Berita Terbaru - Halaman 8
- EV
- •
- 08 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
China Perketat Aturan Mobil Hybrid EREV, Mesin Wajib Uji Ketahanan 300 Ribu Km
Buat Anda yang mengincar mobil hybrid dengan teknologi extended range atau yang penasaran kenapa model-model baru dari China terasa kian solid, ada kabar penting dari negeri tirai bambu. Pemerintah China resmi memperketat standar industri untuk mobil hybrid jenis Extended Range Electric Vehicle (EREV). Aturan ini bukan sekadar formalitas, melainkan standar ketat yang akan menyaring teknologi mana yang benar-benar andal menemani perjalanan harian Anda.Standar industri baru untuk sistem range extender mobil EREV berlaku mulai November 2026.Produsen wajib melakukan uji ketahanan setara pemakaian 300 ribu kilometer.Sistem harus lolos pengujian start-stop mesin hingga 100 ribu kali.Regulasi juga mencakup batas ketat untuk tingkat getaran, kebisingan, dan kompatibilitas elektromagnetik.Langkah ini bertujuan mendorong produsen menghadirkan kendaraan yang lebih halus, senyap, dan berumur panjang.Apa Itu Teknologi EREV yang Kini Semakin Ketat Aturannya?Banyak yang mengira semua mobil hybrid punya cara kerja serupa. Faktanya, EREV punya filosofi yang benar-benar berbeda dan inilah yang mendasari mengapa aturannya harus lebih spesifik. Tidak seperti hybrid konvensional yang rodanya bisa diputar oleh mesin bensin dan motor listrik secara bersamaan, mobil EREV digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik.Mesin bensin yang ada di dalam kap mesin tidak pernah terhubung langsung ke roda. Tugasnya hanya satu, yaitu menjadi pembangkit listrik atau generator yang mengisi daya baterai saat kapasitasnya mulai menipis. Dengan cara ini, pengemudi tetap merasakan seluruh sensasi mobil listrik murni, akselerasi instan dan kabin yang hening, tapi tanpa rasa khawatir kehabisan daya di tengah perjalanan jauh.Konsep inilah yang membuat EREV begitu populer sebagai jembatan antara mobil konvensional dan listrik murni. Dan justru karena mesinnya bekerja sebagai "pembangkit listrik berjalan", karakter kerjanya sangat berbeda dengan mesin biasa. Ia harus mampu menyala dan mati sendiri berkali-kali tanpa terasa oleh penumpang, itulah sebabnya standar baru ini menyentuh aspek yang sangat spesifik.Uji Ketahanan 300 Ribu Kilometer dan Start-Stop 100 Ribu KaliSalah satu syarat baru yang paling menarik perhatian, terutama bagi Anda yang suka menyimpan kendaraan dalam jangka panjang, adalah kewajiban uji ketahanan yang setara penggunaan hingga 300 ribu kilometer. Angka ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Pemerintah China ingin memastikan bahwa mesin range extender yang Anda bayar ini tidak akan ringkih hanya setelah beberapa tahun penggunaan.Regulasi tersebut juga mewajibkan sistem untuk melewati pengujian start-stop sebanyak 100 ribu kali. Bayangkan skenario kemacetan kota atau perjalanan luar kota di mana mesin generator harus menyala dan mati secara otomatis berkali-kali. Sebuah sistem yang tidak dirancang dengan matang akan menghasilkan getaran kasar atau suara yang mengganggu setiap kali mesin bensin itu "bangun" untuk mengisi baterai. Standar baru ini memaksa produsen untuk menghadirkan transisi yang benar-benar mulus dan nyaris tak terasa.Aturan yang akan menggantikan standar delapan tahun lalu ini juga merinci aspek lain yang sering terabaikan oleh pembeli awam. Mulai