Topik Artikel

Efisiensi bahan bakar

Teknologi Chery Super Hybrid Pangkas Biaya Harian Jadi Rp13 Ribuan

Teknologi Chery Super Hybrid Pangkas Biaya Harian Jadi Rp13 Ribuan

Chery baru saja memperkenalkan teknologi Chery Super Hybrid (CSH) yang dirancang untuk memberikan efisiensi energi lebih baik bagi para pengguna kendaraan. Teknologi ini hadir sebagai solusi bagi pemilik mobil yang ingin menekan biaya transportasi harian tanpa harus mengorbankan kenyamanan berkendara jarak jauh.Biaya energi harian untuk jarak 40 kilometer hanya sekitar Rp13.073 hingga Rp13.878.Tersedia dalam dua konsep yaitu Weekday EV Weekend Hybrid dan Save Everyday.Model Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer.Potensi penghematan biaya operasional bulanan hingga ratusan ribu Rupiah.Pilihan Teknologi Sesuai KebutuhanTiggo Cross CSH Hybrid di GIIAS 2025 (Photo: Chery)Teknologi CSH diaplikasikan pada empat model sekaligus, yakni Tiggo C5 CSH, Tiggo Cross CSH, Tiggo 8 CSH, dan Tiggo 9 CSH. Chery membagi pendekatan elektrifikasi ini menjadi dua konsep utama yang bisa disesuaikan dengan gaya hidup pemiliknya.Model Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH mengusung konsep Weekday EV, Weekend Hybrid. Kendaraan ini memungkinkan pengguna untuk memanfaatkannya layaknya mobil listrik murni saat beraktivitas di dalam kota, sementara mesin hybrid akan mengambil alih saat melakukan perjalanan jauh di akhir pekan.Di sisi lain, model Tiggo Cross CSH dan Tiggo C5 CSH hadir dengan konsep Save Everyday. Fokus utama pada model ini adalah memberikan efisiensi bahan bakar yang optimal melalui sistem Hybrid Electric Vehicle (HEV) guna mendukung mobilitas harian yang padat.Analisis Biaya Penggunaan HarianChery Tiggo 9 PHEV (Photo: Chery)Bagi Anda yang sedang menghitung anggaran bulanan, Chery memberikan simulasi menarik. Dengan asumsi tarif listrik rumah tangga Rp1.700 per kWh dan harga BBM Pertamax Rp16.250 per liter, biaya energi harian untuk menempuh jarak 40 kilometer bisa ditekan secara signifikan.Sebagai perbandingan, biaya operasional bulanan untuk menempuh jarak 1.200 kilometer pada Tiggo 9 CSH hanya memerlukan biaya sekitar Rp392.199. Angka ini jauh lebih kompetitif jika dibandingkan dengan mobil bermesin bensin konvensional yang rata-rata membutuhkan biaya operasional mencapai Rp1,39 juta dalam periode yang sama.Untuk model HEV seperti Tiggo Cross CSH, efisiensi bahan bakarnya mencapai 20 km per liter. Penggunaan bulanan sejauh 1.200 kilometer diperkirakan menelan biaya bahan bakar sekitar Rp975.000. Sementara itu, Tiggo C5 CSH menawarkan efisiensi lebih tinggi dengan konsumsi BBM 20,4 km per liter, sehingga mampu memberikan penghematan hingga Rp441 ribu per bulan dibanding mobil bensin di kelasnya.Referensi: Chery | Otodream

