Berita Terbaru - Halaman 3

Ducati Hadirkan 10 Motor Edisi Ulang Tahun, Produksi Cuma 100 Unit

Ducati Hadirkan 10 Motor Edisi Ulang Tahun, Produksi Cuma 100 Unit

Ducati merayakan satu abad perjalanannya dengan meluncurkan Collezione 100. Koleksi motor edisi terbatas ini terdiri dari 10 model berbeda, dan setiap model hanya akan diproduksi sebanyak 100 unit untuk seluruh dunia. Langkah ini menjadi salah satu proyek paling ambisius sekaligus paling langka yang pernah dikerjakan pabrikan Borgo Panigale.10 model Ducati modern diubah menjadi edisi spesial Collezione 100Setiap model hanya diproduksi 100 unit di seluruh duniaDesain terinspirasi motor legendaris, part khusus Bronzo Centenario, dan karya seni eksklusifModel yang terlibat mencakup Panigale, Streetfighter, Monster, XDiavel, hingga DesertXDesain Terinspirasi Motor Legendaris Sepanjang SejarahCollezione 100 bukan sekadar edisi spesial dengan aksen baru. Ducati menggali kembali warisan balap dan model ikoniknya selama 100 tahun terakhir. Hasilnya, setiap motor dalam koleksi ini membawa skema warna yang menghidupkan kembali momen bersejarah.Panigale V4 S 100 tampil dengan corak yang terinspirasi Ducati 750 Imola Desmo, motor yang mengantarkan kemenangan bersejarah di balapan Imola 200 pada 1972. Sementara Monster 100 mengadopsi nuansa Monster S4Rs Tricolore, model ikonik sebelum generasi pertama Monster dihentikan pada 2008.Kejutan lain hadir dari XDiavel V4 100 yang membawa warna khas motor balap Ducati saat menjuarai Daytona 1977. Sedangkan DesertX 100 mengambil inspirasi dari Pantah Ice, motor unik yang pernah digunakan untuk atraksi di lintasan es pada awal 1980-an.Kelengkapan Kolektor yang Tidak Main-mainSetiap unit Collezione 100 dibekali detail khusus yang membedakannya dari model reguler. Komponen seperti kaliper rem, pelat nomor produksi, hingga tutup tangki BBM mendapat sentuhan warna Bronzo Centenario yang eksklusif untuk seri ini.Paket penjualannya juga dirancang untuk para kolektor serius. Tiap motor dilengkapi sertifikat keaslian, cover motor spesial, paddock stand, serta karya seni eksklusif buatan seniman Italia Ugo Nespolo. Khusus model bermesin V4, Ducati bahkan menyiapkan peti kayu khusus sebagai bagian dari seremoni penyerahan kendaraan.Potensi Rilis di Luar NegeriDengan kuota produksi yang sangat terbatas, Ducati Collezione 100 dipastikan akan menjadi buruan kolektor di berbagai negara. Alokasi untuk kawasan Asia Tenggara belum diumumkan secara rinci, namun model seperti Panigale V4 dan Monster merupakan lini yang cukup familiar di pasar regional. Peluang unit edisi ini masuk secara resmi tetap terbuka, meski dalam jumlah yang sangat minim mengingat kuota global hanya 100 unit per model.Referensi: Ducati | VIVA Otomotif

