Topik Artikel

Mobil

Metode Liter per 100 Kilometer Bongkar Salah Kaprah Soal Mobil Irit BBM

Metode Liter per 100 Kilometer Bongkar Salah Kaprah Soal Mobil Irit BBM

Saat melihat brosur kendaraan, perhatian calon pembeli kerap langsung tertuju pada angka konsumsi bahan bakar. Semakin besar angka kilometer per liter (km/l), mobil tersebut langsung dicap sebagai kendaraan paling hemat dan ekonomis.Angka konsumsi BBM 20 km/l belum tentu memberi penghematan dua kali lipat dibanding mobil 10 km/l.Perhitungan liter per 100 kilometer dinilai lebih realistis menggambarkan biaya operasional harian.Bobot kendaraan, aerodinamika, dan gaya berkendara memengaruhi efisiensi lebih dari sekadar klaim brosur.Beralih dari mobil boros ke sedikit lebih irit seringkali menghasilkan selisih penghematan yang lebih signifikan.Ketika Angka 20 km/l Tidak Seistimewa yang DibayangkanMetode perhitungan liter per 100 kilometer dinilai lebih mudah menggambarkan biaya riil pengisian BBM. (Photo: Istimewa)Kenyataannya, obsesi pada satuan km/l tidak selalu mencerminkan besaran penghematan yang sebenarnya mengisi dompet Anda. Para pengamat otomotif menyarankan konsumen untuk berhenti sekadar membandingkan jarak tempuh dan mulai menghitung total liter bahan bakar yang benar-benar dibakar oleh mesin.Metode pengukuran yang mulai banyak diadopsi adalah menghitung konsumsi dalam satuan liter per 100 kilometer. Alih-alih bertanya seberapa jauh mobil melaju dengan satu liter bensin, pendekatan ini langsung menjawab berapa banyak uang yang keluar dari kantong untuk menempuh jarak 100 kilometer.Ilusi Penghematan pada Mobil dengan Klaim Super IritIlustrasinya cukup sederhana. Sebuah mobil dengan efisiensi 10 km/l membutuhkan 10 liter bensin untuk mencapai 100 kilometer. Sementara itu, mobil dengan klaim sangat irit di angka 20 km/l hanya membutuhkan 5 liter bensin untuk jarak yang sama.Sekilas, mobil kedua memang terlihat dua kali lipat lebih efisien. Namun jika ditelisik lebih dalam, selisih riil penghematannya hanya 5 liter per 100 kilometer. Angka ini mungkin mengejutkan bagi banyak orang yang mengira penghematannya mencapai puluhan liter.Kejutan Finansial saat Beralih dari Mobil BorosFakta yang lebih mengejutkan justru muncul saat kita membandingkannya dengan mobil konvensional yang boros. Sebuah kendaraan dengan konsumsi 5 km/l memerlukan sekitar 20 liter bensin untuk jarak 100 kilometer.Dengan logika ini, peningkatan dari mobil 5 km/l ke mobil 10 km/l justru menghasilkan penghematan yang lebih masif, yaitu sekitar 10 liter per 100 kilometer. Efisiensi penghematannya justru dua kali lebih besar ketimbang Anda beralih dari mobil 10 km/l ke mobil ultra-irit 20 km/l.Inilah mengapa pakar menilai metrik liter per 100 kilometer memberikan potret biaya operasional yang lebih jujur. Selisih konsumsi terasa lebih linear dan mudah dikonversi ke nilai rupiah tanpa perlu perhitungan rumit.Aerodinamika dan Bobot, Musuh Diam-Diam Konsumsi BBMDi luar permainan angka di atas kertas, ada variabel lain yang kerap luput dari perhatian. Bobot kendaraan yang gemuk, desain bodi yang tidak aerodinamis, serta ukuran ban yang lebar dan bergesekan keras dengan aspal, semuanya berkontribusi signifikan terhadap borosnya konsumsi bahan bakar di dunia nyata.Belum lagi faktor eksternal seperti kemacetan parah dan gaya mengemudi agresif yang kerap menghentak pedal gas. Perhitungan liter per 100 kilometer dipandang lebih mudah mengakomodasi fluktuasi biaya operasional riil yang Anda hadapi setiap hari di jalan raya.Konsumen kini perlu lebih kritis menimbang efisiensi. Mobil dengan klaim jarak tempuh paling tinggi di atas kertas bukan jaminan Anda akan senang saat melihat struk pembelian BBM bulanan.Referensi: Slashgear | VIVA Otomotif

5 Mobil Bekas Rp50 Jutaan Jawab Kebutuhan Harian Tanpa Bikin Kantong Jebol

5 Mobil Bekas Rp50 Jutaan Jawab Kebutuhan Harian Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lonjakan harga mobil baru membuat pasar kendaraan bekas kian bergairah. Konsumen kini berpaling mencari unit yang menawarkan keseimbangan antara harga terjangkau, ketangguhan harian, dan biaya perawatan yang tidak mencekik. Dengan anggaran terbatas, deretan mobil lawas justru menunjukkan taji sebagai kuda pekerja yang sesungguhnya.Mesin legendaris tangguh: Kijang Kapsul dan Panther masih jadi raja keandalan.Irit bahan bakar dan perawatan: Soluna dan Karimun Kotak primadona kantong ramah.Kapasitas keluarga: Xenia generasi pertama menjawab kebutuhan tujuh penumpang.Kijang Kapsul, Legenda Keluarga yang Tak TergoyahkanToyota Kijang Kapsul bukan sekadar mobil, melainkan aset keluarga yang menyimpan reputasi mesin antiretak. Diproduksi di penghujung 1990-an hingga awal 2000-an, wujudnya masih mudah dijumpai menyusuri jalanan perkotaan hingga pelosok desa.Kabin yang lega menjadi nilai jual utama, namun yang membuatnya begitu dicintai adalah pilihan mesin bensin dan diesel yang dikenal bandel. Mampu melahap perjalanan jauh tanpa banyak drama, bukan kebetulan jika harga jualnya tetap stabil dan tidak terjun bebas seiring bertambahnya usia.Panther, Jagoan Diesel yang Makin Tua Makin JadiBagi pemburu efisiensi, Isuzu Panther adalah jawaban dari doa soal irit bahan bakar. Mesin diesel-nya menyimpan karakter yang sulit ditandingi, mampu menempuh ratusan ribu kilometer tanpa perlu sentuhan besar selain perawatan berkala.Konstruksi mesin yang sederhana menjadikan biaya servisnya ramah di kantong. Tidak perlu lagi bertanya mengapa Panther masih begitu diburu di pasar sekunder, karena logikanya sederhana: semakin tua, penghematannya justru semakin terasa.Soluna, Sedan Minimalis dengan Mesin AwetToyota Soluna kerap terlewat dari radar pembeli, padahal sedan ini menyimpan paket komplet bagi mereka yang berkantong terbatas. Mesin 1.500 cc miliknya adalah salah satu unit terandalkan yang minim keluhan sekaligus hemat bahan bakar.Bodi dan tampilannya memang sederhana, tidak banyak polesan. Namun kenyamanan untuk melaju dalam aktivitas harian serta perjalanan luar kota tetap bisa diandalkan. Soluna adalah bukti bahwa sedan tangguh tidak selalu harus mahal.Karimun Kotak, Si Mungil Lincah Rawat RendahSuzuki Karimun generasi pertama adalah definisi sempurna dari mobil kota. Dimensinya yang kompak membuatnya sangat mudah bermanuver di tengah kemacetan, sementara konsumsi bahan bakarnya berada di level yang sangat sulit dikeluhkan.Poin paling menarik justru terletak pada mesin tahan bantingnya. Dibanding banyak pesaing di kelasnya, biaya perawatan Karimun Kotak bisa dibilang rendah. Wajar jika hingga kini ia masih jadi favorit para pemburu mobil murah meriah.Xenia Generasi Pertama, Solusi 7 Penumpang Berbiaya RinganKetika kebutuhan mengangkut keluarga besar bertemu dengan dana terbatas, Daihatsu Xenia generasi pertama hadir sebagai kompromi yang masuk akal. Kabin yang cukup lapang untuk tujuh orang menjadi keunggulan yang sulit diabaikan.Biaya operasional rendah adalah alasan kuat lainnya. Ketersediaan suku cadang yang melimpah membuat perbaikan dan perawatan rutin tidak akan menjadi mimpi buruk. Xenia generasi awal tetap relevan sebagai mobil keluarga tanpa harus merogoh tabungan terlalu dalam.Referensi: VIVA Otomotif | viva.co.id