Mobil Hybrid Rp300 Jutaan Ini Jadi Pilihan Favorit Keluarga Muda

Mobil Hybrid Rp300 Jutaan Ini Jadi Pilihan Favorit Keluarga Muda

Tren kendaraan elektrifikasi kini kian diminati oleh masyarakat yang mencari efisiensi bahan bakar tanpa harus dipusingkan dengan urusan pengisian daya. Pilihan mobil hybrid dengan harga yang lebih terjangkau, yakni mulai dari Rp300 jutaan, menjadi primadona baru bagi konsumen yang menginginkan kemudahan mobilitas harian.Toyota Veloz Hybrid memimpin pasar dengan angka penjualan mencapai 2.378 unit.Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid menyusul ketat di posisi kedua.Suzuki XL7 Hybrid dan Fronx Hybrid sukses menarik perhatian segmen SUV kompak.Teknologi hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara.Dominasi MPV Hybrid di PasarData penjualan wholesales terbaru menunjukkan bahwa model MPV masih memegang kendali utama dalam preferensi konsumen. Toyota Veloz Hybrid berhasil mencatatkan angka distribusi sebanyak 2.378 unit sepanjang Mei 2026. Angka ini mengungguli saudaranya, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, yang mencatatkan 2.312 unit.Pencapaian ini membuktikan bahwa kendaraan berkapasitas tujuh penumpang dengan teknologi ramah lingkungan sangat relevan bagi kebutuhan keluarga. Dengan harga mulai dari Rp303 juta, Veloz Hybrid memberikan nilai tambah bagi mereka yang mencari efisiensi tanpa mengorbankan daya angkut penumpang.Pilihan Menarik di Segmen SUVSelain MPV, segmen SUV kompak juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif. Suzuki XL7 Hybrid mencatatkan angka penjualan 618 unit, sementara pendatang baru Suzuki Fronx Hybrid berhasil menorehkan 458 unit. Antusiasme ini menunjukkan bahwa konsumen mulai melirik teknologi hybrid untuk penggunaan di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.Bagi konsumen yang mempertimbangkan aspek kepraktisan, mobil hybrid memang menawarkan solusi yang efisien. Anda tidak perlu khawatir mencari stasiun pengisian daya listrik di tengah perjalanan. Cukup gunakan bahan bakar seperti biasa, namun dengan konsumsi yang jauh lebih hemat berkat bantuan motor listrik.Persaingan Merek LainHonda juga turut meramaikan pasar melalui HR-V Hybrid yang mencatatkan 318 unit. Sementara itu, pabrikan asal China seperti Chery melalui model Tiggo Cross CSH mulai unjuk gigi dengan angka 219 unit. Wuling pun masih konsisten dengan Almaz Hybrid yang terjual sebanyak 80 unit pada periode yang sama.Jika Anda sedang mencari kendaraan pertama atau ingin beralih ke teknologi hybrid, pastikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan ruang kabin dan profil penggunaan harian. Mengingat ketersediaan suku cadang dan jaringan purna jual yang luas dari merek Jepang, model seperti Veloz atau XL7 sering menjadi pilihan utama bagi pembeli pertama yang mengutamakan ketenangan pikiran dalam jangka panjang.Referensi: Toyota | VIVA

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Pengguna Diprediksi Beralih ke Pertalite

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Pengguna Diprediksi Beralih ke Pertalite

Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memicu pergeseran tren konsumsi bahan bakar di kalangan pemilik kendaraan. Banyak pengguna diprediksi akan beralih ke Pertalite yang saat ini masih mendapatkan subsidi pemerintah demi menekan biaya operasional harian.Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.Harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter.Diprediksi 10 persen pengguna Pertamax akan berpindah ke Pertalite.Pertamina menjamin ketersediaan kuota BBM subsidi tetap mencukupi.Prediksi Migrasi Pengguna BBMIlustrasi pengisian BBM Pertamina. (Photo: Istimewa)Pakar Energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam mengelola pengeluaran. Berkaca pada tren kenaikan harga di masa lalu, perpindahan konsumen ke opsi yang lebih terjangkau menjadi langkah rasional untuk menjaga mobilitas tetap stabil.Estimasi menunjukkan penurunan penjualan Pertamax mencapai 10 persen. Meski ada kekhawatiran mengenai ketersediaan stok, data menunjukkan bahwa kuota Pertalite masih mampu menampung lonjakan permintaan tersebut dengan proyeksi penggunaan hanya sekitar sepertiga dari sisa kuota nasional.Ilustrasi pengisian BBM Pertamina.Imbauan Penggunaan BBM Sesuai PeruntukanPertamina Patra Niaga menanggapi dinamika pasar ini dengan memberikan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menekankan pentingnya membeli bahan bakar sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan agar performa mesin tetap terjaga optimal.Penting untuk diingat bahwa setiap mesin kendaraan memiliki rasio kompresi yang dirancang untuk jenis bahan bakar tertentu. Penggunaan BBM dengan oktan yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan penumpukan kerak di ruang bakar yang dapat mempengaruhi efisiensi mesin.Referensi: Pertamina | Otodream

