Berita Terbaru - Halaman 8
- Mobil
- •
- 21 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Pengguna Diprediksi Beralih ke Pertalite
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memicu pergeseran tren konsumsi bahan bakar di kalangan pemilik kendaraan. Banyak pengguna diprediksi akan beralih ke Pertalite yang saat ini masih mendapatkan subsidi pemerintah demi menekan biaya operasional harian.Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.Harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter.Diprediksi 10 persen pengguna Pertamax akan berpindah ke Pertalite.Pertamina menjamin ketersediaan kuota BBM subsidi tetap mencukupi.Prediksi Migrasi Pengguna BBMIlustrasi pengisian BBM Pertamina. (Photo: Istimewa)Pakar Energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam mengelola pengeluaran. Berkaca pada tren kenaikan harga di masa lalu, perpindahan konsumen ke opsi yang lebih terjangkau menjadi langkah rasional untuk menjaga mobilitas tetap stabil.Estimasi menunjukkan penurunan penjualan Pertamax mencapai 10 persen. Meski ada kekhawatiran mengenai ketersediaan stok, data menunjukkan bahwa kuota Pertalite masih mampu menampung lonjakan permintaan tersebut dengan proyeksi penggunaan hanya sekitar sepertiga dari sisa kuota nasional.Ilustrasi pengisian BBM Pertamina.Imbauan Penggunaan BBM Sesuai PeruntukanPertamina Patra Niaga menanggapi dinamika pasar ini dengan memberikan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menekankan pentingnya membeli bahan bakar sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan agar performa mesin tetap terjaga optimal.Penting untuk diingat bahwa setiap mesin kendaraan memiliki rasio kompresi yang dirancang untuk jenis bahan bakar tertentu. Penggunaan BBM dengan oktan yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan penumpukan kerak di ruang bakar yang dapat mempengaruhi efisiensi mesin.Referensi: Pertamina | Otodream
- Mobil
- •
- 20 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Wuling Aira EV Siap Gantikan Air ev Dengan Desain Empat Pintu
Wuling tengah menyiapkan langkah strategis untuk meremajakan lini mobil listrik kompak mereka. Setelah pamor Wuling Air ev yang mulai meredup akibat ketatnya persaingan pasar, kehadiran model baru bernama Aira EV kini menjadi sorotan utama bagi para calon konsumen kendaraan listrik perkotaan.Wuling Aira EV disiapkan sebagai penerus Air ev dengan konfigurasi empat pintu.Dimensi kendaraan terlihat lebih besar dibandingkan Air ev namun tetap lebih ringkas dari BinguoEV.Nama Aira EV telah resmi terdaftar dalam basis data Pangkalan Data Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI.Pihak Wuling Motors mengonfirmasi bahwa produk ini masih dalam tahap studi dan pengujian intensif.Profil dan Desain Wuling Aira EVModifikasi Wuling Air ev di GIIAS 2025 (Photo: Wuling Motors)Secara visual, Aira EV membawa karakter desain yang berbeda dibandingkan pendahulunya. Mobil listrik ini mengusung konfigurasi empat pintu yang menawarkan aksesibilitas lebih baik bagi penumpang. Meski dimensinya sedikit lebih besar dari Air ev, mobil ini tetap mempertahankan jati dirinya sebagai kendaraan yang lincah untuk mobilitas di jalanan padat.Posisi Aira EV di pasar diprediksi akan mengisi celah antara Air ev dan BinguoEV. Dengan dimensi yang lebih proporsional, mobil ini memberikan kompromi teknis yang menarik bagi pengguna yang membutuhkan ruang kabin lebih lapang tanpa harus beralih ke mobil listrik dengan ukuran besar.Modifikasi Wuling Air ev di GIIAS 2025Kesiapan Meluncur ke PasarWuling Aira EV di Central Park (Photo: Wuling Motors)Kehadiran Aira EV semakin nyata setelah unitnya sempat terpantau dipajang di area publik. Meskipun pihak pabrikan belum memberikan detail spesifikasi teknis maupun jadwal peluncuran resmi, pendaftaran merek di Kemenkumham menjadi sinyal kuat bahwa kendaraan ini sudah masuk dalam rencana produksi massal.Dibandingkan dengan para kompetitor di segmen mobil listrik kompak, Aira EV membawa keunggulan pada aksesibilitas pintu belakang. Hal ini menjadi pembeda utama jika disandingkan dengan model yang hanya memiliki dua pintu, memberikan nilai tambah bagi konsumen yang mengutamakan fungsi praktis untuk penggunaan harian bersama keluarga kecil.Wuling Aira EV di Central ParkReferensi: Wuling | Otodream