Go-Kart GR Toyota Dijual Seharga Motor Bekas, Termurah di Jajaran Gazoo Racing

Go-Kart GR Toyota Dijual Seharga Motor Bekas, Termurah di Jajaran Gazoo Racing

Siapa sangka, label GR yang biasanya menempel di mobil-mobil ganas seperti Supra atau Yaris kini bakal tersemat di kendaraan yang harganya cuma setara motor bebek bekas. Toyota melalui divisi Gazoo Racing sedang menyiapkan produk paling terjangkau yang pernah ada di lini performa tinggi mereka: sebuah go-kart.Banderol cuma Rp35 jutaan, setara harga motor matic bekas paket lengkapProduksi massal pakai teknologi pabrikan mobil demi efisiensi biayaMisi utama menarik minat generasi muda terhadap dunia balap sejak diniDijual lewat dealer resmi GR dan sirkuit karting di Jepang mulai musim gugur 2026Bukan Mobil Sport, Melainkan Go-Kart dengan Identitas GRSelama ini, mendengar nama Gazoo Racing langsung mengarahkan imajinasi kita ke mesin turbo bertenaga besar dan pengendalian setajam silet. Kali ini, pabrikan asal Jepang itu justru memilih jalur berbeda dengan menghadirkan go-kart yang dirancang khusus untuk melibas lintasan balap.Dengan harga yang dikabarkan berada di kisaran 300 ribu yen, atau sekitar Rp35 jutaan hingga Rp40 jutaan, kendaraan ini otomatis menjadi gerbang masuk paling murah untuk merasakan sensasi produk berlabel GR. Angka tersebut bahkan lebih terjangkau dibandingkan motor matic bekas yang masih cukup populer di pasaran.Teknologi Manufaktur Massal Demi Harga TerjangkauSalah satu alasan mengapa go-kart ini bisa dijual dengan harga kompetitif terletak pada pendekatan produksinya. Toyota akan membangun fasilitas perakitan khusus di Prefektur Aichi dan menerapkan teknologi manufaktur yang biasa digunakan untuk mobil massal.Dengan target produksi mencapai 1.000 hingga 2.000 unit per tahun, penggunaan material yang lebih ekonomis serta efisiensi jalur perakitan menjadi kunci utama menekan biaya. Langkah ini memungkinkan konsumen umum, terutama anak muda, untuk memiliki kendaraan balap resmi tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.Misi Besar Toyota di Balik Go-Kart Rp35 JutaanPeluncuran produk ini ternyata bukan sekadar strategi bisnis semata. Toyota melihat adanya penurunan signifikan jumlah pemegang lisensi karting di Jepang dalam beberapa dekade terakhir. Padahal, karting selama ini dikenal sebagai batu loncatan utama bagi para pembalap profesional sebelum naik ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.Dengan menghadirkan go-kart berlabel GR yang mudah diakses, Toyota berharap dapat kembali menyalakan minat generasi muda terhadap dunia otomotif dan motorsport. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak bibit pembalap masa depan tanpa harus terbentur biaya entry-level yang mahal.Dari gambar yang beredar, tampilan go-kart ini terlihat modern dan fungsional. Mengusung satu kursi dengan setir bergaya balap, panel bodinya menutupi sebagian besar rangka sehingga tampilannya lebih rapi dan siap tempur di sirkuit.Potensi Rilis di Negara Lain Termasuk IndonesiaSaat ini, penjualan go-kart GR tersebut difokuskan untuk pasar Jepang melalui jaringan dealer resmi GR serta sejumlah lintasan karting di sana. Kendati demikian, bukan tidak mungkin kendaraan ini bakal diekspor ke negara lain jika permintaan dari konsumen global cukup positif.Kehadirannya di Tanah Air tentu masih menjadi tanda tanya besar. Namun melihat potensi pasar otomotif nasional dan minat terhadap kegiatan track day yang kian tumbuh, produk mungil ini bisa menjadi alternatif menarik bagi komunitas balap pemula yang menginginkan kendaraan resmi dari pabrikan besar.Referensi: Toyota | VIVA.co.id

Rp150 Juta Beli Mobil Baru atau Bekas? 5 Model Awet Harga Ini Bikin Tenang

Rp150 Juta Beli Mobil Baru atau Bekas? 5 Model Awet Harga Ini Bikin Tenang

Satu pertanyaan klasik yang selalu menghantui calon pembeli adalah memilih mobil baru dengan fitur standar atau mobil bekas dengan spesifikasi lebih mentereng. Kebingungan ini biasanya memuncak saat dana yang terkumpul sudah menyentuh angka psikologis sekitar Rp150 juta. Di satu sisi, Anda bisa membawa pulang mobil baru beraroma pabrik dengan garansi resmi. Di sisi lain, uang sebesar itu bisa menebus SUV atau MPV bekas premium yang usianya masih relatif muda.Dengan Rp150 juta, pilihan mobil baru mengerucut ke segmen LCGC atau city car entry-level.Di pasar mobil bekas, dana serupa bisa membawa pulang Low SUV, MPV menengah, atau hatchback premium bertahun lebih muda.Depresiasi menjadi momok utama mobil baru, sementara mobil bekas menuntut ketelitian ekstra soal riwayat servis dan kondisi mesin.Rahasia meminimalkan kerugian adalah memilih model yang punya nilai jual kembali kuat dan permintaan pasar stabil.Anggaran Rp150 Juta, Spek Baru Minimalis atau Bekas Mewah?Jika Anda ngotot ingin mobil baru, pabrikan Jepang punya beberapa amunisi di kelas LCGC seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, atau Honda Brio Satya. Sensasi memiliki kendaraan yang belum pernah dijamah orang lain memang menenangkan. Teknologi mesin lebih efisien, konsumsi bahan bakar irit, dan Anda tidak perlu pusing memikirkan biaya perbaikan besar dalam beberapa tahun pertama berkat garansi pabrik.Kelemahannya, dengan duit segitu Anda harus rela mengorbankan fitur kenyamanan dan kapasitas bagasi lega. Material kabin terasa minimalis, sekat ruang lebih sempit, dan fitur keselamatan cenderung basic. Ini wajar karena harga mobil baru terus merangkak naik sementara keuntungan dealer di segmen murah sangat tipis.Situasi berbalik drastis saat Anda menjelajah bursa mobil bekas. Anggaran Rp150 juta bisa melipir ke Honda HR-V generasi awal, Toyota Rush, atau bahkan Mazda2 hatchback. Kenyamanan berkendara dan gengsi yang ditawarkan jelas naik kelas. Namun, kenyamanan itu datang dengan syarat: Anda harus jeli memeriksa riwayat kecelakaan, keaslian odometer, dan kelengkapan dokumen servis. Jasa inspektor mobil independen layak dianggarkan agar tidak menyesal di kemudian hari.Rumus Cerdas Hitung Total Biaya Kepemilikan Sebelum Mentransfer UangKesalahan fatal yang kerap menjerat pembeli pemula adalah hanya menghitung harga beli. Total biaya kepemilikan, atau Total Cost of Ownership (TCO), wajib masuk dalam kalkulasi. Untuk mobil baru, Anda memang terbebas dari biaya besar di awal. Namun, pajak tahunan mobil baru LCGC sebenarnya tidak jauh berbeda dengan mobil bekas sekelas di tahun pertama. Biaya yang sering luput adalah pemasangan aksesori tambahan yang harganya bisa membengkak.Untuk mobil bekas, alokasikan dana cadangan 10-15 persen dari harga beli untuk servis besar. Pengecekan meliputi penggantian timing belt, kampas rem, kondisi ban, hingga oli transmisi. Ketersediaan suku cadang menjadi faktor penentu. Model yang laris di pasaran biasanya punya komponen melimpah, sehingga biaya perbaikan lebih murah ketimbang merek Eropa yang part-nya harus indentasi lama.5 Model Bekas yang Bikin Dompet Aman Saat Dijual LagiDepresiasi adalah musuh utama semua pemilik kendaraan. Untungnya, ada sejumlah model yang terbukti bandel mempertahankan harga. Mobil-mobil ini bukan sekadar tangguh, tapi juga haus permintaan di pasar sekunder. Alhasil, saat Anda bosan dan ingin ganti tunggangan, kerugian bisa ditekan seminimal mungkin.Pertama, Toyota Avanza. Julukan "mobil sejuta umat" bukan isapan jempol. Jaringan bengkel luas, komponen murah, dan kepercayaan pembeli membuat harga jual kembali Avanza, terutama tipe 1.3 G atau Veloz tahun 2015 ke bawah, masih kokoh. Kedua, Honda Jazz. Meski sudah tak diproduksi, pesona GK5 atau generasi sebelumnya masih kuat. Kabin lapang dan konfigurasi tempat duduk magic seat-nya jadi nilai jual unik yang membuat banderol bekasnya tak mudah anjlok.Ketiga, Toyota Kijang Innova diesel. Mesin 2.5 liter yang dikenal bandel dan irit ini masih jadi primadona armada keluarga. Ketangguhan kaki-kaki dan interior lega membuat permintaan tinggi, sehingga harganya stabil di kelas MPV menengah. Keempat, Daihatsu Xenia yang secara mekanis identik dengan Avanza. Banderol bekasnya biasanya sedikit lebih rendah, tapi penurunan nilainya sama lambatnya. Terakhir, Honda Brio, si mungil lincah. Di kota besar, mencari Brio Satya bekas manual dengan harga di bawah Rp120 juta dan kondisi mulus cukup sulit, bukti bahwa depresiasi mobil ini termasuk yang paling jinak di kelasnya.Jangan Tergiur Harga Murah, Cek Riwayat Banjir dan TabrakPasar mobil bekas penuh jebakan. Keahlian negosiasi saja tidak cukup jika mobil idaman ternyata mantan korban banjir atau tabrak berat. Cium bau apek di kabin dan periksa endapan lumpur di area roda cadangan. Untuk deteksi tabrakan, bawa alat pengukur ketebalan cat atau ajak mekanik langganan. Mobil dengan nilai jual kembali tinggi sekalipun bisa turun drastis harganya jika terindikasi mengalami perbaikan struktural.Kesabaran dalam mencari unit yang terawat adalah kunci. Jangan mudah terbuai dengan tampilan bodi kinclong dan wewangian kabin. Lebih baik kehilangan satu unit bagus daripada terperangkap satu unit bermasalah yang menguras tabungan di bengkel.Referensi: VIVA.co.id