Rahasia Ban Mobil Menguras Energi Saat Melaju Kencang di Jalan Raya

Rahasia Ban Mobil Menguras Energi Saat Melaju Kencang di Jalan Raya

Banyak pengendara mengira konsumsi bahan bakar hanya dipengaruhi kondisi mesin dan gaya berkendara. Padahal, ban memiliki peran krusial terhadap efisiensi energi kendaraan secara keseluruhan.Faktor utama efisiensi adalah rolling resistance atau hambatan gulir ban.Hambatan gulir menyumbang 20 hingga 30 persen penggunaan energi kendaraan.Kecepatan di atas 80 kilometer per jam meningkatkan kehilangan energi pada ban.Tekanan angin yang rendah membuat ban bekerja lebih berat dan boros energi.Memahami Peran Hambatan Gulir BanHambatan gulir mengacu pada besarnya energi yang dibutuhkan ban saat bergulir di permukaan jalan. Semakin tinggi hambatan ini, semakin besar pula energi yang diperlukan kendaraan untuk bergerak. Dampaknya, konsumsi bahan bakar maupun energi baterai pada kendaraan listrik dapat meningkat secara signifikan.Penelitian menunjukkan bahwa hambatan gulir memberikan pengaruh besar terutama saat kendaraan melaju di kecepatan rendah. Pemilihan ban yang tepat menjadi aspek vital dalam menjaga efisiensi kendaraan jangka panjang.Mengapa Kecepatan Tinggi Membuat Ban Boros EnergiKecepatan kendaraan turut memengaruhi hambatan gulir secara langsung. Saat mobil melaju lebih cepat, terutama di atas 80 kilometer per jam, energi yang hilang pada ban cenderung meningkat drastis.Hal ini terjadi karena material karet ban memiliki sifat viskoelastis, yakni bersifat seperti benda padat sekaligus cairan kental. Ketika ban terus mengalami deformasi saat berputar, sebagian energi berubah menjadi panas. Fenomena ini menjelaskan mengapa ban terasa hangat setelah digunakan berkendara. Semakin tinggi suhu ban, karakteristiknya pun ikut berubah dan memengaruhi efisiensi energi.Optimasi Tekanan Angin dan Material BanSelain kecepatan, tekanan angin ban menjadi faktor penentu hambatan gulir. Ban dengan tekanan angin terlalu rendah umumnya menghasilkan hambatan lebih besar sehingga kendaraan membutuhkan tenaga ekstra untuk bergerak. Menjaga tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan adalah langkah termudah untuk menjaga efisiensi.Produsen ban kini terus mengembangkan teknologi material baru untuk menekan hambatan gulir. Salah satunya melalui penggunaan silika yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi tanpa mengorbankan daya cengkeram pada jalan basah. Memilih ban tidak bisa hanya berdasarkan harga atau merek semata. Faktor seperti efisiensi energi, daya cengkeram, kenyamanan, dan ketahanan perlu dipertimbangkan secara bijak.Referensi: VIVA | VIVA

