Topik Artikel

Kendaraan energi baru

DFSK Pilih Fokus Investasi Pabrik Daripada Agresif Rilis Model Baru

DFSK Pilih Fokus Investasi Pabrik Daripada Agresif Rilis Model Baru

Banyak yang bertanya mengapa DFSK terkesan lebih lambat dalam merilis model kendaraan baru dibandingkan kompetitor asal China lainnya. Di balik layar, perusahaan ini ternyata menyimpan komitmen investasi besar yang berfokus pada penguatan fondasi manufaktur serta pengembangan teknologi jangka panjang.Fokus utama pada pengembangan teknologi dan fasilitas produksi modern.Pabrik di Cikande, Banten, menjadi basis ekspor kendaraan setir kanan ke lebih dari 10 negara.Transformasi menuju era kendaraan energi baru menjadi prioritas strategis perusahaan.Setiap peluncuran model baru memerlukan persiapan matang terkait peralatan dan pelatihan SDM.Strategi Matang di Balik LayarChief Operating Officer PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, menjelaskan bahwa pendekatan mereka memang berbeda dari merek lain. DFSK tidak ingin terburu-buru meluncurkan produk hanya demi angka penjualan, melainkan memastikan kesiapan teknologi dan fasilitas produksi terlebih dahulu.Investasi yang dilakukan mencakup peremajaan peralatan, pembuatan cetakan komponen, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini dilakukan agar setiap kendaraan yang keluar dari lini produksi memenuhi standar kualitas global yang ketat.Pabrik Cikande sebagai Tulang PunggungPabrik DFSK di Cikande, Banten, memegang peranan krusial dalam peta bisnis global mereka. Fasilitas ini tidak hanya menyuplai kebutuhan lokal, tetapi juga berfungsi sebagai hub ekspor utama untuk kendaraan setir kanan ke berbagai wilayah di Asia Tenggara, Asia Selatan, hingga Afrika Utara.Langkah ini membuktikan bahwa perusahaan tetap menempatkan Indonesia sebagai pasar strategis. Dengan mengandalkan otomatisasi dan pemeriksaan kualitas digital, mereka berupaya menjaga konsistensi produk di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.Menjawab Tantangan Masa DepanSaat ini, fokus perusahaan mulai bergeser ke arah kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle. Strategi ini menuntut investasi berkelanjutan pada riset dan pengembangan agar mampu bersaing dengan produsen lain yang juga gencar merambah segmen elektrifikasi.Bagi konsumen, komitmen ini menjanjikan ketersediaan produk yang lebih andal dan dukungan purna jual yang terukur. DFSK tampaknya lebih memilih membangun pondasi bisnis yang kokoh sebagai langkah awal sebelum memperluas portofolio kendaraan di masa depan.Referensi: DFSK | VIVA