Ekspedisi Veloz Hybrid Toyota Jawab Keraguan Mobil Hybrid Jarak Jauh

Ekspedisi Veloz Hybrid Toyota Jawab Keraguan Mobil Hybrid Jarak Jauh

Pernah ragu apakah mobil hybrid bisa diandalkan untuk perjalanan jauh ke luar kota? Kekhawatiran soal tenaga di tanjakan, ketersediaan bahan bakar, atau ketangguhan di medan yang tidak selalu mulus sering kali muncul. Toyota mencoba menjawabnya langsung lewat aksi nyata, bukan sekadar brosur.Toyota Veloz Hybrid EV menempuh ribuan kilometer dalam Ekspedisi Lintas Nusa 2.0: Jelajah SulawesiRute melintasi enam provinsi, dari Kendari hingga Manado, dengan kondisi jalan pegunungan, pesisir, dan rusakSistem hybrid tidak memerlukan infrastruktur pengisian daya; cukup isi bensin seperti mobil konvensionalEkspedisi ini sekaligus menepis anggapan bahwa mobil hybrid hanya cocok digunakan di kota besarTidak ada kekhawatiran mencari stasiun pengisian listrik di tengah perjalanan panjangMedan Sulawesi Jadi Tolok Ukur KetangguhanPemilihan Sulawesi bukan kebetulan. Pulau ini punya karakter jalan yang amat beragam, dari rute pegunungan berkelok, jalan pesisir yang kadang sempit, hingga antar kota yang tidak selalu mulus. Kondisi tersebut dianggap paling mewakili tantangan sesungguhnya yang kerap dihadapi pengguna di banyak daerah.Dalam ekspedisi ini, Veloz Hybrid EV akan berangkat dari Kendari, Sulawesi Tenggara, lanjut ke Morowali, Palopo, Makassar, Tana Toraja, Palu, Luwuk, Tolitoli, Gorontalo, dan berakhir di Manado, Sulawesi Utara. Tim juga menyempatkan diri mengeksplorasi destinasi wisata serta mencicipi kuliner khas di setiap titik pemberhentian.Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menuturkan bahwa ekspedisi ini adalah kelanjutan dari perjalanan serupa yang sebelumnya telah sukses. “Sulawesi dipilih karena mampu merepresentasikan karakter jalan yang beragam, lengkap dengan panorama indah serta medan yang menantang,” ujarnya.Isi Bensin Biasa, Tanpa Cari ColokanSalah satu kekhawatiran terbesar soal mobil listrik adalah ketersediaan stasiun pengisian daya. Teknologi hybrid pada Veloz Hybrid EV menghilangkan keresahan itu. Anda cukup mengisi bensin seperti biasa. Tidak perlu memetakan lokasi SPKLU atau cemas kehabisan daya baterai di tengah rute sepi.Keunggulan inilah yang membuat mobil hybrid terasa lebih familier bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan infrastruktur kendaraan listrik yang masih bertumbuh. Praktis, tanpa drama adaptasi.Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, menegaskan, “Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa siap menjawab pertanyaan sebagian orang atas kemampuan teknologi Hybrid Toyota beradaptasi di lingkungan menantang Pulau Sulawesi.”Bukan Sekadar Perjalanan Uji CobaSelain membuktikan ketangguhan teknis, perjalanan ini juga menjadi ajang merasakan langsung bagaimana rasanya membawa mobil hybrid untuk kebutuhan jelajah jarak jauh ala keluarga atau komuter yang kerap berpindah kota. Tidak ada perlakuan istimewa, semua dilakukan dalam kondisi nyata sehari-hari.Dengan pendekatan semacam ini, Toyota ingin mendekatkan teknologi hybrid ke lebih banyak kalangan. Bahwa berkendara efisien dan ramah lingkungan tak harus dimulai dari kota besar dengan infrastruktur lengkap.Referensi: Toyota | viva.co.id

Mitsubishi Triton Raider Jadi Jalan Kebangkitan Nama Legendaris Ralliart

Mitsubishi Triton Raider Jadi Jalan Kebangkitan Nama Legendaris Ralliart

Nama Ralliart punya tempat istimewa di hati penggemar otomotif. Label ini dulunya identik dengan mesin beringas dan dominasi lintasan reli dunia. Setelah lama meredup dan hanya muncul sebatas paket aksesori, Mitsubishi kini memberi sinyal serius untuk mengembalikan kejayaan divisi performa tersebut. Bedanya, strategi kebangkitannya justru dimulai dari ranah yang tak terduga: segmen pikap tangguh lewat Triton Raider.Mitsubishi menguji pasar kendaraan performa lewat model pikap khusus Triton Raider.Triton Raider belum menyandang emblem Ralliart karena belum ada peningkatan tenaga mesin.Fokus ubahan ada pada kaki-kaki, suspensi, dan aksesori siap libas medan off-road berat.Jika sukses, nama Ralliart berpotensi merambah ke SUV seperti Pajero dan Outlander.Langkah Hati-hati Mitsubishi untuk Uji PasarMitsubishi tidak mau sekadar bernostalgia. Pabrikan asal Jepang ini ingin memastikan pasar benar-benar siap menyambut kendaraan bergaya performa dan off-road ekstrem. Triton Raider hadir sebagai proyek percontohan, sebuah penjajakan untuk melihat seberapa besar animo konsumen terhadap model yang lebih garang dari varian standar.Menariknya, meski lahir dari basis Triton GSR, Raider sengaja belum dibekali lencana Ralliart. Alasannya cukup logis. Selama ini Ralliart identik dengan lonjakan performa signifikan, sementara jantung mekanis Triton Raider masih sama persis dengan versi standarnya, yaitu mesin diesel 2.4 liter bi-turbo bertenaga 204 daya kuda dan torsi 470 Nm. Ubahan besarnya lebih menyentuh kemampuan pengendalian dan daya tahan di medan kasar.Bukan Sekadar Kosmetik, Ini Racikan Suspensi dan Kaki-kakiMeski tanpa sentuhan mesin, bukan berarti Triton Raider cuma ganti baju. Ubahannya cukup esensial bagi penggemar jelajah alam bebas. Mitsubishi membekali pikap ini dengan peredam kejut dari Monroe yang lebih mumpuni meredam guncangan. Untuk menambah daya cengkeram, velg ROH 18 inci dibalut ban segala medan Bridgestone Dueler AT002.Tak ketinggalan, sejumlah aksesori khas pikap petualang turut tersemat. Ada sports bar khusus di bak belakang serta rock slider yang melindungi bodi samping saat melintasi jalur berbatu. Perubahan ini membuat karakter Triton Raider jauh lebih agresif dan fungsional dibanding Triton GSR standar.Warisan Panjang Ralliart di Dunia BalapKehati-hatian Mitsubishi memakai nama Ralliart bukan tanpa alasan. Nama ini punya sejarah yang sangat dalam di dunia otomotif global. Divisi tersebut berdiri pada 1984 dan sempat menjadi lengan balap resmi Mitsubishi. Prestasi mereka sangat mentereng, terutama di ajang World Rally Championship (WRC) dan Reli Dakar.Model-model ikonik seperti Lancer Evolution, Pajero Evolution, hingga Colt Ralliart lahir dari rahim divisi ini. Jadi, menyematkan logo Ralliart pada kendaraan produksi massal harus dibarengi dengan peningkatan teknis yang sepadan. Mitsubishi tampaknya tidak ingin menodai reputasi masa lalu dengan buru-buru merilis model yang belum matang secara performa.Potensi Ralliart Merambah Pajero dan OutlanderRencana besar ini tidak akan berhenti di Triton Raider. Apabila respons pasar sesuai harapan, Mitsubishi membuka peluang lebar untuk menyuntikkan DNA Ralliart ke model lain. Pajero generasi terbaru yang sedang disiapkan menjadi kandidat kuat berikutnya.Bahkan, tak menutup kemungkinan SUV populer seperti Outlander turut mendapat sentuhan serupa di masa depan. Langkah ini bisa menjadi strategi cerdas Mitsubishi untuk kembali meramaikan segmen kendaraan performa tanpa harus membangun mesin sport dari nol. Pasar pikap dan SUV yang tengah naik daun di berbagai negara menjadi lahan basah yang menjanjikan bagi kebangkitan Ralliart.Referensi: Mitsubishi | VIVA Otomotif

Sedan Flagship BYD Great Han Siapkan Daya Jelajah Lebih Dari 1.000 Km

Sedan Flagship BYD Great Han Siapkan Daya Jelajah Lebih Dari 1.000 Km

Pertanyaan soal komitmen BYD di segmen sedan premium akhirnya menemui titik terang. Di tengah gempuran SUV dan MPV yang makin padat, pabrikan asal China ini justru menyiapkan kejutan berupa sedan flagship berukuran besar yang siap mengisi posisi tertinggi di keluarga Dynasty Series.Model untuk sementara disebut Great Han, namun tulisan di bodi belakang mengindikasikan nama Han 9.Ditawarkan dalam versi listrik murni berdaya jelajah lebih dari 1.000 km serta opsi Plug-in Hybrid (PHEV).Mengusung desain eksterior elegan khas sedan kelas atas serta kabin yang mengutamakan kenyamanan penumpang.Dibekali sistem bantuan pengemudi berbasis LiDAR untuk mengimbangi fitur keamanan mobil premium.Desain Panjang yang Menonjolkan Kesan MewahFoto resmi yang beredar memperlihatkan siluet bodi yang berbeda jauh dari sedan BYD yang sudah kita kenal saat ini. Garis atapnya mengalir lembut ke bagian belakang, menciptakan proporsi yang mengingatkan pada sedan-sedan Eropa kelas atas. Bukan sekadar urusan estetika, proporsi panjang ini juga memberi isyarat soal ruang kaki lega yang akan dinikmati penumpang baris kedua.Bagian depan mengadopsi bahasa desain terbaru yang sebelumnya sudah diperkenalkan di Han L. Aksen horizontal menyatukan kedua lampu utama, memberikan kesan lebar dan rendah yang membuat mobil terlihat lebih agresif. Di belakang, lampu memanjang satu garis kini menjadi elemen yang konsisten untuk menegaskan identitas kendaraan listrik modern.Kabin Premium dengan Sentuhan Teknologi SUV FlagshipMasuk ke dalam, BYD tidak setengah hati mendandani interior Great Han. Konsep tata letaknya dikabarkan banyak menyerap dari SUV flagship mereka, yang artinya fokus utama bukan sekadar pada pengemudi, melainkan kenyamanan seluruh penumpang. Ini adalah pendekatan yang masuk akal untuk sedan yang diposisikan sebagai kendaraan pribadi sekaligus mobilitas bisnis.Meski detail fitur kabin belum dibuka sepenuhnya, kehadiran teknologi LiDAR di paket bantuan pengemudi menjadi sinyal kuat bahwa Great Han akan bermain di level yang serius. Di pasar China, teknologi ini sudah menjadi pembeda antara mobil premium biasa dengan yang benar-benar modern.Lebih Dari 1.000 Km dan Pilihan HybridBagi yang masih menyimpan kecemasan soal jarak tempuh mobil listrik, strategi BYD di model ini patut disimak. Untuk varian listrik murni, pabrikan menyiapkan versi berdaya jelajah lebih dari 800 kilometer. Namun yang lebih ambisius, ada varian yang diklaim mampu menempuh lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar pengujian lokal. Angka ini dimungkinkan berkat baterai generasi terbaru yang juga mendukung pengisian daya ultra cepat.Tidak berhenti di situ, BYD juga akan menghadirkan versi Plug-in Hybrid (PHEV). Langkah ini memberi ruang bagi konsumen yang rute hariannya menuntut fleksibilitas tanpa harus bergantung penuh pada infrastruktur pengecasan. Dua opsi ini menempatkan Great Han sebagai sedan yang mencoba menjawab dua kebutuhan sekaligus.Potensi Rilis di Pasar GlobalKehadiran Great Han menandakan BYD belum mau menyerahkan segmen sedan premium begitu saja, meski angin pasar lebih kencang berhembus ke arah SUV. Dengan spesifikasi yang dibawa, model ini berpotensi menjadi penantang serius di kelasnya, terutama jika banderol harga nantinya masih mempertahankan reputasi agresif BYD selama ini. Untuk pasar China, peluncuran resmi tampaknya tinggal menunggu waktu. Soal apakah sedan ini akan merambah pasar lain, jawabannya kemungkinan besar ada di strategi ekspor mereka berikutnya.Referensi: BYD | VIVA Otomotif

