Wuling
- Mobil
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Wuling Aira EV Meluncur Bikin Harga Bekas Air ev Makin Murah
Kabar kehadiran Wuling Aira EV yang dijadwalkan tampil di GIIAS 2026 membawa angin segar bagi calon pembeli mobil listrik. Namun, bagi pemilik Wuling Air ev, kehadiran model baru ini memicu pertanyaan mengenai nilai jual kembali kendaraan mereka di pasar mobil bekas.Harga Wuling Air ev bekas kini berada di rentang Rp100 juta hingga Rp155 juta.Wuling Aira EV hadir dengan desain empat pintu yang lebih fungsional untuk keluarga.Pemesanan Aira EV sudah dibuka melalui jalur open indent dengan booking fee Rp5 juta.Penurunan distribusi Air ev sepanjang 2026 menjadi sinyal pergeseran minat konsumen.Dinamika Harga Air ev di Pasar SekunderWuling Aira EV di Central Park (Photo: Wuling)Saat ini, Wuling Air ev menjadi salah satu pilihan kendaraan listrik paling terjangkau bagi konsumen yang ingin bermigrasi dari mesin konvensional. Data dari platform jual beli menunjukkan unit produksi 2022 hingga 2023 kini bisa didapatkan mulai Rp100 juta sampai Rp120 jutaan. Sementara untuk unit yang lebih muda keluaran 2024 dan 2025, harganya masih bertahan di angka Rp130 juta hingga Rp155 juta.Koreksi harga ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan semakin dekatnya waktu peluncuran Aira EV. Secara psikologis, kehadiran model dengan teknologi lebih baru dan desain lebih segar kerap membuat harga model pendahulu mengalami penyesuaian di pasar barang bekas.Wuling Aira EV di Central ParkPosisi Baru Aira EV dalam Lini ProdukMobil listrik, Wuling Air ev (Photo: Wuling)Aira EV diposisikan untuk mengisi celah antara Air ev yang kompak dengan BinguoEV yang lebih besar. Keunggulan utama yang ditawarkan adalah dimensi bodi lebih lapang dengan konfigurasi empat pintu, menjadikannya opsi lebih fungsional bagi keluarga muda yang membutuhkan ruang ekstra dibandingkan model dua pintu sebelumnya.Secara teknis, mobil ini menargetkan pengguna urban yang menginginkan kenyamanan lebih tanpa mengorbankan efisiensi sebuah kendaraan listrik. Dengan profil tersebut, Aira EV sangat cocok digunakan sebagai mobil komuter harian di jalur perkotaan yang padat, di mana kemudahan parkir dan manuver menjadi prioritas utama.Mobil listrik, Wuling Air evEstimasi Harga dan Kesiapan UnitHingga saat ini, pihak pabrikan belum merilis banderol resmi untuk pasar domestik. Namun, jaringan penjualan sudah membuka keran pemesanan melalui skema open indent. Calon pembeli yang berminat cukup menyiapkan biaya booking sebesar Rp5 juta untuk mengamankan antrean unit.Peluncuran resmi yang bertepatan dengan ajang GIIAS 2026 akan menjadi penentu apakah harga yang ditawarkan mampu merusak pasar atau justru melengkapi varian yang ada. Bagi Anda yang mengincar mobil listrik ekonomis, kondisi pasar saat ini merupakan momen tepat untuk memantau pergerakan harga, baik untuk unit baru maupun unit bekas berkualitas.Referensi: Wuling | Otodream
- Motor
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Harga Mobil Listrik Berpotensi Turun Berkat Peningkatan Komponen Lokal Nasional
Bagi banyak calon pembeli, harga kendaraan listrik sering kali menjadi hambatan terbesar untuk beralih dari mesin konvensional. Namun, harapan baru muncul seiring langkah pemerintah memperkuat ekosistem industri nasional yang berpotensi menekan biaya produksi secara signifikan.Peningkatan penggunaan komponen lokal guna menekan biaya impor.Keterlibatan industri kecil dan menengah dalam rantai pasok komponen.Efisiensi produksi melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri.Tren penjualan mobil listrik yang melonjak hingga 95,9 persen.Strategi Penguatan Rantai Pasok LokalPemerintah melalui Kementerian Perindustrian kini tengah gencar mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) ke dalam rantai pasok kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Langkah ini bertujuan memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar ketergantungan terhadap suku cadang impor dapat dikurangi.