Populasi Mobil Listrik BYD di Indonesia Tembus 91 Ribu Unit Lebih

Populasi Mobil Listrik BYD di Indonesia Tembus 91 Ribu Unit Lebih

Pertumbuhan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air menunjukkan tren yang semakin solid. Produsen otomotif asal China, BYD, mencatatkan angka distribusi yang signifikan bagi pasar kendaraan energi baru hingga pertengahan tahun 2026.Populasi unit BYD di jalanan mencapai lebih dari 91 ribu unit per Mei 2026.Peningkatan adopsi didorong oleh variasi model dan perluasan infrastruktur pengisian daya.BYD mencatat total distribusi global menembus angka 16,5 juta kendaraan di 121 negara.Fokus perusahaan kini bergeser pada edukasi teknologi elektrifikasi dan program keberlanjutan.Pencapaian Distribusi BYD di Tanah AirHingga Mei 2026, BYD mengonfirmasi bahwa jumlah kendaraan yang telah diserahterimakan kepada konsumen di Indonesia telah melampaui 91 ribu unit. Angka ini menjadi indikator kuat mengenai penerimaan masyarakat terhadap teknologi mobil listrik yang semakin luas.Pertumbuhan populasi ini tidak terjadi secara instan. Faktor utama yang mendukung lonjakan tersebut adalah pilihan model yang lebih beragam, sehingga konsumen memiliki opsi yang lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan mobilitas dan anggaran mereka.Selain faktor pilihan produk, pengembangan infrastruktur stasiun pengisian daya yang kian masif di berbagai wilayah turut memberikan rasa aman bagi pengguna. Hal ini meminimalisir kecemasan mengenai jarak tempuh yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam transisi ke kendaraan listrik.Teknologi dan Komitmen KeberlanjutanDari sisi teknologi, efisiensi baterai dan fitur modern menjadi daya tarik utama yang ditawarkan. Pengguna kini lebih mempertimbangkan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional berbasis bahan bakar minyak.Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menekankan bahwa langkah perusahaan tidak hanya berfokus pada angka penjualan. Keberlanjutan menjadi inti dari setiap inovasi yang dihadirkan di pasar lokal.“Bagi BYD, keberlanjutan tidak hanya tentang bagaimana inovasi teknologi terus berkembang, tetapi juga tentang bagaimana manfaat dan dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas, termasuk generasi muda,” ujar Eagle Zhao.Sebagai bagian dari komitmen tersebut, BYD juga aktif menjalankan program sosial seperti Small Steps for Tomorrow. Program ini berfokus pada dukungan pendidikan bagi para pelajar, yang menunjukkan bahwa perusahaan ingin membangun ekosistem yang berdampak positif di luar sektor otomotif.Referensi: BYD | VIVA

Chery Freelander 8 Bangkit Sebagai SUV Hybrid Mewah Berteknologi Tinggi

Chery Freelander 8 Bangkit Sebagai SUV Hybrid Mewah Berteknologi Tinggi

Nama besar Freelander yang pernah menjadi ikon SUV kompak dari Land Rover kini resmi kembali ke pasar global. Namun, kali ini model tersebut lahir melalui kolaborasi strategis antara Chery dan Jaguar Land Rover untuk menghadirkan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) yang lebih modern.Hadir sebagai SUV besar dengan konfigurasi enam kursi individual.Menggunakan teknologi range extender hybrid dengan mesin 1.500 cc turbo.Dilengkapi sistem bantuan pengemudi Huawei Qiankun ADS dan sensor LiDAR.Harga mulai dari Rp680 jutaan untuk pasar China.Desain Modern dan Dimensi BongsorFreelander 8 tampil dengan bahasa desain yang jauh berbeda dari generasi lawasnya. SUV ini mengusung bodi mengotak yang memberikan kesan tangguh khas kendaraan petualang premium. Varian First Edition bahkan tampil eksklusif dengan warna Flowing Silver yang menggunakan lapisan nano-ceramic varnish untuk menciptakan efek matte.Secara dimensi, kendaraan ini masuk dalam kategori SUV besar dengan panjang 5.118 mm, lebar 2.050 mm, dan tinggi 1.898 mm. Dengan jarak sumbu roda mencapai 3.040 mm, ruang kabin yang ditawarkan sangat lapang untuk konfigurasi 2+2+2, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang memprioritaskan kenyamanan keluarga.Teknologi Elektrifikasi dan PerformaSektor performa menjadi keunggulan utama Freelander 8. Mobil ini mengandalkan sistem range extender hybrid di mana mesin bensin 1.500 cc turbo berperan sebagai generator listrik. Tenaga utama disalurkan melalui motor listrik dengan dukungan baterai berkapasitas 60,3 kWh yang dikembangkan bersama CATL.Dalam mode listrik murni, SUV ini mampu menempuh jarak hingga 221 kilometer. Untuk mendukung performa di berbagai medan, kendaraan ini dibekali sistem i-ATS intelligent all-terrain, e-LSD di bagian belakang, serta suspensi udara dual chamber yang dapat menyesuaikan diri dengan kondisi jalan secara otomatis.Kecerdasan Buatan dan Sistem KeamananKabin Freelander 8 dilengkapi dengan chip Qualcomm Snapdragon 8397 untuk menunjang sistem hiburan dan konektivitas yang responsif. Selain itu, fitur keselamatan berkendara telah ditingkatkan melalui integrasi Huawei Qiankun ADS dan sensor LiDAR 896 line yang memungkinkan kemampuan berkendara semi-otonom.Komparasi Pesaing dan Estimasi HargaDi pasar China, Freelander 8 dipasarkan dengan harga mulai dari 300 ribu yuan atau sekitar Rp680 jutaan. Dengan spesifikasi dan fitur yang ditawarkan, mobil ini diposisikan untuk menantang dominasi Li Auto L8 dan Aito M7 yang saat ini populer di segmen SUV hybrid mewah.Referensi: Chery | https://www.viva.co.id/otomotif/1906141-begini-wujud-chery-freelander-hasil-garapan-land-rover