Belajar Mobil Manual Ternyata Lebih Cepat dari Perkiraan Pemula

Belajar Mobil Manual Ternyata Lebih Cepat dari Perkiraan Pemula

Banyak calon pengemudi mundur teratur begitu mendengar kata mobil manual. Bayangan mesin mogok di tengah jalan, mobil mundur saat tanjakan, atau salah gigi memang cukup membuat gentar. Padahal, kalau mau jujur, mengemudikan transmisi manual itu keahlian yang bisa dikuasai lebih cepat dari yang Anda kira.Penelitian dan instruktur mengemudi menyebut rata-rata pemula butuh 20 sampai 30 jam latihan untuk menguasai kopling dan perpindahan gigi.Untuk sekadar memahami fungsi dasar dan bisa menggerakkan mobil, banyak orang bahkan hanya perlu waktu beberapa jam.Tantangan terbesar bukan di gigi, melainkan koordinasi antara kaki kiri di pedal kopling dan kaki kanan di gas.Kenapa Mobil Manual Terlihat Lebih Sulit?Mobil matik memang memanjakan. Tinggal gas dan rem, mobil melaju. Di transmisi manual, otak dan dua kaki Anda harus bekerja simultan. Ini yang bikin banyak pemula panik di awal latihan. Bukan karena teknisnya rumit, tapi karena tubuh belum terbiasa melakukan dua hal sekaligus.Proses melepas kopling sambil menekan gas secara halus adalah kunci utama. Saat kopling dilepas terlalu cepat tanpa gas yang cukup, mesin langsung mati. Begitu pula jika gas diinjak terlalu dalam saat kopling masih setengah, bunyi mesin meraung dan mobil tersentak.Peran Tachometer: Teman yang Sering TerlupakanDi mobil manual, ada satu panel yang jarang dilirik pemula: tachometer alias pengukur putaran mesin. Alat ini jadi patokan visual kapan harus pindah gigi. Tanpa indikator ini, pemula sering terlambat memindahkan tuas, entah itu terlalu rendah atau terlalu tinggi, yang berujung pada tarikan mesin tidak optimal.Pada mobil matik, semua proses ini dikalkulasi otomatis oleh transmisi. Maka wajar jika pemula butuh adaptasi. Beberapa instruktur mengemudi bahkan menyebut bahwa koordinasi mata, kaki, dan tangan inilah yang menjadi "PR" terbesar di sesi latihan pertama.Bukan Soal Bakat, Tapi Jam Terbang LatihanInstruktur berpengalaman kerap mengatakan tidak ada orang yang benar-benar tidak bisa mengemudikan mobil manual. Yang ada hanyalah orang yang kurang latihan. Sebagian orang mengaku bisa memahami konsep dasar kopling dan gigi dalam waktu kurang dari satu jam. Namun untuk bisa melaju mulus di jalan raya tanpa berpikir keras, rata-rata waktu yang dihabiskan adalah 20 hingga 30 jam latihan.Setelah fase itu, perpindahan gigi dan pengaturan kopling akan terasa alami. Anda tidak lagi menunduk melihat tuas atau panik saat berhenti di lampu merah. Kaki dan tangan bergerak otomatis mengikuti ritme mesin dan kondisi lalu lintas.Modal Berguna di Tengah Dominasi Mobil MatikMemang harus diakui, tren mobil matik kini lebih dominan di jalanan. Namun keterampilan menyetir mobil manual masih sangat relevan. Banyak kendaraan niaga, mobil bekas tangguh, atau low MPV yang masih menawarkan varian transmisi manual. Begitu juga di segmen mobil sport yang menuntut keterlibatan pengemudi lebih penuh.Banyak pengemudi berpengalaman menilai, kemampuan mengoperasikan kopling ini membuat pemahaman terhadap karakter mesin jadi lebih dalam. Anda tidak sekadar menjadi penumpang yang memegang kemudi, tapi benar-benar menyatu dengan cara kerja kendaraan.Jadi, daripada menunda karena takut, lebih baik segera duduk di balik kemudi. Semakin sering berlatih, semakin pendek waktu yang Anda butuhkan untuk mahir.Referensi: VIVA Otomotif

Toyota Starlet Buktikan Diri Sebagai Ikon yang Harganya Justru Meroket di Pasar Bekas

Toyota Starlet Buktikan Diri Sebagai Ikon yang Harganya Justru Meroket di Pasar Bekas

Sebelum Toyota Yaris meramaikan jalanan, ada satu hatchback yang menjadi simbol gaya hidup anak muda pada akhir 1980-an hingga 1990-an, yakni Toyota Starlet. Mobil berukuran kompak ini dikenal karena desainnya yang sporty, konsumsi bahan bakar irit, serta mesin yang terkenal bandel.Tak heran jika hingga kini, puluhan tahun setelah produksinya terhenti, popularitasnya belum memudar. Dari pantauan di lapak mobil bekas, harga unit Toyota Starlet justru terus menunjukkan tren positif.Generasi awal "Starlet Kotak" EP70 kini ditawarkan mulai Rp40 jutaan hingga Rp70 jutaan.Varian "Starlet Kapsul" generasi EP80 yang paling populer memiliki banderol lebih tinggi, berkisar Rp60 jutaan sampai Rp120 jutaan.Unit edisi langka atau hasil restorasi penuh bahkan bisa dijual dengan harga yang jauh lebih mahal.Debut Global dan Awal Mula Julukan "Starlet Kotak"Toyota Starlet sebenarnya merupakan model global yang pertama kali diperkenalkan pada 1973. Namun, kiprahnya di Indonesia mulai dikenal luas pada pertengahan 1980-an ketika Toyota Astra Motor menghadirkan generasi EP70.Generasi ini hadir dengan desain serba mengotak yang menjadi tren pada zamannya, sehingga publik pun menjulukinya sebagai "Starlet Kotak". Pilihan mesin yang ditawarkan meliputi 1.000 cc dan 1.300 cc, dengan karakter yang sederhana namun mudah dirawat.Kehadiran Starlet Kotak langsung mendapat sambutan positif karena menawarkan kombinasi kepraktisan dan efisiensi yang sulit ditandingi kompetitor saat itu.Transformasi Desain ke Generasi "Kapsul" yang Paling IkonikMemasuki awal 1990-an, Toyota menghadirkan penerusnya yang menggunakan kode EP80. Desain bodinya berubah drastis, dari yang semula mengotak kini bertransformasi menjadi lebih membulat.Perubahan desain inilah yang membuat masyarakat Indonesia menjulukinya sebagai "Starlet Kapsul". Model ini menjadi generasi paling populer di Tanah Air dan unitnya masih sering ditemui berseliweran hingga sekarang.Starlet Kapsul menawarkan kenyamanan lebih baik, kabin yang terasa lebih modern, serta pilihan varian yang beragam. Pada masa itu, mobil ini menjadi salah satu hatchback favorit kalangan muda dan keluarga kecil karena tampilannya dianggap lebih sporty dibanding sedan kompak pada eranya.Harga Bekas yang Justru Terus Merangkak NaikToyota resmi menghentikan penjualan Starlet pada 1999. Setelah beberapa tahun tanpa penerus langsung, posisinya kemudian digantikan oleh Toyota Yaris yang mulai dipasarkan pada 2006. Meski sudah tidak diproduksi selama lebih dari dua dekade, nilai jual Starlet tak kunjung rontok.Unit Starlet Kotak keluaran akhir 1980-an umumnya ditawarkan mulai Rp40 juta hingga Rp70 juta, tergantung kondisi dan tingkat orisinalitasnya. Sementara itu, banderol untuk Starlet Kapsul keluaran 1990-an terbang lebih tinggi.Untuk kondisi standar dan terawat, harga bekasnya berkisar Rp60 juta sampai Rp120 juta. Bahkan, beberapa unit edisi langka atau hasil restorasi dapat dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi, membuktikan statusnya sebagai mobil kults yang diburu kolektor.Referensi: Toyota | viva.co.id