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ini harus memberikan manfaat luas bagi industri manufaktur nasional. Dengan memproduksi lebih banyak komponen di dalam negeri, biaya logistik dan pajak impor yang selama ini membebani harga jual dapat ditekan lebih efisien.Peluang Industri Kecil dalam Ekosistem EVSaat ini, pemerintah aktif mempertemukan agen pemegang merek dengan para pelaku IKM komponen. Peluang yang dibuka mencakup pasokan komponen pendukung seperti jok kendaraan, komponen plastik, hingga peralatan cetak atau mold and dies. Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan skala ekonomi yang lebih baik bagi produsen kendaraan.Meskipun upaya ini menjadi sinyal positif, penurunan harga jual kendaraan di pasar tidak akan terjadi secara instan. Produsen tetap harus mempertimbangkan fluktuasi harga bahan baku baterai, nilai tukar mata uang, serta skala produksi masing-masing pabrikan sebelum menentukan harga akhir untuk konsumen.Tren Pertumbuhan Pasar Kendaraan ListrikMinat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan menunjukkan pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal pertama 2026 tercatat mencapai 33.150 unit. Angka ini mencerminkan lonjakan sebesar 95,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh semakin masifnya infrastruktur pendukung, termasuk penyediaan stasiun pengisian daya. Hingga April 2026, PT PLN telah mengoperasikan sekitar 4.769 unit SPKLU yang tersebar di lebih dari 3.000 titik. Dengan semakin matangnya ekosistem dan rantai pasok lokal, pilihan kendaraan listrik yang terjangkau bagi masyarakat luas kini semakin terbuka lebar.Referensi: Wuling Motors | Viva Otomotif
- Mobil
- •
- 21 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Ribuan Unit Mobil BYD dan Wuling Menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok
Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok kini tengah menghadapi tantangan logistik serius akibat penumpukan kontainer yang mencapai angka hampir 10 ribu unit. Fenomena ini mencakup berbagai jenis barang impor, termasuk unit kendaraan dari merek otomotif ternama seperti BYD dan Wuling yang menjadi sorotan utama otoritas kepabeanan.Penumpukan kontainer mencapai hampir 10 ribu unit di Pelabuhan Tanjung Priok.Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengonfirmasi bahwa kendala terjadi bukan karena proses administrasi.Importir otomotif dinilai memanfaatkan area pelabuhan sebagai gudang penyimpanan sementara karena faktor efisiensi biaya.Pemerintah berencana mendorong pemindahan barang ke fasilitas lini dua di luar pelabuhan untuk mengurai kepadatan.Penyebab Utama Penumpukan KontainerBYD Seagull di pelabuhan Indonesia (Photo: Istimewa)Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menjelaskan bahwa penumpukan tersebut tidak disebabkan oleh hambatan birokrasi. Sebagian besar kontainer yang tertahan sebenarnya telah mengantongi Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB), namun pemilik barang tidak segera mengambilnya dari area pelabuhan.Beberapa perusahaan importir, termasuk dari sektor otomotif, diketahui membiarkan barang mereka menetap di pelabuhan selama lebih dari dua minggu. Praktik ini dilakukan karena biaya sewa penyimpanan di kawasan pelabuhan dianggap jauh lebih murah dibandingkan harus menyewa gudang logistik di luar area pelabuhan.Langkah Tegas Pemerintah Mengurai KepadatanKondisi ini secara langsung memengaruhi efisiensi dwelling time atau durasi rata-rata barang berada di pelabuhan. Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak Bea dan Cukai kini mengambil langkah preventif dengan mendorong importir untuk segera memindahkan barang yang sudah mendapatkan izin keluar.Pemanfaatan fasilitas lini dua atau area penyimpanan di luar pelabuhan menjadi opsi utama yang akan diterapkan. Strategi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan di Tanjung Priok sehingga arus logistik nasional dapat kembali berjalan dengan optimal tanpa terhambat oleh penumpukan barang yang tidak perlu.Referensi: BYD | Otodream