dari akurasi pengaturan daya, ketahanan komponen, hingga tingkat kebisingan dan kompatibilitas elektromagnetik. Poin terakhir ini penting agar sistem kelistrikan tegangan tinggi pada mobil hybrid tidak mengganggu perangkat elektronik lain di dalam mobil, seperti sistem infotainment atau pengereman.Dari Mobil Keluarga Hingga Premium, EREV Makin DiminatiPengerasan aturan ini tidak datang tiba-tiba. Data pasar di China menunjukkan penjualan mobil EREV sudah menembus lebih dari satu juta unit per tahun. Apa yang awalnya jadi andalan mobil keluarga berukuran sedang, kini sudah merambah ke segmen premium dengan performa tinggi. Produsen lokal berlomba-lomba menawarkan jarak tempuh total yang fantastis dengan kabin mewah, dan ini membuat persaingan tidak hanya soal siapa yang paling murah.Ketika pasar tumbuh secepat ini, risiko kualitas yang tidak merata juga ikut meningkat. Langkah "bersih-bersih" yang dilakukan China ini pada dasarnya adalah tameng bagi konsumen. Produsen yang hanya bisa merakit komponen tanpa riset mendalam akan kesulitan memenuhi ambang batas halus dan senyap yang disyaratkan regulasi baru. Bagi kita sebagai pembeli, ini adalah angin segar yang menjamin bahwa membanjirnya model baru tidak akan diikuti oleh turunnya standar kenyamanan dan durabilitas.Ke depannya, standar ini bisa jadi acuan pasar global. Produsen yang ingin mobilnya diakui kualitasnya di panggung internasional mau tidak mau harus memenuhi cetak biru ketat ini. Bukan tidak mungkin, dalam beberapa tahun ke depan, mobil hybrid yang kita pakai sehari-hari akan punya sensasi listrik yang lebih murni dengan mesin generator yang kehadirannya bahkan sering Anda lupakan.Referensi: VIVA Otomotif
- Berita
- •
- 08 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Pelumas 2-Tak Motul Naik Kelas ke Standar JASO FD, Bikin Mesin Motor Legendaris Lebih Awet?
Meski pabrikan sudah bertahun-tahun pamit dari arena motor dua tak, nyatanya para penggemar setia sama sekali belum move on. Yamaha RX-King, Kawasaki Ninja 150 RR, atau Suzuki Satria 120R masih setia menemani komuter maupun sesi ngopi malam minggu. Permasalahannya, menjaga jantung pacuan berumur puluhan tahun itu butuh cairan spesifik yang tidak sekadar "asal campur".Mesin 2-tak butuh pelumas berkemampuan detergency tinggi untuk menekan kerak dan asap.Motul menyegarkan lini 510 2T dan 710 2T dengan standar tertinggi JASO FD M345.Pembaruan ini mencakup spesifikasi kimiawi, bukan hanya ubahan visual kemasan.Performa mesin legendaris tetap optimal tanpa mengorbankan kenyamanan harian.Keresahan Unik Pemilik Motor 2-Tak di Masa ModernMemiliki motor dua tak di masa kini ibarat memelihara barang antik yang masih produktif. Semburan tenaga khas dan suara dering knalpotnya memang tidak tergantikan, tapi konsekuensinya cukup merepotkan jika salah pilih oli samping. Karakter mesin yang membakar pelumas bersama bensin membuat kualitas oli punya pengaruh mutlak: menentukan seberapa cepat kerak menumpuk serta seberapa pekat asap yang keluar dari ujung knalpot.Nah, semakin sulitnya mencari unit orisinal berimbas pada melambungnya harga motor-motor ini. Artinya, menjaga kebersihan ruang bakar bukan sekadar urusan teknis, melainkan investasi. Apabila penumpukan karbon dibiarkan, performa loyo dan nilai jual kembali bisa terjun bebas.Standar JASO FD M345 Jadi Tolok Ukur BaruMotul mengambil langkah strategis dengan mendorong kemampuan pelumas 2-tak mereka melewati standar tertinggi yang ada saat ini, JASO FD M345. Bagi yang belum familier, ini adalah level pengujian paling ketat. Tolok ukurnya bukan cuma pelumasan, tetapi juga kemampuan menekan pembentukan deposit, membersihkan komponen secara berkelanjutan, serta meminimalisasi asap sisa pembakaran.Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba, menjelaskan pembaruan ini diterapkan agar pengendara mendapat perlindungan mesin yang lebih optimal. Baik itu untuk keperluan harian yang cenderung santai, maupun pengguna yang sesekali mengajak motor kesayangan berakselerasi di rpm tinggi. Perbedaan signifikan ada pada 510 2T dan 710 2T yang kini didesain lebih responsif terhadap iklim tropis dan karakter berkendara lokal.Bukan Cuma Soal Branding, Formula Detergency DitingkatkanMungkin ada yang menduga ini sekadar penyegaran visual. Faktanya tidak. Uji standar JASO FD M345 mewajibkan kemampuan detergency alias daya cuci yang lebih tinggi. Fungsi ini krusial untuk mengikis kerak membandel yang kerap menyumbat ring piston serta menempel di dinding silinder.Ketika formula pelumas benar-benar bertugas membersihkan, mesin lebih bernapas lega. Gejala brebet akibat penumpukan karbon bisa ditekan, sehingga karakter "nendang" khas motor dua tak tetap terasa mulus. Bagi pengguna yang sering terjebak macet, ini juga membantu mengurangi risiko oli tidak terbakar sempurna dan meminimalisasi asap pekat yang mengganggu pengendara lain di lampu merah.Mekanisme Distribusi Demi Ketersediaan StokPergantian produk dilakukan secara bertahap lewat skema phase in, phase out. Motul memastikan stok lama akan terus berkurang seiring masuknya produk dengan standar baru ke jaringan penjualan. Welmart menegaskan strategi ini dipilih supaya tidak terjadi kelangkaan di pasaran. Toh, motor dua tak masih butuh suplai rutin untuk hidup.Selain itu, tampilan luar kemasan juga diselaraskan dengan identitas global terbaru. Namun misi utamanya tetap pada perubahan di dalam botol: spesifikasi yang lebih tinggi untuk melindungi mesin lawas yang kian langka.Referensi: Motul | viva.co.id
- Mobil
- •
- 08 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
SUV Audi Rp1,9 Miliar Meluncur Saat Penjualan Baru Sentuh Enam Unit
Audi Indonesia resmi menghadirkan The New Audi Q5 Sportback. SUV premium dengan siluet atap melandai ini dibanderol mulai Rp1,9 miliar.Audi Q5 Sportback meluncur resmi dengan harga Rp1,9 miliarPenjualan retail Audi Indonesia Januari hingga Mei 2026 hanya enam unitMesin 2.000 cc turbo bertenaga 204 dk dipadukan sistem penggerak quattroFitur keselamatan mencakup adaptive cruise control dan kamera 360 derajatKontras Peluncuran dan Realita PenjualanPeluncuran ini terasa kontras jika menengok angka penjualan Audi di Tanah Air. Mengacu data penjualan retail Gaikindo periode Januari hingga Mei 2026, Audi hanya membukukan enam unit. Angka yang sangat kecil bahkan untuk ukuran ceruk premium.Meski begitu, Audi tidak menahan langkah. Chief Operating Officer Audi Indonesia, Edo Januarko Chandra, menegaskan bahwa pasar mobil premium masih menyimpan peluang. Konsumen yang mencari kendaraan mewah dengan teknologi modern tetap ada dan Audi ingin menjangkaunya.