5 Mobil Bekas Ini Pertahankan Harga Jual Meski Usia Hampir Satu Dekade

5 Mobil Bekas Ini Pertahankan Harga Jual Meski Usia Hampir Satu Dekade

Membeli mobil baru kerap diidentikkan dengan depresiasi nilai yang bikin dompet tipis. Puluhan persen bisa lenyap hanya dalam kurun tiga tahun pertama. Namun, tidak semua kendaraan empat roda terjerembab dalam siklus penyusutan harga yang brutal itu.Beberapa model justru terkenal bandel mempertahankan banderol jual kembali.Rahasianya terletak pada permintaan pasar konsisten, pasokan unit terbatas, serta reputasi mesin bandel.Deretan mobil di bawah ini jadi bukti nyata, harga bekasnya tak terpaut jauh dari harga barunya.Bahkan sebagian sudah berusia hampir sepuluh tahun, namun label ratusan juta masih melekat erat.Toyota Kijang Innova Reborn Diesel, Raja Tak TertandingiJika berbicara soal mobil bekas berharga keras, Toyota Kijang Innova Reborn diesel adalah jawara yang paling sering disebut. Generasi yang meluncur sejak 2015 ini punya basis penggemar fanatik di pasar sekunder. Unit produksi awal bukan berarti bisa ditebus dengan harga miring.Di bursa jual beli, banderol varian diesel masih bertengger di angka fantastis, menyentuh ratusan juta rupiah. Kombinasi kabin lapang, kenyamanan suspensi, efisiensi solar, serta ketahanan jeroan jadi resep sakti mempertahankan nilainya. Baik buat teman komuter harian maupun melibas rute luar kota, mobil ini selalu jadi rebutan.Suzuki Jimny, Ikon Klasik yang Makin LangkaSuzuki Jimny menulis kisah paling ekstrem dalam daftar ini. SUV mungil bergaya retro itu bukan sekadar menahan depresiasi, melainkan kerap kali memicu perang harga. Permintaan gila-gilaan membuat unit bekasnya sempat melampaui banderol pabrikan saat unit baru masih inden panjang.Faktor eksklusivitas dan kapabilitas menjelajah medan berat jadi magnet utama model yang satu ini. Langkanya stok di diler resmi turut memompa harga jual kembali di level yang tidak masuk akal bagi sebagian orang. Pemilik Jimny praktis bisa tersenyum lebar meski sudah bertahun-tahun memacu mobilnya.Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, Duel SUV Diesel Tak Lekang WaktuPersaingan dua SUV ladder frame, Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, juga menghadirkan fenomena serupa. Keduanya bekembang menjadi aset otomotif yang ogah menyusut nilainya secara drastis. Permintaan konsisten untuk varian diesel bikin perputaran uang di sektor bekasnya tetap deras.Fortuner mengandalkan tampilan gagah serta kenyamanan kabin lapang. Sementara itu, Pajero Sport unjuk gigi lewat mesin diesel bertenaga dan aura premium yang kental. Citra tangguh membuat kedua nama ini terus diburu, membuat pemiliknya tidak merasa terlalu buntung saat melepas kendaraan ke tangan kedua.Honda Jazz, Hatchback Pujaan yang Ogah Turun TahtaWalau produksinya sudah resmi dihentikan, Honda Jazz sama sekali tidak kehilangan pamor di bursa bekas. Justru statusnya sebagai produk pamungkas menjadikan generasi terakhir, terutama varian RS, kian diburu penggemar setia. Hatchback ini punya basis komunitas mengakar dan loyalis yang rela merogoh kocek dalam.Desain sporty yang tak lekang zaman, kabin fleksibel ala magic seat, serta performa menyenangkan untuk diajak bermanuver harian menjadi kunci daya tariknya. Alhasil, harga Honda Jazz bekas pakai tetap stabil tinggi, mengukuhkan diri sebagai primadona yang tak tergantikan di kelasnya.Referensi: VIVA Otomotif

Harga Mirip Hyundai Palisade dan Staria, Pilih Keperkasaan SUV atau Kelegaan Eksekutif

Harga Mirip Hyundai Palisade dan Staria, Pilih Keperkasaan SUV atau Kelegaan Eksekutif

Di segmen mobil premium, dua nama dari Hyundai kerap mencuri perhatian. Bukan hanya menawarkan desain yang menonjol, Palisade dan Staria kini berada di rentang harga yang saling berdekatan sehingga memunculkan perdebatan di kalangan calon pembeli.Hyundai Palisade mengusung karakter SUV mewah dengan tampilan gagah dan aura maskulin.Hyundai Staria menempatkan ketenangan kabin dan fleksibilitas ruang layaknya kendaraan eksekutif.Kisaran harga yang serupa membuat pilihan tidak lagi sekadar preferensi model, melainkan cerminan prioritas kebutuhan ruang dan gaya berkendara.Harga Relatif Setara Membuka Dilema BaruKeduanya sama-sama diposisikan sebagai produk premium andalan Hyundai. Tanpa perlu menyebut angka spesifik karena bersifat dinamis, banderol yang ditetapkan untuk Palisade dan Staria berada di dekat rentang serupa. Bukan lagi tentang siapa yang lebih mahal, melainkan karakter apa yang lebih sesuai dengan kebutuhan harian.Kondisi ini tidak hanya menarik bagi mereka yang sudah memiliki preferensi, tetapi juga melebarkan segmen konsumen yang tengah mencari kendaraan keluarga dengan sentuhan kemewahan berbeda. Perdebatan SUV versus MPV yang biasanya dipisahkan oleh selisih harga signifikan, kini terasa lebih cair.Ketegasan SUV Palisade untuk Mereka yang Menginginkan Dominasi JalanHyundai Palisade menyalurkan kesan tangguh lewat siluet khas sport utility vehicle. Ini bukan sekadar tentang kemampuan menerjang medan, melainkan gengsi dan keamanan visual yang selalu melekat pada bodi besar serta posisi mengemudi tinggi. Tampilan gagah menjadi pernyataan tersendiri saat melaju di jalan.Dari perspektif pasar, karakter seperti ini kerap menjadi nilai tambah di mata pembeli yang menginginkan kendaraan dengan "kehadiran" kuat, terutama saat digunakan untuk mobilitas harian di perkotaan. Kesan mewah yang dibawanya lebih condong pada ketegasan dan soliditas ala kendaraan penjelajah.Staria dan Konsep Ruang Layaknya Kendaraan EksekutifSementara itu, Staria mengambil pendekatan berbeda. Desain monovolume futuristiknya langsung mengindikasikan bahwa prioritas utama ada pada penumpang. Visual eksterior yang bersih dan meminimalkan garis tajam sejalan dengan pengalaman di dalam kabin yang senyap dan lega.Ini adalah kendaraan yang menjawab kebutuhan mereka yang lebih sering mengangkut kolega, keluarga besar, atau membutuhkan kenyamanan ekstra pada perjalanan luar kota. Fungsionalitas dan kemewahan disatukan tanpa perlu meninggikan tapak layaknya SUV, menawarkan ketenangan bak ruang eksekutif bergerak.Menentukan Pilihan Bukan Sekadar Model Melainkan FungsiPerbandingan keduanya jelas tidak bisa diselesaikan hanya berdasarkan harga. Palisade menarik untuk pengemudi yang menginginkan postur gagah dan kepercayaan diri ala SUV. Sebaliknya, Staria menjadi jawaban logis untuk konsumen yang memandang kenyamanan seisi penumpang sebagai prioritas utama.Dengan kualitas material dan fitur yang bisa dipastikan selevel sebagai produk global, keputusan akhir berpulang pada kebutuhan ruang dan karakter berkendara yang diinginkan. Masing-masing memiliki keunggulan yang tidak saling mengalahkan, melainkan melengkapi di ceruk pasar berbeda.Referensi: Hyundai | VIVA Otomotif

