Industri otomotif nasional
- EV
- •
- 23 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Neta V-II Tetap Terjual Satu Unit Di Tengah Tantangan Restrukturisasi Bisnis
Di tengah berbagai kabar mengenai krisis yang melanda perusahaan induknya di China, Neta V-II ternyata masih berhasil mencatatkan penjualan. Meski hanya terjual satu unit pada Mei 2026, capaian tersebut menunjukkan bahwa masih ada konsumen yang percaya pada produk mobil listrik tersebut.Penjualan Neta V-II tercatat satu unit pada Mei 2026.Perusahaan induk Hozon Auto tengah menjalani proses restrukturisasi global.Neta Indonesia memastikan layanan purna jual dan garansi tetap berjalan normal.Persaingan segmen mobil listrik nasional semakin ketat dengan kehadiran pemain baru.Dinamika Penjualan Di Tengah RestrukturisasiNeta V-II dan Neta X untuk taksi (Photo: Istimewa)Penjualan satu unit memang terlihat sangat kecil jika dibandingkan para pesaingnya di segmen kendaraan listrik. Namun angka tersebut menjadi menarik karena terjadi ketika Neta sedang menghadapi tantangan berat, mulai dari restrukturisasi global, penyesuaian operasional di berbagai negara, hingga berkurangnya jaringan dealer.Neta masuk ke pasar pada 2023 dengan menawarkan mobil listrik yang menyasar segmen harga Rp200 juta hingga Rp300 juta. Strategi tersebut sebenarnya mirip dengan sejumlah merek lain yang sukses menarik perhatian konsumen. Namun perjalanan Neta ternyata tidak semulus kompetitornya. Kondisi finansial perusahaan induk, Hozon Auto, ikut mempengaruhi kinerja bisnis mereka di berbagai wilayah.Meski demikian, Neta Indonesia berulang kali menegaskan bahwa mereka belum berencana meninggalkan pasar. Perusahaan menyebut proses restrukturisasi yang berlangsung di tingkat global merupakan langkah untuk memperkuat fondasi bisnis dalam jangka panjang.Posisi Pasar Dan Tantangan KompetitorDi Indonesia, Neta V-II menjadi salah satu model utama yang dipasarkan selain Neta X. Menurut laporan Gaikindo, Neta X varian Elite dengan jarak tempuh 500 km laku 12 unit secara wholesales pada April 2026. Namun pada bulan lalu, model tersebut tidak mencatatkan penjualan sama sekali.Mobil listrik ini dirakit secara lokal dan sempat menjadi andalan perusahaan untuk menjangkau konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan harga relatif terjangkau. Dengan profil tersebut, model ini sebenarnya ditargetkan untuk penggunaan harian di jalur perkotaan yang padat.Tantangan yang dihadapi Neta tidak hanya berasal dari sisi internal perusahaan. Persaingan pasar mobil listrik nasional juga semakin ketat. Kehadiran merek-merek baru, ditambah dominasi pemain yang lebih mapan seperti Wuling dan BYD, membuat ruang gerak Neta semakin sempit. Jika dibandingkan dengan model dari Wuling atau BYD, Neta kini harus berjuang lebih keras untuk mempertahankan kepercayaan calon pembeli.Komitmen Layanan Purna JualKetua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengakui bahwa keberlangsungan bisnis Neta sepenuhnya bergantung pada keputusan perusahaan. Meski demikian, ia menilai kehadiran Neta tetap memberikan dampak positif bagi industri otomotif nasional, terutama dari sisi transfer teknologi dan pengalaman perakitan kendaraan listrik.Selain memastikan bisnis tetap berjalan, Neta Indonesia juga menegaskan bahwa layanan purna jual masih tersedia. Perusahaan bekerja sama dengan sejumlah mitra servis dan menyatakan stok suku cadang tetap aman bagi konsumen. Kebijakan garansi kendaraan juga disebut tidak mengalami perubahan meski perusahaan tengah menjalani masa restrukturisasi.Referensi: Neta | Otodream
- Motor
- •
- 22 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Penjualan Sepeda Motor Mei 2026 Terkoreksi Hampir 8 Persen
Pasar otomotif roda dua nasional mencatatkan penurunan distribusi pada Mei 2026. Angka penjualan yang sempat menunjukkan tren positif pada bulan sebelumnya kini harus mengalami koreksi yang cukup signifikan.Distribusi sepeda motor sepanjang Mei 2026 tercatat sebanyak 479.388 unit.Terjadi penurunan sebesar 7,9 persen dibandingkan capaian April 2026.Secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, total penjualan mencapai 2.614.451 unit.Proyeksi penjualan Juni 2026 diprediksi meningkat akibat kenaikan harga BBM non-subsidi.Dinamika Pasar Roda Dua NasionalIlustrasi riding motor. (Photo: YIMM)Berdasarkan data yang dihimpun Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), volume distribusi motor pada Mei 2026 sebesar 479.388 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 7,9 persen jika dibandingkan dengan realisasi pada April 2026 yang mencapai 520.972 unit. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terdapat pula penurunan sebesar 5,14 persen.Meskipun terjadi perlambatan pada Mei, performa kumulatif sepanjang tahun berjalan masih berada di jalur positif. Total penjualan selama Januari hingga Mei 2026 mencapai 2.614.451 unit. Capaian ini tercatat lebih tinggi 19.148 unit atau naik 0,74 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.Fluktuasi Penjualan Sepanjang 2026Pergerakan pasar sepeda motor tahun ini tergolong sangat dinamis. Setelah mencatatkan angka 577.763 unit pada Januari dan meningkat menjadi 587.354 unit pada Februari, pasar sempat terkoreksi ke angka 448.974 unit pada Maret akibat banyaknya hari libur. Namun, kondisi sempat membaik pada April dengan kenaikan sekitar 16 persen.Strategi penyegaran produk yang terus dilakukan oleh para produsen menjadi kunci utama dalam menjaga permintaan konsumen di tengah tantangan ekonomi. AISI sendiri mematok target penjualan nasional tahun ini di kisaran 6,4 hingga 6,7 juta unit, dengan harapan dapat menyamai pencapaian tahun lalu sebesar 6.412.769 unit.Prediksi Kenaikan Penjualan Juni 2026Terdapat proyeksi bahwa penjualan sepeda motor akan kembali meningkat pada Juni 2026. Faktor pemicunya adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax. Pergeseran perilaku konsumen diprediksi akan terjadi, di mana pengguna mobil mulai beralih menggunakan sepeda motor untuk menekan biaya operasional harian yang lebih efisien.Referensi: AISI | Otodream