“Kami sangat antusias menyambut kehadiran The New Audi Q5 Sportback. Model ini menggambarkan bagaimana Audi menghadirkan kemewahan modern melalui inovasi yang bisa dirasakan setiap hari,” ujar Edo.Desain Sportback yang Lebih DinamisDibandingkan SUV konvensional, Q5 Sportback tampil lebih sporty. Garis atap dibuat melandai ke belakang, menciptakan postur dinamis yang membedakannya dari Q5 standar. Lekukan bodi tetap mempertahankan bahasa desain Audi yang bersih dan presisi.Pencahayaan menjadi salah satu daya tarik utama. Lampu depan sudah menggunakan Matrix LED, sedangkan lampu belakang mengadopsi teknologi Digital OLED. Kesan premium diperkuat pelek 20 inci serta panoramic sunroof yang membuat kabin terasa lapang.Performa Mesin Turbo dan QuattroDi balik kap mesin, Q5 Sportback mengandalkan mesin bensin 2.000 cc turbocharged. Output tenaga mencapai 204 daya kuda dengan torsi 340 Nm. Seluruh tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis 7 percepatan ke sistem penggerak empat roda quattro.Kehadiran quattro bukan sekadar warisan engineering Audi, melainkan fondasi stabilitas dan traksi. Sistem ini membantu SUV tetap cengkeram di berbagai kondisi jalan, memperkuat karakter serbabisa yang jadi ekspektasi konsumen premium.Kabin Digital dan Fitur Keselamatan MenyeluruhRuang kemudi disambut panel instrumen digital berukuran 12,3 inci dan sistem hiburan modern. Audi menyertakan sistem audio Bang & Olufsen serta pencahayaan kabin ambient yang dapat dikustomisasi sesuai preferensi. Material interior dan tata letak tetap mengedepankan nuansa minimalis khas Jerman.Untuk keselamatan, SUV ini dibekali adaptive cruise control, kamera 360 derajat, head-up display, dan peringatan keluar jalur. Sistem pengereman darurat juga mampu mendeteksi pejalan kaki, melengkapi paket bantuan pengemudi yang cukup lengkap di kelasnya.Referensi: Audi | VIVA Otomotif
- Montir
- •
- 08 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Kenali Ciri Shockbreaker Mobil Bocor Sebelum Setir Kehilangan Stabilitas
Shockbreaker sering kali luput dari perhatian sampai akhirnya menunjukkan gejala yang mengganggu kenyamanan. Komponen ini memegang peran vital dalam meredam getaran dan menjaga tapak ban tetap menapak sempurna di aspal. Saat performanya menurun akibat kebocoran, seluruh karakter berkendara bisa berubah drastis.Sil karet internal yang aus membuat oli hidrolik merembes keluar dan melemahkan daya redamMobil terasa limbung dan mengayun berlebihan saat bermanuver atau berpindah jalurBan aus tidak merata serta muncul suara gluduk dari sektor kaki-kakiKemudi kehilangan presisi dan terasa bergetar hebat ketika melaju di kecepatan tinggiBasah Berminyak di Tabung SuspensiIndikasi paling kentara dari shockbreaker yang sudah tidak prima adalah kondisi fisiknya yang basah. Normalnya, batang dan tabung shockbreaker selalu berada dalam kondisi kering tanpa residu. Jika kita mendapati rembesan oli yang lengket dan sulit dibersihkan, hampir bisa dipastikan sil internal sudah robek.Oli yang merembes itu menandakan kemampuan hidrolik untuk menahan laju pegas sudah berkurang. Semakin banyak volume oli yang keluar, semakin pendek pula usia pakai suspensi tersebut. Pengecekan visual sederhana ini bisa dilakukan setiap kali mencuci mobil atau saat mengganti ban.Gejala Limbung dan Kehilangan KontrolKebocoran oli bukan cuma soal kotor, tapi langsung berimbas pada stabilitas bodi. Saat melewati polisi tidur atau jalan bergelombang, mobil akan memantul lebih dari satu kali karena redaman sudah tidak bekerja. Dalam manuver mendadak, setir terasa kosong dan bagian