KABAROTOMOTIF.COM, JAKARTA— Industri otomotif global saat ini sedang menghadapi krisis pasokan chip semikonduktor. Sesama produsen mobil pun harus bersaing untuk mendapatkan chip. Di Indonesia, sejumlah pabrik, seperti Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Honda, juga merasakan imbas ini.

Marketing Director PT TAM Anton Jimmi Suwandy

Terakait ini PT Toyota Astra Motor (TAM) lewat Marketing Director PT TAM Anton Jimmi Suwandy, Kamis kemarin (17/2)
telah memberikan komentar terkait masalah krisis chip semikonduktor secara global.

“Di Indonesia problem ini masih belum berdampak secara signifikan pada produksi Toyota tapi juga tidak mengabaikan isu tersebut. Hingga sekarang kegiatan produksi masih berlangsung normal, jelas Anton.

“Tidak hanya Toyota. Bahkan perusahaan elektronik juga merasakannya. Kita tidak menyebutkan problem ini signifikan atau tidak. Saya rasa secara global signifikan. Tapi Indonesia cukup beruntung, saat ini produksi dalam negeri kita belum pernah stop produksi karena masalah semikonduktor,” kata dia.

Sebagai catatan , Mobil modern saat ini sangat tergantung pada chip, yang digunakan mulai dari hal kecil misalnya pada sensor sabuk pengaman hingga sistem komputer mesin untuk membuatnya bisa lebih irit sampai atau fitur-fitur bantuan mengemudi seperti pengereman darurat atau cruise control.

Ketergantungan pada chip juga semakin tinggi sebab sebagian besar arah pengembangan mobil saat ini mengarah ke pemakaian lebih banyak sistem komputer dan sensor.(Savor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here