Bukan Cuma LCGC, 5 Mobil Bekas Rp150 Jutaan Ini Nyaman Dipakai Harian

Bukan Cuma LCGC, 5 Mobil Bekas Rp150 Jutaan Ini Nyaman Dipakai Harian

Harga mobil baru yang terus merayap naik membuat banyak konsumen cerdas mulai melirik pasar mobil bekas. Dengan dana di bawah Rp150 juta, ternyata pilihannya tidak melulu jatuh ke segmen Low Cost Green Car (LCGC). Sejumlah mobil tahun muda non-LCGC kini sudah menyentuh titik harga yang sama, menawarkan kualitas peredaman kabin yang lebih senyap serta pengalaman berkendara yang lebih solid.Pasar mobil bekas kini menawarkan alternatif non-LCGC di rentang Rp145 jutaan hingga Rp150 juta.Keunggulan utamanya terletak pada kabin yang lebih lapang, fitur lebih lengkap, dan respons mesin yang lebih memuaskan.Lima model dari Suzuki, Honda, Nissan, dan Daihatsu ini menjadi rekomendasi paling bernilai untuk pemakaian harian.Suzuki Baleno Hatchback 2019-2021: Hatchback Underrated yang TerlupakanDi segmen hatchback, nama Suzuki Baleno mungkin kurang menggema dibanding rivalnya. Namun, justru di sinilah letak daya tariknya. Unit bekas produksi 2019 hingga 2021 kini bisa ditebus dengan harga sekitar Rp140 jutaan hingga Rp150 juta.Baleno mengusung mesin 1.400cc yang dikenal bandel dan irit bahan bakar. Karakter mesinnya tetap responsif untuk akselerasi di perkotaan maupun luar kota, tanpa mengorbankan efisiensi. Kabinnya juga terasa lebih lega dari yang terlihat, dilengkapi konfigurasi bagasi yang cukup besar untuk menampung kebutuhan keluarga kecil.Dibandingkan rival sekelasnya, Baleno menawarkan kenyamanan suspensi yang lebih baik. Biaya perawatan rutinnya pun tidak bikin dompet menjerit, menjadikannya salah satu hatchback paling rasional di pasar mobil bekas.Suzuki Ertiga GX 2020-2021: MPV Lapang Pencarian Keluarga MudaJika kebutuhan Anda sudah masuk ke ranah mengangkut tujuh penumpang, Suzuki Ertiga GX adalah jawaban logis di anggaran ini. Unit bekas keluaran 2020 hingga 2021 saat ini sudah sangat terjangkau, berkisar antara Rp140 juta hingga Rp150 juta.Ertiga tidak hanya menawarkan kabin lapang khas MPV, tetapi juga konsumsi bahan bakar yang efisien untuk ukuran mobil berkapasitas penuh. Ruang kaki di baris ketiga memang terbatas, namun untuk mobilitas harian dan mengangkut anggota keluarga besar, penawarannya sulit ditolak.Jaringan purnajual Suzuki yang luas serta ketersediaan suku cadang yang mudah menjadi jaminan tambahan. Tidak heran jika Ertiga masih menjadi buruan utama para orang tua muda yang mencari mobil keluarga bekas berkualitas.Honda Brio RS 2019-2020: Si Kompak Berkarakter SportyIngin city car yang lincah dengan tampilan lebih agresif? Honda Brio RS bekas tahun 2019 hingga 2020 kini bisa diajak pulang dengan anggaran Rp145 juta sampai Rp150 juta. Banderolnya memang sedikit lebih tinggi dari varian Satya, namun sepadan dengan ekstra yang diberikan.Brio RS tampil dengan body kit sporty yang membedakannya dari saudaranya yang lebih kalem. Mesin 1.200cc i-VTEC miliknya terkenal responsif dan menyenangkan untuk dikendarai di jalan perkotaan yang padat. Suara mesin yang sedikit menggelitik justru menambah sensasi berkendara harian.Alasan lain yang membuatnya banyak diburu adalah nilai jual kembali yang kuat. Jadi, selain mendapatkan kenyamanan harian, Anda juga menyimpan nilai aset yang cukup stabil saat nanti memutuskan untuk upgrade ke model lain.Nissan Livina 2019-2020: Kembaran Xpander dengan Nilai Lebih RamahGenerasi terbaru Nissan Livina berbagi platform dengan Mitsubishi Xpander, warisan aliansi yang menguntungkan konsumen. Di pasar mobil bekas, unit produksi 2019 hingga 2020 kini bisa dimiliki di kisaran Rp145 jutaan hingga Rp150 juta.Karena berbagi DNA, Livina mewarisi kenyamanan suspensi dan peredaman kabin yang jadi andalan Xpander. Desainnya sedikit berbeda, menawarkan alternatif visual bagi yang bosan dengan tampilan MPV yang itu-itu saja di jalan raya.Ini adalah pilihan cerdas bagi yang ingin sensasi mobil keluarga dengan identitas berbeda. Biaya servisnya pun tidak jauh berbeda, mengingat komponen yang banyak disamakan. Sebuah tawaran menarik yang sering luput dari radar pembeli mobil bekas.Daihatsu Rocky 2021: SUV Kompak Bertenaga MudaBeralih ke segmen SUV kompak, Daihatsu Rocky patut masuk dalam daftar perburuan. Yang menarik, beberapa unit bekas keluaran 2021 kini sudah mulai menembus kisaran harga Rp145 juta hingga Rp150 juta.Rocky hadir dengan desain modern yang masih sangat relevan hingga kini. Posisi duduk yang tinggi memberikan visibilitas superior di jalan, sementara ground clearance melimpah membuatnya tenang saat melahap polisi tidur atau jalanan tidak rata. Fitur-fitur di kabinnya juga lebih kekinian dibanding banyak mobil seharga serupa.Dengan usia yang sangat muda dan perawatan yang relatif minim di tahun-tahun awal, Rocky menjadi tawaran paling prospektif bagi pembeli yang ingin tampil beda dengan mobil tinggi namun tetap mudah dikendarai harian.Referensi: VIVA Otomotif

SUV Audi Rp1,9 Miliar Meluncur Saat Penjualan Baru Sentuh Enam Unit

SUV Audi Rp1,9 Miliar Meluncur Saat Penjualan Baru Sentuh Enam Unit

Audi Indonesia resmi menghadirkan The New Audi Q5 Sportback. SUV premium dengan siluet atap melandai ini dibanderol mulai Rp1,9 miliar.Audi Q5 Sportback meluncur resmi dengan harga Rp1,9 miliarPenjualan retail Audi Indonesia Januari hingga Mei 2026 hanya enam unitMesin 2.000 cc turbo bertenaga 204 dk dipadukan sistem penggerak quattroFitur keselamatan mencakup adaptive cruise control dan kamera 360 derajatKontras Peluncuran dan Realita PenjualanPeluncuran ini terasa kontras jika menengok angka penjualan Audi di Tanah Air. Mengacu data penjualan retail Gaikindo periode Januari hingga Mei 2026, Audi hanya membukukan enam unit. Angka yang sangat kecil bahkan untuk ukuran ceruk premium.Meski begitu, Audi tidak menahan langkah. Chief Operating Officer Audi Indonesia, Edo Januarko Chandra, menegaskan bahwa pasar mobil premium masih menyimpan peluang. Konsumen yang mencari kendaraan mewah dengan teknologi modern tetap ada dan Audi ingin menjangkaunya.“Kami sangat antusias menyambut kehadiran The New Audi Q5 Sportback. Model ini menggambarkan bagaimana Audi menghadirkan kemewahan modern melalui inovasi yang bisa dirasakan setiap hari,” ujar Edo.Desain Sportback yang Lebih DinamisDibandingkan SUV konvensional, Q5 Sportback tampil lebih sporty. Garis atap dibuat melandai ke belakang, menciptakan postur dinamis yang membedakannya dari Q5 standar. Lekukan bodi tetap mempertahankan bahasa desain Audi yang bersih dan presisi.Pencahayaan menjadi salah satu daya tarik utama. Lampu depan sudah menggunakan Matrix LED, sedangkan lampu belakang mengadopsi teknologi Digital OLED. Kesan premium diperkuat pelek 20 inci serta panoramic sunroof yang membuat kabin terasa lapang.Performa Mesin Turbo dan QuattroDi balik kap mesin, Q5 Sportback mengandalkan mesin bensin 2.000 cc turbocharged. Output tenaga mencapai 204 daya kuda dengan torsi 340 Nm. Seluruh tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis 7 percepatan ke sistem penggerak empat roda quattro.Kehadiran quattro bukan sekadar warisan engineering Audi, melainkan fondasi stabilitas dan traksi. Sistem ini membantu SUV tetap cengkeram di berbagai kondisi jalan, memperkuat karakter serbabisa yang jadi ekspektasi konsumen premium.Kabin Digital dan Fitur Keselamatan MenyeluruhRuang kemudi disambut panel instrumen digital berukuran 12,3 inci dan sistem hiburan modern. Audi menyertakan sistem audio Bang & Olufsen serta pencahayaan kabin ambient yang dapat dikustomisasi sesuai preferensi. Material interior dan tata letak tetap mengedepankan nuansa minimalis khas Jerman.Untuk keselamatan, SUV ini dibekali adaptive cruise control, kamera 360 derajat, head-up display, dan peringatan keluar jalur. Sistem pengereman darurat juga mampu mendeteksi pejalan kaki, melengkapi paket bantuan pengemudi yang cukup lengkap di kelasnya.Referensi: Audi | VIVA Otomotif