Ekspedisi Veloz Hybrid Toyota Jawab Keraguan Mobil Hybrid Jarak Jauh

Ekspedisi Veloz Hybrid Toyota Jawab Keraguan Mobil Hybrid Jarak Jauh

Pernah ragu apakah mobil hybrid bisa diandalkan untuk perjalanan jauh ke luar kota? Kekhawatiran soal tenaga di tanjakan, ketersediaan bahan bakar, atau ketangguhan di medan yang tidak selalu mulus sering kali muncul. Toyota mencoba menjawabnya langsung lewat aksi nyata, bukan sekadar brosur.Toyota Veloz Hybrid EV menempuh ribuan kilometer dalam Ekspedisi Lintas Nusa 2.0: Jelajah SulawesiRute melintasi enam provinsi, dari Kendari hingga Manado, dengan kondisi jalan pegunungan, pesisir, dan rusakSistem hybrid tidak memerlukan infrastruktur pengisian daya; cukup isi bensin seperti mobil konvensionalEkspedisi ini sekaligus menepis anggapan bahwa mobil hybrid hanya cocok digunakan di kota besarTidak ada kekhawatiran mencari stasiun pengisian listrik di tengah perjalanan panjangMedan Sulawesi Jadi Tolok Ukur KetangguhanPemilihan Sulawesi bukan kebetulan. Pulau ini punya karakter jalan yang amat beragam, dari rute pegunungan berkelok, jalan pesisir yang kadang sempit, hingga antar kota yang tidak selalu mulus. Kondisi tersebut dianggap paling mewakili tantangan sesungguhnya yang kerap dihadapi pengguna di banyak daerah.Dalam ekspedisi ini, Veloz Hybrid EV akan berangkat dari Kendari, Sulawesi Tenggara, lanjut ke Morowali, Palopo, Makassar, Tana Toraja, Palu, Luwuk, Tolitoli, Gorontalo, dan berakhir di Manado, Sulawesi Utara. Tim juga menyempatkan diri mengeksplorasi destinasi wisata serta mencicipi kuliner khas di setiap titik pemberhentian.Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menuturkan bahwa ekspedisi ini adalah kelanjutan dari perjalanan serupa yang sebelumnya telah sukses. “Sulawesi dipilih karena mampu merepresentasikan karakter jalan yang beragam, lengkap dengan panorama indah serta medan yang menantang,” ujarnya.Isi Bensin Biasa, Tanpa Cari ColokanSalah satu kekhawatiran terbesar soal mobil listrik adalah ketersediaan stasiun pengisian daya. Teknologi hybrid pada Veloz Hybrid EV menghilangkan keresahan itu. Anda cukup mengisi bensin seperti biasa. Tidak perlu memetakan lokasi SPKLU atau cemas kehabisan daya baterai di tengah rute sepi.Keunggulan inilah yang membuat mobil hybrid terasa lebih familier bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan infrastruktur kendaraan listrik yang masih bertumbuh. Praktis, tanpa drama adaptasi.Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, menegaskan, “Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa siap menjawab pertanyaan sebagian orang atas kemampuan teknologi Hybrid Toyota beradaptasi di lingkungan menantang Pulau Sulawesi.”Bukan Sekadar Perjalanan Uji CobaSelain membuktikan ketangguhan teknis, perjalanan ini juga menjadi ajang merasakan langsung bagaimana rasanya membawa mobil hybrid untuk kebutuhan jelajah jarak jauh ala keluarga atau komuter yang kerap berpindah kota. Tidak ada perlakuan istimewa, semua dilakukan dalam kondisi nyata sehari-hari.Dengan pendekatan semacam ini, Toyota ingin mendekatkan teknologi hybrid ke lebih banyak kalangan. Bahwa berkendara efisien dan ramah lingkungan tak harus dimulai dari kota besar dengan infrastruktur lengkap.Referensi: Toyota | viva.co.id

