Sinyal Kehadiran Mitsubishi XForce Hybrid di Indonesia Semakin Kuat Lewat Kode NJKB Terbaru

Sinyal Mitsubishi XForce Hybrid masuk Indonesia menguat setelah muncul empat kode baru di data NJKB Jakarta dengan nilai mulai Rp284.000.000. Simak bocoran spesifikasinya.

Share
Tampilan visual Mitsubishi XForce yang diprediksi segera mendapatkan varian mesin hybrid dengan nilai NJKB mulai Rp284.000.000 di Indonesia.
Tampilan visual Mitsubishi XForce yang diprediksi segera mendapatkan varian mesin hybrid dengan nilai NJKB mulai Rp284.000.000 di Indonesia.

Sinyal kehadiran mobil hybrid pertama produksi lokal dari Mitsubishi di Indonesia kini semakin benderang. Setelah sempat menjadi perbincangan hangat mengenai rencana elektrifikasinya, muncul kode kendaraan baru yang diduga kuat merupakan Mitsubishi XForce Hybrid dalam data resmi pemerintah.

  • Muncul empat kode kendaraan baru dengan label XFC di data NJKB Jakarta yang belum pernah ada sebelumnya.
  • Nilai Jual Kendaraan Bermotor atau NJKB untuk model baru ini tercatat mulai dari Rp284.000.000 hingga Rp304.000.000.
  • Prediksi peluncuran unit produksi lokal ini dijadwalkan mulai dipasarkan pada semester kedua tahun 2026.
  • Mengusung teknologi hybrid dengan mesin 1.600 cc yang menawarkan torsi instan lebih besar dibandingkan versi bensin konvensional.

Kode Misterius yang Muncul di Data Samsat Jakarta

Berdasarkan data Nilai Jual Kendaraan Bermotor yang tercantum dalam situs Samsat PKB DKI Jakarta, terdapat empat kode baru yang belum pernah digunakan pada lini Mitsubishi XForce saat ini. Keempat kode tersebut menggunakan awalan XFC yang diikuti dengan inisial huruf P.

Rinciannya terdiri dari XFC P (4x2) AT dengan nilai Rp284.000.000, kemudian XFC P Plus (4x2) AT sebesar Rp289.000.000. Selain itu, ada varian yang lebih tinggi yakni XFC P SX (4x2) AT dengan nilai Rp299.000.000, serta varian tertinggi XFC P Plus SX (4x2) AT yang menyentuh angka Rp304.000.000.

Munculnya nomenklatur baru ini memicu spekulasi kuat bahwa huruf P tersebut merujuk pada varian elektrifikasi. Hal ini dikarenakan model XForce yang saat ini beredar di pasar Indonesia hanya menggunakan nama varian Exceed dan Ultimate, sehingga kehadiran kode baru ini dipastikan membawa sesuatu yang berbeda dari sisi teknis maupun fitur.

Jantung Mekanis Hybrid yang Lebih Responsif

Meskipun pihak PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia belum memberikan rincian teknis secara resmi untuk pasar lokal, kita bisa melihat spesifikasi yang sudah lebih dulu meluncur di Thailand. Mitsubishi XForce Hybrid di pasar Asia Tenggara menggunakan mesin bensin empat silinder berkapasitas 1.600 cc.

Konfigurasi ini berbeda dengan XForce bensin di Indonesia yang mengandalkan mesin 1.500 cc. Mesin bensin pada sistem hybrid ini menghasilkan tenaga 95 PS dan torsi 134 Nm. Namun, daya tarik utamanya ada pada motor listrik yang mampu menyemburkan tenaga tambahan 116 PS dengan torsi instan mencapai 255 Nm sejak putaran awal.

Sistem ini dirancang untuk memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik tanpa mengorbankan performa. Dengan torsi motor listrik yang besar, akselerasi di kemacetan kota maupun saat mendahului kendaraan lain di jalan tol akan terasa lebih ringan dibandingkan model konvensional.

Teknologi Canggih dan Tujuh Mode Berkendara

Teknologi hybrid yang disiapkan Mitsubishi bukan sekadar tempelan, melainkan sistem yang memiliki tiga mode kerja utama. Pertama adalah EV Drive yang memungkinkan mobil melaju hanya dengan tenaga listrik, kemudian Hybrid Drive yang mengombinasikan kedua sumber tenaga, serta Power Regeneration untuk mengisi daya baterai saat mobil melambat.

Selain sistem penggerak, Mitsubishi juga menyematkan tujuh mode berkendara yang sangat spesifik. Pilihan mode tersebut meliputi Normal, Tarmac, Gravel, Mud, hingga Wet. Kehadiran mode berkendara yang beragam ini memastikan kendaraan tetap memiliki kemampuan jelajah yang mumpuni di berbagai kondisi jalanan Indonesia yang variatif.

Fitur Active Yaw Control yang menjadi ciri khas Mitsubishi juga dipastikan tetap hadir untuk menjaga kestabilan kendaraan saat menikung dengan kecepatan tinggi. Integrasi antara sistem hybrid dan kontrol traksi ini diharapkan memberikan pengalaman berkendara yang lebih presisi bagi penggunanya.

Peluang Menantang Dominasi SUV Hybrid di Indonesia

Langkah Mitsubishi untuk membawa XForce Hybrid ke jalur produksi lokal merupakan strategi yang sangat krusial. Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, sebelumnya telah memberikan petunjuk bahwa persiapan produksi akan dimulai pada enam bulan pertama tahun 2026, dan pemasaran akan dilakukan enam bulan setelahnya.

Jika rencana ini berjalan mulus, maka XForce Hybrid akan langsung berhadapan dengan pemain mapan di kelas SUV kompak ramah lingkungan seperti Toyota Yaris Cross HEV dan Honda HR-V e:HEV. Persaingan di segmen ini diprediksi akan semakin ketat mengingat minat masyarakat Indonesia terhadap mobil hybrid terus meningkat setiap tahunnya.

Kehadiran unit produksi lokal juga memberikan harapan bagi konsumen akan harga yang lebih kompetitif dibandingkan unit impor. Dengan munculnya kode NJKB ini, publik kini hanya perlu menunggu waktu hingga Mitsubishi secara resmi membuka selubung mobil yang digadang-gadang menjadi tulang punggung baru di era elektrifikasi nasional tersebut.

Referensi: Mitsubishi | Otodream