Ekspedisi Veloz Hybrid Toyota Jawab Keraguan Mobil Hybrid Jarak Jauh

Toyota Veloz Hybrid EV buktikan mobil hybrid tak hanya untuk kota melalui Ekspedisi Lintas Nusa 2.0 di Sulawesi, melintasi medan beragam tanpa perlu infrastruktur pengisian daya.

Share
Toyota Veloz Hybrid EV kala ekspedisi Lintas Nusa 2.0 jelajah Sulawesi
Toyota Veloz Hybrid EV kala ekspedisi Lintas Nusa 2.0 jelajah Sulawesi

Pernah ragu apakah mobil hybrid bisa diandalkan untuk perjalanan jauh ke luar kota? Kekhawatiran soal tenaga di tanjakan, ketersediaan bahan bakar, atau ketangguhan di medan yang tidak selalu mulus sering kali muncul. Toyota mencoba menjawabnya langsung lewat aksi nyata, bukan sekadar brosur.

  • Toyota Veloz Hybrid EV menempuh ribuan kilometer dalam Ekspedisi Lintas Nusa 2.0: Jelajah Sulawesi
  • Rute melintasi enam provinsi, dari Kendari hingga Manado, dengan kondisi jalan pegunungan, pesisir, dan rusak
  • Sistem hybrid tidak memerlukan infrastruktur pengisian daya; cukup isi bensin seperti mobil konvensional
  • Ekspedisi ini sekaligus menepis anggapan bahwa mobil hybrid hanya cocok digunakan di kota besar
  • Tidak ada kekhawatiran mencari stasiun pengisian listrik di tengah perjalanan panjang

Medan Sulawesi Jadi Tolok Ukur Ketangguhan

Pemilihan Sulawesi bukan kebetulan. Pulau ini punya karakter jalan yang amat beragam, dari rute pegunungan berkelok, jalan pesisir yang kadang sempit, hingga antar kota yang tidak selalu mulus. Kondisi tersebut dianggap paling mewakili tantangan sesungguhnya yang kerap dihadapi pengguna di banyak daerah.

Dalam ekspedisi ini, Veloz Hybrid EV akan berangkat dari Kendari, Sulawesi Tenggara, lanjut ke Morowali, Palopo, Makassar, Tana Toraja, Palu, Luwuk, Tolitoli, Gorontalo, dan berakhir di Manado, Sulawesi Utara. Tim juga menyempatkan diri mengeksplorasi destinasi wisata serta mencicipi kuliner khas di setiap titik pemberhentian.

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily, menuturkan bahwa ekspedisi ini adalah kelanjutan dari perjalanan serupa yang sebelumnya telah sukses. “Sulawesi dipilih karena mampu merepresentasikan karakter jalan yang beragam, lengkap dengan panorama indah serta medan yang menantang,” ujarnya.

Isi Bensin Biasa, Tanpa Cari Colokan

Salah satu kekhawatiran terbesar soal mobil listrik adalah ketersediaan stasiun pengisian daya. Teknologi hybrid pada Veloz Hybrid EV menghilangkan keresahan itu. Anda cukup mengisi bensin seperti biasa. Tidak perlu memetakan lokasi SPKLU atau cemas kehabisan daya baterai di tengah rute sepi.

Keunggulan inilah yang membuat mobil hybrid terasa lebih familier bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan infrastruktur kendaraan listrik yang masih bertumbuh. Praktis, tanpa drama adaptasi.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, menegaskan, “Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa siap menjawab pertanyaan sebagian orang atas kemampuan teknologi Hybrid Toyota beradaptasi di lingkungan menantang Pulau Sulawesi.”

Bukan Sekadar Perjalanan Uji Coba

Selain membuktikan ketangguhan teknis, perjalanan ini juga menjadi ajang merasakan langsung bagaimana rasanya membawa mobil hybrid untuk kebutuhan jelajah jarak jauh ala keluarga atau komuter yang kerap berpindah kota. Tidak ada perlakuan istimewa, semua dilakukan dalam kondisi nyata sehari-hari.

Dengan pendekatan semacam ini, Toyota ingin mendekatkan teknologi hybrid ke lebih banyak kalangan. Bahwa berkendara efisien dan ramah lingkungan tak harus dimulai dari kota besar dengan infrastruktur lengkap.

Referensi: Toyota | viva.co.id