Industri otomotif
- EV
- •
- 23 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Neta V-II Tetap Terjual Satu Unit Di Tengah Tantangan Restrukturisasi Bisnis
Di tengah berbagai kabar mengenai krisis yang melanda perusahaan induknya di China, Neta V-II ternyata masih berhasil mencatatkan penjualan. Meski hanya terjual satu unit pada Mei 2026, capaian tersebut menunjukkan bahwa masih ada konsumen yang percaya pada produk mobil listrik tersebut.Penjualan Neta V-II tercatat satu unit pada Mei 2026.Perusahaan induk Hozon Auto tengah menjalani proses restrukturisasi global.Neta Indonesia memastikan layanan purna jual dan garansi tetap berjalan normal.Persaingan segmen mobil listrik nasional semakin ketat dengan kehadiran pemain baru.Dinamika Penjualan Di Tengah RestrukturisasiNeta V-II dan Neta X untuk taksi (Photo: Istimewa)Penjualan satu unit memang terlihat sangat kecil jika dibandingkan para pesaingnya di segmen kendaraan listrik. Namun angka tersebut menjadi menarik karena terjadi ketika Neta sedang menghadapi tantangan berat, mulai dari restrukturisasi global, penyesuaian operasional di berbagai negara, hingga berkurangnya jaringan dealer.Neta masuk ke pasar pada 2023 dengan menawarkan mobil listrik yang menyasar segmen harga Rp200 juta hingga Rp300 juta. Strategi tersebut sebenarnya mirip dengan sejumlah merek lain yang sukses menarik perhatian konsumen. Namun perjalanan Neta ternyata tidak semulus kompetitornya. Kondisi finansial perusahaan induk, Hozon Auto, ikut mempengaruhi kinerja bisnis mereka di berbagai wilayah.Meski demikian, Neta Indonesia berulang kali menegaskan bahwa mereka belum berencana meninggalkan pasar. Perusahaan menyebut proses restrukturisasi yang berlangsung di tingkat global merupakan langkah untuk memperkuat fondasi bisnis dalam jangka panjang.Posisi Pasar Dan Tantangan KompetitorDi Indonesia, Neta V-II menjadi salah satu model utama yang dipasarkan selain Neta X. Menurut laporan Gaikindo, Neta X varian Elite dengan jarak tempuh 500 km laku 12 unit secara wholesales pada April 2026. Namun pada bulan lalu, model tersebut tidak mencatatkan penjualan sama sekali.Mobil listrik ini dirakit secara lokal dan sempat menjadi andalan perusahaan untuk menjangkau konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan harga relatif terjangkau. Dengan profil tersebut, model ini sebenarnya ditargetkan untuk penggunaan harian di jalur perkotaan yang padat.Tantangan yang dihadapi Neta tidak hanya berasal dari sisi internal perusahaan. Persaingan pasar mobil listrik nasional juga semakin ketat. Kehadiran merek-merek baru, ditambah dominasi pemain yang lebih mapan seperti Wuling dan BYD, membuat ruang gerak Neta semakin sempit. Jika dibandingkan dengan model dari Wuling atau BYD, Neta kini harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan kepercayaan calon pembeli.Komitmen Layanan Purna JualKetua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengakui bahwa keberlangsungan bisnis Neta sepenuhnya bergantung pada keputusan perusahaan. Meski demikian, ia menilai kehadiran Neta tetap memberikan dampak positif bagi industri otomotif nasional, terutama dari sisi transfer teknologi dan pengalaman perakitan kendaraan listrik.Selain memastikan bisnis tetap berjalan, Neta Indonesia juga menegaskan bahwa layanan purna jual masih tersedia. Perusahaan bekerja sama dengan sejumlah mitra servis dan menyatakan stok suku cadang tetap aman bagi konsumen. Kebijakan garansi kendaraan juga disebut tidak mengalami perubahan meski perusahaan tengah menjalani masa restrukturisasi.Referensi: Neta | Otodream
- Motor
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Ekspor Motor CBU Buatan Indonesia Melonjak 10 Persen di Mei 2026
