Topik Artikel

Biaya operasional kendaraan

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Pengguna Diprediksi Beralih ke Pertalite

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Pengguna Diprediksi Beralih ke Pertalite

Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memicu pergeseran tren konsumsi bahan bakar di kalangan pemilik kendaraan. Banyak pengguna diprediksi akan beralih ke Pertalite yang saat ini masih mendapatkan subsidi pemerintah demi menekan biaya operasional harian.Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.Harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter.Diprediksi 10 persen pengguna Pertamax akan berpindah ke Pertalite.Pertamina menjamin ketersediaan kuota BBM subsidi tetap mencukupi.Prediksi Migrasi Pengguna BBMIlustrasi pengisian BBM Pertamina. (Photo: Istimewa)Pakar Energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam mengelola pengeluaran. Berkaca pada tren kenaikan harga di masa lalu, perpindahan konsumen ke opsi yang lebih terjangkau menjadi langkah rasional untuk menjaga mobilitas tetap stabil.Estimasi menunjukkan penurunan penjualan Pertamax mencapai 10 persen. Meski ada kekhawatiran mengenai ketersediaan stok, data menunjukkan bahwa kuota Pertalite masih mampu menampung lonjakan permintaan tersebut dengan proyeksi penggunaan hanya sekitar sepertiga dari sisa kuota nasional.Ilustrasi pengisian BBM Pertamina.Imbauan Penggunaan BBM Sesuai PeruntukanPertamina Patra Niaga menanggapi dinamika pasar ini dengan memberikan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menekankan pentingnya membeli bahan bakar sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan agar performa mesin tetap terjaga optimal.Penting untuk diingat bahwa setiap mesin kendaraan memiliki rasio kompresi yang dirancang untuk jenis bahan bakar tertentu. Penggunaan BBM dengan oktan yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan penumpukan kerak di ruang bakar yang dapat mempengaruhi efisiensi mesin.Referensi: Pertamina | Otodream

Mobil Bekas Jadi Solusi Hemat Saat Harga BBM Terus Melonjak

Mobil Bekas Jadi Solusi Hemat Saat Harga BBM Terus Melonjak

Kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi yang terjadi sejak Juni 2026 memaksa banyak pemilik kendaraan untuk kembali menghitung ulang anggaran operasional bulanan. Harga Pertamax kini mencapai Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 melonjak hingga Rp17.000 per liter. Situasi ini membuat masyarakat yang harus menempuh perjalanan harian ke kantor atau sekolah merasa terbebani oleh biaya transportasi yang membengkak.Pilihan mobil bekas menawarkan efisiensi biaya lebih baik dibandingkan membeli unit baru.Inspeksi menyeluruh wajib dilakukan agar tidak terjebak biaya perbaikan besar di masa depan.Garansi komponen utama seperti mesin dan transmisi menjadi perlindungan penting bagi pembeli mobil bekas.Pemilihan kendaraan harus disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas harian agar konsumsi bahan bakar tetap optimal.Menyiasati Biaya Operasional KendaraanLonjakan biaya bahan bakar membuat profil pembeli kendaraan bergeser secara signifikan. Masyarakat kini cenderung lebih selektif dalam memilah kendaraan yang tidak hanya sesuai dengan anggaran awal, tetapi juga minim biaya tak terduga setelah transaksi selesai. Faktor efisiensi konsumsi bahan bakar menjadi prioritas utama guna menjaga kesehatan arus kas bulanan.Dalam memilih kendaraan yang tepat, efisiensi bukan hanya soal jenis mesin, melainkan kondisi unit itu sendiri. Mobil yang terawat dengan baik akan bekerja lebih optimal, sehingga penggunaan bahan bakar tetap berada pada batas wajar. Konsumen disarankan untuk lebih teliti dalam memeriksa riwayat servis serta performa komponen vital sebelum memutuskan untuk meminang kendaraan.Pentingnya Inspeksi dan Garansi Purna JualMembeli kendaraan seken memang memberikan fleksibilitas harga, namun risiko kerusakan sering kali menjadi kekhawatiran utama. Transparansi mengenai riwayat pemakaian adalah kunci. Pastikan unit yang dipilih telah melewati proses inspeksi teknis yang komprehensif agar tidak ada masalah tersembunyi pada sektor mesin, kelistrikan, hingga sistem pengereman.Perlindungan purna jual seperti garansi satu tahun untuk komponen utama seperti transmisi, AC, sistem penggerak, dan kemudi dapat menjadi jaring pengaman yang efektif. Dengan adanya jaminan tersebut, pemilik kendaraan bisa merasa lebih tenang karena risiko biaya perbaikan besar telah diminimalisir sejak awal pembelian.Referensi: Caroline | Viva.co.id