Topik Artikel

Insentif daya beli

Pemerintah Siapkan Jurus Jitu Jaga Daya Beli Saat Harga Pertamax Melonjak Jadi Rp16.250

Pemerintah Siapkan Jurus Jitu Jaga Daya Beli Saat Harga Pertamax Melonjak Jadi Rp16.250

Kenaikan harga bahan bakar minyak non subsidi resmi berlaku. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akhirnya angkat suara dan memberi sinyal bahwa pemerintah sedang merancang skema insentif untuk meredam gejolak daya beli masyarakat.Harga Pertamax kini dipatok Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green menyentuh Rp17.000 per liter.Pemerintah klaim penyesuaian ini murni mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia dan kondisi geopolitik global.Bahlil menjamin harga BBM bersubsidi dipastikan tidak akan mengalami kenaikan sepeser pun.Sejumlah insentif sedang digodok untuk melindungi ekonomi rumah tangga dari efek domino kenaikan harga energi.Pertamina menegaskan kebijakan ini diambil dengan tetap mempertimbangkan kemampuan beli konsumen.Bahlil Pastikan Harga Pasar dan Subsidi AmanIlustrasi pengisian BBM di SPBU Pertamina. (Photo: Pertamina)Melontarkan pernyataan di Kompleks Istana Kepresidenan, Bahlil menegaskan bahwa harga BBM non subsidi memang harus bergerak mengikuti mekanisme pasar. Menurutnya, langkah Pertamina dan pelaku usaha swasta lain sudah melalui perhitungan yang bijak. Namun, ia juga menyadari bahwa perubahan harga selalu menyita perhatian publik."Harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada," ujar Bahlil. Di tengah transisi ini, fokus pemerintah bukan hanya pada harga jual, tetapi juga bagaimana menjaga kestabilan ekonomi lapisan bawah. Untuk itu, pembahasan agar harga BBM subsidi tidak naik menjadi prioritas utama yang sedang dimatangkan.Arah Baru Pertamina di Tengah Gejolak GlobalDirektur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dalam siaran resminya menjelaskan bahwa keputusan ini tidak bisa dilepaskan dari eskalasi ketegangan geopolitik. Fluktuasi harga minyak internasional memaksa adanya restrukturisasi harga agar rantai pasok tetap berjalan sehat. Meski begitu, Simon menekankan bahwa daya beli masyarakat tetap menjadi faktor dalam setiap kebijakan perusahaan.Kini, Pertamax resmi melonjak dari harga sebelumnya Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Adapun Pertamax Green yang semula dibanderol Rp12.900 kini melesat ke angka Rp17.000 per liter. Dengan skema insentif yang masih dalam tahap finalisasi, Bahlil berharap dinamika ini tidak lantas memukul mundur konsumsi rumah tangga. Ia pun menyatakan akan terus berkoordinasi dengan para pelaku usaha untuk menekan potensi kenaikan di komoditas energi lain.Referensi: Pertamina | Otodream