Industri otomotif nasional mencatatkan kinerja positif dari sisi pengiriman unit ke luar negeri. Di tengah tren penjualan domestik yang melambat, ekspor sepeda motor kategori completely built up (CBU) justru menunjukkan geliat kenaikan yang signifikan.Volume ekspor motor CBU mencapai 54.759 unit pada Mei 2026.Pertumbuhan bulanan tercatat sebesar 4,5 persen dibandingkan April 2026.Kenaikan tahunan mencapai 10,4 persen dibandingkan Mei 2025.Total ekspor kumulatif Januari hingga Mei 2026 menembus 266.752 unit.Daya Saing Motor Produksi Lokal di Pasar GlobalMotor matic Yamaha Nmax (Photo: Yamaha)Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengonfirmasi bahwa produk motor buatan dalam negeri masih memiliki daya tarik kuat di mancanegara. Kenaikan pengiriman ini terjadi selama dua bulan berturut-turut, setelah sempat mengalami kontraksi pada Maret 2026.Pertumbuhan sebesar 19,8 persen secara year-to-date menjadi bukti bahwa kualitas manufaktur lokal mampu bersaing ketat. Angka kumulatif 266.752 unit pada periode Januari hingga Mei 2026 melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 222.647 unit.Tantangan Logistik dan Koreksi Pengiriman CKDMeski segmen CBU mencatatkan rapor hijau, kondisi berbeda dialami oleh pengiriman motor kategori completely knock down (CKD). Pengiriman unit yang perlu dirakit ulang ini mengalami koreksi sebesar 3,54 persen pada Mei 2026 menjadi 697.614 unit dibandingkan bulan sebelumnya.Faktor geopolitik global menjadi catatan penting bagi para pelaku industri. Kondisi tersebut memberikan tantangan tersendiri pada jalur logistik ke sejumlah negara tujuan. Oleh karena itu, para produsen tetap bersikap realistis dengan menargetkan angka akhir tahun yang stabil, setara dengan pencapaian tahun lalu.Referensi: Yamaha | https://www.otodream.com/mobil/27477-penjualan-domestik-menurun-ekspor-motor-cbu-buatan-indonesia-naik-pada-mei-2026
- Motor
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Harga Mobil Listrik Berpotensi Turun Berkat Peningkatan Komponen Lokal Nasional
Bagi banyak calon pembeli, harga kendaraan listrik sering kali menjadi hambatan terbesar untuk beralih dari mesin konvensional. Namun, harapan baru muncul seiring langkah pemerintah memperkuat ekosistem industri nasional yang berpotensi menekan biaya produksi secara signifikan.Peningkatan penggunaan komponen lokal guna menekan biaya impor.Keterlibatan industri kecil dan menengah dalam rantai pasok komponen.Efisiensi produksi melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri.Tren penjualan mobil listrik yang melonjak hingga 95,9 persen.Strategi Penguatan Rantai Pasok LokalPemerintah melalui Kementerian Perindustrian kini tengah gencar mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) ke dalam rantai pasok kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Langkah ini bertujuan memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar ketergantungan terhadap suku cadang impor dapat dikurangi.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ini harus memberikan manfaat luas bagi industri manufaktur nasional. Dengan memproduksi lebih banyak komponen di dalam negeri, biaya logistik dan pajak impor yang selama ini membebani harga jual dapat ditekan lebih efisien.Peluang Industri Kecil dalam Ekosistem EVSaat ini, pemerintah aktif mempertemukan agen pemegang merek dengan para pelaku IKM komponen. Peluang yang dibuka mencakup pasokan komponen pendukung seperti jok kendaraan, komponen plastik, hingga peralatan cetak atau mold and dies. Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan skala ekonomi yang lebih baik bagi produsen kendaraan.Meskipun upaya ini menjadi sinyal positif, penurunan harga jual kendaraan di pasar tidak akan terjadi secara instan. Produsen tetap harus mempertimbangkan fluktuasi harga bahan baku baterai, nilai tukar mata uang, serta skala produksi masing-masing pabrikan sebelum menentukan harga akhir untuk konsumen.Tren Pertumbuhan Pasar Kendaraan ListrikMinat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan menunjukkan pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal pertama 2026 tercatat mencapai 33.150 unit. Angka ini mencerminkan lonjakan sebesar 95,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh semakin masifnya infrastruktur pendukung, termasuk penyediaan stasiun pengisian daya. Hingga April 2026, PT PLN telah mengoperasikan sekitar 4.769 unit SPKLU yang tersebar di lebih dari 3.000 titik. Dengan semakin matangnya ekosistem dan rantai pasok lokal, pilihan kendaraan listrik yang terjangkau bagi masyarakat luas kini semakin terbuka lebar.Referensi: Wuling Motors | Viva Otomotif
- Motor
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Penjualan Sepeda Motor Mei 2026 Terkoreksi Hampir 8 Persen
Pasar otomotif roda dua nasional mencatatkan penurunan distribusi pada Mei 2026. Angka penjualan yang sempat menunjukkan tren positif pada bulan sebelumnya kini harus mengalami koreksi yang cukup signifikan.Distribusi sepeda motor sepanjang Mei 2026 tercatat sebanyak 479.388 unit.Terjadi penurunan sebesar 7,9 persen dibandingkan capaian April 2026.Secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, total penjualan mencapai 2.614.451 unit.Proyeksi penjualan Juni 2026 diprediksi meningkat akibat kenaikan harga BBM non-subsidi.Dinamika Pasar Roda Dua NasionalIlustrasi riding motor. (Photo: YIMM)Berdasarkan data yang dihimpun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), volume distribusi motor pada Mei 2026 sebesar 479.388 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 7,9 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada April 2026 yang mencapai 520.972 unit. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terdapat pula penurunan sebesar 5,14 persen.Meskipun terjadi perlambatan pada Mei, performa kumulatif sepanjang tahun berjalan masih berada di jalur positif. Total penjualan selama Januari hingga Mei 2026 mencapai 2.614.451 unit. Capaian ini tercatat lebih tinggi 19.148 unit atau naik 0,74 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.Fluktuasi Penjualan Sepanjang 2026Pergerakan pasar sepeda motor tahun ini tergolong sangat dinamis. Setelah mencatatkan angka 577.763 unit pada Januari dan meningkat menjadi 587.354 unit pada Februari, pasar sempat terkoreksi ke angka 448.974 unit pada Maret akibat banyaknya hari libur. Namun, kondisi sempat membaik pada April dengan kenaikan sekitar 16 persen.Strategi penyegaran produk yang terus dilakukan oleh para produsen menjadi kunci utama dalam menjaga permintaan konsumen di tengah tantangan ekonomi. AISI sendiri mematok target penjualan nasional tahun ini di kisaran 6,4 hingga 6,7 juta unit, dengan harapan dapat menyamai pencapaian tahun lalu sebesar 6.412.769 unit.Prediksi Kenaikan Penjualan Juni 2026Terdapat proyeksi bahwa penjualan sepeda motor akan kembali meningkat pada Juni 2026. Faktor pemicunya adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax. Pergeseran perilaku konsumen diprediksi akan terjadi, di mana pengguna mobil mulai beralih menggunakan sepeda motor untuk menekan biaya operasional harian yang lebih efisien.Referensi: AISI | Otodream
- EV
- •
- 21 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Investasi Rp15 Triliun Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Terintegrasi di Kendal
