Pembalap Ducati Francesco Bagnaia Ungkap Penyebab Utama Performanya Anjlok di Sirkuit Balaton Park
Francesco Bagnaia harus puas menempati posisi ke-14 pada sesi Practice MotoGP Hungaria 2026. Pembalap Ducati itu mengungkapkan penyebab utama performanya anjlok di Sirkuit Balaton Park.
Francesco Bagnaia mengawali akhir pekan MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park dengan hasil yang kontras. Setelah menempati posisi keenam pada sesi latihan bebas pertama (FP1), performa pembalap Ducati Lenovo Team itu justru merosot tajam saat sesi Practice. Ia harus puas mengakhiri hari pertama di posisi ke-14.
Penurunan drastis ini membuat Bagnaia harus memulai perjuangan dari Q1 pada sesi kualifikasi. Padahal, pembalap asal Italia itu datang dengan ekspektasi tinggi setelah musim lalu mampu tampil kompetitif di sirkuit yang sama.
- Francesco Bagnaia finis P14 pada sesi Practice MotoGP Hungaria 2026
- Roda belakang kehilangan traksi bahkan saat belum membuka gas
- Rekan setim Marc Marquez mengalami gejala serupa
- Bagnaia optimistis bisa lolos ke Q2 setelah perbaikan setup

Masalah Grip yang Tak Terduga
Bagnaia mengaku tidak menyangka akan menghadapi kesulitan sebesar ini. Tahun lalu, grip lintasan Balaton Park tergolong baik dan membuatnya nyaman memacu motor. Namun situasi berubah drastis pada sesi sore.
"Saya mengalami banyak kesulitan pada sesi sore. Saya tidak menduganya karena tahun lalu grip lintasan di sini sangat baik. Saya pikir musim ini saya tidak akan mengalami masalah sebesar ini," ujar Bagnaia dikutip dari Speedweek.
Meski begitu, pembalap berusia 29 tahun itu merasakan peningkatan pada bagian depan motornya. Kestabilan ban depan Ducati Desmosedici GP membantu dirinya menutup racing line dengan lebih baik saat memasuki tikungan.

Ban Belakang Bergerak Tanpa Throttle
Masalah utama justru muncul dari bagian belakang motor. Bagnaia menjelaskan roda belakang beberapa kali kehilangan traksi ketika memasuki tikungan, bahkan dalam kondisi dirinya belum membuka gas sama sekali.
"Setiap kali saya mencoba meningkatkan kecepatan saat menikung, roda belakang justru mulai bergeser. Bahkan itu terjadi ketika saya belum memberikan throttle. Situasi seperti ini sangat sulit dikendalikan dan kami harus mencari penyebabnya," jelasnya.
Dari hasil analisis data tim Ducati, Bagnaia menemukan bahwa rekan setimnya, Marc Marquez, mengalami gejala yang hampir serupa. Sebaliknya, Fabio Di Giannantonio justru mampu memperoleh tingkat grip yang jauh lebih baik sepanjang sesi.
"Kami melihat data dan Marc kurang lebih mengalami kondisi yang sama. Sementara Diggia memiliki grip yang sangat baik. Kami harus memahami apa yang membuat perbedaannya dan mungkin mencoba menerapkannya pada motor kami," katanya.

Aspal Baru Jadi Titik Lemah
Selain persoalan grip belakang, Bagnaia juga menyoroti kondisi aspal baru di beberapa bagian Sirkuit Balaton Park. Tikungan pertama menjadi area yang paling mengkhawatirkan karena tingkat cengkeraman dinilai sangat rendah.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan aspal baru itu, tetapi grip di sana hampir tidak ada. Saat melintasi tikungan secara normal mungkin tidak terlalu bermasalah. Namun jika harus melakukan pengereman keras setelah start, saya rasa itu bisa menjadi persoalan," ucapnya.
Sebagian besar kesulitan Bagnaia muncul di tikungan-tikungan kiri. Motor terasa kehilangan kestabilan, menyulitkannya menjaga kecepatan dan ritme lap yang konsisten.
"Masalah terbesar saya saat ini ada di tikungan kiri. Di setiap tikungan kiri, roda belakang terus bergerak saat masuk tikungan, bahkan tanpa throttle. Sangat sulit memahami penyebabnya. Sebaliknya, di tikungan kanan saya bisa mengerem dan masuk tikungan dengan baik," ungkapnya.
Optimisme Jelang Kualifikasi
Meski harus memulai dari Q1, Bagnaia optimistis dapat memperbaiki situasi sebelum sesi kualifikasi berlangsung. Ia yakin timnya mampu menemukan solusi untuk meningkatkan performa motor dalam waktu singkat.
"Saya cukup percaya diri bahwa kami bisa memperbaiki masalah ini besok dan lolos ke Q2," ucapnya.
Menariknya, Bagnaia merasa performa motornya secara keseluruhan sebenarnya lebih baik dibandingkan saat MotoGP pertama kali digelar di Balaton Park musim lalu. Ducati Desmosedici GP saat ini lebih stabil saat pengereman dan memasuki tikungan.
"Tahun ini jauh lebih baik. Motor bekerja lebih baik saat pengereman dan ketika masuk tikungan. Saya justru menikmati mengendarainya, meskipun lintasan ini sangat unik dan berbeda dari sirkuit lainnya," tuturnya.
Referensi: Otodream