Geely Lakukan Restrukturisasi Besar Besaran Untuk Perkuat Efisiensi Operasional Global
Produsen otomotif asal China, Geely Auto, tengah menjalankan agenda pembenahan internal skala besar. Langkah ini diambil sebagai respons atas persaingan industri kendaraan yang semakin ketat, terutama di tengah transisi masif menuju era elektrifikasi.
- Geely menerapkan strategi One Geely untuk menyederhanakan tata kelola grup.
- Perusahaan akan menutup, menggabungkan, atau merestrukturisasi unit bisnis yang tumpang tindih.
- Penjualan Geely tercatat mencapai 237.637 unit pada Mei 2026 yang ditopang oleh performa ekspor.
- Fokus utama tetap pada menjaga standar kualitas dan keselamatan produk di tengah percepatan peluncuran kendaraan baru.
Penyederhanaan Struktur demi Efisiensi
Ketua Geely, Li Shufu, menegaskan bahwa perusahaan kini berfokus pada penyederhanaan hubungan internal yang kompleks. Melalui strategi One Geely, grup ini berupaya menciptakan sistem operasional yang lebih efisien dengan pembagian tanggung jawab yang lebih tegas. Langkah konsolidasi aset ini mencakup penghentian entitas yang dianggap tidak lagi relevan atau memiliki fungsi ganda dalam grup.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari transformasi struktural yang telah berjalan. Sebelumnya, Geely telah mengintegrasikan merek kendaraan listrik premium Zeekr sebagai anak usaha penuh setelah proses delisting dari Bursa Efek New York. Selain itu, integrasi Lynk & Co ke bawah naungan Zeekr juga menjadi bukti nyata upaya perusahaan dalam memperkuat sinergi teknologi antar merek.
Prioritas Kualitas di Tengah Persaingan Ketat
Di tengah tekanan perang harga di pasar China, Geely tetap menunjukkan performa positif dengan angka penjualan yang terus tumbuh. Kinerja ekspor menjadi kunci utama perusahaan dalam menjaga stabilitas bisnis di saat permintaan domestik sedang melambat. Meski demikian, Li Shufu memberikan peringatan keras terkait tren pengembangan produk yang terlalu terburu-buru di industri saat ini.
Ia mengkritik praktik produsen yang mencoba memangkas tahapan pengujian atau validasi demi mempercepat peluncuran produk. Menurutnya, kendaraan adalah produk yang berkaitan langsung dengan keselamatan penggunanya, sehingga kaidah penelitian dan pengembangan yang benar tidak boleh dikorbankan demi kecepatan semata. Komitmen ini didukung oleh kolaborasi teknologi yang erat dengan merek global seperti Volvo Cars, Lotus Cars, dan Renault.
Referensi: Geely | Viva