Kabar besar datang dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang resmi menjadi lokasi pembangunan ekosistem industri kendaraan listrik (EV) dengan nilai investasi mencapai Rp15 triliun. Proyek masif ini melibatkan investor asal China dan diproyeksikan menjadi pusat pengembangan rantai pasok kendaraan listrik yang lengkap bagi kebutuhan konsumen.Investasi sebesar Rp15 triliun untuk membangun ekosistem EV terintegrasi.Fasilitas mencakup produksi baterai, ban, hingga suku cadang kendaraan listrik.Menargetkan penyerapan 10.000 tenaga kerja lokal dengan transfer teknologi.Fokus pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50 persen.Pusat Baru Industri Kendaraan ListrikIlustrasi motor listrik (Photo: Istimewa)Pengembangan kawasan industri di Kendal ini tidak hanya sekadar membangun pabrik perakitan, melainkan menciptakan ekosistem yang menyeluruh. Mulai dari baterai hingga komponen utama untuk motor listrik dan kendaraan komersial akan diproduksi di lokasi yang sama. Langkah ini diharapkan mampu menekan biaya logistik dan mempercepat ketersediaan suku cadang bagi pengguna kendaraan listrik di masa depan.Keterlibatan investor melalui PT New Generation Mobility dan PT China State Construction Engineering Corporation menjadi bukti bahwa sektor kendaraan listrik nasional kini semakin dilirik pemain global. Dengan integrasi yang kuat antara sistem elektrikal, industri baterai, dan perakitan, diharapkan harga jual produk akhir nantinya bisa lebih kompetitif dan ramah di kantong masyarakat.Manfaat Bagi Tenaga Kerja dan Ekosistem LokalPabrik kendaraan listrik (Photo: Istimewa)Salah satu poin utama dari proyek ini adalah prioritas rekrutmen tenaga kerja lokal. Proyek ini diproyeksikan menyerap hingga 10.000 tenaga kerja yang akan mendapatkan pelatihan langsung untuk mendukung proses transfer teknologi. Hal ini menjadi angin segar bagi pekerja urban dan tenaga terampil yang ingin terlibat langsung dalam transformasi industri menuju transportasi ramah lingkungan.Selain itu, penggunaan sumber daya lokal yang ditargetkan mencapai TKDN di atas 50 persen akan mendorong pertumbuhan industri pendukung di sekitar kawasan. Bagi calon pembeli, ini berarti jaminan ketersediaan suku cadang yang lebih terjamin dan layanan purna jual yang lebih mudah diakses dibandingkan produk impor yang sepenuhnya bergantung pada rantai pasok luar negeri.Mengapa Kendal Menjadi Pilihan UtamaPemilihan lokasi di Jawa Tengah didasarkan pada posisi strategis di Pulau Jawa serta iklim investasi yang kondusif. Kemudahan perizinan dan dukungan pemerintah daerah menjadi daya tarik kuat bagi investor untuk menanamkan modal dalam jangka panjang. Stabilitas sosial dan infrastruktur di Kawasan Ekonomi Kendal dinilai sangat mendukung operasional pabrik skala besar yang membutuhkan mobilitas tinggi.Referensi: PT Kawasan Industri Seafer | Otodream
- EV
- •
- 21 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Dinamika Pasar Otomotif Saat Harga BBM Naik Dan Tren Kendaraan Listrik
Dinamika pasar otomotif saat ini tengah mengalami pergeseran signifikan yang dipicu oleh fluktuasi harga bahan bakar serta meningkatnya adopsi teknologi elektrifikasi. Perilaku konsumen berubah cepat, di mana efisiensi operasional menjadi prioritas utama dalam menentukan pilihan kendaraan pribadi.Mobil bekas menjadi pilihan utama bagi konsumen yang mencari efisiensi biaya di tengah kenaikan harga bahan bakar.Popularitas kendaraan listrik terus menanjak seiring dengan dukungan infrastruktur dan insentif pemerintah yang semakin memadai.Muncul tantangan baru terkait pengelolaan limbah baterai bekas yang berpotensi disalahgunakan di pasar gelap.Pergeseran Minat ke Mobil BekasKenaikan biaya penggunaan kendaraan pribadi memaksa masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih moda transportasi. Pasar mobil bekas kini menjadi sorotan karena menawarkan solusi harga yang lebih terjangkau