- Mobil
- •
- 20 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
BBM B50 Siap Edar Juli 2026 Dengan Kualitas Pembakaran Lebih Optimal
Pemerintah memastikan langkah besar dalam transisi energi nasional melalui kesiapan implementasi bahan bakar minyak jenis baru, B50, yang dijadwalkan mulai beredar luas pada 1 Juli 2026. Bahan bakar berbasis campuran kelapa sawit sebesar 50 persen ini diproyeksikan menggantikan peran B40 demi memperkuat ketahanan energi domestik.B50 resmi diimplementasikan mulai 1 Juli 2026.Kandungan biodiesel mencapai 50 persen dari total bahan bakar.Kadar air lebih rendah dibandingkan B40 untuk pembakaran optimal.Hasil uji coba pada 90 persen kendaraan menunjukkan performa positif.Kualitas dan Performa B50Persiapan implementasi B50 terus dimatangkan pemerintah. (Photo: Otodream)Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa B50 menawarkan keunggulan teknis dibandingkan generasi sebelumnya. Salah satu poin krusial adalah kadar air yang lebih rendah, yang secara langsung berkontribusi pada proses pembakaran di dalam ruang mesin menjadi lebih efisien dan bersih.Pengujian intensif telah dilakukan pada berbagai moda transportasi, mulai dari kendaraan penumpang, kereta api, hingga alat berat industri. Data sementara menunjukkan bahwa 80 hingga 90 persen sampel mesin dapat beradaptasi dengan baik, memberikan optimisme bagi sektor transportasi nasional dalam menghadapi transisi bahan bakar ini.Strategi Ketahanan Energi NasionalPemanfaatan kelapa sawit sebagai bahan baku utama biodiesel. (Photo: Otodream)Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan strategis pemerintah untuk menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, khususnya solar. Di tengah dinamika geopolitik global, pemanfaatan sumber daya kelapa sawit domestik menjadi solusi mandiri untuk menjaga stabilitas pasokan energi.Penggunaan B50 bukan sekadar peningkatan teknis, melainkan upaya survival mode untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga meski terjadi gangguan pasokan dari luar negeri. Pemerintah terus mematangkan evaluasi akhir agar implementasi di lapangan berjalan mulus tanpa kendala teknis bagi pengguna kendaraan.Referensi: Otodream | Bahlil sebut BBM jenis baru siap edar mulai 1 Juli 2026 diklaim lebih baik dari produk sebelumnyaMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Photo: Otodream)
- Mobil
- •
- 20 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Rahasia Ban Mobil Menguras Energi Saat Melaju Kencang di Jalan Raya
Banyak pengendara mengira konsumsi bahan bakar hanya dipengaruhi kondisi mesin dan gaya berkendara. Padahal, ban memiliki peran krusial terhadap efisiensi energi kendaraan secara keseluruhan.Faktor utama efisiensi adalah rolling resistance atau hambatan gulir ban.Hambatan gulir menyumbang 20 hingga 30 persen penggunaan energi kendaraan.Kecepatan di atas 80 kilometer per jam meningkatkan kehilangan energi pada ban.Tekanan angin yang rendah membuat ban bekerja lebih berat dan boros energi.Memahami Peran Hambatan Gulir BanHambatan gulir mengacu pada besarnya energi yang dibutuhkan ban saat bergulir di permukaan jalan. Semakin tinggi hambatan ini, semakin besar pula energi yang diperlukan kendaraan untuk bergerak. Dampaknya, konsumsi bahan bakar maupun energi baterai pada kendaraan listrik dapat meningkat secara signifikan.Penelitian menunjukkan bahwa hambatan gulir memberikan pengaruh besar terutama saat kendaraan melaju di kecepatan rendah. Pemilihan ban yang tepat menjadi aspek vital dalam menjaga efisiensi kendaraan jangka panjang.Mengapa Kecepatan Tinggi Membuat Ban Boros EnergiKecepatan kendaraan turut memengaruhi hambatan gulir secara langsung. Saat mobil melaju lebih