Topik Artikel

Perawatan kendaraan

Viral Mobil Disemuti Setelah Isi Bioetanol E85 Ini Penjelasan Pakar

Viral Mobil Disemuti Setelah Isi Bioetanol E85 Ini Penjelasan Pakar

Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan fenomena tidak biasa, yakni gerombolan semut yang mengerumuni area tutup tangki bahan bakar sebuah mobil. Kejadian ini dikaitkan dengan penggunaan bahan bakar bioetanol dengan kadar 85 persen atau E85.Bioetanol merupakan bahan bakar nabati dari fermentasi biomassa.Semut mengerumuni tangki bukan karena kandungan gula dalam bahan bakar.Uap kimia etanol sering disalahartikan oleh serangga sebagai feromon alami.Pembersihan tumpahan bahan bakar sangat krusial untuk mencegah serangga.Pengembangan bioetanol di Tanah Air menargetkan kadar 10 persen pada 2028.Mengapa Semut Tertarik pada Tutup TangkiIlustrasi etanol. (Photo: Freepik)Banyak spekulasi muncul bahwa rasa manis dari bahan baku tebu pada bioetanol menjadi daya tarik utama bagi serangga. Namun, para ahli entomologi dan pakar otomotif membantah anggapan tersebut. Proses fermentasi dan destilasi dalam pembuatan etanol dipastikan telah menghilangkan kandungan gula dan sukrosa secara menyeluruh.Etanol murni sebenarnya memiliki aroma kimia yang tajam dengan sedikit kesan buah. Aroma inilah yang secara tidak sengaja meniru sinyal feromon alami serangga. Akibatnya, organ sensorik semut salah mengartikan uap kimia tersebut sebagai sumber makanan atau lingkungan bersarang, sehingga mereka berkumpul di sekitar lubang pengisian bahan bakar.Risiko dan Langkah PencegahanMeskipun bukan disebabkan oleh kontaminasi gula, keberadaan semut tetap menjadi masalah yang mengganggu. Jika serangga masuk ke dalam tangki, mereka berisiko menyumbat pompa bensin dan pada akhirnya mengganggu kinerja mesin kendaraan secara keseluruhan.Untuk meminimalisir risiko ini, pemilik kendaraan disarankan untuk selalu membersihkan sisa tumpahan bahan bakar di sekitar lubang pengisian saat proses pengisian berlangsung. Selain itu, memarkir kendaraan di tempat teduh atau menggunakan penutup dapat membantu mengurangi penumpukan panas di dalam tangki, yang secara efektif menekan penguapan aroma kimia tersebut.Referensi: Otodream | https://www.otodream.com/mobil/27412-viral-tangki-bbm-disemutin-usai-tenggak-bioetanol-e85

Lima Masalah Mobil yang Sering Terjadi dan Sulit Diatasi Sendiri

Lima Masalah Mobil yang Sering Terjadi dan Sulit Diatasi Sendiri

Banyak pemilik kendaraan menganggap gangguan teknis di jalan hanya sebatas ban bocor atau aki lemah. Padahal, terdapat sejumlah masalah kompleks yang lebih sering muncul dan membutuhkan penanganan profesional agar tidak merembet ke komponen lain.Mesin mengalami overheat akibat sistem pendingin tidak optimal.Gangguan transmisi otomatis yang terasa tidak responsif atau menghentak.Mobil mati mendadak karena sistem kelistrikan atau alternator bermasalah.Indikator peringatan di dashboard yang sering diabaikan pengemudi.Bunyi kasar atau getaran tidak normal pada area kaki kaki kendaraan.Waspada Gejala Overheat dan Masalah TransmisiSalah satu gangguan paling krusial adalah mesin mengalami overheat. Kondisi ini ditandai naiknya indikator suhu secara drastis, terkadang disertai uap dari ruang mesin. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kipas radiator mati, selang bocor, hingga thermostat yang tidak berfungsi. Memaksa kendaraan terus berjalan dalam kondisi ini berisiko merusak komponen mesin secara permanen.Selain pendinginan, gangguan pada transmisi otomatis juga sering membuat pemilik kendaraan kebingungan. Gejala seperti perpindahan gigi yang terasa menghentak atau putaran mesin tinggi namun laju mobil tertahan adalah sinyal adanya masalah internal. Karena sistem transmisi modern memiliki komponen yang sangat kompleks, upaya perbaikan mandiri justru berpotensi memperparah kerusakan.Pentingnya Merespons Indikator Dashboard dan Kaki KakiBanyak pengendara cenderung mengabaikan lampu peringatan seperti check engine, ABS, atau indikator oli selama mobil masih bisa melaju. Padahal, lampu tersebut merupakan tanda awal adanya gangguan yang berpotensi berkembang menjadi kerusakan serius. Penggunaan alat diagnostik profesional sering kali menjadi satu-satunya cara untuk mendeteksi sumber masalah secara akurat.Selain kelistrikan, getaran tidak normal atau bunyi kasar dari bawah kendaraan juga patut diwaspadai. Suara dengung atau bunyi gluduk saat melaju sering kali mengindikasikan kerusakan pada bearing, suspensi, atau komponen kaki kaki lainnya. Membiarkan kondisi ini berlarut-larut akan memengaruhi stabilitas kendaraan, terutama saat dipacu dalam kecepatan tinggi.Sebagai langkah antisipasi, pengendara disarankan segera menghentikan kendaraan jika muncul gejala kerusakan berat seperti mogok total atau gangguan kelistrikan. Melakukan evakuasi menggunakan layanan derek atau towing jauh lebih bijak daripada memaksakan mesin tetap menyala. Penanganan yang tepat sejak dini dapat menjaga keselamatan sekaligus menghindari biaya perbaikan yang membengkak di kemudian hari.Referensi: HMID | https://www.viva.co.id/otomotif/1906328-jangan-anggap-sepele-ini-5-masalah-mobil-yang-sering-terjadi-dan-sulit-ditangani-sendiri