Dana Rp150 Juta, Pilih Mobil Baru atau Bekas? Pertimbangan Biaya Kepemilikan

Dana Rp150 Juta, Pilih Mobil Baru atau Bekas? Pertimbangan Biaya Kepemilikan

Ketika dana untuk membeli mobil sudah tersedia, pertanyaan klasik langsung muncul: lebih baik ambil unit baru yang masih segar dari dealer, atau mobil bekas dengan kelas yang lebih tinggi? Dengan anggaran sekitar Rp150 juta, dua jalur ini menawarkan kelebihan dan kekurangan yang sangat berbeda.Berikut beberapa poin penting yang harus diperhatikan sebelum mengambil keputusan:Dengan Rp150 juta, mobil baru terbatas pada segmen LCGC seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Sigra, atau Calya varian bawah yang menjanjikan garansi pabrikan dan biaya operasional rendah.Di pasar mobil bekas, anggaran serupa bisa membawa pulang MPV seperti Toyota Avanza generasi terbaru, Mitsubishi Xpander, Honda BR-V, atau SUV kompak lain yang menawarkan ruang kabin lebih lega dan fitur lebih lengkap.Konsumsi bensin mobil bekas biasanya lebih boros, sementara potensi biaya perawatan tambahan seperti penggantian komponen aus wajib diperhitungkan dalam anggaran bulanan.Keputusan tidak cukup hanya dari harga beli, melainkan harus memasukkan simulasi biaya kepemilikan jangka panjang.Beralih ke LCGC: Kenapa Banyak Orang Memilih Mobil Baru di Harga Segini?Di rentang Rp150 juta, pilihan mobil baru memang mengerucut pada segmen Low Cost Green Car (LCGC). Model yang paling mudah ditemui antara lain Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Daihatsu Sigra, dan Toyota Calya varian dasar. Keempatnya hadir dengan mesin kecil 1.000 cc sampai 1.200 cc yang dirancang untuk efisiensi bahan bakar.Keunggulan utama tentu saja status "baru". Anda mendapatkan kendaraan dengan bau kabin khas pabrik, odometer nol, dan yang paling penting, perlindungan garansi resmi. Selama 3 tahun atau 100.000 km pertama, risiko kerusakan besar praktis bisa dialihkan ke bengkel resmi. Biaya servis berkala pun lebih mudah diprediksi karena masih mengikuti paket perawatan dealer.Dari sisi pengeluaran rutin, LCGC memang juara. Dengan penggunaan sekitar 1.000 km per bulan, biaya bensin bisa ditekan di bawah Rp1 juta. Angka ini membuat dompet tetap aman untuk pemakaian harian, terutama bagi pengguna komuter yang menempuh jarak cukup panjang setiap hari.Mobil Bekas Rp150 Juta: Kenyamanan Kelas Atas, Tapi Siapkan Biaya TambahanBeralih ke bursa mobil bekas, anggaran Rp150 juta seolah membuka pintu ke segmen yang lebih bergengsi. Di sini Anda bisa menemukan Toyota Avanza generasi terbaru tahun awal, Mitsubishi Xpander, Honda BR-V, Toyota Rush, Daihatsu Terios, hingga Suzuki Ertiga. Bahkan beberapa sedan atau SUV kompak dengan harga baru di atas Rp250 juta bisa masuk radar.Keunggulan paling mencolok adalah dimensi dan kenyamanan. Kabin lebih lega, posisi duduk lebih tinggi, dan fitur hiburan atau keselamatan yang lebih lengkap. Cocok untuk keluarga muda yang sering bepergian bersama atau membutuhkan bagasi luas.Namun, ada harga yang harus dibayar untuk kenyamanan itu. Konsumsi BBM mobil bekas kelas MPV atau SUV kompak umumnya lebih boros ketimbang LCGC. Pengeluaran bensin bulanan dengan jarak tempuh yang sama bisa menyentuh Rp1,2 juta atau bahkan lebih. Selain itu, usia kendaraan yang sudah berjalan beberapa tahun mengharuskan Anda menyisihkan dana ekstra untuk penggantian komponen habis pakai: aki, ban, kampas rem, shockbreaker, hingga perbaikan kaki-kaki.Biaya tak terduga seperti ini mungkin tidak muncul setiap bulan, tetapi tetap perlu dianggarkan secara berkala. Oleh karena itu, pemilik mobil bekas perlu lebih cermat memilih unit dengan riwayat servis yang jelas dan tidak terjebak pada harga murah yang justru menyimpan masalah.Jangan Cuma Lihat Harga Beli, Biaya Bulanan Juga MenentukanMemilih mobil dengan dana Rp150 juta pada akhirnya kembali ke kebutuhan dan kebiasaan pemakaian. Bila Anda menginginkan kendaraan yang minim drama, rutinitas servis ringan, dan pengeluaran bensin tetap rendah, LCGC adalah jawaban yang masuk akal. Di sisi lain, kalau prioritas Anda adalah ruang, kenyamanan, dan fleksibilitas untuk keluarga, mobil bekas dari kelas MPV atau SUV kompak bisa menjadi pilihan yang lebih memuaskan, asalkan siap menyisihkan dana lebih untuk operasionalnya.Referensi: {{source_name}}Via: VIVA OTO

New Hyundai Creta Ini Manjakan Penumpang Lewat Fitur Mewah dan Kualitas Audio Premium

New Hyundai Creta Ini Manjakan Penumpang Lewat Fitur Mewah dan Kualitas Audio Premium

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara resmi memperkenalkan penyegaran untuk lini SUV andalannya, New Hyundai Creta. Langkah ini diambil tanpa seremoni besar namun membawa perubahan yang cukup signifikan pada sisi kenyamanan dan teknologi kabin. Sebagai salah satu tulang punggung penjualan di Indonesia, Creta kini dibekali dengan berbagai fitur yang sebelumnya hanya ditemukan pada segmen di atasnya.Harga resmi mulai Rp299,7 juta on the road Jakarta.Penyegaran fokus pada kemewahan interior dan penambahan fitur kenyamanan premium.Dilengkapi ventilated front seats untuk menjaga suhu kursi tetap sejuk.Hadir dengan sistem audio premium 8 speaker lansiran Bose dan power tailgate.Interior New Creta Kini Terasa Lebih Mewah dan ModernFokus utama pada New Hyundai Creta kali ini terletak pada transformasi ruang kabin. Hyundai berusaha menghadirkan suasana yang lebih premium untuk mempertahankan daya saing di segmen SUV kompak yang kini semakin padat oleh kompetitor baru. Meskipun ruang kepala dan ruang kaki tetap lega seperti model sebelumnya, sentuhan material dan teknologi baru membuatnya terasa berbeda.Salah satu fitur yang paling mencolok adalah hadirnya panoramic integrated display. Desain ini menggabungkan layar sistem hiburan dan panel instrumen digital dalam satu bingkai yang memanjang, memberikan kesan modern dan bersih pada area dasbor. Pengemudi kini mendapatkan informasi kendaraan dengan visual yang lebih terintegrasi dan mudah dibaca selama perjalanan.Selain itu, untuk meningkatkan kesan lapang, Hyundai kini menyematkan panoramic sunroof. Berbeda dengan model sebelumnya yang hanya tersedia pada varian tertentu dengan ukuran standar, fitur ini memberikan pandangan luas ke arah langit dan membiarkan cahaya alami masuk ke dalam kabin, sehingga suasana di dalam mobil tidak terasa sempit saat menempuh perjalanan jauh.Interior Hyundai Creta baru yang kini lebih modern dan premium (Photo: Hyundai)Fitur Kenyamanan Baru yang Menjawab Kebutuhan Konsumen UrbanMemahami kondisi iklim di Indonesia yang cenderung panas, Hyundai menyertakan fitur ventilated front seats pada New Creta. Fitur ini memungkinkan aliran udara sejuk keluar dari pori-pori kursi pengemudi dan penumpang depan. Penambahan ini sangat krusial untuk menjaga kenyamanan punggung dan paha agar tetap kering dan sejuk, terutama saat mobil terparkir cukup lama di bawah terik matahari.Kualitas udara di dalam kabin juga menjadi perhatian dengan adanya console armrest with air purifier. Alat pemurni udara yang terintegrasi pada sandaran tangan tengah ini bertugas menyaring partikel debu dan menjaga sirkulasi udara tetap bersih. Hal ini menjadi nilai tambah bagi konsumen urban yang sering terjebak kemacetan di tengah polusi udara perkotaan.Sektor hiburan pun tidak luput dari peningkatan kualitas. New Creta kini mengandalkan sistem audio dari Bose dengan total 8 speaker yang tersebar di seluruh kabin. Kualitas suara yang dihasilkan jauh lebih jernih dan bertenaga dibandingkan sistem audio standar pada model terdahulu, memberikan pengalaman mendengarkan musik yang lebih imersif bagi seluruh penumpang.Kepraktisan Meningkat dengan Fitur Power TailgateAspek fungsionalitas menjadi poin penting lainnya yang ditingkatkan oleh Hyundai. New Creta kini dilengkapi dengan fitur power tailgate, sebuah teknologi yang memudahkan pengguna untuk membuka dan menutup pintu bagasi secara otomatis. Fitur ini sangat membantu saat pemilik kendaraan membawa banyak barang bawaan atau belanjaan tanpa harus repot mengoperasikan pintu bagasi secara manual.Area bagasi juga dirancang agar lebih fungsional untuk menampung berbagai kebutuhan mobilitas, mulai dari perlengkapan kantor hingga peralatan hobi di akhir pekan. Dengan penambahan fitur ini, New Creta tidak hanya sekadar menawarkan tampilan yang stylish, tetapi juga memberikan kemudahan akses yang nyata bagi penggunanya dalam aktivitas sehari-hari.Fitur power tailgate menjadi salah satu pembaruan praktis pada New Hyundai Creta (Photo: Hyundai)Harga dan Varian di IndonesiaBerdasarkan keterangan resmi dari pabrikan, New Hyundai Creta dipasarkan dengan harga mulai Rp299,7 juta untuk wilayah Jakarta. Harga tersebut menempatkan Creta pada posisi yang sangat kompetitif, mengingat banyaknya fitur baru yang kini telah disematkan di dalamnya.Untuk menarik minat calon pembeli, HMID juga menghadirkan program Triple Zero yang sangat menarik. Program ini mencakup penawaran bunga nol persen, gratis biaya administrasi, serta gratis biaya provisi bagi konsumen yang melakukan pembelian secara kredit. Selain itu, terdapat program tukar tambah atau trade-in yang memberikan keuntungan tambahan hingga Rp20 juta bagi pemilik mobil lama yang ingin beralih ke New Creta.Hyundai juga memberikan jaminan ketenangan bagi pemiliknya melalui Resale Value Guarantee. Program ini menjamin harga jual kembali kendaraan hingga 70 persen pada tahun ketiga kepemilikan. Langkah ini merupakan strategi Hyundai untuk meyakinkan konsumen mengenai nilai investasi kendaraan mereka dalam jangka panjang di tengah persaingan pasar otomotif Indonesia yang dinamis. Via: www.otodream.com

Mitsubishi Siapkan Pajero Mini dan Belasan Model Baru, Indonesia Kebagian?

Mitsubishi Siapkan Pajero Mini dan Belasan Model Baru, Indonesia Kebagian?