DFSK E5 Plus Hadir Sebagai Solusi Mobil Keluarga Teknologi Hybrid Modern

DFSK E5 Plus Hadir Sebagai Solusi Mobil Keluarga Teknologi Hybrid Modern

DFSK mulai mengambil langkah besar untuk kembali memperkuat posisinya di pasar otomotif. Setelah cukup lama bergerak di balik layar, pabrikan asal China ini resmi memperkenalkan E5 Plus sebagai simbol transformasi perusahaan menuju era kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV).Hadir dengan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) sebagai solusi transisi elektrifikasi.Menawarkan dimensi besar dengan kabin luas yang dirancang khusus untuk kenyamanan keluarga.Dilengkapi fitur bantuan berkendara canggih yang diklaim mencapai level 2++.Menjadi basis produksi kendaraan setir kanan untuk pasar domestik dan ekspor.Transformasi Strategis Menuju Era ElektrifikasiLangkah DFSK dalam menghadirkan E5 Plus bukan sekadar peluncuran model baru. Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile, Franz Wang, menjelaskan bahwa perusahaan telah menjalani proses transisi dari mesin pembakaran internal (ICE) menuju teknologi energi baru sejak 2022. Keputusan ini diambil untuk menjawab perubahan kebutuhan konsumen akan kendaraan yang lebih efisien namun tetap praktis.Filosofi bisnis yang dianut DFSK adalah memprioritaskan investasi pada riset, pengembangan teknologi, serta fasilitas produksi sebelum melakukan penetrasi pasar yang agresif. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa merek ini terlihat lebih hati-hati dibandingkan rival sesama produsen China lainnya dalam merilis lini produk baru di pasar.Mengapa PHEV Menjadi Solusi RealistisTeknologi PHEV pada E5 Plus dianggap sebagai jawaban tepat bagi konsumen yang masih ragu dengan kendaraan listrik murni. Masalah utama seperti kecemasan akan jarak tempuh dan keterbatasan infrastruktur pengisian daya dapat diatasi dengan mesin hybrid yang menawarkan fleksibilitas penggunaan bahan bakar sekaligus tenaga listrik.Dari sisi kenyamanan, mobil ini menonjolkan kabin luas dan dimensi yang proporsional untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh. Bagi keluarga yang membutuhkan kendaraan fungsional dengan fitur keselamatan modern, kehadiran E5 Plus memberikan alternatif menarik di tengah banyaknya pilihan mobil listrik murni yang mulai membanjiri pasar.Kompetisi dan Posisi di PasarSebagai pemain di segmen SUV hybrid, E5 Plus akan berhadapan langsung dengan berbagai model elektrifikasi dari merek China lainnya yang sudah lebih dulu hadir. Namun, optimisme DFSK tetap tinggi karena Indonesia diposisikan sebagai basis produksi utama untuk kendaraan setir kanan. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap layanan purna jual yang selama ini menjadi perhatian utama pembeli mobil pertama.Referensi: DFSK | VIVA