dibandingkan unit baru, tanpa harus mengorbankan fitur kenyamanan.Banyak model kendaraan bekas yang memiliki spesifikasi masih sangat relevan untuk penggunaan harian. Kondisi ini memberikan fleksibilitas bagi calon pembeli untuk mendapatkan kendaraan berkualitas dengan nilai ekonomis yang jauh lebih efisien.Dominasi Kendaraan Listrik di PasarDi sisi lain, minat masyarakat terhadap kendaraan listrik menunjukkan tren positif yang konsisten. Kehadiran berbagai model baru dengan teknologi mutakhir dan fitur keselamatan yang mumpuni berhasil menarik perhatian konsumen yang ingin beralih ke energi ramah lingkungan.Keberhasilan penetrasi pasar ini tidak lepas dari peran infrastruktur pengisian daya yang terus diperluas. Selain itu, kebijakan pemerintah dalam memberikan dukungan insentif membuat harga jual kendaraan listrik menjadi lebih kompetitif dibandingkan sebelumnya.Tantangan Pengelolaan Baterai BekasPesatnya pertumbuhan jumlah kendaraan listrik di jalan raya membawa konsekuensi logis terkait pengelolaan limbah baterai. Saat ini, muncul kekhawatiran mengenai praktik tidak bertanggung jawab di pasar gelap terkait distribusi baterai bekas.Baterai yang telah habis masa pakainya dilaporkan kembali dijual untuk keperluan lain tanpa melalui standar pengujian yang ketat. Hal ini tentu menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna, sehingga pengawasan terhadap rantai pasok baterai menjadi sangat krusial untuk menjaga standar kualitas industri.Referensi: MG | VIVA
- Mobil
- •
- 19 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Mitsubishi Lancer Bangkit Kembali Menggunakan Basis Platform Nissan Sentra
Nama besar Mitsubishi Lancer kembali mencuat di industri otomotif global. Setelah absen selama hampir satu dekade dari pasar Amerika Serikat, sedan legendaris ini diprediksi akan segera kembali dengan pendekatan baru melalui aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.Mitsubishi Lancer berpotensi kembali diproduksi menggunakan platform Nissan Sentra.Strategi ini diambil untuk efisiensi biaya pengembangan model baru.Berpotensi menjadi model termurah Mitsubishi dengan harga mulai dari Rp399 juta.Mesin 2.0 liter naturally aspirated dengan transmisi CVT menjadi opsi utama.Strategi Badge Engineering MitsubishiMitsubishi Lancer. (Photo: Mitsubishi)Langkah Mitsubishi untuk menghidupkan kembali Lancer tidak dilakukan dengan membangun platform dari nol. Pabrikan asal Jepang ini memilih memanfaatkan teknologi milik mitra aliansinya, Nissan. Strategi badge engineering ini sebenarnya sudah diterapkan di berbagai wilayah, seperti penggunaan basis Renault pada model Colt dan ASX di Eropa.Penggunaan basis Nissan Sentra dianggap sebagai langkah paling logis. Sedan kompak ini memiliki dimensi serta posisi pasar yang sangat relevan dengan kebutuhan Mitsubishi saat ini. Dengan panjang 4.655 mm dan jarak sumbu roda 2.705 mm, Sentra menawarkan ruang kabin yang kompetitif di segmen sedan kompak.Potensi Harga dan Posisi PasarJika proyek ini terealisasi, Lancer baru diproyeksikan mengisi kekosongan segmen entry-level setelah produksi Mirage dihentikan. Berdasarkan harga jual Nissan Sentra saat ini yang berada di angka Rp399 juta (22.600 dolar AS), model kembarannya dari Mitsubishi berpotensi menjadi opsi yang lebih terjangkau dibandingkan jajaran SUV mereka saat ini.Secara teknis, kendaraan ini kemungkinan besar akan mengusung mesin empat silinder 2.0 liter naturally aspirated dengan tenaga 149 hp. Sistem penggerak roda depan yang dikawinkan dengan transmisi CVT Xtronic menjadi standar yang digunakan, memberikan kenyamanan berkendara harian yang efisien.Tantangan Nama Besar LancerMeskipun secara bisnis langkah ini dianggap masuk akal, tantangan emosional dari para