belakang seperti sulit mengikuti arah depan.Fenomena mengayun berlebihan ini menjadi petunjuk bahwa tekanan di dalam suspensi sudah bocor. Alih-alih meredam, shockbreaker justru membiarkan pegas bergerak liar. Dalam kasus yang sudah parah, keausan ban tidak merata akan terlihat jelas karena satu sisi menanggung beban lebih berat.Pada kecepatan tinggi, getaran bisa menjalar langsung ke lingkar kemudi. Rasa tidak stabil ini memicu kelelahan pada pengemudi sekaligus memperpanjang jarak pengereman. Inilah alasan utama mengapa kebocoran shockbreaker dilarang keras diabaikan.Deretan Biang Kerok Kebocoran Menurut DaihatsuBanyak pengguna mengira kerusakan suspensi hanya disebabkan oleh usia, padahal pemicunya jauh lebih kompleks. Daihatsu menjabarkan sejumlah kebiasaan buruk dan kondisi ekstrem yang memperpendek umur komponen ini. Faktor pertama adalah pemakaian puluhan ribu kilometer yang otomatis mengikis sil karet di dalam tabung.Selanjutnya, trauma mekanis seperti sering menerabas jalan berlubang atau polisi tidur tanpa deselerasi juga memperparah keadaan. Benturan keras tersebut berpotensi menggores batang shockbreaker dan merobek bibir sil. Di sisi lain, membawa beban di atas kapasitas yang disarankan memaksa suspensi bekerja di luar batas desainnya.Faktor eksternal seperti tumpukan lumpur dan pasir di batang suspensi juga bertindak seperti amplas. Partikel halus itu menggerus permukaan logam setiap kali shockbreaker bekerja naik turun. Terakhir, karakter mengemudi yang kerap menghantam lubang dengan kecepatan tinggi memperbesar kemungkinan kaki-kaki menerima tekanan destruktif secara instan.Potensi Risiko dan Opsi PerbaikanMengabaikan ciri-ciri di atas bisa berujung pada hilangnya traksi secara tiba-tiba di tikungan. Suspensi yang sudah kehilangan tekanan tidak mampu mempertahankan ban menempel sempurna ke permukaan aspal. Kondisi ini sangat riskan terutama saat hujan atau melakukan pengereman darurat di jalan tol.Penggantian shockbreaker idealnya dilakukan satu set per poros roda agar keseimbangan suspensi tetap simetris. Bengkel resmi maupun spesialis kaki-kaki biasanya menyediakan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan apakah getaran berasal dari shockbreaker atau bushing arm. Harga komponen ini bervariasi tergantung tipe mobil, namun biaya perbaikannya jauh lebih ekonomis dibanding menanggung risiko kehilangan kontrol di jalan raya. Via: www.otodream.com
- Mobil
- •
- 08 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Dana Rp150 Juta, Pilih Mobil Baru atau Bekas? Pertimbangan Biaya Kepemilikan
Ketika dana untuk membeli mobil sudah tersedia, pertanyaan klasik langsung muncul: lebih baik ambil unit baru yang masih segar dari dealer, atau mobil bekas dengan kelas yang lebih tinggi? Dengan anggaran sekitar Rp150 juta, dua jalur ini menawarkan kelebihan dan kekurangan yang sangat berbeda.Berikut beberapa poin penting yang harus diperhatikan sebelum mengambil keputusan:Dengan Rp150 juta, mobil baru terbatas pada segmen LCGC seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Sigra, atau Calya varian bawah yang menjanjikan garansi pabrikan dan biaya operasional rendah.Di pasar mobil bekas, anggaran serupa bisa membawa pulang MPV seperti Toyota Avanza generasi terbaru, Mitsubishi Xpander, Honda BR-V, atau SUV kompak lain yang menawarkan ruang kabin lebih lega dan fitur lebih lengkap.Konsumsi bensin mobil bekas biasanya