Cara Berkendara Hemat BBM Terbukti Tak Harus Selalu Pelan

Cara Berkendara Hemat BBM Terbukti Tak Harus Selalu Pelan

Anggapan bahwa melaju pelan adalah resep mutlak menghemat bensin nyatanya tidak sepenuhnya akurat. Di tengah kemacetan kota, mobil yang bergerak terlalu lambat justru kerap memecah ritme lalu lintas tanpa jaminan efisiensi yang signifikan. Kunci penghematan sebenarnya terletak pada kepiawaian mengelola akselerasi, pengereman, dan rentang putaran mesin.Putaran mesin ideal untuk mobil bensin berada di rentang 1.500 hingga 2.500 rpm.Hindari injakan pedal gas mendadak agar suplai bahan bakar ke ruang bakar tidak berlebihan.Membaca situasi lalu lintas lebih jauh ke depan mampu memangkas frekuensi pengereman dan akselerasi tak perlu.Bobot kendaraan dan penggunaan AC juga berkontribusi signifikan pada konsumsi BBM.Rentang RPM Paling Bersahabat dengan KantongMenjaga putaran mesin di zona ideal menjadi langkah paling sederhana yang bisa langsung diterapkan. Untuk kendaraan bermesin bensin, efisiensi optimal umumnya bertengger di kisaran 1.500 sampai 2.500 rpm. Ketika indikator takometer kerap melewati angka 3.000 rpm, artinya mesin sedang bekerja ekstra dan meminta suplai bensin lebih boros.Logikanya sederhana, tenaga tambahan yang diminta dari putaran tinggi harus dibayar dengan volume bakar yang lebih besar. Alih-alih melajukan mobil lebih cepat secara instan, mempertahankan rpm di rentang aman ini justru membuat laju kendaraan lebih tenang sekaligus menekan frekuensi kunjungan ke SPBU.Jebakan Akselerasi Agresif di Lalu Lintas PadatKebiasaan menginjak gas dalam sekejap adalah musuh utama efisiensi bahan bakar. Ketika pedal diperlakukan secara kasar, modul kontrol elektronik akan memerintahkan injektor menyemprotkan bahan bakar lebih banyak ke ruang bakar. Hasilnya tentu akselerasi yang bertenaga, namun dompet ikut merasakan efeknya.Teknik akselerasi bertahap atau linear menawarkan solusi yang lebih bersahabat. Meski waktu yang diperlukan untuk mencapai kecepatan jelajah memang sedikit lebih panjang, proses pembakaran berlangsung lebih sempurna dan residu bensin yang terbuang sia-sia bisa ditekan.Membaca Jauh ke Depan Bukan Sekadar GayaPengemudi dengan konsumsi BBM paling efisien biasanya memiliki kesamaan: mereka mampu membaca gelagat lalu lintas beberapa kendaraan di depan. Fokus tidak hanya terpaku pada mobil tepat di bumper depan, melainkan menjangkau dua atau tiga obyek di depannya. Kontrol seperti ini efektif mencegah pengendara melakukan stop-and-go secara brutal.Contoh kecilnya, saat lampu di persimpangan jauh terlihat mulai berubah merah, kaki bisa langsung melepas pedal gas lebih awal. Mobil akan melambat secara alami menggunakan engine brake tanpa perlu injakan rem yang mendadak. Langkah ini sangat krusial karena setiap kali mobil berhenti total lalu start lagi, di situlah lonjakan boros bahan bakar terjadi.Godaan Pindah Jalur dan Beban TersembunyiBergerak zig-zag di tengah kemacetan dengan harapan bisa lebih cepat sampai bukan hanya berbahaya, tetapi juga kontraproduktif untuk dompet. Ritme akselerasi dan deselerasi yang konstan akibat manuver pindah jalur membutuhkan energi yang jauh lebih besar dibanding melaju dengan kecepatan stabil di satu lajur.Di samping gaya mengemudi, bobot bawaan juga perlu diaudit. Barang-barang yang tidak relevan sebaiknya segera diturunkan dari bagasi. Semakin ringan kendaraan, semakin minim tenaga yang dikerahkan mesin untuk menarik beban tersebut. Sementara itu, mengatur suhu AC pada tingkat wajar tanpa selalu memaksimalkan kecepatan kipas turut menekan daya kompresor yang turut menyedot tenaga mesin setiap saat.Referensi: Toyota | viva.co.id

