Mobil 12 Jun, 2026

Mobil Mesin Turbo Hindari Isi Pertalite Untuk Keawetan Mesin

Bagikan:
Mobil Mesin Turbo Hindari Isi Pertalite Untuk Keawetan Mesin

Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini berdampak pada pengguna mobil bermesin turbo yang harus mempertimbangkan pilihan bahan bakar agar mesin tetap optimal dan awet.

  • Harga Pertamax kini Rp16.250 per liter, naik dari Rp12.300 per liter.
  • Mobil mesin turbo disarankan menggunakan BBM minimal RON 92 agar pembakaran optimal.
  • Mesin turbo dapat menggunakan Pertalite tapi berisiko kerusakan dan konsumsi bahan bakar boros.
  • Penggunaan bahan bakar oktan rendah dapat menurunkan tenaga mesin dan meningkatkan biaya perawatan.
  • Direkomendasikan tetap memakai bahan bakar sesuai anjuran pabrikan untuk menjaga performa dan keawetan mesin.

Harga Pertamax Naik, Pengguna Mesin Turbo Harus Cermat Pilih BBM

Chery Tiggo 8 CSH (Foto: CSI)
Chery Tiggo 8 CSH (Photo: Otodream)

Pertamina menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan ini membuat biaya operasional mobil bermesin turbo meningkat, karena mesin jenis ini membutuhkan bahan bakar dengan RON minimal 92 untuk pembakaran maksimal.

Mesin Turbo Bisa Pakai Pertalite, Tapi Ada Risiko dan Dampak Biaya

Omoda O5 SHS-H.
Omoda O5 SHS-H. (Photo: Otodream)

Menurut Rifat Sungkar, mobil dengan mesin turbo sebenarnya dapat menggunakan bahan bakar Pertalite yang memiliki oktan lebih rendah. Namun, penggunaan BBM tersebut dapat menyebabkan masalah pada mesin, seperti pembakaran yang tidak optimal dan potensi kerusakan komponen yang berujung pada biaya perbaikan yang mahal.

Mesin dengan teknologi anti-knocking sensor akan menyesuaikan pembakaran saat menggunakan oktan rendah, tapi hal ini membuat turbo tidak bekerja maksimal dan tenaga mesin berkurang. Selain itu, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena mesin harus menginjeksikan lebih banyak bahan bakar untuk menjaga performa.

Penyesuaian Mesin dan Biaya Tambahan Jika Memaksa Gunakan Pertalite

Toyota Fortuner. (Foto: Toyota)
Toyota Fortuner. (Photo: Otodream)

Dalam situasi darurat, pemilik mobil bisa menyesuaikan beberapa komponen mesin agar dapat menggunakan Pertalite. Namun, hal ini memerlukan penggantian sejumlah komponen dan menyebabkan tenaga mesin menurun. Contohnya, injeksi bahan bakar meningkat dari 10cc ke 12cc per tembakan untuk mengimbangi oktan rendah.

Rekomendasi Pakai BBM Sesuai Anjuran Pabrikan

Rifat menyarankan agar pemilik mobil bermesin turbo selalu menggunakan bahan bakar yang sesuai rekomendasi pabrikan. Penggunaan bahan bakar yang tepat membantu mesin bekerja maksimal, menjaga performa injeksi dan pembakaran, serta menjaga keawetan pipa direct injection yang kini lebih sensitif.

Dengan demikian, meskipun harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, menggunakan BBM dengan RON sesuai anjuran tetap lebih menguntungkan dalam jangka panjang dibandingkan risiko dan biaya yang timbul akibat penggunaan bahan bakar oktan rendah seperti Pertalite.

Referensi: Otodream