Topik Artikel

Konsumsi bbm wuling eksion

Wuling Eksion PHEV Catat Konsumsi 24 Km/Liter Saat Digeber Jakarta ke Yogya

Wuling Eksion PHEV Catat Konsumsi 24 Km/Liter Saat Digeber Jakarta ke Yogya

Perjalanan jauh kerap menjadi tolok ukur nyata efisiensi sebuah kendaraan, dan Wuling Eksion PHEV membuktikan diri dengan angka yang cukup mengejutkan. SUV hybrid 7 penumpang ini berhasil mencatat konsumsi rata-rata 24 kilometer per liter dalam pengujian rute campuran dari Jakarta menuju Yogyakarta.Wuling Eksion PHEV menempuh 627 kilometer dari Jakarta ke Kulon Progo dengan sisa BBM dan baterai.Konsumsi BBM rata-rata tercatat 24 km/liter, hasil kombinasi mode EV Max dan hybrid di berbagai medan.Teknologi Ling Power bekerja otomatis menyeimbangkan tenaga listrik dan mesin bensin 1.500 cc.SUV ini dibanderol mulai Rp400 jutaan dan menawarkan fleksibilitas kabin dengan bagasi hingga 1.788 liter.Pengujian ini menyimulasikan penggunaan riil pemilik mobil di Indonesia, mulai dari kemacetan Jakarta Selatan, melibas Tol Trans Jawa, hingga menanjak di kawasan perbukitan Wonosobo. Total jarak tempuh mencapai 627,3 kilometer hingga titik akhir di Kulon Progo.Mode Listrik Murni Menjawab Kemacetan IbukotaSaat memulai perjalanan dari kawasan Ampera, instrumen Eksion PHEV menunjukkan estimasi jarak tempuh total 1.118 km dengan tangki penuh dan baterai penuh. Rinciannya, 1.000 kilometer mengandalkan bensin dan 118 kilometer sisanya dari daya baterai. Dalam kondisi stop-and-go menuju gerbang tol, mengaktifkan mode EV Max adalah pilihan logis.Dengan mode tersebut, mesin bensin sama sekali tidak menyala. SUV bergerak senyap layaknya mobil listrik murni. Karakter ini sangat terasa di kecepatan rendah hingga menengah. Respons pedal gas terbilang spontan, membuat manuver di lalu lintas padat terasa ringan tanpa jeda tenaga.Cara Kerja Teknologi Ling Power di Tol Trans JawaKetika memasuki ruas Jalan Tol Cipali dan daya baterai mulai berkurang, kendaraan otomatis bertransisi ke mode hybrid. Sistem Ling Power mendistribusikan tugas, mesin bensin 1.500 cc bekerja berdampingan dengan motor listrik. Kombinasi ini menjaga efisiensi bahan bakar tetap optimal saat melaju konstan di kecepatan tinggi.Product Communication Manager Wuling Motors, Danang Wiratmoko, menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk membaca kebutuhan berkendara secara real-time. Pergantian mode tidak memerlukan campur tangan pengemudi, sehingga fokus tetap pada kenyamanan perjalanan jarak jauh.Kabin Lega dan Panoramic Sunroof di Jalur PegununganMemasuki segmen jalan non-tol, kenyamanan baris kedua dan ketiga menjadi krusial. Ruang kabin Eksion disetting untuk mengakomodasi perjalanan keluarga. Fleksibilitas ruang juga menjadi poin penting. Ketika kursi baris kedua dan ketiga dilipat rata, kapasitas bagasi melonjak hingga 1.788 liter.Saat menaklukkan jalur menanjak dan berliku di Wonosobo, perpaduan mesin bensin dan motor listrik mempertahankan torsi yang cukup untuk kebutuhan tanjakan. Panorama Gunung Sindoro dan Sumbing dapat dinikmati leluasa melalui panoramic sunroof yang menjadi fitur andalan pada varian EX. Fitur ini mengurangi kesan pengap pada kabin tiga baris saat perjalanan panjang.Efisiensi Nyata dengan Harga Kompetitif di Segmen HybridSetelah tiba di Kulon Progo, panel instrumen masih menunjukkan sisa estimasi jelajah bensin sejauh 534 kilometer dan daya baterai 29 kilometer. Angka konsumsi BBM 24 km/liter ini menarik karena dicatatkan tanpa teknik hypermiling ekstrem, melainkan dengan ritme berkendara normal dan beban penumpang penuh.Dengan banderol yang menyentuh kisaran Rp400 jutaan, Wuling Eksion PHEV mencoba mendobrak persepsi bahwa SUV hybrid tiga baris selalu berada di harga setengah miliar ke atas. Efisiensi dan akomodasi yang ditawarkan menjadikannya penantang serius di kelasnya.Referensi: Wuling | Viva