lebih boros, sementara potensi biaya perawatan tambahan seperti penggantian komponen aus wajib diperhitungkan dalam anggaran bulanan.Keputusan tidak cukup hanya dari harga beli, melainkan harus memasukkan simulasi biaya kepemilikan jangka panjang.Beralih ke LCGC: Kenapa Banyak Orang Memilih Mobil Baru di Harga Segini?Di rentang Rp150 juta, pilihan mobil baru memang mengerucut pada segmen Low Cost Green Car (LCGC). Model yang paling mudah ditemui antara lain Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Daihatsu Sigra, dan Toyota Calya varian dasar. Keempatnya hadir dengan mesin kecil 1.000 cc sampai 1.200 cc yang dirancang untuk efisiensi bahan bakar.Keunggulan utama tentu saja status "baru". Anda mendapatkan kendaraan dengan bau kabin khas pabrik, odometer nol, dan yang paling penting, perlindungan garansi resmi. Selama 3 tahun atau 100.000 km pertama, risiko kerusakan besar praktis bisa dialihkan ke bengkel resmi. Biaya servis berkala pun lebih mudah diprediksi karena masih mengikuti paket perawatan dealer.Dari sisi pengeluaran rutin, LCGC memang juara. Dengan penggunaan sekitar 1.000 km per bulan, biaya bensin bisa ditekan di bawah Rp1 juta. Angka ini membuat dompet tetap aman untuk pemakaian harian, terutama bagi pengguna komuter yang menempuh jarak cukup panjang setiap hari.Mobil Bekas Rp150 Juta: Kenyamanan Kelas Atas, Tapi Siapkan Biaya TambahanBeralih ke bursa mobil bekas, anggaran Rp150 juta seolah membuka pintu ke segmen yang lebih bergengsi. Di sini Anda bisa menemukan Toyota Avanza generasi terbaru tahun awal, Mitsubishi Xpander, Honda BR-V, Toyota Rush, Daihatsu Terios, hingga Suzuki Ertiga. Bahkan beberapa sedan atau SUV kompak dengan harga baru di atas Rp250 juta bisa masuk radar.Keunggulan paling mencolok adalah dimensi dan kenyamanan. Kabin lebih lega, posisi duduk lebih tinggi, dan fitur hiburan atau keselamatan yang lebih lengkap. Cocok untuk keluarga muda yang sering bepergian bersama atau membutuhkan bagasi luas.Namun, ada harga yang harus dibayar untuk kenyamanan itu. Konsumsi BBM mobil bekas kelas MPV atau SUV kompak umumnya lebih boros ketimbang LCGC. Pengeluaran bensin bulanan dengan jarak tempuh yang sama bisa menyentuh Rp1,2 juta atau bahkan lebih. Selain itu, usia kendaraan yang sudah berjalan beberapa tahun mengharuskan Anda menyisihkan dana ekstra untuk penggantian komponen habis pakai: aki, ban, kampas rem, shockbreaker, hingga perbaikan kaki-kaki.Biaya tak terduga seperti ini mungkin tidak muncul setiap bulan, tetapi tetap perlu dianggarkan secara berkala. Oleh karena itu, pemilik mobil bekas perlu lebih cermat memilih unit dengan riwayat servis yang jelas dan tidak terjebak pada harga murah yang justru menyimpan masalah.Jangan Cuma Lihat Harga Beli, Biaya Bulanan Juga MenentukanMemilih mobil dengan dana Rp150 juta pada akhirnya kembali ke kebutuhan dan kebiasaan pemakaian. Bila Anda menginginkan kendaraan yang minim drama, rutinitas servis ringan, dan pengeluaran bensin tetap rendah, LCGC adalah jawaban yang masuk akal. Di sisi lain, kalau prioritas Anda adalah ruang, kenyamanan, dan fleksibilitas untuk keluarga, mobil bekas dari kelas MPV atau SUV kompak bisa menjadi pilihan yang lebih memuaskan, asalkan siap menyisihkan dana lebih untuk operasionalnya.Referensi: {{source_name}}Via: VIVA OTO
Space Iklan Tersedia
Jangkau ribuan pembaca setia portal otomotif dan teknologi kami.
Pasang Iklan Anda →