Emmo Siapkan 4 Motor Listrik Baru Usai Sukses Pasok Program MBG

Emmo Siapkan 4 Motor Listrik Baru Usai Sukses Pasok Program MBG

Emmo Electric Mobility bergerak cepat memperluas portofolio produknya. Pemasok tunggal motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dikabarkan tengah menyiapkan empat model baru yang akan segera meluncur.Empat model baru telah terdaftar di laman resmi Emmo, menanti jadwal rilis.Badan Gizi Nasional sebelumnya telah memesan lebih dari 21.000 unit motor listrik dari Emmo.Total anggaran pemesanan motor listrik tersebut menyentuh angka Rp1,22 triliun.Emmo memberikan garansi motor selama 2 tahun dan garansi baterai 3 tahun.Ekspansi diler besar-besaran disiapkan, dengan 12 titik baru dari Papua hingga Jawa.Dapur MBG jadi batu loncatan ekspansi pasar ritelSebelum menggodok model baru, eksistensi Emmo di Tanah Air memang sudah terdengar lewat kolaborasi strategisnya dengan Badan Gizi Nasional. Pabrikan ini memasok dua tipe motor listrik untuk mendukung operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjangkau wilayah terpencil. Kedua model itu adalah JVX GT yang mengusung gaya trail, serta JVH Max yang berdesain skuter matik.Emmo JVX GT, salah satu model yang dipesan Badan Gizi Nasional untuk operasional dapur MBG. (Photo: Emmo)Pesanan dari pemerintah ini bukan jumlah yang sedikit. Total ada lebih dari 21.000 unit yang disiapkan dengan anggaran fantastis, yakni Rp1,22 triliun. Meski skala pemesanannya masif, kedua model ini sejatinya belum benar-benar dipasarkan secara komersial untuk konsumen individu. Langkah Emmo berikutnya justru mengarah pada pembukaan keran pasar ritel.Skuter listrik Emmo JVH Max yang juga menjadi bagian dari armada operasional program Makan Bergizi Gratis. (Photo: Emmo)Empat nama baru muncul di situs resmi EmmoMeski belum tersedia spesifikasi detail, laman resmi Emmo kini memajang keterangan "coming soon" untuk empat model anyar. Keempat produk tersebut adalah Volt Bike, Folding Pro, JVH Lite, dan JVX Trail. Kehadiran nama-nama ini menandakan strategi Emmo untuk tidak hanya bermain di segmen motor dinas, namun juga menyasar pengguna harian.Empat model baru Emmo, Volt Bike, Folding Pro, JVH Lite, dan JVX Trail telah muncul di situs resmi dengan status segera hadir. (Photo: Emmo)Dengan tambahan ini, total model yang akan dipasarkan Emmo bertambah signifikan. Varian Folding Pro dan Volt Bike juga mengindikasikan bahwa Emmo tidak hanya fokus pada motor trail atau skuter konvensional, melainkan juga merambah lini sepeda listrik praktis yang bisa dilipat.Ekspansi diler agresif dan garansi baterai panjangKeseriusan Emmo menggarap pasar lokal turut dibuktikan dengan program jaminan purnajual. Seluruh produk yang dipasarkan mendapatkan garansi motor selama dua tahun, serta garansi baterai yang lebih panjang, yaitu tiga tahun. Ini menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan di tengah persaingan motor listrik yang kian ketat.Dari sisi distribusi, Emmo tidak main-main. Mereka telah memetakan 12 titik diler baru yang akan beroperasi dalam waktu dekat. Menariknya, setengah dari jumlah tersebut atau tepatnya enam diler akan dibangun di Papua. Lokasi strategis itu mencakup Mimika, Wamena, Sorong, Manokwari, Merauke, dan Jayapura. Sementara enam diler lainnya terpusat di Pulau Jawa, meliputi Jakarta, Tangerang, Bogor, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.Saat ini, satu-satunya diler Emmo yang sudah berdiri secara fisik berada di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Meski masih berupa bangunan modular dan dalam tahap finalisasi operasional, keberadaannya menjadi titik awal penetrasi merek ini ke konsumen langsung. Aktivitas di diler tersebut memang masih terpantau sepi, namun hal ini wajar mengingat jaringan penjualan massal mereka sesungguhnya baru akan dimulai.Referensi: Emmo | Otodream

