Pelumas 2-Tak Motul Naik Kelas ke Standar JASO FD, Bikin Mesin Motor Legendaris Lebih Awet?
Motul meningkatkan standar pelumas motor 2-tak ke level JASO FD M345 agar performa motor legendaris tetap terjaga dan ruang bakar lebih bersih.
Meski pabrikan sudah bertahun-tahun pamit dari arena motor dua tak, nyatanya para penggemar setia sama sekali belum move on. Yamaha RX-King, Kawasaki Ninja 150 RR, atau Suzuki Satria 120R masih setia menemani komuter maupun sesi ngopi malam minggu. Permasalahannya, menjaga jantung pacuan berumur puluhan tahun itu butuh cairan spesifik yang tidak sekadar "asal campur".
- Mesin 2-tak butuh pelumas berkemampuan detergency tinggi untuk menekan kerak dan asap.
- Motul menyegarkan lini 510 2T dan 710 2T dengan standar tertinggi JASO FD M345.
- Pembaruan ini mencakup spesifikasi kimiawi, bukan hanya ubahan visual kemasan.
- Performa mesin legendaris tetap optimal tanpa mengorbankan kenyamanan harian.
Keresahan Unik Pemilik Motor 2-Tak di Masa Modern
Memiliki motor dua tak di masa kini ibarat memelihara barang antik yang masih produktif. Semburan tenaga khas dan suara dering knalpotnya memang tidak tergantikan, tapi konsekuensinya cukup merepotkan jika salah pilih oli samping. Karakter mesin yang membakar pelumas bersama bensin membuat kualitas oli punya pengaruh mutlak: menentukan seberapa cepat kerak menumpuk serta seberapa pekat asap yang keluar dari ujung knalpot.
Nah, semakin sulitnya mencari unit orisinal berimbas pada melambungnya harga motor-motor ini. Artinya, menjaga kebersihan ruang bakar bukan sekadar urusan teknis, melainkan investasi. Apabila penumpukan karbon dibiarkan, performa loyo dan nilai jual kembali bisa terjun bebas.
Standar JASO FD M345 Jadi Tolok Ukur Baru
Motul mengambil langkah strategis dengan mendorong kemampuan pelumas 2-tak mereka melewati standar tertinggi yang ada saat ini, JASO FD M345. Bagi yang belum familier, ini adalah level pengujian paling ketat. Tolok ukurnya bukan cuma pelumasan, tetapi juga kemampuan menekan pembentukan deposit, membersihkan komponen secara berkelanjutan, serta meminimalisasi asap sisa pembakaran.
Managing Director PT Motul Indonesia Energy, Welmart Purba, menjelaskan pembaruan ini diterapkan agar pengendara mendapat perlindungan mesin yang lebih optimal. Baik itu untuk keperluan harian yang cenderung santai, maupun pengguna yang sesekali mengajak motor kesayangan berakselerasi di rpm tinggi. Perbedaan signifikan ada pada 510 2T dan 710 2T yang kini didesain lebih responsif terhadap iklim tropis dan karakter berkendara lokal.
Bukan Cuma Soal Branding, Formula Detergency Ditingkatkan
Mungkin ada yang menduga ini sekadar penyegaran visual. Faktanya tidak. Uji standar JASO FD M345 mewajibkan kemampuan detergency alias daya cuci yang lebih tinggi. Fungsi ini krusial untuk mengikis kerak membandel yang kerap menyumbat ring piston serta menempel di dinding silinder.
Ketika formula pelumas benar-benar bertugas membersihkan, mesin lebih bernapas lega. Gejala brebet akibat penumpukan karbon bisa ditekan, sehingga karakter "nendang" khas motor dua tak tetap terasa mulus. Bagi pengguna yang sering terjebak macet, ini juga membantu mengurangi risiko oli tidak terbakar sempurna dan meminimalisasi asap pekat yang mengganggu pengendara lain di lampu merah.
Mekanisme Distribusi Demi Ketersediaan Stok
Pergantian produk dilakukan secara bertahap lewat skema phase in, phase out. Motul memastikan stok lama akan terus berkurang seiring masuknya produk dengan standar baru ke jaringan penjualan. Welmart menegaskan strategi ini dipilih supaya tidak terjadi kelangkaan di pasaran. Toh, motor dua tak masih butuh suplai rutin untuk hidup.
Selain itu, tampilan luar kemasan juga diselaraskan dengan identitas global terbaru. Namun misi utamanya tetap pada perubahan di dalam botol: spesifikasi yang lebih tinggi untuk melindungi mesin lawas yang kian langka.
Referensi: Motul | viva.co.id