sebagai skutik retro berteknologi tinggi.Desain Retro yang Berani Tampil Beda dari Skutik Modern LainHonda NS150LA 2026 hadir dengan warna merah baru yang lebih berani, dipadukan lis krom di sekeliling bodi dan lampu utama. (Photo: Honda)Jika dilihat sekilas, DNA desain Honda NS150LA 2026 langsung terasa familier bagi pencinta skuter Eropa. Proyektor lampu utama bulat dikelilingi aksen krom solid, lalu lekukan tangki di pijakan kaki, dan lampu sein berukuran mini memperkuat aura kendaraan yang ingin tampil elegan, bukan sporty. Honda mendandani motor ini dengan pelek palang yang tidak hanya manis dipandang, tapi juga mempertegas sisi premium khas kendaraan bergaya klasik.Proporsi bodinya juga terasa padat dan berisi. Garis bahu yang membentang dari ujung depan ke buritan serta lampu belakang menyatu dengan bodi menciptakan siluet yang utuh. Honda tidak sedang menduplikasi skutik lain, tetapi menciptakan identitas sendiri yang memadukan kemewahan desain dengan bahasa desain modern yang bersih.Jantung 150cc eSP+ yang Irit Sekaligus Responsif di KotaDibanding skutik matic standar, siluet Honda NS150LA jauh lebih membulat dengan karakter retro Eropa yang kental. (Photo: Honda)Di balik bodi retro itu, tersimpan mesin 150cc SOHC 4 katup dengan basis teknologi eSP+. Mesin berpendingin cairan ini menghasilkan tenaga puncak 11,4 kW dan torsi maksimum 14,4 Nm di 6.500 rpm. Angka ini cukup untuk membuat Honda NS150LA bukan sekadar kendaraan santai, melainkan juga responsif saat diajak bermanuver di jalanan perkotaan yang padat.Karakternya dirancang untuk penggunaan riil. Torsi yang tersedia di putaran menengah ke bawah membuat akselerasi awal terasa ringan dan tidak perlu diulur sampai rpm tinggi. Untuk pengguna harian yang menginginkan kombinasi efisiensi dan kelincahan, karakter mesin ini bisa jadi teman yang menyenangkan. Sumber tenaganya membuat skutik ini tetap irit tetapi tidak malu-malu saat diajak mendahului.ABS dan Konektivitas Canggih yang Melampaui Ekspektasi KelasnyaPanel TFT warna pada Honda NS150LA adalah salah satu fitur termutakhir di kelas skutik retro, lengkap dengan konektivitas T-Box. (Photo: Honda)Fitur keselamatan menjadi sorotan utama. Honda membekali NS150LA dengan rem ABS dual channel di kedua roda, bukan cakram depan saja. Pendekatan ini memberikan rasa percaya diri lebih saat pengereman mendadak, terutama di permukaan jalan licin atau saat hujan. Fitur ini biasanya hanya hadir di skutik premium, dan kehadirannya di sini membuat posisi motor ini cukup unik.Di bagian dasbor, panel TFT warna mencuri perhatian. Panel ini mendukung konektivitas smartphone lewat aplikasi T-Box, yang memungkinkan pengendara mengakses navigasi serta fungsi pencarian lokasi motor dan notifikasi keamanan. Menariknya, di varian tertinggi terdapat kamera dasbor terintegrasi yang bisa dikendalikan langsung dari setang. Ini fitur yang masih langka di skutik sekelasnya dan makin mempertegas identitas NS150LA sebagai motor retro yang melek teknologi.Bodi 138 Kg dan Rangka Pipa Baja, Paduan Ringan dan StabilBobot Honda NS150LA 2026 ada di angka 138 kilogram. Meski bukan yang paling enteng di kelas retro 150cc, bobot ini masih sangat manageable untuk manuver harian. Rasa beratnya lebih mencerminkan kesan kokoh dari konstruksi bodi serta komponen yang dipakai.Kesan kemewahan yang terasa solid tidak lepas dari keputusan Honda memilih rangka pipa baja tubular, alih-alih menggunakan platform eSAF yang biasa dipakai untuk model entry level. Rangka ini memberikan karakter handling yang stabil dan senyap. Bagi pengendara yang memprioritaskan sensasi berkendara yang mantap serta minim getaran, pilihan konstruksi ini bisa menjadi nilai jual utama dibanding skutik retro lainnya.Trik Praktis: Tangki Bensin di Depan Demi Isi Ulang Tanpa RibetSalah satu detail kecil tapi fungsional adalah penempatan lubang pengisian bahan bakar. Honda meletakkannya di area dek depan, bukan di bawah jok seperti banyak skutik retro lain. Dengan konfigurasi ini, pengguna tidak perlu turun dari motor atau membuka jok setiap kali hendak mengisi bensin.Meski sederhana, solusi ini sangat terasa manfaatnya dalam rutinitas harian. Apalagi saat mengantre di SPBU, proses isi ulang jadi lebih cepat dan praktis. Ini bukti bahwa perancangan motor ini mengadopsi kebiasaan nyata pengguna skutik di perkotaan.Warna Baru Merah Menyala Bikin Tampil Lebih BerkarakterUntuk model tahun 2026, Honda menambahkan pilihan warna merah baru ke dalam daftar opsi NS150LA. Warna ini dipadukan dengan aksen krom di sekeliling lampu dan garis bodi. Perpaduan tersebut membuat tampilan motor semakin segar tanpa meninggalkan kesan mewah retro yang jadi fondasi desainnya.Bagi pembeli yang ingin tampil beda dari warna-warna netral seperti perak atau hitam, opsi merah ini memberikan karakter lebih berani. Di jalanan, warna tersebut cukup eye-catching, terutama saat diparkir di deretan skutik sporty yang agresif.Harga di China dan Kecocokan dengan Pengguna HarianDi China, Honda NS150LA 2026 dibanderol sekitar 15.880 Yuan atau setara Rp33 jutaan. Dengan harga tersebut, Anda membawa pulang skutik retro 150cc yang tidak sekadar mengandalkan desain lawas, tetapi sudah dilengkapi rem ABS dual channel, panel TFT, dan opsi kamera dasbor bawaan.Motor ini sangat cocok bagi Anda yang menjadikan gaya berkendara sebagai ekspresi personal, tetapi tetap menginginkan fitur modern yang lengkap. Ia bukan motor bebek atau skuter mungil untuk sekadar irit, melainkan kendaraan harian yang tetap membuat Anda percaya diri saat parkir di depan kafe. Untuk pasar di luar China, belum ada informasi resmi terkait rencana distribusinya. Kita perlu menanti kabar selanjutnya.Referensi: Honda | GreatBiker
Space Iklan Tersedia
Jangkau ribuan pembaca setia portal otomotif dan teknologi kami.
Pasang Iklan Anda →