Bagi Anda pecinta SUV tangguh, nama Pajero tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Setelah produksinya sempat dihentikan secara global pada tahun 2021, banyak penggemar yang merasa kehilangan sosok kendaraan yang dikenal tahan banting ini. Namun, kabar terbaru dari Mitsubishi Corporation membawa angin segar bagi para calon pembeli yang mendambakan kendaraan multifungsi.Mitsubishi berencana meluncurkan tiga belas model baru dalam kurun waktu enam tahun ke depan.Pajero legendaris akan dihidupkan kembali pada tahun 2026 dengan konsep baru.Hadirnya varian Pajero berukuran mungil yang dirancang khusus untuk mobilitas perkotaan.Xpander generasi terbaru dipastikan mengusung teknologi hybrid untuk pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia.Kebangkitan Sang Legenda Pajero di Tahun 2026Langkah Mitsubishi untuk menghidupkan kembali nama besar Pajero menjadi sorotan utama dalam rencana jangka menengah mereka. Mobil ini dijadwalkan akan menyapa publik kembali pada musim gugur tahun 2026 dengan membawa semangat baru. Tidak sekadar mobil SUV biasa, kabarnya model ini akan mengusung tagline Cross Country yang menekankan kemampuan jelajahnya.Hal ini tentu menjadi kabar menarik bagi Anda yang membutuhkan kendaraan yang tidak hanya gagah di jalanan aspal, tetapi juga mumpuni saat dibawa berpetualang. Mitsubishi tampaknya ingin memastikan bahwa identitas Pajero sebagai mobil petualang tetap terjaga meski hadir dengan teknologi yang lebih modern.Kehadiran Pajero Versi Mungil untuk Penggunaan HarianSalah satu kejutan yang paling dinanti adalah rencana Mitsubishi untuk menghadirkan Pajero dalam ukuran yang lebih kecil. Berbeda dengan model standar yang bongsor, versi mini ini diprediksi akan mengisi segmen mobil kompak yang sangat lincah untuk membelah kemacetan kota. Ini adalah solusi praktis bagi Anda yang menyukai tampilan gagah ala SUV namun tetap menginginkan kemudahan saat parkir di lahan terbatas.Pajero versi kecil ini dikabarkan akan menjadi model yang berbeda dari Delica Mini yang sudah lebih dulu populer di Jepang. Dengan dimensi yang lebih ringkas, biaya kepemilikan dan konsumsi bahan bakar diharapkan bisa lebih efisien. Hal ini tentu sangat cocok bagi keluarga muda atau pekerja urban yang mencari kendaraan harian dengan karakter yang kuat.Penyegaran Xpander Hybrid dan Lini Kendaraan Off RoadBagi konsumen di Indonesia, kabar mengenai Xpander generasi terbaru tentu menjadi yang paling ditunggu. Mitsubishi mengonfirmasi bahwa mobil keluarga favorit ini akan segera mendapatkan versi hybrid. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan pengguna yang menginginkan mobil keluarga yang lebih irit bahan bakar dan lebih ramah lingkungan tanpa harus khawatir soal pengisian daya baterai.Selain Xpander, Mitsubishi juga tengah menyiapkan penerus dari Delica D:5 yang legendaris. Mobil ini akan hadir sebagai minivan dengan kemampuan off road, sebuah kombinasi unik yang jarang ditemukan pada merek lain. Tidak ketinggalan, versi terbaru dari pikap Triton juga masuk dalam daftar pengembangan untuk memperkuat posisi Mitsubishi di segmen kendaraan pekerja keras.Fokus pada Teknologi Hybrid dan Masa Depan ListrikMitsubishi menyadari bahwa tren otomotif dunia kini bergerak ke arah elektrifikasi. Dari tiga belas model baru yang disiapkan, sepuluh di antaranya akan menggunakan teknologi ramah lingkungan. Lima model akan mengusung sistem hybrid self charging, sementara lima model lainnya akan menggunakan sistem Plug in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV.Kolaborasi dengan merek lain seperti Nissan juga terus diperkuat, terutama untuk pengembangan pikap terbaru dan teknologi listrik. Hal ini menunjukkan komitmen Mitsubishi untuk memberikan pilihan mesin yang lebih beragam bagi konsumen, mulai dari mesin konvensional yang tangguh hingga mesin bertenaga listrik yang efisien.Potensi Kehadiran di IndonesiaMelihat daftar model yang sedang disiapkan, pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia memegang peranan yang sangat penting bagi Mitsubishi. Model seperti Xpander Hybrid hampir dipastikan akan menjadi menu utama bagi konsumen di tanah air dalam beberapa tahun ke depan. Teknologi ini akan sangat membantu pengguna harian dalam menekan biaya operasional bulanan terutama dari sisi pengeluaran bahan bakar.Meskipun beberapa model seperti Pajero Mini mungkin akan memulai debutnya di Jepang, peluang untuk masuk ke pasar global tetap terbuka lebar. Kita bisa berharap bahwa inovasi yang dibawa oleh Mitsubishi ini akan memberikan lebih banyak pilihan kendaraan yang praktis, aman, dan sesuai dengan kebutuhan keluarga di Indonesia.Referensi: Mitsubishi | Otodream

Jetour T1 Resmi Hadir di Indonesia dengan Opsi Mesin Turbo dan Hybrid Canggih

Jetour T1 Resmi Hadir di Indonesia dengan Opsi Mesin Turbo dan Hybrid Canggih

PT Jetour Sales Indonesia secara resmi mengumumkan kehadiran Jetour T1 untuk konsumen di tanah air. Langkah ini menandai babak baru bagi merek otomotif asal Tiongkok tersebut dengan membawa SUV yang tidak hanya mengandalkan desain gagah, tetapi juga performa mesin yang telah teruji di berbagai medan ekstrem dunia.Jetour T1 tersedia dalam pilihan mesin bensin konvensional 2.000cc turbo dan varian hybrid i-DM.Nilai Jual Kendaraan Bermotor atau NJKB untuk model ini terdaftar mulai dari Rp170.000.000 hingga Rp205.000.000.Varian i-DM menawarkan performa buas dengan torsi maksimal gabungan mencapai 530 Nm.SUV ini telah melewati pengujian di ketinggian 5.000 meter dan gurun pasir dengan kondisi ekstrem.Pilihan Varian Mesin Turbo dan Teknologi Hybrid i-DMJetour membawa strategi ganda untuk pasar Indonesia dengan memperkenalkan dua tipe penggerak sekaligus. Varian pertama adalah Jetour T1 dengan mesin pembakaran internal atau ICE yang menggunakan unit 2.000cc turbo. Mesin ini dirancang untuk menghasilkan tenaga besar dan karakter torsi yang sangat kuat sejak putaran bawah, sehingga sangat mumpuni untuk penggunaan harian maupun petualangan luar ruang.Varian kedua yang menjadi sorotan utama adalah Jetour T1 i-DM atau Intelligent Dual Mode. Model ini merupakan kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle yang menggabungkan mesin bensin 1.500cc turbo Acteco TGDI generasi kelima dengan motor listrik berperforma tinggi. Mesin bensinnya sendiri mampu menghasilkan tenaga 136 PS dan torsi 220 Nm dengan efisiensi termal mencapai 44,5 persen.Ketika bekerja bersama dengan motor listrik yang bertenaga 204 PS dan torsi 310 Nm, total output yang dihasilkan sangat mengesankan. Jetour T1 i-DM mampu memuntahkan tenaga maksimal hingga 340 PS dan torsi puncak mencapai 530 Nm. Tenaga sebesar ini disalurkan melalui transmisi canggih yang memastikan perpindahan daya ke roda tetap halus namun responsif.Ketangguhan yang Teruji di Medan Ekstrem DuniaSebelum menginjakkan kaki di Indonesia, Jetour T1 telah melewati serangkaian pengujian berat untuk membuktikan durabilitasnya. Salah satu pengujian yang paling menonjol dilakukan di Pegunungan Andes dengan ketinggian mencapai lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut. Dalam kondisi oksigen tipis yang hanya sekitar 60 persen dari kondisi normal, mesin Jetour T1 terbukti mampu melakukan start dalam kondisi dingin hanya dengan satu kali percobaan.Selain ketangguhan mesin, sistem penggerak XWD Intelligent All-Wheel Drive pada mobil ini juga diuji di Gurun Atacama. Sistem pintar ini mampu mendistribusikan torsi secara real-time ke keempat roda untuk mengatasi medan sulit seperti pasir longgar atau tanjakan curam. Dalam pengujian tersebut, Jetour T1 berhasil keluar dari jebakan pasir sedalam 30 cm berkat distribusi torsi hingga 390 Nm ke roda yang membutuhkan traksi.Keamanan berkendara juga menjadi prioritas dengan penyematan teknologi Electronic Limited Slip Differential serta sistem stabilitas Bosch ESP 9.3. Perangkat ini memastikan mobil tetap stabil saat melibas permukaan jalan dengan traksi rendah atau saat menghadapi terpaan angin kencang di area terbuka. Struktur sasis monokok yang digunakan juga memberikan keseimbangan antara kenyamanan berkendara di aspal dan ketangguhan di jalur offroad ringan.Harga Resmi dan Pilihan Varian di IndonesiaMenjelang peluncuran resminya, data mengenai Nilai Jual Kendaraan Bermotor atau NJKB untuk Jetour T1 telah terdaftar di Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Terdapat tiga kode kendaraan yang mencerminkan varian yang akan dipasarkan di Indonesia. Varian paling dasar adalah T1 (4x2) DCT AT dengan nilai Rp170.000.000, diikuti oleh varian T1 (4x4) DCT AT dengan nilai Rp185.000.000.Sementara itu, varian tertinggi yakni T1 PHEV 1.5 STD 1DHT 4x2 memiliki nilai dasar Rp205.000.000. Perlu dicatat bahwa angka-angka tersebut merupakan nilai dasar sebelum ditambah dengan berbagai komponen pajak seperti Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, biaya administrasi, serta margin perusahaan untuk menentukan harga on the road.Melihat skema harga dasar tersebut, Jetour T1 diprediksi akan memiliki posisi harga yang sangat kompetitif di kelas SUV menengah. Varian hybrid i-DM dipastikan akan memiliki banderol yang sedikit lebih tinggi dibandingkan versi mesin bensin konvensional karena teknologi baterai dan motor listrik yang lebih kompleks. Kehadiran Jetour T1 ini memberikan opsi baru bagi konsumen yang menginginkan mobil dengan tampilan boxy yang ikonik namun tetap dibekali teknologi modern dan efisiensi bahan bakar yang baik.Via: www.otodream.com