Pasar Domestik Lesu, Motor Buatan RI Justru Banjir Pesanan Ekspor

Penjualan motor domestik memang turun, tapi ekspor CBU justru naik ke 54.759 unit di Mei 2026. Pengiriman komponen bahkan cetak rekor tertinggi tahun ini.

Share
Suasana booth motor Honda yang menampilkan produk andalan ekspor Indonesia dalam pameran otomotif
Suasana booth motor Honda yang menampilkan produk andalan ekspor Indonesia dalam pameran otomotif

Penjualan sepeda motor di pasar domestik memang mencatat penurunan pada Mei 2026, namun ada cerita berbeda di gerbang ekspor. Di saat distribusi dalam negeri melandai, pengiriman motor utuh buatan Indonesia ke luar negeri justru menunjukkan tren yang menguat.

  • Penjualan motor domestik turun dari 520 ribu unit ke 479.388 unit sepanjang Mei 2026.
  • Ekspor motor utuh (CBU) naik signifikan, mencapai 54.759 unit pada bulan yang sama.
  • Ekspor komponen motor melejit ke angka tertinggi tahun ini, tepatnya 16,57 juta unit.
  • AISI mencatat total penjualan domestik Januari-Mei 2026 sudah menyentuh 2,61 juta unit.

Ekspor Motor Utuh Laju Kencang Saat Domestik Koreksi

Data yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengonfirmasi bahwa sepanjang Mei 2026, ekspor sepeda motor utuh atau Completely Built Up (CBU) menyentuh angka 54.759 unit. Pencapaian ini melampaui realisasi pengiriman pada April yang hanya berada di level 52.411 unit. Fakta ini membuktikan bahwa motor produksi Indonesia masih punya daya tarik kompetitif di berbagai negara tujuan ekspor, meski dinamika pasar domestik sedang bergerak fluktuatif.

Sementara itu, distribusi dari pabrik ke diler dalam negeri mengalami penyusutan menjadi 479.388 unit, turun dari capaian bulan sebelumnya yang mampu menembus lebih dari 520 ribu unit. Koreksi ini sekaligus mengakhiri momentum positif pasca bulan Maret yang sempat terjun ke 448.974 unit dan sempat pulih di April.

Pengapalan Komponen Ikut Cetak Rekor Tertinggi

Tidak hanya motor utuh yang mencatatkan performa positif, pengiriman komponen sepeda motor ke luar negeri juga ikut mencatatkan hasil terbaik sepanjang tahun berjalan. AISI mencatat volume ekspor komponen pada Mei 2026 menembus 16,57 juta unit. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Januari dan mengindikasikan bahwa aktivitas rantai pasok pabrikan di Tanah Air tetap bergulir kencang berkat permintaan global yang kuat.

Di segmen ekspor CKD, meski terjadi sedikit penurunan dari 723.220 unit di April menjadi 697.614 unit, volume puluhan ribu motor dalam bentuk terurai ini masih mencerminkan tingginya aktivitas assembling di negara-negara mitra. Total ekspor CKD selama Januari hingga Mei 2026 sudah menembus lebih dari 3,2 juta unit.

Dinamika Jual Beli dan Daya Beli

Melihat pola penjualan sepanjang semester pertama, pasar domestik masih bergerak dinamis. Sempat melonjak tajam di Februari dengan 587.354 unit, pasar kemudian terkoreksi dalam di Maret sebelum kembali naik dan turun di bulan-bulan berikutnya. Fluktuasi ini menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat dan faktor musiman masih memegang peranan krusial dalam memengaruhi angka penjualan nasional.

Ekspor yang terus bertumbuh menjadi bantalan yang solid. Saat konsumsi lokal melambat, pabrikan otomotif nasional masih bisa menopang kapasitas produksinya dengan mengandalkan permintaan dari pasar internasional yang terus mengalir.

Referensi: AISI | VIVA Otomotif