Mitsubishi Triton Raider Jadi Jalan Kebangkitan Nama Legendaris Ralliart

Mitsubishi Triton Raider Jadi Jalan Kebangkitan Nama Legendaris Ralliart

Nama Ralliart punya tempat istimewa di hati penggemar otomotif. Label ini dulunya identik dengan mesin beringas dan dominasi lintasan reli dunia. Setelah lama meredup dan hanya muncul sebatas paket aksesori, Mitsubishi kini memberi sinyal serius untuk mengembalikan kejayaan divisi performa tersebut. Bedanya, strategi kebangkitannya justru dimulai dari ranah yang tak terduga: segmen pikap tangguh lewat Triton Raider.Mitsubishi menguji pasar kendaraan performa lewat model pikap khusus Triton Raider.Triton Raider belum menyandang emblem Ralliart karena belum ada peningkatan tenaga mesin.Fokus ubahan ada pada kaki-kaki, suspensi, dan aksesori siap libas medan off-road berat.Jika sukses, nama Ralliart berpotensi merambah ke SUV seperti Pajero dan Outlander.Langkah Hati-hati Mitsubishi untuk Uji PasarMitsubishi tidak mau sekadar bernostalgia. Pabrikan asal Jepang ini ingin memastikan pasar benar-benar siap menyambut kendaraan bergaya performa dan off-road ekstrem. Triton Raider hadir sebagai proyek percontohan, sebuah penjajakan untuk melihat seberapa besar animo konsumen terhadap model yang lebih garang dari varian standar.Menariknya, meski lahir dari basis Triton GSR, Raider sengaja belum dibekali lencana Ralliart. Alasannya cukup logis. Selama ini Ralliart identik dengan lonjakan performa signifikan, sementara jantung mekanis Triton Raider masih sama persis dengan versi standarnya, yaitu mesin diesel 2.4 liter bi-turbo bertenaga 204 daya kuda dan torsi 470 Nm. Ubahan besarnya lebih menyentuh kemampuan pengendalian dan daya tahan di medan kasar.Bukan Sekadar Kosmetik, Ini Racikan Suspensi dan Kaki-kakiMeski tanpa sentuhan mesin, bukan berarti Triton Raider cuma ganti baju. Ubahannya cukup esensial bagi penggemar jelajah alam bebas. Mitsubishi membekali pikap ini dengan peredam kejut dari Monroe yang lebih mumpuni meredam guncangan. Untuk menambah daya cengkeram, velg ROH 18 inci dibalut ban segala medan Bridgestone Dueler AT002.Tak ketinggalan, sejumlah aksesori khas pikap petualang turut tersemat. Ada sports bar khusus di bak belakang serta rock slider yang melindungi bodi samping saat melintasi jalur berbatu. Perubahan ini membuat karakter Triton Raider jauh lebih agresif dan fungsional dibanding Triton GSR standar.Warisan Panjang Ralliart di Dunia BalapKehati-hatian Mitsubishi memakai nama Ralliart bukan tanpa alasan. Nama ini punya sejarah yang sangat dalam di dunia otomotif global. Divisi tersebut berdiri pada 1984 dan sempat menjadi lengan balap resmi Mitsubishi. Prestasi mereka sangat mentereng, terutama di ajang World Rally Championship (WRC) dan Reli Dakar.Model-model ikonik seperti Lancer Evolution, Pajero Evolution, hingga Colt Ralliart lahir dari rahim divisi ini. Jadi, menyematkan logo Ralliart pada kendaraan produksi massal harus dibarengi dengan peningkatan teknis yang sepadan. Mitsubishi tampaknya tidak ingin menodai reputasi masa lalu dengan buru-buru merilis model yang belum matang secara performa.Potensi Ralliart Merambah Pajero dan OutlanderRencana besar ini tidak akan berhenti di Triton Raider. Apabila respons pasar sesuai harapan, Mitsubishi membuka peluang lebar untuk menyuntikkan DNA Ralliart ke model lain. Pajero generasi terbaru yang sedang disiapkan menjadi kandidat kuat berikutnya.Bahkan, tak menutup kemungkinan SUV populer seperti Outlander turut mendapat sentuhan serupa di masa depan. Langkah ini bisa menjadi strategi cerdas Mitsubishi untuk kembali meramaikan segmen kendaraan performa tanpa harus membangun mesin sport dari nol. Pasar pikap dan SUV yang tengah naik daun di berbagai negara menjadi lahan basah yang menjanjikan bagi kebangkitan Ralliart.Referensi: Mitsubishi | VIVA Otomotif