Bbm
- Mobil
- •
- 21 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Viral Mobil Disemuti Setelah Isi Bioetanol E85 Ini Penjelasan Pakar
Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan fenomena tidak biasa, yakni gerombolan semut yang mengerumuni area tutup tangki bahan bakar sebuah mobil. Kejadian ini dikaitkan dengan penggunaan bahan bakar bioetanol dengan kadar 85 persen atau E85.Bioetanol merupakan bahan bakar nabati dari fermentasi biomassa.Semut mengerumuni tangki bukan karena kandungan gula dalam bahan bakar.Uap kimia etanol sering disalahartikan oleh serangga sebagai feromon alami.Pembersihan tumpahan bahan bakar sangat krusial untuk mencegah serangga.Pengembangan bioetanol di Tanah Air menargetkan kadar 10 persen pada 2028.Mengapa Semut Tertarik pada Tutup TangkiIlustrasi etanol. (Photo: Freepik)Banyak spekulasi muncul bahwa rasa manis dari bahan baku tebu pada bioetanol menjadi daya tarik utama bagi serangga. Namun, para ahli entomologi dan pakar otomotif membantah anggapan tersebut. Proses fermentasi dan destilasi dalam pembuatan etanol dipastikan telah menghilangkan kandungan gula dan sukrosa secara menyeluruh.Etanol murni sebenarnya memiliki aroma kimia yang tajam dengan sedikit kesan buah. Aroma inilah yang secara tidak sengaja meniru sinyal feromon alami serangga. Akibatnya, organ sensorik semut salah mengartikan uap kimia tersebut sebagai sumber makanan atau lingkungan bersarang, sehingga mereka berkumpul di sekitar lubang pengisian bahan bakar.Risiko dan Langkah PencegahanMeskipun bukan disebabkan oleh kontaminasi gula, keberadaan semut tetap menjadi masalah yang mengganggu. Jika serangga masuk ke dalam tangki, mereka berisiko menyumbat pompa bensin dan pada akhirnya mengganggu kinerja mesin kendaraan secara keseluruhan.Untuk meminimalisir risiko ini, pemilik kendaraan disarankan untuk selalu membersihkan sisa tumpahan bahan bakar di sekitar lubang pengisian saat proses pengisian berlangsung. Selain itu, memarkir kendaraan di tempat teduh atau menggunakan penutup dapat membantu mengurangi penumpukan panas di dalam tangki, yang secara efektif menekan penguapan aroma kimia tersebut.Referensi: Otodream | https://www.otodream.com/mobil/27412-viral-tangki-bbm-disemutin-usai-tenggak-bioetanol-e85
- Mobil
- •
- 21 Jun, 2026
- •
- Raka Wicaksono
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Pengguna Diprediksi Beralih ke Pertalite
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter memicu pergeseran tren konsumsi bahan bakar di kalangan pemilik kendaraan. Banyak pengguna diprediksi akan beralih ke Pertalite yang saat ini masih mendapatkan subsidi pemerintah demi menekan biaya operasional harian.Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.Harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter.Diprediksi 10 persen pengguna Pertamax akan berpindah ke Pertalite.Pertamina menjamin ketersediaan kuota BBM subsidi tetap mencukupi.Prediksi Migrasi Pengguna BBMIlustrasi pengisian BBM Pertamina. (Photo: Istimewa)Pakar Energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menyatakan bahwa kondisi ekonomi saat ini mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam mengelola pengeluaran. Berkaca pada tren kenaikan harga di masa lalu, perpindahan konsumen ke opsi yang lebih terjangkau menjadi langkah rasional untuk menjaga mobilitas tetap stabil.Estimasi menunjukkan penurunan penjualan Pertamax mencapai 10 persen. Meski ada kekhawatiran mengenai ketersediaan stok, data menunjukkan bahwa kuota Pertalite masih mampu menampung lonjakan permintaan tersebut dengan proyeksi penggunaan hanya sekitar sepertiga dari sisa kuota nasional.Ilustrasi pengisian BBM Pertamina.Imbauan Penggunaan BBM Sesuai PeruntukanPertamina Patra Niaga menanggapi dinamika pasar ini dengan memberikan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menekankan pentingnya membeli bahan bakar sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan agar performa mesin tetap terjaga optimal.Penting untuk diingat bahwa setiap mesin kendaraan memiliki rasio kompresi yang dirancang untuk jenis bahan bakar tertentu. Penggunaan BBM dengan oktan yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan penumpukan kerak di ruang bakar yang dapat mempengaruhi efisiensi mesin.Referensi: Pertamina | Otodream