Daftar Harga Mobil Hybrid Bekas Mulai Rp200 Jutaan Solusi Hemat BBM

Daftar Harga Mobil Hybrid Bekas Mulai Rp200 Jutaan Solusi Hemat BBM

Kenaikan harga bahan bakar mendorong banyak pemilik kendaraan mencari alternatif untuk menekan biaya operasional harian. Mobil hybrid bekas kini menjadi pilihan rasional karena menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik dibandingkan mesin konvensional tanpa harus bergantung pada infrastruktur pengisian daya listrik.Nissan Kicks e-Power dibanderol mulai Rp210 juta hingga Rp375 juta.Toyota Corolla Cross Hybrid tersedia di kisaran Rp269 juta hingga Rp355 juta.Suzuki Ertiga Hybrid menjadi pilihan MPV keluarga yang efisien dan praktis.Pengecekan kondisi baterai menjadi langkah krusial sebelum melakukan pembelian.Pilihan Mobil Hybrid Bekas TerpopulerNissan Kicks e-Power (Photo: Nissan, Toyota)Saat ini, pasar mobil bekas menawarkan beragam opsi kendaraan elektrifikasi dengan harga yang lebih terjangkau. Nissan Kicks e-Power menjadi salah satu model yang banyak dicari, terutama untuk unit keluaran tahun 2020 hingga 2021. Karakteristik sistem e-Power yang memungkinkan mesin bensin mengisi daya baterai secara mandiri memberikan kenyamanan bagi pengguna yang tidak ingin repot dengan pengisian daya eksternal.Bagi konsumen yang membutuhkan ruang kabin lebih lega, Toyota Corolla Cross Hybrid menjadi alternatif SUV yang kompetitif. Unit tahun 2021 hingga 2023 saat ini memiliki rentang harga yang jauh lebih rendah dibandingkan saat kondisi baru. Selain itu, segmen MPV diisi oleh Suzuki Ertiga Hybrid yang dikenal memiliki biaya perawatan terjangkau serta ketersediaan suku cadang yang melimpah di pasaran.Analisis Teknis dan PerawatanToyota Yaris Cross Hybrid (Photo: Nissan, Toyota)Memilih mobil hybrid memerlukan ketelitian ekstra dibandingkan mobil konvensional. Komponen baterai merupakan investasi terbesar dalam kendaraan ini, sehingga kondisi kesehatannya sangat menentukan performa jangka panjang. Kami menyarankan calon pembeli untuk melakukan inspeksi menyeluruh di bengkel resmi atau spesialis hybrid untuk memastikan sistem kelistrikan dan modul baterai masih dalam kondisi prima.Secara fungsional, mobil hybrid sangat optimal untuk penggunaan di jalur perkotaan yang padat. Sistem regeneratif pengereman bekerja lebih maksimal saat kondisi stop-and-go, yang secara langsung membantu efisiensi konsumsi bahan bakar. Sebagai komparasi, jika Anda menginginkan efisiensi serupa namun dengan dimensi lebih kompak, opsi seperti Toyota Yaris Cross Hybrid juga mulai tersedia di bursa mobil bekas sebagai pesaing langsung bagi Kicks e-Power.Referensi: Nissan | Otodream

Aditif BBM Benar Bikin Irit Atau Hanya Sugesti Bagi Mesin

Aditif BBM Benar Bikin Irit Atau Hanya Sugesti Bagi Mesin

Produk aditif bahan bakar kini semakin mudah ditemukan di pasaran dengan berbagai klaim menjanjikan. Banyak pemilik kendaraan rutin menuangkan cairan ini ke tangki dengan harapan performa mesin meningkat, tarikan lebih enteng, hingga konsumsi BBM menjadi lebih irit. Namun, apakah manfaat tersebut nyata atau sekadar efek psikologis bagi penggunanya?Aditif berfungsi sebagai pembersih injektor dan ruang bakar.Efek penghematan BBM cenderung bersifat tambahan dan tidak drastis.Kendaraan baru dengan BBM sesuai rekomendasi pabrikan mungkin tidak memerlukan tambahan aditif.Penggunaan berlebihan justru berisiko menimbulkan masalah teknis pada komponen mesin.Fungsi Sebenarnya dari Aditif Bahan BakarSecara teknis, aditif bahan bakar memang dirancang untuk memberikan fungsi spesifik pada sistem pembakaran. Kandungan di dalamnya biasanya terdiri dari zat pembersih atau detergen, penstabil bahan bakar, serta peningkat angka oktan. Pada kendaraan yang sudah berumur atau sering menggunakan bahan bakar berkualitas rendah, cairan ini berperan membantu merontokkan tumpukan deposit pada injektor maupun ruang bakar.Ketika sistem pasokan bahan bakar kembali bersih, proses pembakaran di dalam silinder menjadi lebih optimal. Hasilnya, mesin dapat bekerja lebih halus dan responsif dibandingkan sebelumnya. Dalam kondisi tertentu, efisiensi penggunaan bahan bakar memang bisa meningkat, namun hal ini sangat bergantung pada kondisi awal mesin kendaraan tersebut.Kapan Aditif Diperlukan KendaraanPenting untuk dipahami bahwa aditif bukan solusi instan untuk memperbaiki kerusakan komponen mesin. Mobil atau motor keluaran terbaru yang selalu menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan umumnya sudah mendapatkan paket aditif dari produsen BBM itu sendiri. Artinya, penambahan cairan dari luar seringkali tidak memberikan perubahan signifikan jika kondisi kendaraan sudah prima.Penggunaan aditif secara berlebihan atau tidak sesuai petunjuk penggunaan justru berpotensi menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Pemilik kendaraan disarankan untuk lebih selektif dalam memilih produk yang memiliki reputasi baik serta mengikuti anjuran pemakaian yang tertera pada kemasan. Perawatan rutin, penggunaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi, serta gaya berkendara yang efisien tetap menjadi kunci utama menjaga performa mesin dalam jangka panjang.Referensi: Carandbike | Viva Otomotif