Yamaha classy modifest 2026
- Motor
- •
- 09 Jun, 2026
- •
- Nadia Paramita
Modifikasi Motor Bukan Lagi Soal Balap, Tapi Cerminan Diri di Yamaha Classy Modifest 2026
Dunia modifikasi motor kini sepenuhnya berubah haluan. Kalau dulu ubahan identik dengan knalpot racing atau aksesori balap, sekarang motor justru menjadi kanvas untuk mencurahkan identitas personal. Tren ini terlihat jelas di gelaran Yamaha CLASSY Modifest 2026 yang berlangsung di Surabaya, di mana para peserta bebas menerjemahkan karakter mereka ke atas dua roda tanpa terpaku pakem kecepatan atau performa.Inspirasi modifikasi datang dari budaya punk, retro, anime Jepang, hingga gaya petualangan.Yamaha Grand Filano Hybrid dan Fazzio Hybrid mendominasi sebagai basis ekspresi gaya hidup.Modifikator kini mengutamakan kenyamanan dan fungsi harian, bukan sekadar estetika ekstrem.Karya bertema Sid Vicious dari Sex Pistols sukses meraih penghargaan tertinggi di kategori unggulan.Motor Sebagai Ruang Ekspresi, Bukan Sekadar TungganganMelihat deretan motor yang dipajang, kesan pertama yang muncul bukanlah aroma lintasan sirkuit. Justru atmosfernya terasa seperti pameran seni jalanan yang terkurasi rapi. Setiap bodi motor bercerita, mulai dari referensi musik bawah tanah, nostalgia era lampau, hingga kegemaran menonton serial animasi favorit. Ini adalah bukti bahwa modifikasi telah naik kelas menjadi medium komunikasi visual yang serius bagi pemiliknya.Chief Yamaha Area Terr. IV, Tintan Gunawan, mengamini fenomena tersebut. Ia menilai para peserta tidak sekadar memodifikasi, melainkan menginterpretasikan ulang motor sesuai DNA keseharian mereka. “Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid benar-benar diinterpretasikan ulang sesuai gaya hidup dan karakter masing-masing pemiliknya,” ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa skuter matic premium kini menjadi kanvas yang sangat cair untuk dikreasikan.Punk dan Keanggunan Bertemu dalam Sosok Grand FilanoPenghargaan tertinggi jatuh kepada Christian Bobby Chandra dari Malang lewat racikan tema “Punk” yang berani. Mengambil spirit dari mendiang Sid Vicious, bassist legendaris Sex Pistols, ia membalut Yamaha Grand Filano Hybrid dengan nuansa gelap yang agresif. Dominasi hitam pekat, efek karat yang terkesan “rusak namun terarah”, serta grafis manual bergaya tato menciptakan kontras yang unik.Yang membuat karyanya istimewa adalah kemampuannya menjaga karakter elegan skuter tersebut. Alih-alih terjebak kesan urakan, motor ini tetap memancarkan aura premium yang bersitegang secara harmonis dengan tema pemberontakan. “Grand Filano saya ingin tetap terlihat elegan, tapi punya sisi ekspresi yang kuat,” jelasnya. Perpaduan inilah yang tampaknya memikat para juri, membuktikan bahwa dua kutub berbeda bisa berkolaborasi dengan apik.Dari Nostalgia Retro hingga Invasi Budaya Pop JepangBeranjak dari kegelapan punk, sudut lain pameran justru diramaikan warna-warna pastel dan stiker karakter anime yang ceria. Pengaruh budaya pop Jepang begitu kentara, menandakan besarnya pengaruh serial animasi terhadap selera estetika generasi muda saat ini. Tak sedikit peserta yang menyulap motor menjadi tribut berjalan untuk karakter atau serial favorit mereka, lengkap dengan detail ilustrasi yang presisi.Sementara itu, aliran retro klasik juga tidak mau kalah. Siluet motor-motor lawas dihidupkan kembali melalui palet warna earth tone serta pemilihan aksesori yang membangkitkan memori era 70-an. Ada pula konsep adventure yang lebih fungsional, di mana penambahan part tidak hanya untuk gaya tetapi memang memperkuat ketangguhan untuk mobilitas harian. Semua pendekatan ini memiliki benang merah yang sama: modifikasi tidak lagi melumpuhkan fungsi dasar kendaraan, melainkan justru memperkayanya.Ketika Modifikasi Akhirnya Menjadi Bagian dari Gaya Hidup MatangPergeseran ini menunjukkan bahwa kultur modifikasi lokal semakin dewasa. Jika dekade lalu obsesi terbesar adalah mendongkrak tenaga atau menjiplak tampilan motor MotoGP, kini referensi sudah meluber ke mana-mana. Musik, hobi personal, perjalanan, hingga subkultur spesifik menjadi bahan bakar kreativitas yang lebih bercerita dan personal.Implikasinya cukup menarik bagi ekosistem otomotif. Motor tidak lagi dipandang sebagai objek mekanis yang harus dipacu kencang, melainkan sebagai perpanjangan identitas yang menemani aktivitas harian. Kenyamanan dan keamanan kini duduk di prioritas utama, sementara estetika berfungsi sebagai penanda siapa si empunya di balik helm.Referensi: Yamaha | VIVA Otomotif