penggemar tetap menjadi sorotan. Nama Lancer sangat identik dengan sejarah reli dunia dan performa tinggi melalui varian Evolution. Banyak pihak yang khawatir bahwa penggunaan nama ikonik pada sedan standar akan mengaburkan nilai historis yang telah dibangun selama puluhan tahun.Namun, bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan harian dengan nilai fungsionalitas tinggi, kehadiran sedan baru ini bisa menjadi angin segar. Mitsubishi saat ini memang lebih fokus pada lini SUV dan crossover, sehingga kembalinya sedan kompak dapat memberikan diversifikasi produk yang lebih luas.Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai jadwal peluncuran atau kepastian produksi massal dari pihak pabrikan. Publik masih menanti apakah Mitsubishi akan benar-benar merealisasikan rencana ini di masa depan.Referensi: Mitsubishi | Otodream
- Berita
- •
- 19 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Ekspor Mobil Buatan Lokal Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Mei 2026
Kinerja industri otomotif nasional mencatatkan torehan impresif pada pertengahan tahun ini. Sebanyak 47.560 unit mobil utuh atau completely built up (CBU) berhasil dikapalkan ke pasar global hanya dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya pada Mei 2026. Angka ini menjadi catatan bulanan tertinggi sepanjang tahun 2026 sekaligus menunjukkan daya saing manufaktur lokal yang semakin diperhitungkan di kancah internasional.Total ekspor mobil CBU mencapai 207.222 unit sejak Januari hingga Mei 2026.Terjadi lonjakan volume ekspor sebesar 31,4 persen dibandingkan catatan pada April 2026.Toyota memimpin pasar ekspor nasional dengan kontribusi mencapai 68.113 unit atau 32,9 persen.Mitsubishi Motors dan Daihatsu konsisten menempati posisi tiga besar eksportir kendaraan roda empat.Dominasi Pabrikan Jepang di Pasar GlobalPeta persaingan ekspor masih dikuasai oleh pabrikan asal Jepang yang memiliki basis produksi besar di tanah air. Toyota memegang kendali utama dengan total ekspor sebanyak 68.113 unit dalam lima bulan pertama tahun 2026. Di posisi kedua, Daihatsu menyusul dengan catatan 55.023 unit, diikuti oleh Mitsubishi Motors yang berhasil mengapalkan 47.522 unit kendaraan.Kinerja Mitsubishi Motors pada Mei 2026 tergolong menonjol karena mencatat lonjakan signifikan. Jumlah pengapalan mereka naik menjadi 12.974 unit dari sebelumnya hanya 7.345 unit pada bulan April. Tren positif ini membuktikan bahwa produk otomotif yang dirakit di sini memiliki standar kualitas yang mampu memenuhi ekspektasi konsumen di berbagai negara tujuan.Pemain Non Jepang dan Sektor KomponenSelain merek Jepang, Hyundai tetap menjadi eksportir terkuat dari kelompok non Jepang. Pabrikan asal Korea Selatan ini mencatatkan angka ekspor sebanyak 18.525 unit selama periode Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut memberikan kontribusi sebesar 8,9 persen terhadap total ekspor kendaraan nasional.Selain kendaraan utuh, ekspor dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD) juga menunjukkan performa solid dengan total 32.496 unit. Mitsubishi Motors kembali memimpin di kategori ini dengan pangsa pasar mencapai 66,8 persen. Tidak ketinggalan, ekspor komponen otomotif juga mencatatkan angka fantastis dengan kontribusi utama dari Toyota yang menguasai 92,4 persen dari total ekspor komponen nasional.Kenaikan volume ekspor ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan indikator bahwa ekosistem manufaktur otomotif lokal mampu menjaga stabilitas dan efisiensi produksi. Keunggulan daya saing ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat posisinya sebagai basis produksi regional, bahkan di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.Referensi: Suzuki | VIVA