cepat, terutama di atas 80 kilometer per jam, energi yang hilang pada ban cenderung meningkat drastis.Hal ini terjadi karena material karet ban memiliki sifat viskoelastis, yakni bersifat seperti benda padat sekaligus cairan kental. Ketika ban terus mengalami deformasi saat berputar, sebagian energi berubah menjadi panas. Fenomena ini menjelaskan mengapa ban terasa hangat setelah digunakan berkendara. Semakin tinggi suhu ban, karakteristiknya pun ikut berubah dan memengaruhi efisiensi energi.Optimasi Tekanan Angin dan Material BanSelain kecepatan, tekanan angin ban menjadi faktor penentu hambatan gulir. Ban dengan tekanan angin terlalu rendah umumnya menghasilkan hambatan lebih besar sehingga kendaraan membutuhkan tenaga ekstra untuk bergerak. Menjaga tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan adalah langkah termudah untuk menjaga efisiensi.Produsen ban kini terus mengembangkan teknologi material baru untuk menekan hambatan gulir. Salah satunya melalui penggunaan silika yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan daya cengkeram pada jalan basah. Memilih ban tidak bisa hanya berdasarkan harga atau merek semata. Faktor seperti efisiensi energi, daya cengkeram, kenyamanan, dan ketahanan perlu dipertimbangkan secara bijak.Referensi: VIVA | VIVA
- EV
- •
- 20 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Populasi Mobil Listrik BYD di Indonesia Tembus 91 Ribu Unit Lebih
Pertumbuhan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air menunjukkan tren yang semakin solid. Produsen otomotif asal China, BYD, mencatatkan angka distribusi yang signifikan bagi pasar kendaraan energi baru hingga pertengahan tahun 2026.Populasi unit BYD di jalanan mencapai lebih dari 91 ribu unit per Mei 2026.Peningkatan adopsi didorong oleh variasi model dan perluasan infrastruktur pengisian daya.BYD mencatat total distribusi global menembus angka 16,5 juta kendaraan di 121 negara.Fokus perusahaan kini bergeser pada edukasi teknologi elektrifikasi dan program keberlanjutan.Pencapaian Distribusi BYD di Tanah AirHingga Mei 2026, BYD mengonfirmasi bahwa jumlah kendaraan yang telah diserahterimakan kepada konsumen di Indonesia telah melampaui 91 ribu unit. Angka ini menjadi indikator kuat mengenai penerimaan masyarakat terhadap teknologi mobil listrik yang semakin luas.Pertumbuhan populasi ini tidak terjadi secara instan. Faktor utama yang mendukung lonjakan tersebut adalah pilihan model yang lebih beragam, sehingga konsumen memiliki opsi yang lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan mobilitas dan anggaran mereka.Selain faktor pilihan produk, pengembangan infrastruktur stasiun pengisian daya yang kian masif di berbagai wilayah turut memberikan rasa aman bagi pengguna. Hal ini meminimalisir kecemasan mengenai jarak tempuh yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam transisi ke kendaraan listrik.Teknologi dan Komitmen KeberlanjutanDari sisi teknologi, efisiensi baterai dan fitur modern menjadi daya tarik utama yang ditawarkan. Pengguna kini lebih mempertimbangkan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional berbasis bahan bakar minyak.Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menekankan bahwa langkah perusahaan tidak hanya berfokus pada angka penjualan. Keberlanjutan menjadi inti dari setiap inovasi yang dihadirkan di pasar lokal.“Bagi BYD, keberlanjutan tidak hanya tentang bagaimana inovasi teknologi terus berkembang, tetapi juga tentang bagaimana manfaat dan dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas, termasuk generasi muda,” ujar Eagle Zhao.Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BYD juga aktif menjalankan program sosial seperti Small Steps for Tomorrow. Program ini berfokus pada dukungan pendidikan bagi para pelajar, yang menunjukkan bahwa perusahaan ingin membangun ekosistem yang berdampak positif di luar sektor otomotif.Referensi: BYD | VIVA
Space Iklan Tersedia
Jangkau ribuan pembaca setia portal otomotif dan teknologi kami.
Pasang Iklan Anda →